POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Kilas Balik Alika


__ADS_3

Flashback on.


“Hallo Kak Al, Kak Al kapan pulang?” seorang gadis cantik memiliki rambut panjang nan lurus dengan smartphone yang di tempelkan di telinganya, ia sedang menelepon kakaknya, Alfarel. Gadis itu duduk bersantai di kursi teras depan rumahnya menunggu malam tiba, menunggu bintang bertebaran indah dilangit .


”Maaf Dek, kakak nggak bisa pulang dalam waktu dekat, ini masih banyak urusan yang belum selesai.”


sahut kakaknya, Alfarel dari seberang telepon. “ Yah, kak Landry jarang di rumah. Kan Alika kesepian.”


”Memangnya kamu nggak pernah diajak keluar Landry?”


“Pernah sih kak. Tapi Alika males, kak Landry temannya laki-laki semua. Kak Landry lebih peduli dengan balapan. Asal kakak tau, ada laki-laki namanya Marco. Dia selalu saja menggoda ku kak.” Adu Alika melalui percakapan teleponnya.


"Oh iya, apa itu temannya Landry?”


“Iya kak. Kak Al gimana sih? Kan aku udah bilang itu temannya kak Landry. Kak Al malah tanya ulang.” Kesal Alika.


“ Maaf sayang. Ini lagi ada kegiatan jadi kakak harus bersiap-siap.”


“Ya udah deh kalau gitu udah aja teleponnya. Bye bye ...” Mereka pun menyudahi obrolan atau teleponan karena Alfarel sedang sibuk.


Petang yang ditunggu pun tiba, banyak sekali bintang bintang di langit, Alika melangkahkan kakinya menuju halaman nan luas. Tidak beberapa lama sebuah motor memasuki pagar yang terbuka lebar, Alika menyangka jika itu adalah Landry. Namun dugaannya salah yang datang adalah Marco.

__ADS_1


“ Alika ayo ikut ini darurat. Landry di rumah sakit sekarang karena tadi jatuh dari motor.” “ Apa!!” Alika yang terkejut pun segera meminta untuk di antarkan ke rumah sakit dimana Landry . Alika pun pergi meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.


Bukannya menuju rumah sakit, Marco membawa Alika ke sebuah rumah mini yang nampak sepi dan jauh jaraknya dari tetangga. “ Ini kita dimana. Bukankah seharusnya kamu membawa ku ke rumah sakit menemui kak Landry?” pertanyaan Alika tidak dipedulikan oleh Marco.


Marco yang sepertinya tidak punya hati lagi menyeret Alika dengan paksa ke dalam rumah mini meskipun Alika sudah berusaha keras memberontak.


“Apa yang kamu lakukan, jangan kurang ajar!” Ucap Alika ketika ia di dorong ke sebuah sofa di dalam rumah. Ia berusaha lari namun tidak bisa, Alika masuk ke dalam jebakan Marco.


“ Aku sudah menginginkan mu sejak lama cantik. Tapi kamu tidak pernah menanggapi kehadiranmu ketika aku senang berjumpa dengan mu. Aku merasa kamu tidak menyukai ku. Aku akan membuat mu menjadi milikku dan tidak ada kata penolakan.” Setelah itu terjaring hal menyedihkan yang dialami Alika, gadis berusia 17 tahun itu. Masa depannya di renggut oleh laki-laki bernama Marco, teman kakaknya sendiri. Marco telah mengakui jika ia menyukai Alika sejak lama tetapi tidak di tanggapi oleh Alika sehingga laki-laki itu gelap mata dan melakukan hal bejat. Di akhir kemalangannya ketika Marco sedang tidak berdaya, ia meraih smartphonenya di lantai lalu mengirimkannya pesan singkat kepada Alfarel


Kak tolong aku. Aku di culik Marco.


pesan singkat itu segera Alika kirim, lalu ia berinisiatif menelepon sang kakak namun segera smartphone di rampas oleh Marco yang mengetahuinya.


‘PLAK ‘ ‘PLAK’


Marco memberi tamparan dua kali di pipi sebelah kanan dan kiri Alika secara bergantian. “Sakit ... cukup kau binatang, kau sudah membuatku menderita sekarang kau mau apa lagi?” “Aku mau memiliki mu seutuhnya, tidak ada orang lain selain aku.” “Kau sudah merenggut semuanya, aku benci kau dan sebentar lagi polisi akan datang menangkap mu.” Ucap Alika penuh ancaman namun malah di tertawakan oleh Marco. -Marco kemudian meninggalkannya pergi begitu saja. Alika menangis tersedu-sedu. Ia ingin bangkit berdiri namun terjatuh, ia begitu lemah. Alika berusaha mengambil smartphonenya yang jauh terlempar, dengan bersusah payah, setelah berhasil menggapainya, ternyata smartphone itu sudah rusak. Alika terduduk lemas dilantai, air matanya jatuh berderai tiada henti. Disaat yang sama pula suara pintu di dobrak dari luar. Alika yang sudah tidak berdaya lagi hanya pasrah tidak bisa bersembunyi.


Alika yang tidak berdaya samar-samar pandangannya terarah kepada sosok Alfarel menghampirinya. Entah bagaimana ceritanya secepat itu Alfarel tiba disana.


“ Alika yang kuat sayang. Kamu kuat.” Alfarel langsung meletakkan Alika di pangkuannya. “Maafkan aku kak. Aku tidak kuat lagi, Marco yang melakukan hal ini.” Itulah percakapan terakhir antara Alfarel dan adik bungsu kesayangannya itu. Alika menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian, di pangkuan Alfarel. Saat itulah Alfarel merasa terpukul mencari keberadaan Landry dan Marco.

__ADS_1


“Kenapa Lo nggak becus jaga adik.” Ketika tiba ditempat perkumpulan Landry dan teman-temannya, Alfarel langsung menghantam Landry dengan sebuah tinjuan keras, netra biru nya berubah menjadi merah di bendung oleh bulir bening yang menggenang, betapa dalamnya kesedihan yang dialami Alfarel kala itu, semua orang yang ada disana terkejut dan berusaha melerai namun tidak bisa, Alfarel begitu kuat dan Landry dibuat babak belur olehnya.


“Kak Al kenapa? Datang-datang seperti orang kerasukan.” Ucapan Landry malah mendapat pukulan ke sekian kalinya. Alfarel memukulnya sambil menjelaskan apa yang terjadi, apa yang telah menimpa adik bungsu kesayangannya. Disitu lah Landry sadar dan merasa menyesal. Setelah pemakaman Alika selesai, Alfarel seperti seorang monster yang terus ingin menghantam Landry, karena menurutnya semua yang terjadi karena Landry. Hanya seorang Dafi yang bisa menghadapinya saat itu, karena Dafi selalu ikut bersamanya.


Landry memutuskan untuk pergi dari rumah utama, itupun karena Alfarel mengusirnya sambil memukulnya setiap saat. Mulai dari kejadian tersebut, keduanya jarang bertemu dan tidak kerinduan diantara dua saudara itu.


Dan sampai saat ini Marco masih menjadi buronan dimana-mana.


Flashback off


Alfarel kembali mengingat kejadian yang menyedihkan itu. “ Oke mulai sekarang Lo jangan dekati Xela lagi, Lo itu pembawa sial dan kepala batu yang pernah ada. Bukankah itu benar, dulu Lo gak bisa jaga Alika, dan dari kejadian yang lalu mana mungkin Lo bisa jaga orang lain yang bukan keluarga Lo, gue gak percaya. Kadar cinta Lo masih kuat dengan balapan, gue gak yakin kalau Lo benar-benar mencintai Xela. Gue minta Lo putusin dia!” Pinta Alfarel dengan wajah kejam nya.


“Lo nggak tahu apa-apa. Jadi jangan semau Lo nyuruh-nyuruh orang. Lo nggak tahu apa yang terjadi.” Landry berkata demikian karena ia tahu kemungkinan, pasti Ghea yang menyusun semuanya.


“Kalau gitu biar gue yang membuat kalian berpisah.”


“Lo gak tahu apa yang terjadi dengan Xela disekolah dan gue yakin pasti Lo tahu kalau kita pacaran dari kebuli sialan itu kan?” Alfarel terdiam ketika mendengar ucapan Landry. “Memang ada apa dengan Xela? dan ada apa dengan Ghea.”


“Kita pacaran demi ketenangan Xela. Disekolah, Ghea terus buli Xela. Gue menyaksikannya sejak lama. Sebenarnya gue berpikir buat jauhin Xela karna Lo. Tapi karena gue kasihan dengan nasibnya disekolah, gue berbaik hati dengan maksud melindungi dia.” Tegas Landry, beruntung kali ini perdebatan mereka tidak berawal atau berakhir dengan main tangan.


bersambung ...

__ADS_1


*Ayo masuk grup chat, berbincang disana bersama kami. Masih sepi lho.


Selamat Membaca ☺️*


__ADS_2