
Setelah keluar dari rumah sakit, waktu sudah menunjukkan pukul 18.16 menit. Reza melajukan mobilnya ditengah kemacetan kota Jakarta, Sesekali dia melirik Ayu, yang tiba-tiba berubah menjadi lebih pendiam setelah memasuki mobil.
"Kamu kenapa sayang...?," tanya Reza heran melihat perubahan sikap Ayu
"Aku tidak apa-apa Mas, hanya kepikiran ucapan Dokter Farah saja!," jawab Ayu jujur tentang apa yang mengganjal dipikiran nya,
"memang Dokter Farah bilang apa sayang?, Dia tidak ngomong macam-macam kan tentang Aku?," Tanya Reza heran,
"tidak Mas... Dokter Farah hanya menyuruh Aku untuk bertemu Dokter spesialis penyakit dalam, untuk mengetahui penyakit Aku, katanya sih... untuk memastikan Aku sakit apa?," jawab Ayu jujur, karena mungkin dengan bercerita dengan Reza bisa mengurangi beban yang ada di dikiranya.
"Tapi, kamu mau kan sayang mengikuti saran dokter Farah?, karena jujur mas juga takut kamu kenapa-napa, bagaimana kalau penyakit kamu tiba-tiba muncul saat di asrama sendirian?," Reza mencoba bertanya dan memastikan apa yang Ayu sebenarnya inginkan.
"penyakit Aku tidak pernah kambuh Mas, kalau Aku hanya sendiri!," ucap Ayu memberikan penekanan
"Maksud kamu sayang?," tanya Reza heran
__ADS_1
"Iya Mas, Ayu tidak pernah merasakan sakit seperti barusan, jika Ayu hanya sendirian, penyakit ini Munjul jika....," Ayu hampir mengucapkan apa penyebab munculnya penyakit aneh yang biasa dia alami, untunglah dia cepat sadar.
"Jika apa sayang?," Reza sangat penasaran dengan kelanjutan kalimat Ayu
"Sudahlah mas... lupakan saja, Ayu belum siap dan rasanya Ayu malu mengatakan ini!," ucap Ayu dengan nada suara yang tinggi sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela, Ayu malu, hampir saja dia keceplosan tentang keanehannya.
"Kamu kenapa malu sayang?, mas saja tidak malu dengan kamu, jadi tolong jangan sembunyikan apa pun dari mas, dan Mas tekankan sama kamu, apa pun yang kamu ingin tanyakan sama Mas... Mas akan menjawab semampu Mas..., jadi, please, jangan ada yang kamu sembunyikan dari mas!," Reza mencoba menenangkan Ayu, agar tidak merasa tidak diperhatikan.
Reza sesekali mengusap pucuk kepala Ayu yang sejak tadi menghadap ke arah jendela membelakangi Reza yang sedang menyetir.
"Sayang... kamu kenapa?, Mas minta maaf ya, jika menyinggung perasaan kamu!," ucap Reza berusaha mengajak Ayu untuk berbicara
Ayu selalu beranggapan jika apa yang kadang-kadang Dia alami selama beberapa tahun ini, akan hilang dengan berlalunya waktu. Tapi entah kenapa, setiap kali dia di peluk atau terlalu dekat dengan Reza atau pun Abuts, keanehan itu sering muncul, padahal Ayu sudah berusaha menekan keanehan itu agar tidak kambuh.
Reza yang merasa diabaikan oleh gadis kecilnya, terus berusaha mengajak Ayu bercerita, tapi tetap saja Ayu tidak menjawab. Jadi Reza menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran karena mengira Ayu mungkin lapar.
__ADS_1
Reza mematikan mesin mobilnya, lalu turun dari mobil, Dia memutari mobil untuk membukakan pintu.
"Sayang... ayo turun, kita....!," ucapan Reza terputus setelah membuka pintu mobil dan melihat kalau Ayu sedang tertidur pulas.
Reza menurunkan jok mobil agar Ayu merasa nyaman, Dia membuka jaket kulit yang dia pakai sejak tadi siang sebelum menjemput Ayu. Reza menutupi tubuh Ayu agar merasa hangat dalam tidurnya.
"Sayang, kamu pasti sangat lelah hari ini, selamat tidur!," ucap Reza dengan suara pelan sambil mengusap-usap kepala Ayu.
Reza melajukan kembali mobilnya menuju alamat, di mana Ayu tinggal selama ini, karena Ayu tertidur maka dia memutuskan untuk tidak makan malam di restoran. Reza berencana untuk membeli makanan untuk di bawa ke Asrama Ayu.
*** BERSAMBUNG ***
Author ucapkan, banyak terimakasih, atas semua dukungannya, dan mohon maaf karena di bab ini Author hanya bisa Update Enam ratus kata saja 🙏🙏🙏
Sampai jumpa pada bab-bab berikutnya!!!
__ADS_1
jangan lupa dukun terus karya Author 🙏🙏🙏
I LOVE YOU ALL 😘😘😘