
Setelah Reza berbincang-bincang dengan dokter Farah, yang merupakan Kakak sepupunya juga. Reza berdiri dari tempat duduknya menuju Ranjang pasien tempat Ayu di periksa..Reza memperhatikan dari kejauhan kalau gadis kecilnya sudah mulai membuka matanya.
"Sayang... kamu sudah bangun?," tanya Reza setelah sampai di dekat Ayu.
"Iya Mas... ini Aku ada di mana ya?," ucap Ayu sambil melihat-lihat ke segala sisi ruangan yang dominan dengan tembok cat putih bersih.
"Kamu di rumah sakit sayang... ini di dalam ruangan Dokter, tadi kamu kurang sehat jadi Mas bawah ke rumah sakit, dan setelah dokter Farah memberi suntikan, kamu tertidur!," Reza menjelas kejadian yang dialami Ayu.
"suntikan?... Suntikan apa Mas?," tanya Ayu merasa takut dengan nama suntikan.
"iya kamu tadi di beri suntikan sama dokter Farah karena napas kamu memburuh Dan denyut jantung kamu terlalu cepat sayang!," Reza dengan sabar menjelaskan kejadian yang menimpah gadis kecilnya,
Ayu terdiam setelah mendengar penjelasan Reza, tapi dalam hati dia juga bingung dengan keadaan yang dialami dirinya sejak beberapa tahun terakhir ini?.
"Aku sakit apa sih sebenarnya?, Ayu bertanya-tanya dalam hati.
"Selamat Sore menjelang petang Nona, apa ada yang sakit,?," Dokter Farah bertanya sambil duduk di Ranjang pasien dekat Ayu,
"So... sore ibu dokter!, Aku sudah agak mendingan Dokter, lagian Aku sudah biasa seperti ini dokter!," Ayu berusaha jujur atas apa yang dialami selama lebih 3 tahun ini.
"kamu sering mengalami sakit seperti ini?," tanya dokter Farah heran dan memastikan kalau dirinya tidak salah dengar, karena gejala sakit yang dialami gadis kecil yang di bawah oleh sepupunya, menurut pengalamannya sebagai Dokter, penyakit ini tidak biasa, walaupun dirinya belum bisa memastikan penyakit apa yang di alami oleh Ayu, karena Dokter Farah masih Dokter Umum, Dia belum mengambil Spesialis, tapi Dia akan berusaha mencari tahu tentang penyakit gadis kecil sepupunya.
Reza yang juga duduk di dekat Ayu dan dokter Farah hanya diam mendengarkan, Sebenarnya Reza sangat khawatir dengan kondisi Ayu barusan karena ini untuk yang kedua kalinya dirinya melihat langsung gadis kecilnya seperti ini, tapi Reza juga tidak tahu harus berbuat apa, dan tadi kebetulan dia lewat dan melihat ada rumah sakit jadi dia memutuskan untuk membawa Ayu untuk memeriksa kondisinya.
"Maksud nona Ayu... sering mengalami seperti ini apa ya?, mungkin sebagian sesama perempuan kamu bisa menceritakan apa yang sering kamu alami!," Dokter Farah penasaran dengan kata-kata gadis kecil sepupunya, jadi dia berusaha untuk mencoba lebih dekat dengan Ayu,
"Ah... lupakan saja ibu Dokter... !," Ayu malas untuk menceritakan tentang dirinya yang memiliki keanehan jika terlalu dekat dengan laki-laki dewasa,
"Ko... dilupakan sayang...! bicara aja, jangan disembunyikan, Mas takut kamu kenapa-napa!," Reza tiba-tiba berbicara karena melihat Ayu enggan untuk membicarakan penyakit nya,
__ADS_1
"Sudahlah... Mas, menurut Ayu... ini tidak serius Ko, Ayu sudah beberapa kali mengalami hal seperti ini, dan setelah beberapa menit penyakitnya sembuh sendiri Mas, Tampa Ayu minum obat, cukup Ayu istrahat sebentar!," Ayu berusaha menjelaskan tentang kondisinya karena jujur dirinya malas membahas tentang penyakitnya hari ini.
Ayu merasa hari sangat melelahkan dan hanya satu yang Dia inginkan untuk saat ini, yaitu pulang ke Asrama dan merebahkan tubuhnya yang lelah, dan berharap bertemu dengan serta berbincang ria dengan sahabat nya Manda.
"Aduh... rasanya tidak sabar...!," gumam Manda dalam sambil senyum-senyum membayangkan dirinya bersenda gurau dengan sahabatnya.
"Sayang kamu tidak sabar apa?," Reza bertanya karena heran melihat Ayu senyum-senyum setelah berbisik "Tidak sabar".
"Oh... eh... itu Mas... Ah... lupakan saja, ayo kita pulang!," ucap Ayu terbata, Dia tidak tahu harus menjelaskan apa karena tadi dia tiba-tiba melamun tidak jelas, dan ternyata Reza dengar.
"Hello... Dasar adik durhaka lho, ini ada kakak sepupu Lho, sekaligus sebagai dokter di sini tapi kalian abaikan...!," Dokter Farah tiba-tiba bersuara karena merasa tidak dianggap oleh pasien dan adik sepupunya Reza.
"Eh... maaf Dokter!," ucap Ayu tidak enak hati
"Tidak apa-apa... Aku bercanda Ko, santai saja, oh... ya... perkenalkan, Aku Dokter Farah Arzetty, dan... Aku kakak sepupunya cowok sok ganteng di samping kamu ini!," Dokter Farah memperkenalkan dirinya sambil menepuk bahu Reza yang duduk di sampingnya, lalu berdiri menuju meja tempat kerjanya, meninggalkan Reza dan Ayu berdua di ranjang pasien.
Ayu hanya senyum-senyum melihat apa yang dilakukan Dokter Farah dengan Reza.
"Iya sayang!... Dokter Farah itu keponakan mama Aku dan Dia kerja disini, bagaimana, kamu bersedia kan jadi pasiennya, jika kamu sakit?," jawab Reza serius, berharap Ayu mau lebih terbuka Dengan dokter Farah tentang penyakitnya, seperti yang dokter Farah minta.
"Lain kali saja ya Mas!... sekarang kita pulang ya!," Rengek Ayu, agar Reza mau membawanya segera ke asrama,
"Tapi... kamu serius sayang, tidak apa-apa?," tanya Reza memastikan
"Iya... Aku tidak apa-apa Mas, Aku baik-baik saja!," jawab Ayu serius sambil berdiri dari dilantai.
"tapi... tadi kamu sakit sayang... dan mas, sangat takut, lagian kamu aneh tadi sayang? tiba-tiba kamu peluk Mas sangat erat, sampai Mas agak kesusahan bernapas, untuk mobilnya Mas sudah parkir, coba kalau tadi posisi Mas masih menyetir, bagaimana coba?," Reza mencoba menjelaskan tentang kondisi Ayu sebelum diberikan suntikan oleh dokter Farah.
"masa sih Mas?, separah itu?," Ayu balik bertanya, karena yang dia ingat, Dia memeluk Reza tidak erat hanya sekedar mencari kenyamanan, dan entah mengapa bau parfum Reza lumayan membatu.
__ADS_1
"Iya sayang... tapi tidak apa-apa sih, Mama's senang kamu peluk!... atau... kamu masih mau memeluk Mas?," Reza menggoda Ayu
"Ih... mas, apa-apaan sih, malu tau!," ucap Ayu malu-malu, sambil meninggalkan Reza yang masih betah duduk di atas ranjang pasien.
Ayu berjalan menuju meja kerja dokter Farah, Dia ingin segera berpamitan dengan kakak sepupu Reza.
Melihat Ayu sudah duduk di depan Dokter Farah, Reza menghampiri mereka berdua.
"ibu dokter... Ayu tidak apa-apa kan? dan tidak ada yang serius kan dengan penyakit Aku?," Ayu bertanya dengan raut wajah yang serius karena sebenarnya Dia juga takut dengan kondisinya yang seperti ini, makanya sejak Ayu mengalami keanehan ini, waktunya banyak dia habiskan hanya di kamar saja, Dia jarang kumpul-kumpul dengan teman-temannya, karena jika dia berdekatan dan disentuh anggota tubuhnya dengan laki-laki dewasa, keanehan nya tiba-tiba muncul dan itu sangat tidak nyaman buat dirinya.
"Sebenarnya... Aku tidak bisa mengatakan tentang kondisi kamu Nona Ayu, karena jujur penyakit ini bukan keahlian Aku, tapi kalau kamu mau dan ada waktu? kamu bisa Aku berikan rujukan untuk bertemu dokter spesialis penyakit dalam, karena Dokter itu yang lebih tau tentang penyakit kamu!," Dokter Farah berusaha menjawab dan memberikan solusi yang terbaik, bagaimana pun Ayu adalah satu-satunya gadis yang dekat dengan adik sepupunya saat ini.
Bahkan Reza tidak jarang menjadi bahan gunjingan para ibu-ibu arisan dan wanita-wanita teman kuliah Reza dan dirinya, mereka mengira Reza adalah pria penyuka sesama jenis.
"Oh... begitu ya Dokter!, terimakasih banyak ya dokter, nanti Aku pikir-pikir dulu ya!," ucap Ayu sendu.
"Serius banget sayang....!," tiba-tiba Reza merangkul Ayu dan duduk di sampingnya
"Reza... jangan mesum lho!... ini ada Kakak Sepupu lho di depan, dasar adik durhaka lho...!," Dokter Farah tiba-tiba melempar Reza dengan pulpen yang dari tadi dia pegang.
"Maaf Kak...!," ucap Reza senyum-senyum
"kalau begitu Aku pamit dulu Dokter, sepertinya Aku sudah harus balik ke Asrama!," Ayu berpamitan kepada dokter Farah, Dia sangat Malu dengan kelakuan Reza didepan Dokter Farah.
*** BERSAMBUNG***
Author ucapan... terimakasih banyak karena sudah berkenan mampir dan membaca karya author...
jangan lupa ... dukun terus karya Author ya🙏🙏🙏
__ADS_1
sampai ketemu di Bab selanjutnya ✋✋✋
I LOVE YOU ALL 😘😘😘