Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Melihat Mahar Ayu


__ADS_3

Setelah menyelesaikan misi rahasianya, Reza akhirnya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.


Sungguh Reza tersiksa jika terus seperti ini, punya istri tapi Dia belum bisa menyentuhnya.


Melihat istri kecilnya sedang duduk di depan meja hias, Reza menghampiri.


"Sayang... kamu sedang menunggu Mas ya?". Goda Reza sambil memegang kedua pundak Ayu dari belakang.


"Mas Reza ko lama sekali mandinya?". Tanya Ayu heran, karena baru kali ini Reza mandi hampir setengah jam baru keluar, biasa juga Reza mandi paling lama sepuluh menit.


"Oh... itu... Mas melakukan sesuatu tadi...!!!


Jawab Reza gugup. tidak mungkin kan Reza berkata jujur kepada istri kecilnya. 🤭🤭🤭


"em...


Gumam Ayu tidak jelas.


"Mas pakai pakaian dulu ya sayang!". Ucap Reza berjalan ke arah koper yang mereka bawah dari kampung halaman Ayu.


Sebenarnya Ayu sedikit heran, kenapa Reza tidak memasukkan barang-barangnya ke dalam lemari?, padahal di kamar yang mereka tempati saat ini ada lemari yang sangat besar di dalamnya.


Tapi rasa penasaran itu Ayu simpan sendiri dalam hati dan tidak berani untuk bertanya langsung kepada Reza.


"Ayo sayang...!". Tiba-tiba Reza membuyarkan lamunan Ayu.


Kini Ayu dan Reza keluar dari kamar tamu sambil bergandengan tangan. eh... tepatnya, Reza yang menggandeng tangan Ayu.


"Ayo... Sini sarapan sama-sama!". panggil pak Susilo ketika melihat anak semata wayangnya bersama sang menantu mendekati meja makan.


"Pah... mama tidak ikut sarapan?". tanya Reza karena tidak menemukan keberadaan sang ibu.


"mama kamu masih kurang enak badan nak... sebentar baru papa antarkan sarapan!". Jawab pak Susilo melirik sebentar ke arah Ayu yang duduk tepat di depannya.


"Oh...


Sahut Reza singkat.


Bukannya Reza tidak khawatir dengan kondisi sang ibu, tapi karena Reza sudah tau jika, ibunya tidak lah sakit, melainkan hanya marah dengan Reza karena menikah dengan wanita yang bukan pilihan dari mamanya.


"Sayang... kamu mau makan apa?". Tanya Reza.

__ADS_1


"Em... Aku makan nasi goreng aja Mas...!". jawab Ayu tidak enak hati, mendengar ibu mertua nya masih sakit.


Ayu juga tahu diri, dan tidak ingin terlalu banyak bicara di rumah orang tua Reza, apalagi setelah mendengar ucapan mama Reza tadi malam.


"Ini sayang... makan yang banyak ya!". Ucap Reza menyendok nasi goreng ke dalam piring Ayu.


"I...iya Mas... terimakasih!". Ayu gugup menerima perlakuan Reza di depan ayah mertuanya.


"Iya... Ayo kita makan nak, jangan malu-malu, ini kan rumah kamu juga, dan maaf atas sikap mamanya Reza...!". Ayah Reza mempersilahkan Ayu untuk makan bersama.


Melihat Reza yang begitu perhatian, membuat pak Susilo semakin senang sekaligus tidak enak hati dengan Ayu, gadis yang sangat dicintai oleh putra semata wayangnya. Sejak bayi sudah ditinggal oleh ibunya dan sekarang ibu mertuanya juga bersifat tidak jauh bedah dengan ibu kandung Ayu.


"Betapa malang nasib nak!". Pak Susilo merasa sedih di dalam hati melihat menantu kecilnya.


Selesai sarapan, Pak Susilo seperti biasa mengajak anak dan menantunya untuk berbincang-bincang di ruang keluarga.


"Nak... apa rencanamu hari ini?". tanya pak Susilo membuka pembicaraan. Dia ingin mendengar langsung apa yang akan putranya lakukan setelah berbicara dengan mamanya semalam.


"Rencana Reza... pagi ini, mau mengajak Anandita jalan-jalan, sekalian Reza mau ajak untuk berkunjung ke apartemen yang Reza kasih buat dia Pah!". Jawab Reza jujur menjelaskan apa yang ingin Dia lakukan bersama istrinya hari ini.


"Iya nak... baguslah kalau begitu, kalau ada yang kurang cocok di apartemennya, jangan sungkan kasi tau papa ya!". ucap Pak Susilo sambil tersenyum ke arah Ayu.


Melihat mertua laki-lakinya yang begitu ramah, membuat Ayu sedikit terhibur tinggal di rumah orang tua Reza.


Ayu juga ikut menyalami ayah mertuanya, sebelum berjalan mengikuti langkah kaki Reza.


"Mas... Mas Reza, tidak berpamitan dengan mama dulu ?". Tanya Ayu ketika sampai di teras rumah Gedong milik orang tua Reza.


"Em... kitakan masih mau balik kesini sayang, ini kita cuma mau pergi jalan-jalan saja!". Jawab Reza yang sebenarnya bukan jawaban itu yang Ayu tunggu.


Tapi sudahlah... Ayu menurut saja. lagian Ayu tahu diri, Dia menantu yang tidak di anggap oleh ibu Reza.


"Mas... kapan Ayu diantar ke asrama?". Tanya Ayu setelah lama terdiam di dalam mobil Reza.


"Sayang... kalau mas minta kamu, tidak usah tinggal di asrama... bagaimana?". Reza tidak menjawab pertanyaan Ayu, malah Dia balik bertanya sambil fokus menyetir di tengah jalan yang macet.


Maklum, Jakarta di pagi hari dan ini bukanlah hari libur, jadi mau bagaimana lagi, pasti macet.


"Ko... begitu sih mas pertanyaannya?, kan Mas Reza tau sendiri, Kalau Ayu masih sekolah, mana bisa Aku tidak tinggal asrama Mas!". jawab Ayu dengan mata yang berkaca-kaca, frustasi mendengar pertanyaan Reza.


Karena lampu merah, Reza menghentikan mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa berhenti Mas?". Tanya Ayu kaget dan membuka matanya. Ayu mengira, jika Reza marah dengan ucapan Ayu barusan.


" Lampu merah sayang...


tunjuk Reza ke arah lampu lalu lintas.


"Oh...


Ayu menarik napas lengah


Karena jalanan yang cukup macet, jadi mereka sampai ke apartemen, sudah hampir jam sebelas siang. padahal jaraknya tidak begitu jauh.


"Sayang... ini apartemen Kamu,!". ucap Reza setelah memasuki apartemen yang sangat mewah menurut Ayu. Sampai-sampai Ayu takjub melihat nya.


"Benar mas, ini buat Ayu?". Tanya Ayu kepada Reza yang ada di depannya saat ini.


Ayu berjalan melewati Reza untuk melihat-lihat apa yang di dalam apartemen yang menjadi maharnya itu. Ayu melihat di dalam apartemen itu terdapat dua kamar tidur, ruang tamu dan dapur serta kitchen set yang begitu mewah.


"Iya sayang, ini milik kamu dan kita akan tinggal disini berdua!". Jawab Reza mengikuti istrinya yang sekarang berada di dapur sambil sesekali membuka pintu kitchen set yang ada disitu.


"Wow... apartemennya bagus banget Mas!". Ayu takjub melihat sisi apartemen.


"mudah-mudahan kamu suka ya sayang!". Ucap Reza sambil menggenggam sebelah tangan Ayu.


"I... iya Mas, Ayu sangat suka, tapi...


"Tapi apa sayang?". Potong Reza karena penasaran.


"itu mas... Ayu kan, masih harus tinggal di asrama sampai lulus sekolah!". jawab Ayu sambil menundukkan kepala, takut Reza akan marah dengan ucapannya.


"Sini deh sayang...!". Reza menarik tangan Ayu, dan berjalan memasuki kamar tidur yang luas. Dalam hati Ayu bertanya-tanya "Kenapa Reza membawah Dia masuk ke dalam kamar, apakah Reza akan meminta haknya sebagai suami?". Dengan berbagai pertanyaan dan perasaan yang berdebar Ayu tetap mengikuti langkah suaminya.


Sampai Reza membuka pintu yang ada di dalam kamar, dan Ayu melihat jika Reza membawa Dirinya ke sebuah balkon yang ada di luar kamar itu.


"Wow ini bagus sekali Mas... dari sini kita bisa melihat bangunan dan aktifitas lalu lalang jalanan ibu kota!". Sekali lagi Ayu takjub melihat pemandangan yang ada di depannya. berbagai bangunan bisa Dia lihat dengan jelas, karena apartemen yang dia tempati saat ini memang berada di lantai teratas bangunan itu.


"Sayang... coba lihat bangunan yang ada di sana!". ucap Reza yang berada tepat di belakang Ayu sambil menunjuk bangunan yang tak jauh dari apartemen yang ditempati Ayu saat ini.


"SMA Unggulan Jakarta Pusat... !". Ayu membaca tulisan yang ada di atas atap bangunan itu.


"Itu sekolah Aku Mas...?". Tanya Ayu tidak percaya dengan apa yang dilihat.

__ADS_1


"Iya sayang, itu sekolah kamu, dan coba kamu lihat bangunan yang atapnya berwarna merah itu, itu adalah asrama yang selama ini kamu tempati!". tunjuk Reza mabil merangkul bahu istri kecilnya.


*** BERSAMBUNG ***


__ADS_2