
“Xela semakin hari kamu tidak bagus dalam bekerja, seharusnya kamu bisa berbagi tugas dengan Dafi membersihkan rumah, memasak dan pekerjaan lainnya. Tapi kenapa kamu semakin hari meninggalkan tanggung jawab mu? Saya membuat mu tinggal disini untuk memberi pekerjaan yang baik untuk mu, tapi sepertinya kamu tidak menghargai keuntungan. Kalau masih mau bekerja disini pulang tepat waktu, jangan pernah pergi kemana-mana tanpa ijin. Di hubungi nomornya malah nggak bisa, atau kamu memblokir kontak saya?”
Kali ini Xela benar-benar malu dengan dirinya sendiri yang dikatakan tidak bertanggung jawab, itulah nyatanya dirinya saat ini memang benar meninggalkan tanggung jawabnya.
Aku sadar maafkan aku kak Al, aku tidak bermaksud untuk meninggalkan tanggung jawab. Ini semua bukankah karna mu, aku tidak suka berada di rumah karna mungkin kak Al bersamaan dengan pacar kak Al yang cantik tapi sok itu. Batin Xela.
Kaki Xela hendak melangkah masuk menerobos begitu saja, padahal Alfarel jelas-jelas ada di depan pintu, dan akhirnya pintu malah tertutup oleh badan tegak Alfarel yang berdiri disana.
“Mau kemana kamu?”
“Masuk.”
“Kamu tidak punya hak, kamu juga belum bilang kamu pergi kemana tadi bersama Landry?”
Pertanyaan Alfarel membuat Xela jengah, bisa-bisanya ia ingin tahu.
“Aku tadi ke wisata cinta alam dengan Landry.
“Bohong!”
Ucapan Xela segera mungkin di sanggah oleh Alfarel, Alfarel begitu terlihat marah saat ini, Xela bisa apa? Keinginannya untuk keluar dari rumah tersebut semakin kuat, ia sungguh tidak menyukai pribadi Alfarel.
Ya ampun, udah dijawab jujur masih nggak percaya? Maunya bagaimana lagi ini?
“Ya udah kalau nggak percaya nggak apa-apa, Aku udah bilang jujur. Aku pergi dengan Landry karena kami memang sudah Pacaran, jangan mengatakan aku cewek murahan lagi. Aku punya harga diri. Seharusnya memang wajar kami bepergian.”
tegas Xela sampai pada akar.
'DEG'
Ketika mendengar pernyataan bahwa Xela dengan Landry telah berpacaran, sesuatu seperti benda tajam menusuk hati Alfarel membuatnya mereda deg deg an.
“Saya sama sekali tidak percaya dengan mu. Asal kamu tahu apa yang saya lihat dari kamu sekarang? Kamu itu seperti perempuan murahan tanpa pengawasan, kamu pergi tanpa ijin kepada saya yang sudah menjadi tanggung jawab mu saat ini, yang menjamin kehidupan mu di kota, hargai orang lain yang peduli Xela.
__ADS_1
Kalau kamu masih ingin bekerja disini dan butuh perlindungan dari laki-laki liar di luar sana, berubahlah dari sekarang, kalau masih saja kamu seperti perempuan murahan yang pulang sore bahkan hampir malam, silakan angkat kaki dari sini.”
"Dan kamu bilang pacaran dengan Landry, apa kamu sadar, bukankan sebelumnya kamu bilang kalau kamu Cemburu melihat ku bersama dengan Mira?" sambung Alfarel sedikit sinis.
kali ini Xela yang deg deg an, tapi bukankah ini pertanyaan yang ia tunggu dan hendak di jawabnya.
"Aku bilang kemarin itu aku cemburu karena aku melihat orang pacaran Sementara aku tidak."
jawab Xela sedikit gugup, ia sadar jawabannya sangat konyol.
Alfarel menunjukkan senyum mirisnya ketika mendengar lontaran Kalimat singkat yang diucapkan oleh Xela.
"Hemp ... jadi begitu alasan mu? aku tidak yakin, kau berbohong dengan perasaan mu sendiri dan kau tahu Landry itu afok kandung ku. Jadi begini balasan mu, Cemburu kepada kakaknya dan melampiaskannya dengan memacari adiknya. Itu namanya perempuan murahan really cheap girl."
Kemudian Alfarel berlalu masuk ke dalam meninggalkan Xela yang sedang berdiri mematung di teras depan, percekcokan yang cukup panjang itu akhirnya selesai tanpa solusi.
Antara sadar dan tidak sadar air mata Xela berlinang setelah Alfarel masuk usai mengucapkan kalimat tersebut. Ia dikatai seperti perempuan murahan?
Xela juga mendapat kesalahan didalam dirinya, seharusnya ia tidak memutuskan untuk berpacaran dengan Landry jika itu hanya pelampiasan, betapa bodohnya Xela saat ini, ternyata ia seperti akan mempermainkan adik kakak.
Aku bisa apa sekarang, dia mengatai ku perempuan murahan, ini yang kedua kalinya dan aku sudah seharusnya tidak menyatakan rasa cinta palsu ku kepada Landry. Maafkan aku Landry, kamu begitu tulus, maafkan aku yang masih belum tulus, aku akan berusaha namun kalai tidak bisa aku akan pergi ...
***
Xela sudah selesai mandi dan kini bersiap untuk makan malam, ia tidak mau dimarahi lagi karena Alfarel sudah tahu riwayat sakit maag nya dan Alfarel akan marah jika ia tidak makan. Suatu perjuangan bagi Xela menata hati untuk berdamai dan menepis masalah beberapa menit yang lalu di teras depan, langkah kaki tanpa perlahan menapaki lantai dingin.
Sebelum benar-benar masuk ke ruang makan, samar-samar ia mendengar percakapan antara Alfarel dan Dafi.
"Daf, gimana menurutmu aku membawa Landry dan Mira tinggal disini, apa itu cukup menyenangkan agar rumah ini ramai?" tanya Alfarel yang sudah duduk manis di kursi menunggu makanan yang akan di hidangkan Dafi di hadapannya.
"Menurut ku ya boleh saja, kalau bang Al sangat mencintai Mira nggak masalah tuh."
jawab Dafi.
__ADS_1
"Hm ... aku mencintai Mira sejak lama, dan sekarang masih sama. Kami sama-sama kembali seperti dulu."
"Oh, Kalau begitu aku akan berpikir untuk membawa Landry tinggal disini. Sebentar ... kalau Landry tinggal disini pasti akan terus bersama Xela, pasti mereka akan berlaku seenaknya. Tidak, ini tidak boleh." ucapnya penuh pertimbangan.
"Lalu bagaimana dengan Xela?"
tanya Dafi penasaran. Memang belakangan ini Dafi sudah tidak takut lagi kepada Xela hanya karena kejadian sebelumnya, dimana Xela kerasukan.
Alfarel tampak berpikir, sambil menyandarkan dagunya pada tangan dan tangannya yang di tumpukan pada atas meja makan.
"Aku akan memikirkannya, dan aku akan mengeluarkannya dari sini. Aku tidak ingin melihat kebersamaanya dan Landry merajalela, bisa-bisanya nanti sekolah mereka tidak selesai."
Alfarel secara terang-terangan kepada Dafi mengatakan tentang rencananya yang mungkin akan ia lakukan ke depannya. Dafi terbelalak kaget dengan ucapan Alfarel.
Kalau begini artinya aku akan bekerja sendirian untuk melayani tiga orang di rumah ini kalau Xela benar-benar akan di keluarkan. Gimana ya nasib Xela nanti, apa dia akan baik-baik saja. Mudah-mudahan ini hanya mimpi buruk yang tidak menjadi kenyataan, amin. Xela tidak boleh keluar dari rumah yang banyak pekerjaan ini, bisa encok aku urusin rumah di tambah lagi orang-orangnya yang cerewet.
Dafi mulai gelisah, takut apa yang dikatakan Alfarel malam ini benar-benar dilaksanakannya kelak.
Sementara Xela yang jelas-jelas telah mendengar semua percakapan Alfarel dan Dafi yang berlangsung dengan singkat segera berbalik arah. Mungkin ini bukan saat yang tepat baginya untuk makan malam.
Apa benar yang dikatakan kak Al. Apa aku memang akan di keluarkan dari rumah ini, Mira pacarnya tinggal disini dan Landry tinggal disini?
Sementara aku, aku akan kembali seperti dulu setelah di keluarkan dari sini.
Tuhan tolong aku, aku tidak tahu akan bagaimana nasibku nanti.
Tapi aku harus segera berkemas dan akan pergi dengan sendirinya sebelum dia yang mengatakan kepadaku secara langsung, aku harus bersiap sebelum di usir aku akan segera pergi.
Batin Xela dengan sisa semangatnya, jujur hari ini adalah hari patah hati baginya yang sangat fatal.
Kak Al, asal kak Al tahu aku tadi pergi bersama Landry karena aku tidak ingin seandainya menyaksikan kak Al bersama Mira. Entah kenapa aku juga tidak tahu, belakangan ini aku selalu senang mengingat mu dan sakit melihatmu bersama orang lain. Sampai aku ingin mengobati luka hati yang tak terlihat ini tertutupi dengan cara pergi bersama Landry bahkan aku sudah berpacaran dengannya, *Aku terlalu bodoh seharusnya aku tidak berpacaran dengan Landry. Seharusnya aku bisa menahan semua suka duka di hati saja.
bersambung ....
__ADS_1
~
Mau dukungannya, komen dong kalau ada kekurangan. Kalau gak ada free for you readers ❤️*