
Setelah perjalan yang begitu melelahkan ternyata Aku benar-benar tertidur dengan lelap.
***
POV Mas Reza
"Kamu cantik Anandita, apalagi kalau sedang tertidur" gumam Sahabat Ayahku
"Andai kamu tau, kita sudah dijodohkan sejak kamu masih kecil, mungkin Kamu tidak setakut ini dengan Aku, tapi kamu lucu, kalau lagi takut dengan orang, Aku jadi gemes, ingin mencubit pipi cabimu.
Dua atau tiga hari kedepan, Aku Akan datang ke rumah Nenek untuk meminta restu agar lebih dekat dengan kamu, setelah itu,
Aku akan mulai menjadikanmu teman terlebih dahulu, sebelum Aku mengatakan yang sejujurnya dengan kamu Anandita.
Aku mau kamu jadikan Aku teman curhat, baik dikala kamu senang maupun sedih, karena Aku tau kamu memendam perasaan yang begitu menyesakkan didada,
Aku paham kamu merindukan sosok orang tua yang lengkap, merindukan sosok Ibu yang menyayangimu,
Tapi mau bagaimana lagi?
Ibumu tega meninggalkan kamu sejak kamu masih bayi, dan Aku dengar dia sudah menikah lagi dengan seorang Polisi di daerahnya.
__ADS_1
Sungguh calon Istriku yang malang nasibnya, tapi tenang saja, Aku janji Akan membahagiankanmu.
Aku bela-belain cuti lebih awal dari kantor karena ayahmu tiba-tiba telpon,
"Katanya hari ini kamu mau balik kampung dan ayahmu sangat menghawatirkan kamu Anandita, dia menyuruh Aku menemani dirimu,
Yah... dengan senang hati, Aku mengiyakan permintaan sahabatku dan sekaligus calon ayah mertuaku.
Terakhir kita bertemu langsung, kira-kira 14 tahun yang lalu, kamu masih sangat sangat kecil, masih umur 2 tahun.
waktu itu ayahmu sangat panik karena kamu kecelakaan, terjatuh dari tangga di rumah nenek,
Kamu kehilangan banyak darah dan persediaan darah di rumah sakit yang sama dengan golongan darah mu lagi kosong, dan yang lebih parahnya lagi kamu tidak sama golongan darah dengan ayahmu.
mudah-mudahan kita juga sejodoh suatu saat nanti!
Saat itu Aku melihat ayahmu begitu panik dan sangat sedih, sampai mengeluarkan air mata,
Syukurnya lagi, kebetulan saat itu Aku lagi liburan di Makassar dan Ayahmu menelpon dengan panik katanya
"anaknya masuk rumah sakit, dan minta bantuan sama ayahku untuk mencarikan orang yang bisa mendonorkan darahnya"
__ADS_1
sebenarnya Aku dan ayahku sama-sama bergolongan darah AB, tapi ayahku punya riwayat penyakit jantung dan darah tinggi, jadi tidak bisa menolong mu,
Untungnya, waktu itu umurku sudah bisa transfusi darah, jadi dengan perasaan takut dan kasihan dengan keluarga mu terutama nenek dan ayahmu, Aku memberanikan diri mendonorkan darah untuk pertama kalinya.
jadi kamu orang pertama yang kuberikan darah dan perasaanku Anandita!
Dari situlah berawal perjodohan kita,
lucu juga, Aku dijodohkan dengan Balita. 🤭🤭🤭
setelah kamu sadar, ayahmu menghapiriku dengan ayahku, yang kebetulan kami memang sengaja belum pulang dan ingin menemani nenek dan ayahmu di rumah sakit.
dan yang lebih membuatku sedih, setelah kamu siuman, orang yang pertama kamu panggil, Ibumu Anandita,
Mungkin kamu merindukannya? dan sampai sekarang dia belum pernah mengunjungimu.
Entahlah "dia memikirkan kamu juga atau dia sudah berbahagia dengan keluarga barunya?"
Tapi mulai sekarang, kamu tenang saja dan jangan sedih lagi, Aku akan selalu ada buat kamu, walau kamu masih menganggap Aku hanya sekedar sahabat ayahmu.
Buat Aku, untuk sementara itu cukup Anandita, lambat laun, ⁶Aku akan mengajarkan kamu untuk bisa mencintai aku layaknya seorang kekasih atau bahkan menjadi suami yang selalu ada untuk menemani hari-hari mu.
__ADS_1
Aku janji, Akan selalu ada buat kamu Anandita