POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Benar-benar Kerasukan


__ADS_3

Dafi sedang berada di luar rumah tidak lagi mendengarkan suara teriakan Xela. Ia sedari tadi menelepon Alfarel namun Alfarel tidak kunjung mengangkat teleponnya.


Hah, semoga dia tidak kerasukan lagi.


batin Dafi kemudian sedikit mengintip ke dalam melalui kaca yang menghubungkan pemandangan luar dengan dalam rumah.


Wah ternyata dia pingsan. Mudah-mudahan udah baikan.


batin Dafi, ia mulai cemas setelah melihat kondisi Xela, Xela tergeletak terlentang di lantai. Dafi tidak tahu jika Xela kini benar-benar kerasukan.-Dafi segera membuka pintu kemudian menghampiri Xela yang sudah tergeletak. Tanpa ia sangka Xela bangkit secara tiba-tiba lalu menarik kerah bajunya membuatnya semakin ketakutan.


“Aaa ...” Dafi berteriak sekencang-kencangnya, memang dasarnya ia pribadi yang penakut apalagi melihat mata Xela yang berubah, mata Xela tahan lama tidak berkedip karena ia benar-benar kerasukan. “Jangan berisik. Telepon kak Al sekarang juga!” Titah Xela di sela teriakan Dafi, suara teriakan Dafi semakin besar dan Xela dengan kasar menyumpal mulutnya.


“Telpon kak Al sekarang!” Kali ini perintah Xela lebih dengan nada yang kasar.


Dengan tangan gemetar Dafi mengambil smartphonenya lalu mencari kontak Alfarel lalu meneleponnya. Naas Alfarel tidak mengangkat teleponnya, Dafi semakin gelisah dan takut, bagaimana nasibnya selanjutnya, Xela terlihat sangat seram dan menakutkan. “Xela maaf ya kak Al enggak jawab teleponnya.” Kata Dafi ĺagi karena dari tadi ia menghubungi Al, teleponnya aktif namun tidak menjawab panggilannya. “Telpon ķak ÀL sekarang.” Pinta Xela lagi, Dafi semakin takut tidak tahu lagi harus bertindak bagaimana. Ada rasa menyesal masuk ke dalam kalau akhirnya malah seperti ini.


Sementara di lain tempat, tepatnya di rumah sakit. Alfarel sedang berada di kursi tunggu, awalnya ià disitu bersama dengan dosen dan teman-temannya, namun dosennya meminta agar Al tetap disitu menunggu Cika siuman, tusukan pisau dibahu Cika membuatnya pingsan dan pisau tersebut tertancap dalam sekali sehingga harus memerlukan penanganan medis


Kenapa bisa begini, siapa sebenarnya pelaku kejahatan ini

__ADS_1


Batin Al, ia takut kalau kèlak malah kampusnya yang diteror. Alfarel frustrasi, smartphonenya ià taruh di saku celànanyà dan tidak pernah ià perhatikan. “Dok bagaimana keadaan teman saya dok?” Tanya Al. “Teman kamu baik-baik saja, tinggal menunggu siuman.” Jawab dokter singkat. “Terima kasih dokter.” Dokter pun pergi entah menuju ke mana. Alfarel diam sejenak, stresnya hilang setelah tahu keadaan Cika baik-baik saja, barulah ià menyadari, waktu ià perlu melihat waktu karena perutnya sudah keroncongan. Dibukanya smartphonenya dan Alfarel dikagetkan dengan panggilan tidak terjawab dari Dafi berjumlah 87 kali. Batinnya pun bertanya-tanya ada apa dengan Dafi. Disana juga ada notifikasi pesan suara dari Dafi, Al segera


membuka pesan tersebut.


'Bang Al cepat pulang huhu ... ini gawat darurat!’


Samar samar selain suara Dàfi ada suara lain yang berbeda di dengar Al,


'Telpon kak Al,’


suara perempuan yang ià kenal namun itu jelas berbeda. Tanpa menunggu lama, Al langsung meninggalkan tempat duduknya untuk segera pulang. Karena takut terjadi apa-apa di rumah. -Di rumah, Xela yang sudah lama kerasukan semakin membuat Dafi takut, Xela masih dalam keadaan duduk dengan kaki yang diluruskan, kedua tangannya ditumpukkan dipakukannya dan matanya menatap kesatu arah dengan tatapan kosong.


“Kak Al.” Xela kemudian memeluk Alfarel membuat Alfarel yang dipeluk ingin melepaskan diri Barulah Alfarel tahu jika Xela benar-benar kerasukan


"Beraninya kau memelukku!", seketika itu Xela menangis,


"Kak Al jahat. Kak Al melupakan aku. Apa aku perlu membuat orang ini juga mati agar kakak mengingat ķu, huhu ..." ia berkata sembari menunjuk dirinya sendiri, memang itu maksudnya ia ingin membunuh Xela dahulu agar Alfarel mengingatnya.


"Memang kamu siapa?" Tanya Al kepadanya, masihkah kak Al mengingatku huhu .... bukannya kak Al sangat menyayangi ķu saat aku tidak ada, sekarang aku ada di sini dan kakak seperti menolak ķehadiran ķu." Kemudian ia kembali menangis. Alfarel terkesiap ia merasa sedih, jadi yang sedang merasuki Xela adalah Alika. Dengan kesedihannya Alfarel memeluk tubuh Xela kembali yang dikuasai oleh roh Alika. " Maafkan kakak Alika, kak Al tidak tahu kalau itu kamu." Alfarel mulai berkomunikasi dengannya.

__ADS_1


"Aku rindu kak Al. Aku masih ingin ada di sini, aku nggak mau pergi dari saling kak Al." Dafi yang masih setia berada ditempat berdiri di belakang mereka dengan gidikan bahu, ia takut melihat Xela.


Jadi begini caranya orang mati, bisa merasuki manusia untuk komunikasi. Lalu Xela gimana kalau raganya dikuasai oleh roh jahat.


pikir Dafi.


"Alika, kakak sudah mengikhlaskan kamu, kamu tidak boleh melawan takdir, percayalah kakak selalu menyayangi mu. "


"Tapi kak huhu ... aku masih tetap ingin di sini dengan tubuh ini, aku ingin terus berada didekat kakak." Ucapnya sambil terisak, ia menginginkan untuk menguasai tubuh Xela, sementara Xela? Bagaimana dengannya?.


"Alika, jangan seperti itu, tubuh ini sudah ada yang memilikinya jadi kamu enggak boleh seperti itu, kasihan Xela." "Tapi kak dia lemah, lebih baik aku saja yang mengambil raganya." Ucapnya sinis dengan ringan mulut Sambil tersenyum miring. Alfarel menghela nafas kasar menghadapinya, ia harus bisa berbicara baik-baik padanya Ķarenà jika tidak, ia tahu sendiri bagaimana sifat Alika yang sudah ia kenal sejak lama. "Alika dengar kakak. Kamu tidak boleh keras kepala, kaku harus bisa menerima kenyataan, tidak boleh egois. Ķakak janji akan menyayangi mu selamanya meskipun kamu tidak disisi kakak, kakak tetap percaya kamu selalu ada dan tidak pernah terlupakan."


Ketika mendengar perkataan Alfarel, ia kembali menangis dan memeluk erat Alfarel ke sekian kalinya,


"Katakan apa yang ingin kamu katakan pada kakak. Kakak tidak mau kamu menyiksa raga Xela, kamu kan adik yang paling baik, jadi kamu tidak boleh membuat orang lain menderita." Ucap Alfarel kepadanya, ternyata Alika selama ini merupakan adik nya, adik kandungnya sendiri yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Alfarel mulai kwartir, mungkin karena beberapa minggu yang lalu ia belum bisa mengikhlaskan kepergian Alika, itulah yang menjadi penyebab kehadiran Alika saat ini.


"Kak aku menyayangi mu, kak aku mau kasih tahu kalau orang orang jahat itu kembali lagi, mereka akan membunuh kakak dan kak Landry, kak Landry sekarang dimana kak?" Ketika Alfarel mendengarnya, ia mulai mengingat kejadian tadi, pisau yang menusuk Cika, apa ada hubungannya dengan perkataan Alika?


bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2