
Setelah mobil mas Reza meninggalkan halaman rumah nenek, Aku kembali berjalan menuju rumah sambil bergelayut manja di lengan nenek.
"Aku sangat merindukan nenek" ucapku masih bermanja riya dilengan nenek.
sesekali tangan nenek yang sebelah membelai lengan Aku yang bergelayut dilengan sebelah.
sungguh orang yang paling Aku sayangi didunia adalah nenek.
"Nek kapan ayah pulang?" tanyaku pada nenek,
nenek menghentikan langkahnya sejenak dan berbalik kearahku,
"mungkin setelah kamu selesai SMA nak" jawab nenek, lalu melanjutkan langkahnya hendak masuk rumah.
"emang ayah tidak mau nikah lagi ya nek?" tanyaku lagi, Aku penasaran kenapa ayahku betah sekali menduda?
padahal Aku saja sudah berumur 16 tahun lebih, sedikit lagi Aku ulang tahun yang ke 17 tapi ayah Aku masih setia sendiri.
"mungkin belum ketemu jodohnya nak" ucap nenek sambil duduk disofa ruang tamu.
Aku ikut duduk sebentar menemani nenek di sofa, setelah itu Aku berpamitan mau shalat magrib karena sekarang sudah waktunya magrib.
"Nek Aku mau ke kemar sholat dulu ya?" pamitku pada Nenek
"iya Nak, nenek juga mau shalat" ucap nenek sambil melangkah masuk kedapur untuk mengambil air wudhu.
*
oh ya, sekedar info Geis,
Aku adalah gadis yang tidak suka mandi sore, bukan karena malas, tapi itu bawaan sejak dari orok,
__ADS_1
Jadi setiap Aku selesai mandi sore, Aku selalu diserang Flu dan bersin-bersin terus -menurus sampai tengah malam kalau Aku selesai mandi sore itu kalau jam 16.00 keatas, tapi kalau mandi sebelum jam 15.00 tidak apa-apa.
***
selesai mengerjakan shalat magrib, Aku merebahkan tubuhku sebentar ditempat tidur mini dikamarku, yah tempat tidurku hanya berukuran 12 X 200 meter, tapi aku bersyukur karena tempat ini yang telah membentuk Aku sampai sebesar ini.
"Makan dulu Nak" kata nenek tiba-tiba membuyarkan lamunanku dengan suara ketukan pintu dikamarku yang terbuat dari triplek tipis dan suara nenek yang selalu Aku rindukan.
"iya Nek" jawabku singkat sambil bangun membuka pintu,
Aku melihat nenek sudah menyiapkan makan malam sederhana, yaitu, nasi putih dengan lauk, sayur bening daun kelor dan ikan Asin cakalang.
Bagiku makanan yang disiapkan dan sekarang ada didepan nenek sungguh menggugah selera, apalagi makanannya dibuat sendiri oleh nenek Aku.
"wow, sepertinya, makannya enak sekali Nek" ucapku sambil duduk di lantai karena kebiasaan kami dirumah makan lesehan sambil duduk bersilah.
"ayo makan Nak, biar tidurnya nyenyak" ucap nenek sambil menyendokkan nasi dipiring yang akan Aku pakai makan.
*
Sementara ditempat Lain
yaitu sebuah penginapan yang ada di kota kecamatan di kampung Aku.
Seorang Pria dewasa sedang berbaring sambil memeinkan ponselnya sesekali dia membuka galeri fhoto sambil senyum-senyum.
Dia adalah Reza Atmaja Susilo, anak salah satu pengusaha kain terbesar yang ada di Indonesia.
*
Empat Belas tahun silam, tidak segaja bertemu dengan seorang pria yang kira-kira berumur 25 tahun, sedang duduk di Halte busway dengan wajah yang lelah dan letih seperti orang yang sedang kesusahan.
__ADS_1
Reza menolongnya dengan memberikan air minum dan sebungkus roti coklat yang ada ditasnya,
"Mas, ini silahkan diminum dan ini ada roti belum Aku makan, untuk mas saja karena sepertinya Mas lapar" kata Reza sambil menyodorkan air mineral botol dan sebungkus roti coklat ditangannya.
Pria yang disodorkan memandang wajah Reza dengan penuh haru. sambil mengucapkan.
"terimakasih banyak dik, kamu baik sekali padahal kita tidak saling kenal"
"oh ya Mas, salam kenal nama saya Reza Atmaja ..." ucap Reza terputus karena supirnya datang menghampiri.
"Mas Reza bicara dengan siapa?, jangan sembarang bicara dengan orang Mas, kalau tidak kenal, sekarang banyak penipu!" ucap supir Reza sambil melihat kepada pria yang diajak bicara dengan Reza.
"oh, kenalkan Mas, ini supir saya, namanya Supri" ucap Reza sambil memperkenalkan supirnya kepada pria yang tadi ditolongnya
kemudian pria itu berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan dengan sopan kepada supir Reza,
"Aku Ichal" jawab pria itu dengan ramah
"Mas Ichal mau kemana bawah tas segala" Ucap Reza sambil melirik barang yang ada di samping Pria yang bernama Ichal.
"Aku mau cari tempat tinggal dan pekerjaan De", jawab Ichal malu-malu.
"Mas kerumah saya saja dulu, Aku perkenalkan dengan orang tuaku" Ajak Reza
"Mas Reza jangan sembarang ajak orang Mas, nanti bapak dan ibu marah" kata supir Reza tiba-tiba, karena melihat Majikannya seperti akrab sekali dengan orang yang baru dia kenal.
"Dia bukan sembarang orang ko Pa, sekarang dia teman Aku dan Aku mau mengajaknya min kerumah, nanti Aku kenalkan dengan Ayah dan ibu", jawab Mas Reza tegas, sebenarnya dia juga baru bertemu dengan Ichal, tapi perasaannya seperti sudah lama mengenal dengan pria yang ditemuinya ini.
"Ayo mas, masuk dalam mobil!" ucap Reza dengan membukakan pintu penumpang.
setelah Ichal masuk ke dalam mobil Reza ikut duduk disampingnya, sambil senyum-senyum simpul karena merasa gembira, sebentar lagi dia akan punya teman dirumahnya yang besar karena ayah dan ibunya super sibuk, syukur-syukur kalau mereka ada waktu untuk Reza satu kali dalam sebulan.
__ADS_1