POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Sandiwara Tergila


__ADS_3

*Ya ampun, uang jajan malah ketinggalan lagi di laci kamar. Sial banget, mau jajan tapi ngga bisa. Mau harapkan baik budi dari ni orang itu nggak akan terjadi. Udah terlanjur bilang nggak makan lagi, nggak mungkin kalau gue bilang lagi mau makan, ekspresi mukanya aja pasti akan bilang suruh beli sendiri, andaikan aku bertanya*


Batin Xela menyesal. Ia benar-benar juga ingin makan di waktu istirahat ini, tetapi saat ia memeriksa saku nya barulah Ia sadar, sakunya kosong. Ia mengingat jika uang jajannya tertinggal.


Xela berpaling melihat keberadaan Ghea yang jauh darinya. Landry diam-diam memerhatikan gerak-gerik Xela, ia sadar akan kelakuannya sendiri, memang ia bermaksud untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewaan Xela, orang yang tepat.


Landry tersenyum tipis memerhatikan nya. Ia tahu arah pandangan mata Xela tertuju pada seseorang yang menyakitinya.


“Xel ...” sapanya sembari menyodorkan sendok berisi bakso kepada Xela. Xela pun menoleh, hampir saja bakso berukuran sedang itu mengenai pipinya, ia gagal fokus.


“Kenapa?”


“Buka mulutmu dan makan ini!” Titah Landry tiba-tiba


Ini anak benar-benar bunglon, cepat amat tersentuh hatinya. Harusnya kamu memberikan aku satu porsi lagi, masa ia semangkok berdua.


Keluh Xela dalam hatinya.


“Cepat, apa kamu tidak lihat Ghea ada disana, kita harus menjalani sandiwara ini, kalau kamu tidak mau terus di hujat.” Landry sudah menyadari keberadaan Ghea di kantin. Xela pun tanpa kata langsung membuka mulutnya agar Landry menyuapinya, namun ada yang kurang, ekspresi mereka tidak sesuai, Landry menyadarinya kemudian mengambil sehelai tisu mengarahkan pada bibir Xela mengelap sudut bibir Xela, agar ia bisa berbisik.


“Ada yang kurang. Kita harus saling tersenyum, sekarang giliran kamu yang menyuapi ku!” Bisik Landry.


“Hah? Apa butuh aksi seperti itu, sampai kapan kita terus saling menyuapi? “


jujur Xela merasa risih dengan keadaan ini. Namun di pikir-pikir oke juga sih apa yang dilakukan mereka ada gunanya juga agar Ghea puas dan tidak bisa lagi menghujat Xela seenak jidatnya, mengatakan Xela di tolak Landry dan juga mengatakan Xela yang tidak tidak. Ini juga akan menjadi sebuah bukti jika Xela dan Landry benar-benar berpacaran seperti yang telah Landry katakan kepada Ghea dan banyak siswi untuk menolong Xela dari hujatan yang memang tidak pernah berhenti Xela dapatkan.


Aku menyayangi mu Xela, tapi kamu tidak mengerti. Aku sebenarnya marah padamu, makanya aku tidak ingin mempedulikan mu. Aku tahu kamu pasti berpikir berharap aku memesan satu porsi bakso untuk mu. Tapi untuk saat ini aku tidak mau. Aku marah.

__ADS_1


batin Landry sambil giliran menyuapi Xela yang ada dihadapannya, mereka saling melemparkan senyuman.


Ghea yang memerhatikan dari jauh merasa sangat tidak suka dengan pemandangan itu, ia mengunyah makanan dengan kasar beruntung saja tidak keselek.


Ternyata mereka benar seperti orang yang sedang berpacaran. Bocah tolol memangnya siapa yang nggak tau kalau ini Cuma sandiwara. Awas aja suatu saat gue akan membongkar fakta kalian. Tunggu aja.


batin Ghea kesal, bukan hanya itu, ternyata sebelumnya ia di marahi dan di tegur oleh seorang guru BK yang sempat melihat kejadian saat ia membuli dan menghujat Xela, di tambah lagi sekelompok siswi yang tadi berpihak kepadanya, membantunya melempar snack kepada Xela, kini mereka semua banyak menyesal dan memilih untuk tidak lagi Ikut – ikutan menjadi kebuli seperti Ghea.


Flashback On


“Kalimat yang sama lagi Ghea. Dengar!! Xela sekarang pacar gue, tadi kita ada masalah pribadi tapi gue nggak nyangka dengan masalah kecil kita, Lo gunakan kesempatan ini buat buli Xela. Awas sekali lagi kalian dan Lo ganggu Xela. Tahu akibatnya!” Ancam Landry dengan raut muka penuh amarah sembari membawa Xela pergi dari sana.


Setelah kepergian Landry dan Xela, seorang guru berkacamata datang menghampiri Ghea dan teman-temannya yang tadi membuli Xela.


Namanya pak Agus, pak Agus menatap Ghea dan teman-temannya sembari membetulkan kacamatanya.


“Ghea, saya sudah melihat semuanya yang terjadi. Jangan pernah membuat ulah kepada orang yang belum tentu bersalah. Karena masalah ini terselesaikan saya ampuni kamu. Tapi kalau sekali lagi ini terjadi kamu akan berhadapan dengan saya.”


“Dan kalian yang tadi ikut-ikutan jadi kebuli, sekarang bubar jangan pernah menjadi kebuli lagi disekolah. Sekolah butuh siswa cerdas yang berkualitas bukan butuh kebuli yang menghambat kemajuan. Bubar sekarang!”


Mereka bubar tanpa terkecuali, Ghea juga ikut pergi namun suatu senyuman iblis terukir di bibirnya sebelum meninggalkan tempat itu beserta pak Agus.


Awas saja guru tidak berguna gue hukum lo sebelum lo yang hukum gue. Siapa takut. Batin Ghea berlalu pergi menuju kantin.


Flashback off


Landry dan Xela yang masih bisa di pantau oleh Ghea dari kejauhan semakin menjadi-jadi, mereka semakin bertingkah mesra menunjukkan bahwa mereka benar-benar berpacaran. Meskipun terasa sulit bagi keduanya bagaimana bertindak didepan banyak orang.

__ADS_1


Aduh sampai kapan sih suap-suapan mesra kayak gini. Malah yang liatin banyak lagi.


“ sudah ku bilang, ekspresimu di kondisikan jangan pasang wajah muram seperti itu. Senyumlah Xel. Tunjukkan kalau kita bahagia saat ini.” Mau tidak mau Xela memaksakan bibirnya untuk tersenyum, sejujurnya ini adalah kali pertama ia melakukan tindakan sandiwara tergila ini. Ini semua demi dirinya juga agar Ghea berhenti membuli nya


“Sayang setelah ini kita pergi ke mall yuk.” Ucap Landry sambil memegang jemari Xela setelah merela selesai makan dan saling suap-suapan.


Xela tersenyum kikuk, ia merasa deg deg an saat jemari tangannya di genggam oleh Landry.


“I-iya boleh ...” Jawab Xela dengan bersusah payah, bibirnya sangat kelu ketika ia merasa gugup.


Landry tersenyum getir ketika merasakan jemari tangan Xela dingin, malah ia lebih menggenggam erat jemari Xela, tetapi tetap saja dingin Landry tahu pasti ini karena disebabkan oleh grogi yang Xela rasakan.


“Sudahlah jangan terlalu grogi, bukankah kita sudah lama saling mengenal. Seharusnya kamu biasa-biasa saja. Bawa santai aja Xel!” bisik Landry. Mimik wajah Xela saat grogi sangat menggemaskan, sehingga Landry merasa gemas dan mencubit pipinya, lagipula ini sebagian dari tugas sandiwaranya oleh sebab itu Landry berani mencubit pipi gadis itu.


Xela yang menerima perlakuan dari Landry semakin meningkat rasa groginya, entah mengapa jantung nya tidak berhenti deg deg an.


Ampun ini apa-apaan sih, bisa-bisanya dia bilang bawa santai aja. Ini malu banget di depan orang banyak, malah ada ibu guru lagi yang liat. Mudah-mudahan nggak kepo.


Xela hanya bisa mengungkapkan aoa yang ia rasakan didalam hati tanpa mengindahkan ucapan Landry sebelumnya, selain tindakan Landry yang membuatnya merasa gugup ternyata dari kejauhan ada seorang guru yang memerhatikan mereka.


Dan ternyata sosok guru yang Xela perhatikan bergerak akan menghampiri mereka.


“Lan ayo pergi.” Ajak Xela panik seraya menarik tangan Landry, melangkah pergi untuk menghindari guru yang dimaksud.


“Lho kenapa?”


“Ayo ikut aja ada sesuatu dan Kita harus pergi.”

__ADS_1


Karena ucapan Xela dan kekeh nya Xela akhirnya mereka tergesa-gesa meninggalkan kantin.


bersambung ...


__ADS_2