
"Mas...!"..Teriak Ayu histeris sambil berdiri karena Melihat ayahnya sudah mengangkat kepala, sementara Reza terus merangkul bahu dan memegang dagunya.
"Iya... kenapa sayang...?". tanya Reza bertanya seolah tidak tahu dengan apa yang ditakutkan Ayu.
Ayu berdiri dengan posisi kikuk di depan Reza, sementara Ichal, ayah Ayu benar sudah bangun.
Melihat ekspresi Ayu yang gugup dan ketakutan, rasanya Reza ingin tertawa. bagaimana tidak, mimik wajah Ayu sangat lucu, seperti orang yang tertangkap melakukan kesalahan besar.
Melihat ada beberapa orang di depannya, Ichal berusaha mengingat dan mengumpulkan nyawanya.
"Nur... kamu bicara sama siapa nak?". Tanya Reza setelah melihat Ayu seperti berbicara dengan seseorang, tapi Ichal tidak bisa melihat wajah teman bicara anaknya.
"I... iya... ayah...!". Ayu tidak tahu harus bicara apa, Dia sangat gugup dan ketakutan.
Ichal yang mendengar ucapan Ayu, Merasa ada yang tidak beres. jadi Ichal memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan mendekati putrinya.
Mendengar langkah kaki seseorang orang berjalan ke arahnya, Ayu memberanikan diri berbalik, dan benar saja yang berdiri tepat di belakangnya saat ini adalah Ichal, ayah kandungnya.
"Mati aku... aduh bagaimana ini?". tanya Ayu dalam hati.
Ayu sangat takut jika ayahnya akan marah besar karena Baru kali ini Ayu kedapatan sedekat dan intim bergaul dengan laki-laki seperti yang barusan terjadi antara dirinya dan Reza.
"A... ayah...!". acap Ayu gugup sambil menundukkan kepala setelah melihat ayahnya berada di belakang dirinya.
"kamu kenapa nak, seperti ketakutan begitu?". tanya Ichal heran.
"I... itu yah ...
"Assalamualaikum Mas Ichal, bagaimana kabarnya?". ucap Reza basa-basi, karena Reza melihat Ichal tidak terlalu memperhatikan dirinya.
Dari tadi pandangan Ichal hanya tertuju kepada putrinya, hal itu tidak luput dari pengamatan Reza.
"Waalaikum salam... Reza?". jawab Ichal setelah mendengar suara pria yang sangat familiar di telinganya.
"Iya mas... ini Aku, apa Mas Ichal tidak mengenali Aku karena terlalu ganteng?". Reza berjalan mendekati Ichal dan melewati Ayu yang sedang berdiri seperti patung Monas.
"Ya... ampun, kapan kamu datang, ko tiba-tiba langsung muncul di sini?". tanya Ichal tidak percaya dengan apa yang dilihat di depannya.
Sahabat yang sudah belasan tahun tidak bertemu dengan dirinya, benar-benar ada di depannya.
Ichal terus memeluk sahabat yang boleh dikata seperti adiknya sendiri itu. Reza juga membalas pelukan Ichal.
Mereka berdua melepas rindu, walaupun mereka sering berkomunikasi lewat handphone, tapi baru kali ini Reza bertemu Ichal secara langsung, setelah Ichal memutuskan keluar dari kantor Keluarga Reza dan pergi bekerja di Papua.
"Dasar cowok sok ganteng...!". ucap Ichal melepas pelukannya.
__ADS_1
Sementara pak Supri yang melihat adegan di depannya, hanya bisa senyum-senyum, pak Supri sangat senang akhirnya Bosnya bisa diterima dengan hangat di keluarga Ayu.
Padahal dari tadi Pak Supri sempat takut, karena mengira Ichal akan marah dengan perbuatan Reza yang berani-beraninya merangkul Ayu.
"Oh... mungkin, Ichal tidak melihat apa yang di lakukan Mas Reza barusan!". gumam pak Supri.
"Kan, memang Aku ganteng to Mas...!". jawab Reza dengan tersenyum yang menggoda.
"Em...
"Nur... kamu kenapa?, seperti habis melihat hantu, Kamu sudah kenalkan dengan Reza, cowok sok ganteng yang ada di samping ayah ini?". tanya Ichal berusaha mencairkan suasana pada pagi hari ini sambil berusaha melihat ekspresi wajah Anaknya yang terus menundukkan kepala.
"I...iya ayah... Aku ke kamar mandi dulu ya Ayah...!". Ucap Ayu, Akhirnya Dia bisa mengatakan kata-kata itu.
Ayu berjalan meninggalkan Reza dan Ayahnya, Baru saja pagi, tapi Ayu sudah mendapatkan Shock jantung.
"Untung Aku tidak jantungan...!". gumam Ayu mengelus-halus dadanya.
Setelah kepergian Ayu ke kamar Mandi, Ichal kembali duduk dan berbincang hangat dengan sahabatnya Reza.
"Bukannya kamu bilang kemarin lagi ada di Singapura?". tanya Ichal heran.
"Iya benar, tapi setelah kamu tutup telpon, Aku langsung berangkat kesini karena papa dan mama sudah datang menggantikan Aku!". Reza menjawab kebingungan Ichal sambil senyum-senyum.
"kenapa Reza bisa tiba-tiba datang jauh-jauh dari Singapura ke Makassar jika tidak ada pekerjaan penting?"., itulah yang ada di pikiran Ichal saat ini.
Ichal tidak tau, jika pak Supri sudah menceritakan tentang apa yang di minta oleh nenek Ayu.
"Iya sebenarnya ada pekerjaan yang sangat penting dan harus Aku selesaikan Mas, kalau tidak... maka... hidup Aku mungkin akan...!". Reza sengaja menjedah ucapannya, Dia ingin melihat apa tanggapan sahabatnya itu.
"em... mulai lagi... itu kebiasaan buruk kenapa belum hilang-hilang juga?". ucap Ichal memukul pelan kepala Reza.
Ichal faham betul kebiasaan Reza yang suka sekali membuat lawan bicaranya penasaran.
"Iya... iya... maaf!". Reza minta maaf karena ketahuan.
"Aku sengaja datang ke sini karena kangen sama Mas dan ingin melihat langsung kondisi nenek!". jawab Reza akhirnya.
"Terimakasih ya adik ganteng, karena sudah peduli dengan keluarga Mas, tapi serius... Mas tidak faham kenapa tiba-tiba kamu sudah ada di sini?".
"Itu tidak penting Mas... sekarang bagaimana kabar Ibu, apa beliau baik-baik saja?". tanya Reza mengalihkan pembicaraan
"Ibu... tadi sebelum jam tiga subuh, tiba-tiba dia drop lagi, itulah kenapa Aku dan Nur tertidur di kursih!". Cerita Reza dengan raut wajah yang berubah menjadi sedih.
"Yah sudah... mas yang sabar, mudah-mudahan ibu cepat pulih kembali!".
__ADS_1
"Aamiinn...!". ucap Ichal berharap apa yang di ucapkan Reza benar-benar terjadi, karena Dokter sudah memberi tahukan bahwa kecil kemungkinan Nenek Reza akan sembuh total, mengingat Usianya yang sudah uzur.
"Kalau mau pulang ke hotel atau ke penginapan untuk istirahat, silahkan... biar Saya dan putriku yang menjaga ibu di sini!". Ucap Ichal, Dia takut merepotkan Reza, apalagi Reza baru tiba dari perjalanan jauh, Ichal faham kalau Reza pasti sangat lelah.
"Aku tidak apa-apa Mas, biar Aku tunggu dan dengar bagaimana kabar ibu hari ini!." Ucap Reza menolak pulang ke hotel untuk istirahat.
Sebenarnya Reza sudah menelpon Resepsionis di sebuah hotel yang ada di dekat rumah sakit. Reza sudah mendapatkan kamar, hanya saja hari ini Dia mau mendengar atau bertemu langsung dengan nenek Ayu.
Ayu yang kembali dari kamar kecil masih melihat ayahnya berbincang-bincang dengan Reza. Ayu ragu untuk mendekati mereka berdua, takut jika ayahnya akan memarahinya, karena tadi sudah di pegang bahkan di rangkul oleh Reza.
"Ke sana tidak ya?". tanya Ayu dalam hati, mau mendekati ayahnya, tapi takut.
"kalau tidak ke sana, Ayu harus ke mana?". gumamnya lagi.
"Non Ayu... kenapa hanya berdiri di situ?". tanya Pak Supri, karena melihat Ayu hanya berdiri di pojok lorong menuju ruangan ICU.
"Eh... bapak, maaf Ayu tidak lihat!". jawab Ayu tidak enak hati.
"Non Ayu takut yah, jika ayahnya marah?". selidik Pak Supri.
"Eh... kok, bapak tau?, kelihatan ya pak, kalau Ayu takut?". heran Ayu, sambil memegang pipi chubby nya.
"Sedikit sih non... tapi coba non Ayu santai saja. pasti tidak ketahuan, lagian tadi, bapak lihat... kalian tidak berbuat apa-apa!". ucap Pak Supri memberikan masukan, agar Ayu tidak gugup.
"Oh... begitu ya pak, tapi benar kan ayah Aku tidak marah?". tanya Ayu ragu, Dari tadi Ayu mengirah, kalau ayahnya akan memarahi Reza yang sudah berani-beraninya merangkul Ayu.
"Benar Nona, kalau tidak percaya coba saja perhatikan, ayah non Ayu dan Mas Reza, berbicara santai kan?". tunjuk Pak Supri ke arah Reza dan Ichal yang sedang berbincang-bincang.
"Baru pak Supri mau kemana, kenapa bapak meninggalkan mereka?". tanya Ayu tersadar jika Pak Supri ingin pergi.
"Itu Non... Aku mau ke luar sebentar, mengantar barang-barang mas Reza ke hotel yang ada di samping rumah sakit ini!". ucap Pak Supri jujur.
"Oh... kalau begitu bapak jalan saja, Aku juga sudah kembali ke sana!". ucap Ayu berpamitan dengan Pak Supri.
Ayu memberanikan diri berjalan menghampiri Reza dan ayahnya.
"Keluarga ibu Siti...!". ucap seorang suster keluar dari ruangan tempat nenek di rawat.
*** BERSAMBUNG ***
Author Ucapkan terima kasih atas semua dukungan nya🙏🙏🙏
Sampai jumpa pada bab berikutnya 👋👋👋
I LOVE YOU ALL 😘😘😘
__ADS_1