POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
XELALFAREL LOVE


__ADS_3

Pemandangan kota yang indah membuat Xela semakin larut dalam rasa kagum, ketakutannya pun berkurang.


“Menakjubkan, lampu warna-warni di bawah sana sangat menenangkan, selain itu tempat ini juga tenang.” Tutur Xela memuji keindahan tempat tersebut, suasana hening di ketinggian tidak kalah menenangkan dari suasana hening vila atau perumahan di atas bukit.


“Tentunya tempat ini juga mahal.” Ucap Al seperti kata-kata seorang yang perhitungan.


“Lalu mengapa memilih tempat ini kalau mahal.” Xela tidak bisa menahan untuk memprotes.


“Tapi kamu suka, kan?” Bukannya menjawab malah pertanyaan di lempar lagi.


“Suka tapi sayang, mahal.”


“Tidak seberapa, akses masuk hanya tiga juta.” Alfarel tersenyum lebar menganggap uang tiga juta sangat kecil baginya, tetapi bagi perempuan di sampingnya uang sebanyak itu sangat berarti bagi hidupnya selama beberapa bulan. Dan itu hanya akses masuk saja senilai tiga juta? Perkotaan sangat mengejutkan.


“Tiga juta, mahal sekali itu pun hanya akses masuk. Belum lagi-"


Lampu di tempat itu langsung padam dan berganti dengan lampu sorot, menyoroti Xela dan Alfarel kemudian di tempat lain juga terdapat lampu sorot menampakkan beberapa pasangan yang berkumpul membentuk love dengan posisi para pasangan yang duduk, berlutut, setengah berdiri dan berdiri tegak. Sempurna! Tepat di belakang kumpulan beberapa orang tadi terdapat banner kejutan romantis bertuliskan XELALFAREL LOVE yang di hiasi berbagai jenis bunga yang di rangkai indah. Bunga yang indah adalah kesukaan perempuan atau identik dengan perempuan.


“Wah ini, apa yang terjadi. XELALFAREL? Nama yang di gabungkan?” Xela terharu, tidak sampai di situ saja, setelah Xela menoleh ke arah Al meminta penjelasan atas pemandangan yang membuatnya deg deg-an sekaligus menganga lebar oleh seorang Alfarel yang penuh kejutan. Lelaki itu tidak ada di sampingnya.


“Xela.” Suara Al terdengar di arah lain, Alfarel sudah berada di depan banner menunggunya dan memintanya ke sana. Xela perlahan melangkah melewati bagian sisi para pasangan yang bertahan membuat bentuk love sehingga ketika Xela menghampiri Al, mereka seolah berada di belakang bingkai cinta.


Al kemudian berlutut di depannya menunjukkan buket bunga putih dan juga kotak berbentuk love berwarna putih.

__ADS_1


Xela serasa menjadi tuan putri yang sedang berhadapan dengan pangeran tampan yang ingin melamarnya.


“Kak Al.” Xela melirik sekitar, semuanya terlihat sangat indah bahkan pemandangan bunga berwarna-warni yang terlihat dari lantai enam, ketinggiannya tidak membuat Xela takut lagi. Rasanya ia sudah memiliki sayap, sayap cinta yang seakan mengangkat hatinya .


“Xela, inilah tujuan saya. Izinkan saya mengungkapkan semua rasa yang terpendam selama ini, selama saya mengenalmu. Kamu adalah perempuan yang istimewa dimata saya, berbeda. Sejak kehadiranmu saya menjadi kembali bangkit dari luka masa lalu, kamu harus tahu masa lalu itu menyakitkan? Namun semuanya berakhir karena kamu datang menjadi masa depan dan dapat mengubah saya.


Lihatlah buket bunga, hiasan banner, kotak ini, dan juga busana pasangan itu semuanya berwarna putih, lambang sebuah kesucian cinta antara kita. Terimalah cinta putih saya untuk mu, cinta yang tulus. Izinkan saya melindungimu, jadilah kekasih saya." Kalimat manis membuat Xela terbawa suasana, setiap kata-kata yang ia dengar membuatnya menitikkan air mata terharu.


Alfarel berharap gadis yang amat dicintainya segera menjawab iya.


"Aku terima kak." jawab Xela masih dengan tangisan haru.


Xela memegang buket bunga bersamaan dengan Alfarel, akhirnya Alfarel berdiri langsung memeluknya.


“Terima kasih kak Al sudah membuatku bahagia. Aku tidak menyangka dibalik sifatmu yang membingungkan ternyata sisi romantismu memberikan kejutan yang luar biasa.” Batin Xela bahagia dalam pelukan Al.


Alfarel membuka kotak love berwarna putih dan mengeluarkan kalung berbentuk love juga lalu memasangnya untuk Xela.


“Sekarang kamu menjadi cantiknya Alfarel, jangan untuk orang lain lagi.” Ucap Al usai memasang kalung Xela. Al kemudian mulai mencium Xela diiringi musik romantis yang sudah diatur, siapa lagi yang mengaturnya kalau bukan Alfarel sendiri.


Musik pengiring membuat mereka larut dalam kemesraan, ciuman yang sangat dalam dan tautan bibir mereka berirama dengan lembut, penuh cinta namun tidak penuh nafsu.


"Akhirnya aku tidak menyangka kak Al mengungkapkan perasaannya untukku malam ini, aku masih merasa tidak percaya. Ciuman hangat ini, kak Al mengiringnya sangat lembut, aku tahu dia lelaki yang lembut. Mudah-mudahan hubungan ini tidak menjadi hubungan yang buruk, aku ingin mencintai kak Al yang sejak dulu aku kagumi.” Batin Xela.

__ADS_1


"Aku tidak pernah berkeinginan menjadi seseorang yang membuatmu terjerumus. Aku akan lebih berhati-hati melindungimu agar jangan sampai aku kehilangan seorang yang aku miliki, yang ku cintai disentuh oleh orang lain. Aku akan menjagamu seperti seorang adik sekaligus perempuan yang berarti dalam hidupku.” Batin Alfarel yang terus mengiring ciuman lembut itu, mereka juga saling berpelukan mesra dengan bibir yang bertaut.


Tidak lupa momen itu juga di foto, Alfarel telah mengaturnya dengan baik dan mengundang photographer untuk memotret momen romantis itu.


Usai berciuman, lampu dinyalakan seperti semula bahkan semuanya terlihat seperti semua, banner sudah tidak ada, pasangan yang tadi juga sudah tidak ada, yang tersisa hanya sebuah buket bunga di tangan Xela. Xela seperti mengalami mimpi dalam waktu singkat. Sebenarnya ketika mereka berciuman sangat lama, setelah pengambilan foto sepasang kekasih baru itu sedang berciuman, banner dilepas, pasangan tadi juga bubar. Semuanya sudah sesuai rencana Alfarel.


Xela terlihat kebingungan setelah lampu dimatikan semuanya sudah bersih, secepat itu kah?


“Jangan kebingungan, saya sudah menyiapkan semuanya dengan teratur.” Ucap Al tahu akan pertanyaan di kepala Xela.


“Iya, tapi cepat sekali berlalu seperti sebuah mimpi. Apakah aku hanya bermimpi?” tanya Xela masih membolot.


“Bolehkah saya menyadarkan mu agar kamu tahu ini benar-benar nyata?” tanya Al kemudian ditanggapi dengan anggukan oleh Xela.


Tanpa basa-basi lelaki tampan itu langsung mengecup bibir Xela kembali bahkan didepan seorang pramusaji yang baru saja datang mengantar makanan, pramusaji terlihat salah tingkah segera menata makanan di atas meja agar cepat pergi daripada mengganggu pasangan yang sedang berciuman.


Xela segera melepas tautan bibir mereka, karena ia tahu ada orang yang memperhatikan mereka.


“Udah kak aku percaya, banyak orang yang liat kak, malu.” Xela melirik sekitar dengan kwatir.


“Bukannya tadi udah minta ijin dan kamu menyetujuinya?”


“Tapi aku malu.” Ungkap Xela.

__ADS_1


“Selama saya di sisi mu, saya tidak akan biarkan siapa pun membuatmu malu, sakit, menderita dan bahkan orang yang ingin mencelakai mu.” Al kemudian mencium kening Xela sebelum akhirnya mereka makan malam romantis.


__ADS_2