POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Perjumpaan Alfarel dan Landry 2


__ADS_3

Ternyata apa yang dikuatirkan Xela benar-benar terjadi. Ibu Yuli menghampiri mereka.


Xela melototkan matanya, ia takut kalau ibu Yuli akan mengusirnya dari kostnya.


"Ada apa ini? Xela berani-beraninya kamu bawa laki-laki ke kost."


Ibu Yuli langsung memarahi Xela karena diduga telah membawa laki-laki ke kost.


"Bu mohon maaf bu. Saya tidak berniat begitu, ini mereka."


Ucapan Xela menggantung, ia tidak bisa menjelaskan tentang Alfarel dan Landry yang ada disana.


"Saya majikannya bu, saya mengantar Xela pulang. Seharusnya ibu mengerti ada laki-laki yang tidak di undang ini tiba-tiba meninggi disini."


Ucap Alfarel menunjuk Landry sebagai laki-laki asing.


"Apaan lo Al. Bu saya kesini cuma mau mengembalikan tas Xela yang ditinggalkan kepada saya."


Jelas Landry.


"Oh mencoba memberi alasan. Ternyata dibalik semua ini kamu berbisnis seperti ini Xela, sekarang saya tahu. Saya benar-benar tidak menyangka dengan sisi lain kamu Xela. Sekarang kamu pergi dari sini atau saya akan panggil warga, mumpung saya masih baik hati saya melepaskan kamu."


"Bu saya bisa jelaskan, mereka berdua itu teman dan majikan saya bu."


"Eh alasan, pokoknya kamu harus angkat kaki dari sini, dan kamu masih belum membayar uang kost sisanya masih 2 bulan lagi."


"Bu, saya mohon bu saya masih ingin nge kos disini."


"Sudahlah ini hak saya. Lagipula kamu malam-malam begini buat ulah disini, saya tidak mau tau. Jangan sampai karena saya tidak tegas begini kamu membawa dua laki-laki ini masuk dalam kost ini dan melakukan hal terlarang. Oh no, no, no."


Dengan nada sombongnya bu Yuli berbicara seenaknya tanpa ingin mendengarkan penjelasan.


"Ibu tadi bilang apa. Ibu apa tidak mendengar kata saya, disini ribut karena dia."


Tunjuk Alfarel kepada Landry.


"Eh enak saja, saya sudah bilang tadi kalau saya kesini mau mengembalikan tas Xela." Timpal Landry, ia tidak terima dengan apa yang dikatakan Alfarel.


"Sudah cukup saya tidak mau mendengar penjelasan kalian berdua. Kalian terlalu bodoh memperebutkan perempuan murahan ini, kalian itu terlalu tampan sayangnya tidak berpikir."


Xela yang sedari tadi mendengar semuanya hanya bisa diam membisu, ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan. Tidak ada bukti kuat baginya untuk menjelaskan semuanya, kalau misalnya seperti pekerjaan seorang pegawai yang memiliki kartu identitas mungkin ia bisa angkat bicara, tapi ini ia masih anak SMA dan majikannya seorang mahasiswa, pekerjaannya hanya mengurus rumah seperti pekerjaan rumah tangga umumnya.

__ADS_1


"Jaga ucapan ibu, ibu merendahkan harga diri kami. Memang kost ini tidak pantas untuk ditempati."


"Xela, kemasi barangmu, dan pergi dari sini. Ini tidak pantas untukmu dan tidak aman!"


Titah Alfarel.


"Memang kost ini tidak pantas bagi anak-anak seperti Xela dan tidak pantas untuk bawa laki-laki dimalam hari begini. Seharusnya kamu tahu norma di masyarakat. "


Kata Ibu Yuli.


"Sudah cukup bu. Jangan lagi berkata yang lain, saya akan membawa Xela keluar dari kost ini."


Alfarel sudah menolak tangannya ke arah ibu Yuli karena tidak mau lagi beradu mulut, mungkin sudah lelah baginya meladeni ibu Yuli yang isi kata-katanya menjelekkan Xela.


Seharusnya kalau pemilik kos ini laki-laki mungkin boleh-boleh aku tantang buat bertarung satu lawan satu, biar tahu menyakiti batin orang itu harus setimpal dengan sakit fisik.


Batin Alfarel ketika merasa kasihan melihat wajah Xela sudah hampir mau menangis.


Alfarel mengepalkan tangannya menahan amarah karena ia tahu ibu Yuli bukan lawannya, ya kali anak muda melawan orang tua, kuwalat yang ada, hehe ...


Ini ibu-ibu uhhh ... mulutnya nggak bisa banget ngomong baik-baik. Kasihan Xela pasti sakit hati. Gue juga sakit hati Xel maafin gue. Untung aja orangtua, ibu-ibu pula kalau bapak-bapak udah gue tantang balapan biar tau rasanya sakit batin harus setimpal dengan sakit fisik. Kalau Xela merasakan sakit hati seharusnya dia merasakan sakit badan.


Batin Landry kesal seraya menatap Xela dengan tatapan memelas.


Ucap Alfarel dengan nada sedikit kasar, Xela yang berdiri tegak dibuat terkejut olehnya.


"Tapi kak."


"Nggak usah ragu, cepat kemasi barangmu. Daripada kamu tinggal disini penuh dengan kesalahpahaman ujung-ujungnya."


Xela pun melaksanakan apa yang dikatakan Alfarel. Ia masuk ke dalam kost, lalu mengemasi barang-barangnya dengan sedih.


Ia berpikir bagaimana nasibnya kedepannya?


Tapi secepat kilat ia menghilangkan kekuatirannya. Mungkin ini yang terbaik untuknya.


Ya Tuhan, aku bahkan melupakan kalau smartphoneku sudah tidak ada, bagaimana caranya aku menghubungi mama disana. Ah, bodoh sekali seharusnya aku tidak usah memberi tahu, seharusnya aku harus bisa berjuang dulu, nanti kalau udah sukses baru bisa kabarin.


Batin Xela berusaha untuk membujuk hatinya yang sedang sedih, ia masih menyimpan kata-kata ibu Yuli kepadanya tadi. Ya bisa dikatakan batin Xela sangat terluka.


Di luar, terlihat Alfarel dan Landry saling membuang muka dan memasang wajah masam.

__ADS_1


Kenapa gue bisa ketemu bang Al. Gue nggak yakin kalau bang Al dan Xela hanya sebatas majikan dan asisten. Lagian Xela kok nggak pernah bilang sama gue.


Batin Landry disaat wajahnya dipalingkan dari Alfarel.


Kenapa Landry bisa disini. Apa sebenarnya hubungannya dengan Xela. Memang sih teman sekelas, masa iya bisa-bisanya pegang tas sekolah Xela.


Batin Al yang sama halnya dengan Landry. Pikiran batin mereka saling mencurigai satu sama lain.


"Kalian bagaimana bisa kenal Xela. Kalian sangat tampan, apa kalian berdua pacarnya Xela. Saya tidak menyangka. Anak itu cantik juga nggak."


Ujar ibu Yuli.


Alfarel dan Landry yang semula saling diam sekarang pandangan mereka tertuju kepada sumber bicara.


"Saya temannya bu."


"Saya majikannya bu."


Sahut Alfarel dan Landry bersamaan. Mereka tersadar dan langsung bertemu pandang.


"Apaan lo." Kata mereka berbarengan sambil beradu muka. Ibu Yuli mengangakan mulutnya dengan kekompakan dua laki-laki tampan bertubuh tinggi itu.


"Maaf, ya. Oke, oke saya paham. Tapi mudah-mudahan kalian cepat sadar, saya yakin kalian baru mengenali Xela. Semoga kalian tidak di manfaatkan perempuan itu. Jaman gini nggak ada orang terlalu baik dan menguntungkan, bahkan mereka yang hadir hanya merugikan. Asal kalian tahu, Xela sudah tidak membayar kost selama 2 bulan, sudah dicicil tapi nggak lunas-lunas."


"Saya lebih tidak percaya dengan omongan orang lain. Ibu ini orang lain jadi jangan membicarakan orang lain, belum tentu kenyataanya benar.


Memang satu bulan berapa bayar kost nya bu?"


Lontar Alfarel tidak terima, sementara Landry diam saja mendengarkan.


"Satu bulan sekarang sudah naik jadi lima ratus ribu rupiah. Jadi selama dua bulan ini totalnya di kurangi yang sudah dicicil sembilan ratus ribu." Papar Ibu Yuli.


Mendengar penjelasan ibu Yuli, Alfarel segera mengambil dompetnya dan mengeluarkan uang cast satu juta rupiah.


"Ini bu. Saya sudah membayarnya jadi ibu boleh kembali kedalam dan kami disini akan pergi."


Karena telah diberi uang bayaran lebih, ibu Yuli mengucapkan terimakasih berjalan sambil memandangi uangnya dengan mata tidak berkedip.


bersambung ....


Hehe, author tetap hadir up cuma bilang nggak janji aja 🙏

__ADS_1


jangan lupa dukungannya ya readers yang hebat. Salam hangat ....


__ADS_2