Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Cerita Nenek


__ADS_3

Ayu berdiri dengan wajah yang bingung karena Reza semakin dekat dengannya,


"Baik-baik disini ya sayang... sampai ketemu di Jakarta", ucap Reza sambil mengelus rambut gadis kecilnya.


Sementara Ayu berdiri mematung karena mengirah dirinya akan dipeluk oleh Reza, Dia sangat gugup,


"aduh Aku pikir apa sih?... Ayu sadar, kamu masih kecil", gumam Ayu dalam hati,


"Sayang kenapa bengong?... Mas pamit dulu ya," kata Reza sebelum membuka pintu mobil.


"iya Mas, hati-hati di jalan, dan terimakasih banyak sudah memberikan Ayu handphone, padahal Ayu kan tidak terlalu butuh handphone, Ayu akan jaga baik-baik," ucap Ayu dengan wajah sendu,


"iya, jangan sungkan hubungi Mas kalau kamu lagi butuh teman curhat, kamu bisa berbagi cerita dengan Mas," kata Reza kembali menghampiri Ayu


"Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum...! kata Reza lagi sambil mengulurkan tangannya,


Ayu yang melihat Reza mengulurkan tangan, spontan menyalami Reza sambil mencium tangan laki-laki yang konon akan menjadi suaminya,


"gadis pintar...," ucap mas Reza tersenyum bahagia, Dia tidak menyangka kalau Ayu akan membalas uluran tangannya,


Reza memasuki mobil dan menurunkan kaca spion, sebelum berangkat, Dia melambaikan tangan dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah Ayu.

__ADS_1


Ayu terus melihat mobil Reza, sampai mobil itu hilang di ujung jalan, kemudian Ayu melangkahkan kaki kembali ke rumah nenek,


Sementara nenek hanya melihat cucunya dari jendela rumah, Dia tidak ikut mengantar Reza sampai ke mobil, Dia ingin memberikan waktu kepada Reza dan Ayu, siapa tahu mereka akan menyampaikan sesuatu.


Ayu kembali memasuki rumah dan mendapati neneknya masih berdiri di dekat jendela,


"Nenek ... Aku mau tanya, boleh tidak? tanya Ayu kepada neneknya, Dia sangat penasaran dengan kisah dirinya, kenapa sampai Dia dijodohkan dari kecil?


"Iya nak, sini duduk dulu, kita bicara disini!," ucap nenek sambil duduk di kursih yang ada di ruang tamu,


"memangnya kamu mau bicara apa nak?" tanya penasaran karena melihat wajah Ayu yang serius,


Ayu duduk di samping, kali ini rasa penasarannya harus diselesaikan,


"Sebenarnya nenek juga tidak terlalu tau nak! karena waktu itu nenek juga jarang-jarang berada di rumah sakit, yang jaga kamu di rumah sakit adalah ayah kamu dan Reza, sampai Reza bermalam dua malam menemani kamu," kenang nenek


"Ayu penasaran Nek, bukannya Mas Reza itu orang Jakarta ya? baru kenapa bisa bersahabat dengan ayah Aku Nek?" tanya Ayu lagi


"Oh... itu!.


"Dulu ayah kamu kerja di Jakarta, jauh sebelum bertemu dengan ibumu, dan di tempat kerja itulah ayah dan ibumu ketemu, kemudian menikah, tapi setelah kamu lahir ayah kamu di PHK dari kerjaannya, setelah dia keluar dari tempat kerjanya Dia bekerja di perusahaan ayah Reza, bahkan ayah kamu tinggal bersama nak Reza di rumahnya karena kedua orang tuanya sangat sibuk dan jarang sekali berada dirumahnya, sementara Reza waktu itu baru lulus sekolah dasar, makanya Reza mengajak ayah kamu tinggal di rumahnya", ucap nenek menceritakan yang Dia tau,

__ADS_1


"Lalu... kenapa ayah bisa sampai kerja di Papua, kenapa tidak kerja di perusahaan ayahnya Mas Reza Nek?," tanya ayu


"itu karena ayah kamu tidak ingin berhutang Budi terlalu banyak kepada keluarga nak Reza", jawab nenek


"baru sejak kapan Aku di jodohkan dengan mas Reza Nek? bukannya ayah sebentar saja kerja sama keluarga Reza ya?," tanya Ayu lagi


"Sejak kamu keluar dari rumah sakit nak! yang nenek tahu, Reza sejak menemani kamu di rumah sakit, dia sangat perhatian dan langsung tertarik dengan darimu, itu kata ayah kamu, tapi waktu ayah kamu menyampaikan hal itu sama nenek, nenek hanya senyum-senyum karena menganggap itu hanya perasaan sesaat anak-anak seusia nak Reza, tapi tau-tau sampai sekarang dia serius dengan hubungan kalian!," jawab nenek dengan wajah yang ceria


"nenek tau dari mana kalau Mas Reza serius dengan Aku?," tanya Ayu karena dia melihat wajah nenek yang senyum-senyum seperti mengejek dirinya


"nenek taulah nak, nenek kan pernah mudah juga!," kata nenek sambil berdiri dari tempat duduknya,


"ih nenek apa-apaan sih Ayu masih kecil Nek, nenek masih mau sekolah dan ingin kuliah," kata Ayu manja-manja di lengan neneknya,


"Iya kamu sekolah yang benar ya nak!,"


"nenek masak dulu ya, untuk makan siang, dari tadi nenek belum masak," ucap nenek sebelum menuju dapur


"Biar Ayu aja Nek, nenek istrahat saja!", ucap Ayu mengikuti langkah neneknya


Nenek menurut saja apa kata cucunya, Dia masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang sudah usang,

__ADS_1


"nenek hanya bisa berdoa, mudah-mudahan kamu dapat jodoh yang pengertian nak!", gumam nenek dalam hati.


__ADS_2