POSSESIF XELALFAREL

POSSESIF XELALFAREL
Asrama ALKA


__ADS_3

Langkah lambat Xela telah membawanya menuju anak tangga, pikirannya masih berada di halaman depan dimana kejadian Alfarel memeluknya dan mencium keningnya, Oh sungguh menyenangkan lelaki itu terlebih dahulu mengungkapkan perasaannya, tetapi Xela belum.


Belum, yah tidak yakin. Bukankah dulu Xela pernah mengatakan bahwa ia cemburu pada Al?


Xela menepuk jidatnya berulang kali, tidak peduli jidat itu memerah menjerit kesakitan atau bahkan memar. Sekarang ia mengingat bahwa ungkapan Alfarel tadi tentu bukan kemenangan baginya tentang siapa yang duluan mengungkapkan perasaannya.


Wah, apakah Alfarel ada rasa untuknya? bukankah lelaki itu sudah memiliki kekasih bernama Mira?


Seketika Xela menghela nafas, wajahnya juga cemberut. Mengoreksi masa yang sudah berlalu begitu menyebalkan sampai gadis itu sadar, mengapa ia harus memikirkan perkara rumit, tentang Al, perasaan, cemburu, dan ungkapan perasaan. Untuk apa semuanya? bukankah sekarang ia perlu belajar dan asrama ALKA ini menjadi awal perjalanan melalui hari-hari yang baru?


Xela sudah tiba di lantai dua, hasil dari langkah kaki lambannya, padahal anak tangga yang perlu ia tapaki tidak mencapai dua puluh jumlahnya, tetapi hanya pikiran konyolnya saja yang membuatnya melangkah lamban, berhati-hati di tangga agar tidak salah memijak dan akhirnya terjatuh.


Tanpa mendonggakan kepala, Xela menghentikan langkahnya dimana matanya melihat tiga pasang kaki tepat di hadapannya. Gadis itu lalu mendongakkan kepalanya penasaran, siapa yang berdiri di hadapannya.


"Oh, anak baru. Kamu yang di antar sama cowo ganteng tadi, kak Alfarel?"


Tiga gadis berdiri di hadapannya, Xela bisa melihat dan merasakan ketiga orang ini tidak ramah, meskipun penampilan mereka dan tubuh ramping, ideal tetapi mereka membuat Xela insecure. Yah bisa di katakan mereka lebih hits dibandingkan tampilan dirinya yang menggunakan kaos biasa dengan jeans birunya.


"Hm, iya aku anak baru disini." Xela tidak bermaksud menyodorkan tangannya, karena ia tahu mereka bertiga tidak mungkin menyambut tangannya dengan baik.


"Hemp! lo sama kak Alfarel yang ganteng itu kan?Lo siapa, perasaan setahu gue Kak Alfarel udah nggak punya adik lagi selain Landry.


Kata gadis cantikbyang berdiri di tengah sambil berkacak pinggang serta satu tangannya memainkan rambut panjangnya.


Xela sedikit salah tingkah, ia hendak menjawab apa? Benar kata mereka bertiga adiknya Alfarel hanya Landry.


"Jawab apa ya, coba aja tadi kak Al bilang kalau ada yang nanya trus aku jawab apa?" gelisah bahkan terlihat jelas dari gerakan bola matanya, beruntung ketiga gadis di depannya tidak bisa membacanya.


Karena tidak menemukan jawaban lain, terpaksa Xela harus mengatakan yang sebenarnya, asisten ya asisten.


"Kebetulan aku asistennya kak Alfarel." jawabnya jujur, tetapi ia tidak tahu bahwa kejujurannya menciptakan masalah baru, tiga gadis itu tidak senang dan terkejut.

__ADS_1


"Apa!" jawab mereka bertiga serentak, hampir saja ketiga orang itu menyerang Xela dengan menunjukkan jari panjang dan kuku tajamnya, tetapi segera wanita paruh baya berkacamata datang, itu adalah pembina asrama ALKA.


Segera ketiga anak gadis itu mundur, tetapi tetap dengan gaya sombongnya.


"Luna, Eirin, Sasha. Apa yang kalian lakukan? teman baik bukannya di ajak kenalan." tegur ibu pembina mereka.


"Ibu Rumi harus tahu, kami bukan sembarangan nyerang aja. Jelas-jelas tadi kami melihat dia di bawah sana berpelukan sama laki-laki setelah itu di cium. Anak asrama mana yang mesra-mesraan di depan umum." jelas Eirin yang berdiri di tengah, ia lebih tinggi daripada Luna di sebelah kanannya dan Sasha yang berada di sebelah kirinya.


Xela merasa sangat malu, jadi tadi ketika Alfarel memeluknya dan memberi ciuman di keningnya terlihat oleh tiga gadis itu? Oh betapa malunya, dimana Xela menaruh mukanya nanti. Ibu Rumi juga terkejut, bola matanya membesar lalu beralih menatap Xela.


"Udah cukup, dia anak baru jadi mungkin belum tahu apa-apa. Kalian pergi biarkan ibu bicara padanya sebentar." kata Ibu Rumi tidak ingin masalah ini panjang.


"Bu, aku nggak suka sama dia. Masih baru tapi udah murahan, aku yakin dia cewek murahan yang ngejar cowok kaya, makanya tadi dia rela di peluk dan di cium kak Alfarel. Bukankah kak Alfarel itu kaya bu?" Eirin bicara lagi, kalimatnya sangat menyakitkan bagi Xela, ingin ia melayangkan kopernya tetapi ia tahu dan sadar, dirinya baru beberapa jam disini.


Xela menunduk malu tetapi tangan Bu Yumi memberi tepukan dibahunya, lalu mengajaknya ke ruangan di lantai satu, ruangan yang beberapa jam lalu ia masuki.


"Xela, saya mengerti kamu juga baru datang disini, mereka bertiga memang begitu sifatnya karena tuan Alfarel, pemilik Asrama ini idola mereka. Jadi kesalahan yang mereka lihat di halaman depan akan saya beritahu kepada Tuan Al."


Selain itu, Xela baru tahu asrama ini milik Alfarel, artinya dia akan selalu di awasi pria itu.


"Jadi asrama ini miliknya, pantas saja dia menempatkan aku disini. Tapi aku malu banget, kenapa harus ketahuan." batinnya.


"Maaf bu." Hanya kata maaf, tetapi Bu Yumi hanya tersenyum.


"Saya akan memanggil Gesha dan Veoni, mereka akan menjadi temanmu."


Xela mendonggakan kepala, ia ragu apakah orang-orang sebut tadi sama seperti tiga orang yang bernama Luna, Eirin dan Sasha?


"Tenang saja, mereka anak yang baik. Kamu jangan kwatir." Ibu Yumi tersenyum sembari jari lentiknya menari di atas layar smartphone.


Tidak lama, dua orang gadis datang mengetuk pintu, lalu di persilakan masuk oleh ibu Yumi.

__ADS_1


"Selamat pagi, Bu kami jemput teman baru kami." ucap salah satu dari mereka. Mereka berdua sangat berbeda, senyuman nya ramah tidak seperti tiga orang sebelumnya.


...****************...


"Hai, Xela perkenalkan aku Gesha, dan ini Veoni. Kamu akan menjadi teman satu kamar dengan kita." ucap gadis bernama Gesha yang membantu Xela membawa kopernya.


"Hallo Xela, semoga betah ya disini." sapa Veoni dengan senyuman ramah. Begini nih teman baru idaman, yang ramah, gak sombong, dan bisa bergaul.


"Hai, terima kasih ya udah bantu bawain."


"Eh, ntar lanjut di kamar aja ya, kita ngobrol lebih banyak." kata Gesha membawa Xela dan Veoni melangkah lebih cepat.


Sesampainya di kamar yang berisi tiga buah ranjang, Xela di tempatkan di ranjang bagian kiri, karena di sana belum ada pemiliknya.


Xela duduk disana sembari membuka layar Smartphonenya, sudah ada saja notifikasi pesan dari Alfarel.


(Bagaimana keadaan disana, kalau ada yang menjahatimu cepat bilang, biar secepatnya mereka di keluarkan.)


Isi pesan itu membuat Xela tercengang, apakah Alfarel sudah tahu tentang tiga gadis itu?


Xela berharap Alfarel belum tahu dan setelah ini ia akan menemui ibu Yumi, ia tidak mau menyebabkan masalah lagi, bisa-bisa tiga gadis itu semakin membencinya.


(Nggak, nggak ada yang menjahatiku. Disini semuanya baik.)


Itulah deretan kalimat balasan pesan Xela, namun terlihat di layar smartphone bagian atas Alfarel sedang mengetik. Cepat tanggap sekali dia, pikir Xela.


(Bodoh!)


Lama menunggu Alfarel mengetik pesan ternyata isinya hanya satu kata, Bodoh!


Apa maksud lelaki itu. Xela melempar Smartphonenya di kasur lalu merebahkan tubuhnya, siapa sangka kedua teman sekamarnya sudah muncul di belakangnya dan pangkuan mereka berdua menjadi tempat kepalanya mendarat. Terkejut, ya tentu saja, dari bola mata kedua temannya yang menatap ia yang sedang dalam keadaan berbaring seakan mengatakan ingin tahu sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2