POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Siuman


__ADS_3

Alfarel sejenak mengabaikan ucapan Alika,  ia berpikir keras tentang kejadian di kampusnya.


"Ķak Al aku tidak mau pergi. Aku mau tetap disini." Ucap Alika, ia tidak mau keluar dari tubuh Xela.


Kini Alfarel beralih memandang Xela, tatapan nya yang lurus padanya. Sementara Dafi sedari tadi hanya mengamat-amati Alfarel yang sedang memangku Xela dan mereka berbicara.


"Alika jangan seperti itu. Kakak sudah bilang."


"Aku nggak mau pergi ķak. Aku ingin melindungi kalian. Lagian kakak sampai sekarang masih berantem dengan kak Landry."


"Alika dengarkan kakak, kamu tidak perlu melakukannya karna kakak janji tidak akan mengakhiri masalah ini, kakak akan mencari Landry agar tinggal disini," mendengar perkataan Alfarel, Alika tersenyum, namun ia berkata lagi, "Kalian tidak mungkin akur, tapi baiklah aku setuju, aku akan kembali kalau ada apa-apa." Setelah berkata demikian terlihat tubuh Xela yang sedikit bergerak dan megap-megap kemudian melemas. Kini Xela pingsan di pangkuan Alfarel.


Mata Xela yang masih terpejam dan tubuhnya terbaring lemah di kasur empuk, Al duduk disampingnya menunggu Xela siuman, untuk Dafi, ia berdiri didekat pintu, tidak berani berdiri dekat dari Xela meskipun sudah ada Alfarel disana. Ketika Alfarel memerhatikan kelopak mata Xela sedikit bergerak, ia segera beranjak dari duduknya menuju pintu dimana Dafi berada.


"Sekarang kamu yang di sana jaga dia!" Pinta Al ketika jaraknya sudah dekat dengan Dafi, Dafi mendadak gemetar tubuhnya. Ia masih takut seraya menggelengkan kepala menolak permintaan Alfarel. "Apa kau tidak dengar, dia sudah normal. Jangan membuat ku marah atau kau ingin melihat aku yang kesurupan dan menghajar mu?" Kecam Al sengaja menakut-nakuti Dafi agar mau menuruti kemauannya.


"Tidak tidak."


Dafi langsung menghampiri Xela yang sudah mengerjapkan matanya. Awalnya sekilas Xela melihat Alfarel  duduk didekatnya dan menatap wajahnya, namun ketika ia berusaha sadar sepenuhnya ternyata itu mungkin hanya pikirnya saja, yang ada dihadapannya sekarang adalah Dafi. Xela melihat raut wajah Dafi penuh dengan ketakutan.


"Ada apa kak Dafi?" Tanya Xela sembari matanya melirik kearah lain barangkali Alfarel ada disana, tetapi sudah matanya telusuri setiap sudut tidak ada Alfarel disana. Apa tadi hanya mimpi sebelum membuka mata?


" Nggak. E ...apa kamu ada butuh sesuatu biar kak Dafi ambilan." Tawar Dafi, namun tampaknya Xela tidak membutuhkan apapun, ia menggelengkan kepala.


"Kalau gitu kakak keluar boleh?"


"Iya kak. Oh iya kak. Ada apa dengan aku, bukannya ini siang ya, nggak pagi kok aku baru bangun? Apa aku kesiangan?" Tanya Xela ketika sadar melirik gorden yang terbuka menapakkan keadaan luar yang masih terang.


"Em ... itu." Dafi tidak dapat menjelaskan, bagaimana caranya, masa ia lupa dengan apa yang telah terjadi padanya?


" Tunggu kakak kebelet nih nanti aja ya lanjut ngomong, oke." Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Dafi keluar begitu saja, ia masih takut kepada Xela.


Ada apa ini. Bukannya aneh sekali.


pikir Xela setelah perginya Dafi, ia curiga dengan raut wajah Dafi, Xela berusaha mengingat kronologi sebelumnya.

__ADS_1


Oh iya seharusnya gue marah sama kak Dafi, tadi ngunciin aku dari luar. Tapi kok aku nggak ingat kejadian setelahnya ya?


batin Xela setelah berhasil mengingat semuanya.


Xela keluar dari kamar dengan muka muram, rencananya  ia mau menemui Dafi dan memarahinya karena menguncinya dari luar.


"Mau kemana kamu?" Saat kaki Xela keluar beberapa langkah dari dalam kamar terdengar suara yang tidak asing. Suara Alfarel menegurnya.


Lho bukankah seharusnya kak Alfarel masih di kampus. Kok udah ada dirumah aja.


Xela bingung bagaimana cara menjawabnya, tidak mungkin ia mengatakan mau mencari Dafi dan memarahinya, apa haknya disana?


Menyadari hal itu akhirnya Xela memutuskan untuk mengurungkan niatnya menghampiri Dafi.


Ia menengok Alfarel yang sedang menatapnya dari jauh, Alfarel sedang membaca sebuah buku dan di atas meja dihadapannya ada sebuah gelas, sepertinya itu kopi.


Hah demi apa coba siang-siang gini minum kopi. Aneh-aneh saja, seharusnya yang segar kaya' es kah.


Batin Xela menyoroti Alfarel yang duduk di sofa ruang televisi. Kamar Xela terhubung langsung dengan ruang televisi.


"Aku mau ke kamar mandi."


"Kamar mandi? kenapa harus keluar? bukannya disana juga ada kamat mandi."


Alfarel sembari menunjuk kamar Xela. Benar saja Xela salah memberi alasan, seharusnya alasannya yang lain bukan tentang kamar mandi.


"Ya udah deh."


jawabnya ringan, kemudian gadis itu kembali lagi ke kamarnya, Alfarel sudah menggelengkan kepalanya melihat tingkah Xela.


Aishh ... sial kenapa aku nggak tanya sama kak Al ya, apa yang terjadi denganku. Ah bodoh sekali, seharusnya itu yang aku tanyakan. Aneh sekali aku hari ini, tapi tadi kak Al nggak marah aku baru keluar, ini mencurigakan.


Xela kembali memutuskan untuk keluar bertanya kepada Alfarel agar tahu apa yang terjadi kepadanya hari ini.


Xela memerhatikan Alfarel masih ada di tempat, Alfarel masih mengunakan sepatu dan disebelahnya terdapat tas. Itu menandakan Alfarel baru saja pulang dari kampus.

__ADS_1


Yah kalau tanya dia malah lebih aneh lagi, ternyata baru pulang dari kampus.


Xela cemberut sambil berdiri didepan pintu kamar sambil kepalanya melirik ke arah sofa.


"Ngapain disitu?"


Tidak Xela sangka, Alfarel tahu keberadaannya tanpa menoleh sedikitpun. Aneh sekali!


"Mm ... aku. Aku mau bekerja."


jawab Xela, ia pun mulai mengambil sapu yang ada di sudut ruangan yang merupakan tempat khusus menyimpan sapu.


"Ini lantainya masih bersih, apa kamu bekerja tanpa melihat keadaan terlebih dahulu?"


Alfarel berkomentar lagi. Xela pun memerhatikan sekitar, memang lantainya masih terlihat bersih.


Salah lagi. Kali ini bagaimana alasanku?


Xela sangat kebingungan, ia kembali menyimpan sapu yang ia pegang.


Xela pergi ke arah dapur tanpa berkata apa-apa, Alfarel juga tidak lagi bertanya, hanya saja Xela merasa canggung gerakannya di pantau terus oleh Alfarel yang sedang duduk di sofa.


Kau terlalu kebingungan Xela, bahkan kau melupakan apa yang terjadi padamu sebelum kamu kerasukan.


Seharusnya aku bertanya, tapi sudahlah mungkin yang terpenting saat ini aku harus mencari cara bagaimana membuat Landry kembali ke sini.


Xela sampai di dapur memerhatikan Dafi sedang mengelap meja. Sepertinya Dafi mengambil alih tugas Xela.


"Kak Dafi."


sapa Xela sambil menghampirinya.


Dafi sedikit terkejut dengan kehadiran Xela, ia menghentikan aktivitasnya begitu Xela menyapanya. Terlihat jelas oleh Xela jika Dafi masih saja takut melihatnya.


"Kak Dafi kenapa kayak gitu, ada yang salah denganku?"

__ADS_1


tanya Xela yang sudah menahan rasa penasarannya.


bersambung ....


__ADS_2