
Kekawatiran Xela seperti nya tidak dihiraukan oleh Landry, Landry terlihat santai, tangannya dimasukkan ke saku, bukan sok keren, memang ia terlihat keren, kendati demikian Landry tidak banyak disukai oleh perempuan karena ia memiliki sifat yang nakal. Disekolah sering sekali ia dihukum dan sering sekali terkena tagihan tugas oleh guru Mata pelajaran sehingga hal itu juga yang membuat Landry tidak mungkin di anut oleh kaum hawa, mungkin di luar sekolah penilaian tentang Landry beda lagi karena ia tetap laki-laki tampan, kemungkinan di luar sekolah banyak yang mengidolakannya.
“Sudahlah yang terpenting kamu nggak di buli berkepanjangan sama mereka. Aku hanya tidak mau melihat mu di buli, bukankah sudah sering kali Ghea seperti itu, dan kemarin dia sudah membuat hp mu rusak, bukan. Aku mau itu yang terakhir jangan sampai yang lain lagi terjadi padamu, aku mau itu yang terakhir, paham!” Tegas Landry. Xela terkejut bukan main, darimana Landry tahu kalau hpnya rusak, bahkan bukan rusak lagi namanya, tepatnya tidak ada lagi.
“Kok tahu hp ku rusak? Apakah kamu tahu juga hp ku dimana?” tanya Xela, barangkali Landry ada menyimpannya.
“Bukankah sudah di buang dijalanan? Aku tahu karena omongan mereka yang ku dengar. Mereka akan terus menyakitimu Xela.”
Xela hanya melongo mendengar penjelasan Landry, ternyata Landry tahu tentang smartphonenya. Mendadak ia merasa sedih mengingat smartphone itu, bagaimana jika ada keluarganya yang berusaha menghubunginya?
Disisi lain, ia takut ada isu baru lagi akibat sandiwara Landry. Xela takut jika Ghea akan terus mencari tahu kebenaran antara dirinya dan Landry, apakah mereka benar-benar berpacaran?
“Tapi Lan, aku nggak mau nanti ini malah menjadi masalah lagi.”
“ udah kalau gitu kita pura-pura pacaran aja atau pacaran sungguhan juga boleh kalau kamu tidak keberatan.”
Ucap Landry datar, sepertinya ia sudah merancangkan dan memantapkan kata-katanya yang menjadi keputusan.
Apa – apaan ini. Haruskan aku memutuskan untuk menjadi pacar pura-pura atau pacar sungguhan? Keduanya sama sama tidak ada yang mengenankan. Tadi bukanya dia juga bilang jangan mendekatinya lagi?
Tapi kalau nggak pilih salah satu gimana ya. Pacaran atau pacar pura-pura aja nggak siap.
Xela kebingungan,
“Ya udah kalau nggak mau nggak masalah. Pokoknya kalau kamu takut omongan ku tadi jadi masalah, lebih baik kita pura-pura pacaran.” Ungkap Landry sebagai saran. Xela bisa apa, di pikir-pikir tidak masalah kalau pura-pura pacaran, kan semuanya yang dilakukan seperti pasangan remaja lain hanya sebuah sandiwara.
__ADS_1
“Oke aku terima kalau kira pura-pura pacaran. Tapi jangan macam macam ya. Ini Cuma pura-pura.”
“Iya Lagian siapa juga yang mau macam macam. Kalau ini bukan karena Untuk menyelamatkan kamu dari bulian yang terus-menerus. Aku juga nggak mau.”
“Hah jadi ceritanya ini terpaksa?” Hardik Xela, ia merasa kecewa lantaran keputusan Landry diduga terpaksa.
“Udah lah Xel. Capek tau dari tadi ngomong,” Landry sambil menarik tangan Xela agar mengikuti langkahnya.
“Kita mau kemana Lan?”
“Ikut aja. Jangan banyak tanya.” Xela menuruti saja apa yang dikatakan Landry, ia mengimbangi langkah kakinya dengan Landry. Ternyata mereka berjalan menuju kantin sekolah.
“Eh ngapain ke kantin?” Tanya Xela, jauh dari pandangan matanya ia melihat banyak siswa di kantin.
“Mau makanlah, emang mau ngapain lagi, lapar tau.”
“Kamu nggak mau? Bukannya kita harus berpura-pura terus bersama.” Ada benarnya juga sih apa yang dikatakan Landry, Xela hanya merasa canggung dengan suasana kantin yang ramai, apalagi sekelompok siswi yang sebelumnya ikut menghujat dirinya kini berada di kantin yang mereka tuju. Banyak bisikan baik dari sisi kiri maupun kanan mengiringi langkah Xela dan Landry yang seimbang menuju sebuah kursi di bagian tengah kantin. Semua mata tertuju kepada mereka berdua dan Xela memerhatikan semuanya, ada yang memandangi mereka dengan senang ada juga yang tidak.
Seperti hal nyata di dunia, tidak semua orang merasa senang ataupun tidak senang akan kejadian yang dilihat mata. Landry berjalan dengan santai dan jemarinya selalu bertautan dengan jemari Xela, mereka bertindak seolah sepasang kekasih sungguhan. Mereka sangat serasi, tidak heran banyak dari sekian siswi memerhatikan mereka.
“Liat Lan mereka memerhatikan kita terus!” Bisik Xela kepada Landry.
“Biarkan saja jangan pedulikan, sebaiknya kamu memerhatikan langkah mu supaya tidak tersandung.” Xela tidak bisa fokus memerhatikan langkahnya, apalagi ia tidak sengaja melihat sosok yang sangat ia kenal memerhatikan nya dari jauh sambil memegang sendok. Tatapan matanya begitu tajam, siapa lagi orang ini kalau bukan Ghea.
Ternyata dia juga ada disini. Untung aja aku setuju ikut dengan mu Lan, kalau nggak, mungkin dia akan jadi detektif tidak berguna yang hanya mengganggu kehidupan orang lain.
__ADS_1
Kandry pun memesan makanan yang akan di santap saat istirahat.
“Xel kamu mau makan juga?”
“Nggak aku nggak makan.” Jawab Xela singkat, padahal ia ingin memakan makanan di waktu istirahat untuk mengisi perutnya, minuman segar yang harus mendinginkan tubuhnya yang sedang kepanasan.
"Ya udah kalau gitu aku makan sendiri kamu tungguin aku aja disini." Ucap Landry seolah tidak punya perasaan, ia mulai memesan makanan untuk dirinya sendiri tanpa memesan makanan untuk Xela.
Aku kecewa kepadamu Xela, pertama kamu tinggal dengan kakakku, aku tidak tahu persis apa hubungan kalian. Yang kedua aku merasa kasihan, walaupun sebenernya aku sangat kecewa, aku tidak ingin melihatmu terus tersakiti oleh perempuan bengis itu. Mungkin ini cara ku melampiaskan semuanya, aku akan makan sendiri tanpa berbicara banyak kepadamu.
Gini amat Lo Lan. Untung kita cuma pacar pura-pura, kalau nggak banget deh ke kantin cuma liatin orang makan. UH seharusnya dia tahu kalau gue nolak bukan karena benar benar nggak mau, tapi nggak enak hati, butuh di mengerti.
Batin Xela memanas, ia hanya bisa menelan salivanya melihat suapan demi suapan bakso daging yang di masukkan ke dalam mulutnya.
Landry memakannya tanpa menghiraukan keberadaan Xela.
Xela menatap Landry yang memakan bakso dengan lahap, namun ketika Landry mengalihkan pandangan ke arahnya, dengan cerdik Xela bertingkah sebagai pengalihan, saat Landry menengoknya ia segera mengubah raut wajahnya yang suram seolah ingin bersin dan menutup mukanya, beberapa saat kemudian setelah Landry fokus makan, ia kembali menatap nya dengan itu, tiba-tiba Landry menengoknya lagi, Xela pun segera membuang mukanya ke arah lain.
Landry sudah tahu apa yang dilakukan Xela itu hanyalah tingkah pelariannya saja dari kekesalannya.
Kau terlihat lucu kalau kesal, bahkan mungkin kau juga merasa kecewa karena aku tidak perhatian padamu kali ini. Nikmatilah rasa kecewaku Xel.
bersambung ...
~
__ADS_1
Hallo readers, Author mohon maaf ya hanya bisa up sedikit perhari, imajinasi yang Author dapatkan tidak mudah untuk di jabarkan dalam waktu singkat. Perlu di rombak dulu dalam otak biar bisa dijadikan tuangan cerita yang menarik agar readers suka. Terimakasih