POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Rindu Ibu


__ADS_3

*Mungkinkah Xela akan pergi. Mungkinkah semua yang di ucapankannya benar, aku terlalu kasar kepadanya, Aishh ... apa yang aku lakukan*.


Alfarel berpikir keras setelah keluar dari kamar Xela. Ia masih mengingat ucapan Xela tadi seakan sampai menusuk hatinya.


“Bang Al,” Panggil Dafi dari kejauhan menghampiri Alfarel yang duduk termenung di ruang tamu. “Ada apa Dafi, apa kau sudah mengurus perempuan sakit itu?”


“Tidak bang. Dia marah dan bilang bisa makan sendiri.”


“Ya sudah biarkan saja.”


“Bang Al Xela sangat seram kalau marah.”


“Apa urusannya?”


“Aku takut lah kalau dia kerasukan lagi.”


‘ PLAK ‘


Alfarel memukul kepala Dafi dengan sebuah buku di tangannya. “Sembarangan kalau ngomong.” Kesal Alfarel.


“Au ... maaf bang. Aku hanya takut saja.”


“Takut sampai kapan, pantas saja sampai sekarang jomblo mulu, penakut gak guna.” Gumam Alfarel sambil melangkah pergi dari rumah tamu.


Alfarel sudah berada di dalam kamarnya, ia membuka smartphonenya untuk melihat chat grup WhatsApp, namun ternyata grup WhatsApp sedang sepi. Memang jika tidak ada pemberitahuan penting tentang dunia perkuliahan di kampus nya, tidak akan ada pesan atau notifikasi WhatsApp yang tampil. Tetapi ada satu pesan dari nomor baru.


Hai Al apa kabar, sudah lama tidak chat. Rupanya nomor hp mu tidak pernah di ganti. Aku yakin pasti kamu tidak akan berubah. Save ya ini nomor ku, Mira.

__ADS_1


pesan singkat itu cukup membuat Alfarel terkejut, ia segera mengambil posisi nyaman nya berbaring di kasur empuk sambil jemarinya menari diatas layar.


Benaran ini Mira? Kamu kemana saja Mir, tumben baru chat selama 2 tahun ini kemana aja?


tanya Alfarel lewat chat. Mira adalah teman SMP nya dulu, mereka sempat berpacaran setelah duduk di kelas dua SMP, kemudian Mira menghilang setelah mereka sama-sama duduk di kelas 3 SMA. Sampai sekarang Alfarel masih menyimpan rasa terhadap Mira. Dulu Alfarel selalu bepergian kemana – mana dan tujuan lainnya untuk mencari keberadaan Mira, tetapi tetap tidak berhasil menemukannya, dimana Alfarel berhenti ketika kejadian sedih menimpanya, saat Alika hilang dari kehidupannya ia tidak pernah lagi mencari Keberadaan Mira. Sampai akhirnya ia menemukan seorang gadis bernama Xela yang terjebak karena pekerjaan.


Xela telah berubah nya dari sad boy mengenang sang adik sekaligus berubah nya dari kehidupan yang selalu ingin berakhir dalam kemabukan menjadi semangat lagi demi melihat seorang Xela dan membuat gadis itu marah. Ia selalu merasa senang ketika berhasil menyulitkan Xela.


Bagaimana mungkin ini Mira, apa ini hanya mimpi.


batin Alfarel tidak menyangka ketika orang yang ia cari sebelumnya, kini mengirim pesan kepadanya.


Mira bagaimana bisa kamu menghilang selama itu. Aku bahkan tidak percaya kalau ini kamu.


Alfarel mengirimkan pesan singkat kepada Mira lagi.


Kok nggak percaya, maaf ya aku selama ini menghilang. Aku mendadak pindah ke kota lain dan saat itu hp ku hilang dan aku tidak mengingat nomor teleponmu. Kalau nggak percaya Ya udah kita video call aja atau kapan – kapan ketemuan, lagian aku sekarang udah ada di kota R.


Maafin Xela ma. Xela terlalu keras kepala di keluarga kita. Xela terkadang tidak mau mendengarkan mama, Xela selalu ingin menang sendiri. Maafkan Xela ma, Xela rindu pengen dengar suara mama, tapi untuk sekarang ini tidak bisa. Maafkan Xela ma.


Batin Xela menangis karena rasa rindu. Kerinduan terhadap orang tua adalah hal yang selalu dirasakan setiap anak yang berada.jauh dari orangtua. Selama ia sakit ibunya selalu ada disampingnya dan merawatnya. Kepala Xela semakin sakit karena oleh beban pikiran.


Aku juga harus pindah dari sini. Aku nggak kuat lagi disini, majikan tidak punya hati selalu saja berbuat semaunya. batin Xela kesal.


\*\*\*


”Ma sakit ma, aku nggak mau makan semuanya nggak enak, aku nggak mau makan kecuali pizza.” Rengek Xela ketika sakit, ibunya terlihat serba salah karena permintaannya, bagaimana mungkin di perkampungan ada yang jual pizza, cara membuatnya saja tidak tahu.

__ADS_1


“Nak nggak ada yang jual pizza disini, yang ada itu di kota. Kota itu jauh, coba minta yang lain saja, mama tidak bisa memenuhi permintaan kamu yang satu itu. “ Yah mama, Xela maunya pizza. Xela nggak mau makan yang lain rasanya pahit semua.”


“Nggak boleh gitu nak, kamu harus makan biar kamu cepat sembuh, jangan mencari yang tidak ada!” ucapan lembut ibunya sangat meluluhkan hati Xela sehingga akhirnya ia menuruti sang ibu.


\*\*\*


Xela merasakan kepalanya masih berat dan suatu cahaya yang menyilaukan membuatnya terganggu. Ternyata gadis itu masih berada di kasur terbaring lemah karena sakit, Xela membuka matanya hendak beranjak, tetapi kepalanya masih terlalu pusing.


“Apa? Jadi semua nya tadi hanya mimpi. Aku di rawat mama itu Cuma mimpi?” gumam Xela sedih. Nyatanya saat ini ia sedang terbaring sendirian di sebuah ruangan yang mewah. Xela sangat sedih, rasa rinduku ternyata terbawa mimpi. Cahaya yang sudah menembusi jendela kaca nan bening itu sangat membuat Xela terganggu, ia berpikir ingin sekali ke sekolah, namun kondisinya tidak memungkinkan.


Mungkinkah aku hanya bisa berdiam diri di kamar ini. Aku tidak bisa sembuh, huhu .... nggak enak banget kalau sakit.


Xela mencoba untuk bangkit, ia beranjak dari ranjang ingin berdiri dan berjalan di sekitar memastikan apakah ia kuat untuk pergi ke sekolah. Namun belum juga sampai satu menit ia berdiri rasanya tidak tahan lagi menahan rasa pusing dan ia pun terjatuh. Tetapi tubuhnya di topang oleh seseorang sehingga tidak terbentur langsung ke lantai.


“Dasar bego kalau sakit gak usah paksa jalan. Jatuh kepala terbentur, benjol mau?” Ujar Alfarel ketus yang ternyata berada disana. Alfarel membantu Xela kembali berbaring.


“Sepertinya aku akan menelepon dokter kalau kamu belum juga sembuh.” Ucap Alfarel kemudian meletakkan sebuah kotak berisi makanan di atas nakas.


“Jangan.”


Tolak Xela sambil menghalang tangan Alfarel mengetik di layar smartphone. “Lho kenapa?”


“Aku pasti sembuh. Karena semalam aku lupa minum obat makanya hari ini tidak ada perubahan.” Xela mengakui kebodohannya, semalam ia langsung tidur tanpa meminum obat terlebih dahulu.


“Dasar bego, ini aku sudah membawakan pizza. Awas saja kau tidak makan dan segera sembuh. Aku akan membawa dokter kemari untuk menyuntik mu.” Xela terdiam dalam beberapa saat, bagaimana makanan impiannya datang begitu saja. Sungguh ini sebuah keajaiban. Xela pun membuka kotak tersebut dan matanya berbinar, selera makannya mulai pulih. Ia memegang kotak tersebut mengarahkannya ke Alfarel untuk mengucapkan terima kasih. “Teri ... ma ... kasih.” Ucapnya dengan nada menurun, ia begitu kecewa ingin berterimakasih tetapi Alfarel sudah tidak ada lagi disana.


bersambung ....

__ADS_1


~


Up lagiiii ..... semangat ya yang baca, semoga sehat selalu😘


__ADS_2