POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Hanya Sandiwara


__ADS_3

Landry menghela nafas, menetralkan perasaannya yang ingin sekali marah sedari tadi kepada gadis yang ada disampingnya itu.


"Ada apa antara kamu dan kakakku?" Tanya Landry langsung, Xela begitu terkejut mendengar penuturan Landry. Selama ini ia tidak tahu latar belakang Landry, kata itu menyatakan bahwa Alfarel adalah kakak dari Landry.


"Apa, kakak?" Xela seolah tidak percaya dengan apa yang Landry ucapkan. "Ya. Alfarel kakakku, kau belum tahu? Baguslah kalau begitu setelah kau mempunyai hubungan khusus dengannya dan menutup hubungan itu berperan sebagai Majikan dan asisten, setidaknya aku tahu dirimu sekarang, kemarin kau menolak ku karena aku tidak seperti Alfarel yang menguasai semuanya, sekarang aku tahu kalau kau hanya membutuhkan harta. Aku sadar, dan sekarang tolong jangan dekati aku lagi, aku berharap saat memberikan pertolongan kepadamu kemarin, silakan kau boleh memorot harta kakak ku asal kau pergi dari  hadapanku. Aku benci perempuan seperti itu." Tutur Landry. Jangan tanya lagi bagaimana perasaan Xela, Xela seperti tertampar dan di buang ke udara terbawa angin kuat.


"Landry apa maksudnya, Landry tolong dengarkan aku. Aku tidak seperti yang kamu pikirkan." Xela berlari mengejar langkah Landry yang sudah menapaki koridor sekolah.


"Khhmmm, ada nih cewek ngejar cowok dasar LA," saat melewati koridor kalimat tersebut terdengar ditelinga Xela suara seseorang yang sangat ia kenal. Sekali lagi hadir tukang usik kehidupan.


"Ghea. Dia lagi." Gumam Xela sambil mendesis kesal.


" Guys hebat sekali ya perempuan ini, Hahaha. Ternyata dia lagi ngejar cowok padahal udah ditolak tuh buktinya cowonya pergi."


Seru Ghea dengan suara lantang sehingga seluruh siswa seakan diundang untuk berkumpul dan mulai akan menghujat Xela.


"Hahaha, emang Xela ngejar siapa sih dan ditolak sama siapa sih." Tanya salah satu siswi yang ikut mengusik, mereka semua bertujuan untuk menghujat Xela.


"Itu si Landry." Jawab Ghea dengan mode sok-sok an.


"Eh bukannya kemarin dia yang nolak Landry ya, Oh mungkin nyesal berat nih nolak seorang Landry." Ucap mereka, bahkan banyak lagi ucapan lainnya yang mereka lontarkan.


"Udah puas ngomong nya. Bagaimana? Apa masih mau lanjut?" Ucap Xela dengan tegar padahal jauh perasaannya merasa sangat sakit dengan ucapan dan hujatan yang diberikan oleh mereka.

__ADS_1


"Hahaha, besar juga nyali Lo LA. Makan apa sih tadi pagi? Jajan sama om-om?" Sinis Ghea yang selalu saja mengacaukan kehidupan Xela.


"Lo punya mulut dijaga ya. Jangan sembarangan memutar balik fakta. Bukan gue yang jajan sama om om tapi Lo.  Lo yang selalu merasa oke aja dengan kehidupan Lo yang buruk itu dan tidak pernah merasa bersalah membalikkan fakta diri Lo ke orang lain. Sebenarnya Lo sadar nggak sih, dimata Tuhan Lo menghina diri Lo sendiri meskipun di mata orang lain Lo menghina  gue dan memfitnah gue yang nggak - nggak." Tutur Xela yang sudah merasa gerah hati akan sikap Ghea selalu saja ingin menjatuhkannya. 


Ghea memutar bola matanya, mimik mukanya tiba-tiba berubah, ia geram melihat Xela yang berdiri tegap di hadapannya berhasil membuatnya malu dan para siswi tadi sepertinya termangu dengan tuturan Xela, semuanya beralih menatap nya dengan penuh selidik, mereka berbisik bisik membahas ucapan Xela yang kata-katanya berhasil menjabar dihati mereka.


"Benarkah apa yang dikatakan Xela?"


"Oh tidak, kenapa kita harus terlihat masalah ini. Seharusnya kita sadar kalau kita belum tahu bagaimana kehidupan Xela." Ucap sebagian banyak siswi yang tersadar dari tindakannya.


"Nggak. Biasanya LA itu selalu menggunakan kata-kata semacam kata-kata mutiara gitu biar orang tertarik. Jadi jangan percaya dengannya, Xe  LA itu bahaya pola pergaulan aja nggak kita tahu. Seperti yang kalian lihat disekolah dia tidak punya teman, mungkin benar di luar sana teman-temannya cowok semua bahkan om ini semua." Ucap siswi yang berpihak kepada Ghea sehingga sebagian orang yang telah tersadar oleh ucapan Xela kini kembali membela Ghea dan berada dipihak Ghea. Xela kembali dihujat lagi dan mereka semua melempar Xela dengan makanan ringan sejenis pilus kepada Xela.


Mereka jahat karena Ghea. Mereka melempari ku seperti seorang pencuri yang kedapatan mencuri.Padahal Aku tidak salah apapun dengan mereka. Aku tidak bisa melawan mereka. Mereka aneh sekali padahal aku bisa membela diri karena aku tidak salah apapun


batin Xela yang hanya diam mematung larut dalam pikirannya sendiri.


Ucap Landry yang tiba-tiba muncul melindungi Xela. Xela tersadar begitu Landry yang memiliki tubuh besar dan tinggi berdiri dihadapannya menghalau pemandangan keramaian didepan. Semua  orang tampak ketakutan dengan ancaman Landry kecuali satu orang saja yang tidak lain adalah biang masalah.  Siapa lagi kalau bukan Ghea. Ghea tersenyum dengan santai kepada Landry.


"Eh mau jadi pahlawan. Kita gak suka sama cewek yang ada dibelakang Lo karna dia LA, bukannya dia udah nolak Lo tapi sok cantik lagi, udah sama banyak cowok bahkan juga ada om-om yang dia pacarin. hahaha ..."


Ucap Ghea seenak jidatnya melontarkan yang tidak tidak tentang Xela alias fitnah. Landry tersenyum getir setelah mendengar penuturan Ghea,


" Ghea Lo pikir Lo itu siapa? Gue tau pekerjaan Lo dan latar belakang Lo.  Jangan membicarakan orang lain yang tidak tidak padahal fakta yang Lo katakan itu adakah diri Lo sendiri. Lo yang LA, jangan pernah fitnah orang lain." Tegas Landry penuh penekanan, Landry masih di liputi amarah saat ini. Ghea hanya terdiam dan berusaha untuk kuat dan tidak terlihat tersinggung agar suasana tidak  tegang.

__ADS_1


"Landry, kenapa Lo balik dan bela dia. Bukannya dia udah nolak Lo dan hari ini ngejar ngejar Lo dan juga bukannya Lo udah nggak mau?"  Ucap Ghea.


"Kalimat yang sama lagi Ghea. Dengar!! Xela sekarang pacar gue, tadi kita ada masalah pribadi tapi gue nggak nyangka dengan masalah kecil kita, Lo gunakan kesempatan ini buat buli Xela. Awas sekali lagi kalian dan Lo ganggu Xela. Tahu akibatnya!" Ancam Landry dengan raut muka penuh amarah sembari membawa Xela pergi dari sana.


Apa? Pacar. Dia bilang aku pacarnya, apa aku tadi nggak  salah dengar? bukannya tadi dia bilang jangan dekati dia lagi, dan dia benci aku?


batin Xela bertanya dalam hati. 


Ketika sudah jauh berjalan dan sampai di sebuah ruangan kelas Xela melepaskan tautan tangannya  dari tangan Landry.


"Kenapa kamu mengatakan itu, bukannya kamu benci aku, seharusnya kamu membela mereka." ucapnya kecewa pada Landry.


"Maafkan aku. Jangan pernah menganggap omongan ku tadi serius, seharusnya kau tahu omongan itu hanya alasan ku agar mereka berhenti membulimu."


Xela sadar ternyata itu hanya sebuah sandiwara agar semua terlihat nyata di mata orang lain. Xela hanya diam berpikir keras tentang kejadian tadi, ia dihina dan di hujat oleh Ghea dan sekelompok siswi.


"Xela apa kau mendengarkan aku?" Tanya Landry ketika mendapati Xela sedang terdiam dan tatapan matanya kosong. Xela terperanjat langsung menatap lawan bicaranya. "Seharusnya kamu tidak usah melakukan hal itu. Apakah kamu tahu Lan, dengan sandiwara dan ucapan mu tadi mereka pasti akan mencari tahu kebenarannya."


Xela sudah menyadari dan memikirkan semuanya, pasti orang-orang yang mendengar pernyataan Landry bahwa mereka berpacaran, akan mencari tahu. Karena di sekolah sudah banyak yang tahu jika selama ini antara Xela dan Landry tidak pernah bertegur sapa bahkan berpapasan saja Landry membuang muka, menjadi pertanyaan sekarang ini dan saat ini mengapa mereka bisa berpacaran.


Bersambung ...


~Hm yang bilang ceritanya nanggung dan suruh lanjut. Cie penasaran ya?☺️

__ADS_1


Tenang aja, Author selalu lanjut kok.


Jangan lupa dukuganya, biar novel ini popularitasnya naik. Semoga banyak yang suka dan terhibur, itu harapan author 😌


__ADS_2