
Reza keluar dari kamar hotel yang dia tempati sambil senyum-senyum, membayangkan mimik wajah Ayu ketika Reza tiba-tiba masuk tadi, dan melihat tubuh Ayu mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut Tampa terhalang sehelai benang.
Walau Reza merasakan sesuatu meronta dalam dirinya ketika melihat gadis kecilnya tampa memakai apa pun, tapi Reza tetap berusaha untuk bersikap biasa saja agar Ayu tidak bertambah malu.
Sampai akhirnya Reza menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi, menggunakan bantuan sabun cair. ( Faham bunsay maksud Author 🙏🙏🙏).
Sementara Ayu yang berada sendiri di dalam kamar setelah Reza keluar, Bergegas turun dari tempat tidur dan mengambil pakaian yang Reza berikan.
Ayu berjalan masih tetap menggunakan bad cover di tubuhnya hingga di depan lemari.
Karena Ayu khawatir, jika tiba-tiba Reza masuk sepertinya tadi, jadi Dia memastikan dulu dengan menoleh ke arah pintu. Setelah merasa aman barulah Ayu membuka bad cover yang dia pakai untuk menutupi tubuh bugilnya.
Ayu dengan cepat memakai pakaian dalam lalu di lanjutkan dengan dress selutut yang Reza berikan tadi.
"Ko... Mas Reza bisa tahu ukuran badan Aku ya?". Tanya Ayu dalam hati Setelah selesai memakai pakaiannya.
Dan sungguh Ayu merasa seperti gadis yang sudah dewasa dengan penampilan dirinya saat ini. Dan kalau boleh jujur, Ini kali pertama Ayu memakai dress yang secantik dan pas di badan Ayu.
Ayu bergegas mengambil sisir dan menyisir rambutnya, setelah merasa cukup rapi, Ayu berjalan menuju pintu berniat untuk keluar dan menemui Reza, tapi sialnya Ayu tidak bisa membuka pintu karena kartu yang dipakai untuk membuka pintu di bawah oleh Reza.
Setelah cukup lama berdiri di belakang pintu, Ayu kembali mengambil bad cover yang tadi Dia jatuhkan dilantai, lalu kembali duduk manis di atas tempat tidur sambil menunggu Reza membuka pintu.
Tepat Sepuluh menit, Reza masuk kembali ke dalam kamar dan melihat gadis kecilnya, sedang duduk manis di atas tempat tidur dengan penampilan yang sangat anggun dengan dress yang pas di tubuhnya.
"Sayang kamu sudah selesai...?". tanya Reza menghampiri Ayu sambil tersenyum sangat manis ke arah Ayu.
"Sudah Mas... Ayo kita ke jalan sekarang...!". Ayu berdiri dan berjalan ke arah pintu.
"Sayang... tunggu dulu!". Reza tiba-tiba menarik tangan Ayu dan menghentikan langkahnya.
"Iya Mas... ada apa?". tanya Ayu heran karena Reza tiba-tiba menghentikan dirinya.
"Seperti ada yang kurang sayang!". Ucap Reza melihat Ayu dengan pura-pura serius.
__ADS_1
"Ah... apa yang kurang Mas...?". Tanya Ayu sambil menundukkan kepala dan melihat ke bawah.
"Sini deh sayang...!". tarik Reza agar lebih dekat dengan dirinya.
Reza mendekatkan wajahnya di kepala Ayu dan mencium pucuk kepalanya.
"kurang riasan sayang... tapi maaf Mas belum tau membelikan kamu perlengkapan makeup...!". Reza menatap Ayu dengan wajah sendu karena merasa belum becus menjadi calon suami idaman.
"Ayu tidak biasa memakai riasan mas...!". jawab Ayu acuh.
"Ayo kita kembali ke rumah sakit sekarang... karena mungkin ayah sudah menunggu kami!". Ayu berbalik dan ingin berjalan tapi Reza tidak bergerak dan masih terus memegang pergelangan tangan Ayu.
"Sabar sayang...!". Reza menarik tangan Ayu karena mendengar nada dering handphone nya berbunyi.
"Iya Mas... ini kami sudah menuju ke sana...!". ucap Reza menarik Ayu sambil berbicara via handphone.
Ayu yang di tarik hanya bisa ikut, dan tidak banyak bertanya. Sifat penurut seperti ini yang Reza sangat kagumi dari Ayu sejak dulu.
Ayu yang mendengar dan melihat ekspresi wajah Reza ikut merasa bingung karena Ayu tidak tahu menahu dan tidak mendengarkan, apa yang Ayu bicarakan.
Ayu hanya bisa mendengar perkataan Reza, tapi Ayu juga ikut merasa panik, apalagi mendengar kata Rumah sakit.
"Mas... ada apa... Kenapa Mas panik di telpon?". Tanya Reza setelah sampai di depan ruangan ICU dan melihat Ichal berdiri di sana.
Ayu yang melihat Ayahnya panik dan sedih, merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
"Ayah... ada apa ini... Nenek baik-baik saja kan?". Tanya Ayu dengan panik, dan lupa jika saat ini Reza masih terus memegang pergelangan tangannya.
Ichal tidak menjawab karena tidak tau harus menjawab apa dengan pertanyaan putrinya?.
"Ayah... ada apa ini sebenarnya...?". tiba-tiba perasaan Ayu berubah menjadi sedih karena ayahnya hanya berdiri dan terus melihat ke arah pintu IGD yang tepat bersebelahan dengan ruangan ICU.
Ayu tidak tau jika saat ini ibu Siti sudah di pindahkan ke Ruang IGD karena kondisinya semakin drop.
__ADS_1
Melihat pintu ruangan IGD terbuka, Ichal segera berlari.
"Dokter... bagaimana kondisi ibu saya... apa beliau baik-baik saja?". Tanya Ichal tidak sabar.
Ayu dan Reza juga ikut mendekati dokter wanita yang keluar dari ruang IGD.
"Maaf pak... Dengan berat hati kami harus menyampaikan, Jika kondisi ibu Siti saat ini tidak baik-baik saja, dan kami sarankan agar bapak jangan membuat ibu Siti stress dan kaget!". jelas Dokter panjang lebar, sebelum kembali melanjutkan langkah kakinya.
"Baik dokter... tapi kapan kami bisa menemui ibu Saya?". Tanya Ichal tidak sabaran ingin melihat kondisi ibunya secara langsung.
"Nanti Suster akan memberi tahukan, jika ibu anda sudah bisa di jenguk!". jawab dokter menghentikan langkah kakinya sebentar.
"Baik Dokter... Terimakasih banyak!". ucap Ichal dengan wajah yang terlihat sangat sedih.
"Ayo kita duduk dulu di sana Mas...
Reza menghampiri Ichal dan mengajak untuk duduk di kursih yang ada di depan ruang ICU.
Ayu juga ikut menarik Ichal dan berjalan bersama.
Ichal duduk dalam diam Tampa berbicara sepatah katapun. Dalam hati Ichal sungguh merasa bersalah dengan ibu kandungnya.
" Mas ... ada apa sebenarnya, kenapa ibu tiba-tiba drop?". tanya Reza penasaran.
Ichal menggelengkan kepala dan melihat ke arah lain, untuk mengalihkan rasa sedih di dalam hatinya.
Reza tidak tau apa sebenarnya yang terjadi dengan ibu Siti, Reza belum sempat mencari informasi karena dia baru juga tiba di rumah sakit, mulai sejak pak Susilo mengabarkan, jika kondisi ibu Siti sangat serius.
Reza tidak heran kenapa ayahnya bisa tau tentang kondisi nenek Ayu, karena rumah sakit tempat nenek Ayu sekarang di rawat, termasuk salah satu rumah sakit yang pak Susilo tanami modal dengan sangat tinggi.
"Aku juga tidak tau dengan pasti, karena ketika Ayah sampai, nenek sudah di pindahkan ke ruang IGD!".
*** BERSAMBUNG ***
__ADS_1