
Setelah Reza memberi tahukan mengenai kondisi Nenek Ayu kepada Ichal, Reza juga bertanya penyebab Nenek Ayu bisa sampai terjatuh dan mengakibatkan benturan yang berakibat fatal.
Walaupun Ichal tahu jika semua yang menimpah nenek Ayu adalah murni kecelakaan, tapi Ichal sebagai anak sulung selalu menyalahkan dirinya.
Ichal beranggapan, jika Dia tidak becus menjaga nenek Ayu. Bukan cuma tidak bisa menjaga Nenek Ayu, Ichal juga belum bisa memenuhi keinginan sang ibu.
Ichal belum bisa membawakan ibu nya seorang menantu, setelah ibu Ayu pergi meninggalkan dirinya. Bukan karena Ichal tidak mau lagi mencari pendamping hidup, tapi Ichal ingin, Ayu bisa mandiri dulu, baru Ichal ingin mencari pendamping.
Sebagai Sahabat sekaligus calon menantu, Reza tidak ingin Ichal terus menerus menyalahkan dirinya, atas semua yang menimpah nenek Ayu.
"Aku mau masuk Ke dalam dulu ya, mau tanya suster, apakah ibu bisa di jenguk?". Reza berdiri dari tempat duduknya, dan berpamitan ingin masuk memastikan kondisi ibu nya secara langsung.
Perasaan Ichal tidak tenang, jika belum melihat ibunya secara langsung.
Ichal masuk setelah berpamitan dengan Reza yang duduk di sampingnya.
Setelah meminta ijin kepada Suster yang berjaga di ruangan ICU, Ichal akhirnya bisa bertemu ibunya.
"Kenapa menangis nak..?", Ibu kan sudah merasa lebih baik sekarang!"..Ucap Nenek Ayu berusaha untuk tersenyum di depan Ichal.
Baru kali ini bertemu ibu nya, tapi Ichal sungguh tidak bisa menahan air mata yang tiba-tiba ingin terjun bebas.
"Ini hanya air mata kebahagiaan Bu, Ichal senang akhirnya ibu sudah bisa tersenyum lagi!". Ichal buruh-buruh mengusap air matanya.
"Baru apa kata Nak Reza, apakah dia sudah menghubungi orang tuanya?". Tiba-tiba Nenek Ayu tidak sabar ingin tahu, bagaimana perkembangan tentang permintaannya dengan Reza?.
"Maaf Bu... mungkin Reza belum menghubungi orang tuanya karena ayahnya masih di luar negeri, ada lagi ada pekerjaan di sana..!"..
"Jadi kapan Nak... kamu ingin menikahkan Nur?, ibu takut... tidak... tidak bisa... menyaksikan pernikahan cucu ku...!"..Nenek Ayu memotong ucapan Reza sambil meneteskan air mata.
"Jangan bicara begitu Bu,... ibu harus kuat dan segera pulih, Kasihan Nur Bu... Dia masih sangat butuh kasih sayang dari ibu...!". Ichal berusaha meyakinkannya nenek Ayu. Walaupun dalam lubuk hati yang paling dalam Ichal sendiri sangat takut dan belum siap untuk kehilangan sosok ibunya.
"Maka dari itu nak... ibu ingin... sebelum pergi, Ibu mau....ada seseorang yang bisa menjaga dan menyayangi Ayu!". ucap Nenek Ayu masih terisak.
"Maafkan Ichal ya Bu... karena Ichal belum bisa membahagiakan ibu...!". Ichal meneteskan air mata sambil menggenggam tangan nenek Ayu.
"Kamu tidak salah apa-apa Nak... dan ibu sudah sangat bahagia dengan kehidupan nenek selama ini!". ucap nenek Ayu dengan wajah sendu.
Setelah beberapa menit berbincang-bincang dengan nenek Ayu, Ichal berpamitan keluar dari ruangan.
Ichal membiarkan ibunya istrahat karena Ichal tahu ibunya belum bisa terlalu banyak pikiran, apalagi saat ini kondisi nenek Ayu belum stabil.
Dokter sudah menyarankan agar, Ichal jangan membiarkan nenek Ayu, memikirkan hal-hal yang berat dan jangan terlalu lama diajak berbicara.
Tapi Ichal tidak bisa menahan diri untuk tidak menemui nenek Ayu, apalagi yang menemui dokter setelah pemeriksaan adalah Reza. hal ini membuat Reza semakin merasa bersalah sebagai anak.
__ADS_1
Ichal keluar dari ruangan ICU dan kembali duduk di dekat Ahmad.
"Bagaimana kondisi ibu anda Pak...?". Ahmad bertanya setelah Ichal duduk di sampingnya
"Ibu saya sudah lumayan... sudah ada kemajuan...!". jawab Ichal dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Syukurlah Pak... mudah-mudahan ibu anda cepat pulih!".
"Aamiinn... Terimakasih kasih dek... tapi ngomong-ngomong... Kita belum berkenalan...!". Ichal baru sadar jika pria yang dari tadi duduk di depan ruangan nenek Ayu belum berkenalan dengan dirinya.
"Oh... Saya Ahmad Pak... anaknya Pak Supri, supir pribadi Mas Reza!". Jawab Ahmad memperkenalkan dirinya.
"Salam kenal Mas... dan terima kasih sudah mau datang ke rumah sakit!".
"Iya pak... sama-sama!". Jawab Ahmad malu-malu.
Sebenarnya Ahmad datang ke rumah sakit karena di suruh oleh ayahnya untuk menemui Reza.
"Reza kemana?". Ichal bertanya setelah tersadar jika Reza tidak ada di depan ruangan ICU.
"Tadi Mas Reza... mau ke luar dulu mencari Ayu Pak...!". jawab Ahmad menjelaskan.
Reza pergi mencari keluar untuk mencari Ayu karena dari tadi Ayu belum balik-balik ke rumah sakit, padahal waktu sudah hampir petang.
Setelah menyusuri jalan di depan rumah sakit, Reza duduk sebentar di kafe untuk minum kopi. Reza sudah hampir tiga puluh menit menyusuri jalan dan taman yang ada di luar area rumah sakit, tapi belum menemukan sosok gadis yang dia cari.
"Kemana gadis ini pergi?". tanya Reza dalam hati.
***
Di tempat lain, Tepatnya di taman rumah sakit, Seorang gadis cantik dan imut sedang duduk sendirian di depan kolam ikan hias.
Ya... Ayu saat ini sedang duduk sendirian menenangkan pikirannya yang bercabang entah kemana?.
Sudah hampir satu Minggu, Ayu meninggalkan sekolah dan kembali ke kampung halamannya karena neneknya sedang sakit.
Saat ini Ayu tidak tau harus berbuat apa, karena neneknya sakit, sementara Ayu hanya punya nenek yang dia anggap sebagai ibu.
Ayu sangat takut jika ada sesuatu yang terjadi dengan neneknya. Ayu belum siap jika ditinggal oleh sang nenek, apalagi Ayu selalu merasa dirinya masih kecil. Sementara Ayahnya kerja di tempat yang jauh dari sekolah nya.
Memikirkan semua tentang nenek, ayah dan pendidikannya, membuat Ayu merasa kepalanya mau pecah.
Hanya taman lah tempat yang bisa membuat Ayu merasa nyaman sedikit.
Ayu tidak tau mau berbagi cerita dengan Siapa lagi?, sebenarnya, Ayu tadi ingin bercerita dengan Reza, tapi melihat Reza memejamkan mata, membuat Ayu mengurungkan niat dan memilih untuk pergi jalan-jalan sebentar.
__ADS_1
Ternyata setelah jalan-jalan di luar rumah sakit, tidak membuat Ayu merasa lebih lega. Ayu malah merasa bingung karena tidak tau mau pergi kemana?.
Sebenarnya Ayu tidak tau lokasi area rumah sakit tempat nenek nya di rawat, karena dari dulu Ayu jarang keluar dari kampung. Boleh di kata Ayu ada gadis Kampung dan kutu buku😀😀😀
***
Setelah menghabiskan kopi pesanannya, Reza Kembali memasuki area Rumah sakit.
Berharap orang yang Dia cari sudah ada di dalam. Tapi karena lupa membeli makan malam, Reza berjalan ke arah kantin rumah sakit.
Reza tidak sengaja melihat sosok yang dia cari, setelah melewati taman rumah sakit sebelum sampai di kantin. Reza melihat Ayu sedang duduk sendirian, dengan langkah yang pasti Reza berjalan mendekati gadis yang Dia yakini itu adalah Ayu.
"Sayang... kamu lagi buat apa disini...?". tanya Reza setelah sampai di belakang Ayu.
Ayu yang mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya, langsung membalikkan badan.
"Mas... Mas Reza...!". Ucap Ayu sambil menundukkan wajah.
Ayu mengira, Reza akan marah karena pergi saat Reza sedang tertidur.
"Sayang... kenapa kamu pergi lama sekali...?". Reza memeluk Ayu dengan erat.
Reza sangat takut, jika ada sesuatu yang menimpah gadis kecilnya.
"Jangan pergi lagi jika Mas sedang tidur ya... apalagi kamu pergi sendirian!". Reza melepaskan pelukannya, lalu memegang kedua pundak Ayu.
"Maafkan Ayu Mas...!". ucap Ayu masih menundukkan kepala.
"Tidak apa-apa sayang... tapi lain kali jangan di ulang ya... Mas tidak mau kehilangan kamu!". ucap Reza sambil memegang dagu Ayu agar bisa melihat wajahnya.
Reza dan Ayu berjalan bersama kembali ke depan keruangan ICU setelah membeli makan malam.
"Mas Reza... Pak... Nona... kalau begitu Saya pamit pulang dulu, karena waktu sudah hampir malam!". Ahmad bangkit dari duduknya untuk berpamitan setelah memastikan Reza dan Ayu sekeluarga baik-baik saja.
"Eh... maaf... Mas inikan yang tadi ketemu Aku di depan rumah sakit ya?". tanya Ayu baru teringat kejadian tadi siang.
"Iya Nona...!". jawab Ahmad sebelum pergi meninggalkan mereka semua.
"Kamu dari mana Nak... kenapa lama sekali?". tanya Ichal menghampiri putrinya dan duduk di sampingnya.
"Maaf Ayah...
"Anandita tadi ada di taman Mas... Aku lihat dia di depan kolam ikan tempat Mas duduk tadi pagi!". Reza yang menjawab pertanyaan Ichal.
*** BERSAMBUNG ***
__ADS_1