
Disebuah restoran mewah di kota R, tampak sosok Alfarel yang sudah tampil keren sepertinya sedang menunggu seseorang. Sementara menunggu sambil membuka WhatsApp.
“Al udah lama nunggu ya?” seorang perempuan cantik dengan tinggi semampai dan rambut panjang, dengan pakaian yang nampak sangat pas membaluti tubuhnya sehingga membuat lekukan tubuh perempuan itu bisa dikatakan sempurna. Alfarel pun memerhatikan nya tanpa berkedip. Terpesona itulah penjelasan yang tepat untuk reaksi Alfarel.
Kamu sangat cantik Mir, kamu banyak berubah setelah menghilang selama dua tahun.
batin Alfarel mengagumi sosok Mira yang duduk berhadapan dengannya saat ini.
“Al biasa aja tatapan nya Al. Kamu bikin aku grogi.” Ucap Mira salah tingkah karena di perhatikan Alfarel tanpa berkedip.
“Kkhhm. Maaf aku, baru pertama kali melihat perubahan mu.” Kata Alfarel tidak kalah salting
“Eh kan semalam udah video call. Seharusnya ini perjumpaan kita yang kedua kalinya.” Ucap Mira malu-malu.
Alfarel malah salfok dengan tampilan Mira yang begitu berbeda. Mira semakin cantik, kulitnya putih dan terawat, sepertinya selama dua tahun ini Mira menjadi perempuan yang sangat dewasa, pandai merawat diri.
“Al Maafin aku ya. Aku baru sekarang punya waktu buat kamu. Aku masih sangat sayang sama kamu Al. Kan kita gak pernah putus otomatis sampai sekarang kita masih Pacaran.”
Alfarel terdiam mendengar ucapan Mira. Ia tersenyum kepada Mira, sebuah senyuman yang tidak bisa dijelaskan, rasanya Alfarel ragu dengan perasaannya, ia masih mencintai Mira, tetapi ada sesuatu yang mengganjal hatinya, tidak tahu apakah itu.
“Al gimana, apa kamu sekarang masih Al yang dulu atau bukan. Kalau misalnya kamu udah punya pengganti gak apa-apa, aku maklumi kok lagipula ini salahku. Aku hilang tanpa kabar, aku nyesal Al.” Ucap Mira sedih.
“Eh belum juga di jawab. Iya Xel, kita gak pernah ada kata putus kok. Jadi beginilah, kalau kamu setuju dan benar-benar ingin mempertahankan hubungan ini, kita balik seperti dulu.”
Ucap Alfarel tersenyum ramah. Jujur ia masih ada perasaan yang sangat dalam untuk Mira. Bahkan ia seolah terhipnotis dengan kehadiran Mira kali ini sampai tidak berpikir lagi untuk bertanya lebih lanjut tentang menghilangnya Mira dua tahun belakangan ini.
Harusnya sih ya di interogasi dan diawasi dulu, siapa tahu Mira yang sekarang bukanlah Mira yang dulu lagi. Alasan Mira meninggalkannya pun belum ia ketahui kerena apa.
“Al, kamu tadi panggil aku apa? Xel? Siapa itu Xel. Aku ini Mira Al.”
Tanya Mira setelah mendengar ucapan Alfarel, Mira semakin sedih. Alfarel pun tidak menyadari jika dirinya salah berbicara.
Apa, aku salah bicara. Ups, ini pasti gara-gara dia. Aku bahkan berpikir apakah dia akan makan atau tidak. Kalau dia sakit lagi aku tidak bisa membiarkannya, bisa-bisa setiap hari aku harus mencari asisten bayaran untuk membersihkan kamar karena muntahannya
Batin Alfarel menyadari detik dimana ia salah sebut dalam berbicara karena memikirkan Xela yang sedang sakit.
“Maaf Mir. Jangan salah paham, maaf banget ya. Ini karena aku terlalu jengkel mengingat asisten baruku, Xela. Jadi kebawa.”
__ADS_1
“Yang benar Al, asisten?”
“Iya Mir.”
“Memangnya kenapa?”
“Pekerjaannya kurang baik “ jawab Alfarel sembarangan ketika ia tidak bisa menemukan alasan lainnya.
“Oh, kenapa kamu harus terima asisten semacam itu. Emang Dafi kemana?”
Pertanyaan Mira kali ini cukup menyulitkan Alfarel.
Kenapa malah jadi bahas Xela. Huh ini gara-gara salah ngomong lagi. Kacau ...
“Udahlah Mira, lebih baik kita jangan bahas Xela. Lagian ini Cuma karena aku salah ngomong aja “
“Al aku nggak yakin kalau selama dua tahun ini Kamu masih sama seperti Al yang dulu. Al sekarang kamu jujur sama aku, siapa Xela yang kamu sebut itu?”
“Aku udah bilang kalau dia asisten aku.”
Memang apa yang diucapkannya benar, karena Mira adalah cinta pertama Alfarel dan mereka pernah menjalani hubungan selama lebih dari 3 tahun. Mereka sudah saling mengenal.
Setelah hilangnya kabar Mira, Alfarel selalu bepergian kemana-mana demi mendapatkan kabar Mira. Namun ketika kejadian menyedihkan dimana Alika, adik bungsu kesayangannya itu meninggalkannya untuk selamanya. Disitulah ia mulaj melupakan tentang Mira. Tetapi kemarin dan hari ini tiba-tiba saja perempuan itu muncul lagi di kehidupannya. .
“Udahlah Mir. Aku sebenarnya mood ku sekarang lagi tidak baik, aku akan menjelaskan Semuanya.”
Karena Mira sudah kenal Alfarel sejak lama, ia pun setuju.
“Oke Al. Maafkan aku mungkin aku terlalu berlebihan.”
Merekapun duduk dengan menghadap beberapa hidangan kezat yang sudah ada di atas meja
Al aku yakin kamu udah punya pengganti. Aku lihat kamu sudah berubah, aku baru sadar setelah kita bertemu banyak sekali yang berubah darimu. Kamu tidak se asik dulu lagi. Ini aja malah aku yang terpaksa ngomong tentang hubungan, seharusnya kamu. Kamu yang mengatakan duluan kalau kita masih ada hubungan. Tapi aku senang melihat perubahan mu yang sekarang. Kamu semakin tampan dan tinggi, mungkin kamu banyak di idamkan perempuan disini. Aku tidak akan membiarkannya.
Batin Mira saat Alfarel fokus dengan makanan yang ada di hadapannya.
Xela sudah merasa baikan, ia sudah meminum obat dan berangsur membaik sakit kepala yang ia alami tadi. Hanya saja kini ia masih merasa meriang.
__ADS_1
Xela pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, ia tersenyum-senyum sendiri karena terbawa perasaan. Ia merasakan perhatian Alfarel.
Meskipun kak Al arogan dan keras banget kelakuannya Ternyata perhatian juga. Akhirnya keinginan ku selama aku sakit terpenuhi olehnya, bahkan pahit obat mungkin tidak terasa kalau aku minum tanpa air karena pizza lezat itu.
Batin Xela senang. Rasanya tidak sabar ingin keluar kamar menemui majikan galaknya itu kemudian mengucapkan terimakasih kepadanya.
Akhirnya Xela sudah mandi, ia mencari keberadaan orang orang penghuni rumah mewah itu selain dirinya yang utama ia ingin berjumpa dengan majikannya yang telah membuat mood nya membaik.
“Kak Dafi selamat siang.” Ucap Xela dengan nada ceria nya begitu mendapati Dafi sedang mencuci perlengkapan dapur.
“Huffhh ... Xela, kamu rupanya.”
Dafi terkejut menyadari kehadiran Xela, ia menoleh dan mengelus dadanya.
“Xela kamu sudah sembuh. Sebaiknya kalau belum terlalu merasa sehat jangan dulu banyak gerak!” Dafi memberi nasihat.
“Udah baikkan kok kak. Nanti kalau diajak rebahan mulu makin sakit, kalau udah mendingan itu bawa jalan-jalan ringan biar nggak bosan juga.”
Balas Xela, sedari dulu ibunya sudah membiasakan dirinya agar tidak terlalu memanjakan diri apabila merasa sudah pulih dari sakit. Tidak akan bisa pulih total dari sakit jika kita tidak melatih diri untuk kuat melawan sakit yang sudah tidak terlalu parah.
“Oh gitu ya. Ya udah kalau gitu jalan-jalan aja dulu jangan dulu mengerjakan yang berat-berat, di dalem aja ya soalnya tadi bang Al gak bolehin Xela keluar.”
Hah Kenapa dia melarang ku keluar. Oh iya, ini kesempatan, aku akan tanya kemana perginya bunglon itu.
“Memangnya kenapa nggak boleh, terus kak Al kemana?”
“Nggak tau kemana. Tapi lebih baik jangan aja ya keluar. Nanti bang Al marah.”
Ya udah deh, kemana ya dia. Memang bos selalu di turutin dan bos selalu mengatur segalanya.
Meskipun ia tidak mengindahkan perkataan Dafi, namun ia menuruti apa yang dikatakan oleh Dafi
bersambung ...
Hai semua .... Author up lagi nih, bom like dan dukungan lain dong kalau berkenan, hehe ...
...Semoga readers kesayanganku selalu sehat ya, jangan lupa masuk grup kalau mau, nggak mau juga nggak apa-apa, hehe. Karena tidak ada juga yang istimewa disana. Hanya saja untuk meramaikan perbincangan seputar tentang XelAlfarel ☺️*...
__ADS_1