POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Ungkapan Dendam


__ADS_3

Rey tersenyum sinis memandang wajah gadis yang sedang ketakutan itu, ia ingin membalas Alfarel karena Alfarel di anggap telah menyita hati Ghea, kekasihnya.


“Apa-apaan ini?” Xela ingin keluar akan tetapi Rico dan Rey menahannya, mengunci tubuhnya.


“Tolong!” sekali saja Xela berteriak minta tolong, Rey sudah membekap mulutnya.


“Percuma kamu minta tolong, Alfarel tidak mungkin menolongmu karna dia bersenang-senang dengan Ario dan dua cewek. Kamu tahu Ario selalu menyewa cewek agar mereka bersenang-senang.” Rey berbisik di telinga Xela meracuni otak gadis itu.


"Benarkah? Apa ini alasan kak Al marah secara tiba-tiba?”Batin Xela dengan pergerakan melawan dua lelaki yang masuk di tandanya. Xela menggeleng mengatakan tidak mungkin bahwa Al bersama perempuan lain.


“Kamu tidak percaya? Jadi cewek jangan tolol percaya aja sama laki-laki. Kamu tidak tahu hati laki-laki, sepertinya Kamu sangat murahan.” Ejek Rey kepada Xela yang masih ia bekap mulutnya.


Ini adalah ucapan kedua kali yang pernah Xela dengar seperti peringatan agar tidak mempercayai laki-laki dan kali ini ia di hina seorang lelaki yang baru saja dikenalnya. Xela menyesal dari awal tidak menolak kedatangan mereka berdua, bukan menolak tepatnya waspada karena ia tidak sadar dua laki-laki itu masuk ke tandanya.


“Kita gak mau nyakitin elo, tapi rasanya asik mengganggu seorang kekasihnya Alfarel.” Ucap Rico dan di sertai ejekan dan tawa kedua lelaki itu.

__ADS_1


Rey dan Rico mengikat tangan dan kaki Xela agar gadis itu tidak melakukan perlawanan, kemudian Rey membelai pipi mulus Xela dengan tangan satunya masih membekap mulut Xela.


“Tolong!” Segera Xela berteriak minta tolong setelah Rey melepaskan tangannya yang membekap mulutnya Xela, namun tidak disangka setelah kata tolong itu keluar Rey dengan kejam menyatukan bibir mereka. Ya, dia mencium Xela.


“Ayo Rey, nasib kita sebagai lelaki sudah cukup sial menghadapi pengkhianatan bahkan perempuan yang kita cintai malah mencintai lelaki lain.” Rico mendukung aksi Rey. Alfarel ke mana saja di situasi yang sangat menyakitkan ini? Xela tidak bisa lepas dari ciuman Rey yang penuh dendam bahkan satu tangan Rey menahan kepala bagian belakang Xela untuk mempermudah pelampiasannya.


“Mmmphh.” Xela berusaha mengeraskan suaranya walau mulutnya dibekap dengan keji, air matanya juga bercucuran oleh keadaan buruk ini, bahkan karena usahanya untuk berteriak dihentikan Rey dengan mencekiknya.


"Kak Al kemana dia sekarang, apakah benar dia sedang bersenang-senang di luar sana sampai melupakan aku. Aku butuh pertolongan.” Batin Xela karna kekasihnya tidak kunjung datang.


"Apa? Balas dendam? Mereka menggunakan aku untuk balas dendam sama kak Al, sebenarnya apa yang kak Al perbuat kepada Ghea dan Cika. Kak Al aku tidak akan memaafkanmu.” Batin Xela terus mengeluarkan air matanya, sakit di bibirnya, lehernya, dan juga hatinya membuatnya sangat hancur seperti daun kering yang terinjak, sekarang harga dirinya sedang di injak dua laki-laki gila itu.


KREK


Suara tenda sobek membuat Rico terkejut dan juga Rey, namun Rey tersenyum dalam hati ia sudah mengira-ngira sebelumnya, sengaja melanjutkan mencium Xela sampai Alfarel melihatnya.

__ADS_1


Benar, yang menyobek tenda adalah Alfarel. Lelaki itu baru sadar setelah melihat dari kejauhan tandanya tidak beres seperti sesak oleh manusia didalamnya.


“Persetan!” Umpat Alfarel sembari meraih kerah baju kedua lelaki yang melecehkan Xela, ia melihat sendiri apa yang terjadi dengan Xela. Emosinya semakin memuncak, baru saja mendapat pesan buruk disusul lagi dengan kejadian buruk sampai memaksanya berkelahi dengan dua teman camping kurang ajar merenggut kekasihnya. Terjadi perkelahian tetapi kekuatan Alfarel sudah berada di tingkat atas sehingga ia tetap kuat di dorong rasa emosi dan dendam. Sekaligus yah menempatkan pelampiasan yang tepat kepada dua brengsek itu.


“Hahaha, lo ngapain dateng Al? Harusnya lo jangan dateng dulu, tungguin gue tuntas nikmati cewek lo.” Rey memancing emosi Alfarel, dan Rico yang tidak begitu kuat seperti Rey sudah tidak sadarkan diri dengan hidung yang berdarah di atas tanah. Rey masih berusaha membuat Al terus menyerangnya.


“Setan! Lo kalau ada masalah jangan jangan bawa cewek gue. Langsung aja, brengsek lemah!” Alfarel memukul Rey dengan membabi buta.


“Kalau gue bilang lo duluan, gue gak bisa melihat kehancuran lo. Gue mau ungkapan sesuatu mumpung gue masih sadar. Lo gak tau perencanaan camping ini memang sahabat lo yang adain dan sahabat lo adalah sahabat gue juga. Satu hal lagi, asal lo tau gue udah lama nyimpen dendam ini sejak gue suka sama Ghea sampai akhirnya kita pacaran. Gue benci sama Lo karena setiap gue habisin waktu berdua sama Ghea selalu aja gue nemuin foto lo di kamar Ghea, sampai akhirnya gue gak bisa nahan lagi. Rico juga temen baru gue yang ternyata punya pikiran yang sama. Awalnya gue pengen baik samalo tapi di pikir-pikir jadi orang baik itu menyakitkan, kenapa lo selalu aja nyita cewek orang?” Rey berbicara sampai suaranya serak bahkan sampai tersedak oleh cairan darah yang keluar dari tenggorokannya akibat hantaman tangan Alfarel. Alfarel menyerangnya untuk terakhir kali berhasil membuat Rey tidak sadarkan diri. Dada Al terlihat naik turun oleh nafasnya, emosinya masih belum terkontrol. Begitulah memiliki wajah tampan yang disukai banyak perempuan pasti masalahnya akan berakhir mengenaskan.


"Brengsek, gue kurang teliti akan masalah ini. Gue hanya berpikir untuk menyenangkan diri dan juga mengalihkan kesedihan Xela, tapi gue kurang teliti dan baru tahu pengkhianat masuk mengacaukan semuanya." Batin Alfarel masih di penuhi dendam, bagaimana tidak? Ia baru tahu dibalik rencana perpisahan yang disusun Ario ternyata para pengkhianat masuk, mereka adalah musuh baginya. Alfarel baru tahu ternyata Rey dan Rico yang terlihat baik dan biasa-biasa saja ternyata menyimpan dendam padanya, parahnya lagi malah melibatkan Xela yang tidak mengerti apa-apa. Alfarel menyesal, menyesal karena tidak teliti dan waspada, dan menyesalnya lagi ia meninggalkan Xela sendirian hanya untuk memikirkan perihal balas dendam untuk Marco yang tidak pasti kapan akan muncul.


Alfarel berusaha menepis amarahnya yang masih belum reda lalu menghampiri kekasihnya, melepas ikatan tali yang membuat Xela menderita lalu memeluknya dengan rasa bersalah, Xela menangis sesegukkan, hari ini ia telah dilecehkan tetapi hero yang di harapkan baru datang setelah ia sakit fisik dan batin, bibirnya berdarah oleh ciuman si brengsek, Rey.


"Dia baru datang dan mendekapku, kemana dia saat aku sangat membutuhkannya. Kenapa dia tidak datang sebelum aku berakhir seperti ini. Dia mengatakan akan melindungiku dan tidak akan membiarkan siapapun menyakitiku tapi sekarang apa? semuanya bohong, palsu!" batin Xela lalu berteriak dengan keras mengeluarkan amarahnya, Xela seperti orang gila memukul Alfarel habis-habisan setelah mendorong lelaki itu.

__ADS_1


"Kau kemana saja, semua katamu bohong. Aku tidak akan memaafkanmu. Mulai sekarang jangan peduli denganku lagi. Kita putus!" ucap Xela dengan lantang.


__ADS_2