POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Ciuman Itu Nyata dan Lagi


__ADS_3

Alfarel dengan cepat meraih Landry dan memberinya kepada Dafi, agar adiknya segera di selamatkan. Ia tidak bisa melakukannya sendirian, ada Xela yang terlihat lemah dihadapannya. Lelaki mana yang tega membiarkan perempuan dibawah lindungannya sekarat.


Alfarel segera meraih tangan Xela, cahaya dari atas membuat Xela terlihat sangat cantik. Sial, Alfarel tidak bisa menahan diri untuk kagum, bibir merah dan wajah perempuan yang tampak bersinar di dalam air bak bidadari membuat jantungnya berdebar. Oleh sebab itu, Al yang merasa ini adalah sebuah kesempatan lalu memeluk Xela dan menciumnya. Ciuman yang berdasarkan gejolak hati dan juga kekaguman, Alfarel tanpa pikir panjang menyatukan bibir dengannya.


"Aku merasakannya sesuatu yang berbeda. Perasaan, perasaanku sangat berbeda saat melihatmu, bahkan aku menciummu saat ini, aku seperti kehilangan akal sehat. Tubuhku sangat nyaman memelukmu dan bibirku juga ingin terus menyatu dengan bibirmu. Apa yang terjadi padaku. Xela maafkan aku menggunakan kesempatan ini, aku tahu kesempatan ini tidak bisa terulang lagi." Batin Alfarel memberi ciuman yang sangat dalam, mungkin semalam Perasaannya, Possesif. Ini benar-benar ciuman tuan Possesif, meskipun ia sudah memiliki kekasih, Xela tidak lepas darinya genggamannya.


Dafi sudah berhasil membawa Landry keluar, ia bergerak cepat membawa Landry ke dalam mobil, kebetulan mobil berada lumayan dekat karena sebelumnya Alfarel diberi akses untuk memasuki mobilnya ke area wisata itu, walaupun sebenarnya tidak boleh, namun untuk Alfarel yang memiliki daya pikat dan aura yang kuat, tidak membuatnya kesulitan dalam segala hal termasuk memarkir mobilnya didalam area wisata ROMANSA ALAM BEBAS.


Dafi kembali lagi menjemput Alfarel, takut terjadi apa-apa dengan bosnya itu. Namun saat ia hendak terjun lagi ke dalam danau nan jernih, pemandangan tidak biasa membuat matanya terbelalak. Jelas terlihat kejanggalan disana.


"Astagfirullah, Bang Al. Kenapa harus disini, untung aja sepi nggak ada orang." Gumam Dafi yang terkejut, namun segera pikiran nakal nya muncul. Ia teringat di perjalanan Alfarel memarahinya mengancamnya untuk mencari pekerjaan di tempat lain bulan depan. Dafi agak kuatir, jadi ia punya ide jahil memotret Alfarel yang sedang berciuman dengan Xela di dalam danau yang jernih.


"Wah, lumayan bagus, banyakin ah. Siapa tahu bisa buat nambah cuan. Hahaha, hai bang, Lo gak akan bisa marah atau ngancam gue tentang pekerjaan. Sekarang gue punya kekuatan dahsyat disini." Gumam Dafi menyerigai, tak di sangka ia adalah sahabat yang licik.


"Zoom, harus di zoom biar keliatan banget ciumannya. Astagfirullah ini terlalu romantis, tidak salah datang ke wisata ini. Adegan romantis pasti terjadi, pantas saja dia bersikeras kesini ternyata pemikatnya Xela sendiri." gumam Dafi masih sambil memotret sampai ratusan kali.


"Astagfirullah, lama banget romantisnya. Keburu habis nafas Xela. Jadi laki kuat amat lo Al." Dafi yang sudah puas memotret menyaksikan Alfarel masih mencium Xela.


Alfarel yang berhenti melepaskan ciumannya ketika ia merasakan tidak ada reaksi dari Xela, awalnya ciuman yang dalam itu dibalas dan ditahan oleh Xela, tetapi kini ia merasakan Xela tidak menahan ciuman itu lagi dan bibir gadis itu segera terbuka. Alfarel mengerti situasi ini, ia segera membawa Xela ke permukaan.


Sesampainya di permukaan, Alfarel terkejut melihat Dafi sudah ada di atas jembatan memerhatikannya membopong Xela, sama halnya dengan Dafi yang tidak menyangka dengan kemunculan Alfarel, Dafi segera menyimpan smarphone ke dalam saku, ia sadar harus membantu Alfarel mengangkat tubuh Xela, tetapi tatapan dingin yang begitu tajam membuat Dafi mengerti, Alfarel tidak membutuhkan bantuannya.


"Ngapain lo nggak bawa Landry. Cepetan bawa dia ke rumah sakit!" Alfarel marah dalam kesibukan meletakkan kepala Xela di pangkuannya.

__ADS_1


"Tapi, nanti bang Al pulangnya gi-"


"Cepat bawa Landry ke rumah sakit."


Sebenci apapun Alfarel kepada adiknya tetapi ia tetap mengkhawatirkannya. Dafi tanpa babibu langsung berlari terbirit-birit akibat desakan Alfarel.


Kembali lagi pada Alfarel yang kwatir dengan keadaan Xela, siapa suruh ciuman dalam waktu sangat lama didalam air, mungkin jika terlambat satu detik saja, akan membahayakan Xela.


Alfarel melakukan pertolongan pertama dengan menekan dadanya Xela, dan tanpa menunggu lama Xela langsung tersedak mengeluarkan air dari dalam mulutnya.


Xela membuka matanya, cahaya membuat pupil matanya mengecil, namun cahaya matahari dihalangi oleh wajah lelaki tampan yang menyambut siumannya, ia merasakan sekujur tubuhnya basah.


"Kak Al." gumamnya ketika melihat jelas wajah itu, ia ingin bangkit, mengangkat kepalanya dari pangkuan Al. Tetapi kepalanya pusing sehingga menyebabkan kepalanya terjatuh lagi.


Alfarel segera membopongnya menjauh dari danau, beruntung ada tempat bersantai dengan kursi yang berukuran lebar berbentuk love dilengkapi dengan atap, tempat teduh itu di pilih Alfarel untuk membaringkan Xela.


"Diamlah jangan banyak bergerak!" titah Al dengan tangan kanan sibuk menggeser layar smartphonenya untuk menghubungi seseorang.


Xela perlahan pulih, kepalanya susah tidak pusing lagi, lalu ia berusaha untuk duduk disisi Al.


"Saya bilang tetap diam, jangan bergerak." Al menguncinya di pangkuan.


"Aku sudah tidak pusing lagi. Landry kemana?" Xela baru menyadari setelah sadar total mengingat kejadian sebelumya, bukankah sebelumnya ia kemari bersama Landry. Lalu kenapa ada Alfarel?

__ADS_1


Xela ingat lagi, ciuman itu. Ia secara refleks menyentuh bibirnya, bola matanya membesar lalu melirik Alfarel.


"Jadi kejadian tadi, bukan mimpi?" masih menatap Alfarel dengan baju hitam yang basah, rambut basah dan juga wajah putih lelaki itu. Mereka disana dalam keadaan sama masih dengan pakaian basahnya.


Entah apa yang sudah memasuki Al, lelaki itu terang-terangan kembali menarik tengkuk Xela lalu menciumnya, tidak peduli apakah ada orang yang lewat atau tidak.


DEG


Jangan di tanya lagi apa yang terjadi dengan Xela, jantungnya berdebar. Seluruh tubuhnya terasa dingin semua, ia panik sekaligus merasa terkejut, ini benar-benar dalam keadaan sadar dan normal, Alfarel mencium bibirnya, ciuman kedua kalinya.


"Sekarang kamu mengerti?" Alfarel melepas ciumannya lalu bertanya kepada Xela, pertanyaan yang sulit di mengerti oleh Xela sampai gadis itu terdiam saja lalu menggelengkan kepalanya bahkan menepuk jidatnya sendiri masih belum percaya.


"Ciuman itu nyata dan lagi, ini kedua kalinya!


Cuman ini benar-benar nyata! Kak Al menciumku. Apakah Landry melihatnya, masalahku semakin besar jika begini. Bagaimana ini, disisi lain aku merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan entah bahagia atau melebihi rasa bahagia, tetapi disisi lain aku merasa sakit, aku telah menyakiti hati Landry." seru Xela di dalam hati sampai ia merasa jantungnya terus berdebar dan dingin menjalar di seluruh tubuhnya ditambah lagi rasa pusing dan sesak nafas.


"Saya tidak membiarkanmu lepas begitu saja dengan siapapun, kamu tidak boleh mencintai siapapun."


Kalimat macam apa ini, Xela bahkan semakin pusing mendengarnya, jantungnya berdebar hebat, parahnya lagi keadaan itu akhirnya membuat Xela pingsan. Ini adalah kisah pertama seseorang terharu sampai pingsan karena merasa di cintai seseorang yang benar-benar ia cintai.


Al tidak membiarkan Xela terjatuh ke arah lain, ia meraihnya lalu kembali meletakkan Xela di pangkuannya.


"Hallo, sesegera mungkin datang ke Wisata Alam Romansa." Alfarel agak panik dengan keadaan Xela saat ini.

__ADS_1


"Aku tidak ingin melihatmu bersama orang lain, termasuk Landry. Dia memang pacarmu tapi dia bukan yang baik untuk mu. Kau pasti sedang dalam keadaan kurang sehat sampai parah begini." Batin Al sembari menyibak rambut panjang Xela yang basah agar ia bisa memandang wajah gadis yang ia cintai secara leluasa.


Lalu bagaimana dengan Landry? apakah yang akan Xela katakan jika Landry tahu?


__ADS_2