
Setelah pamit dengan Pak supir yang mengantar dirinya ke bandara, Ayu bergegas naik kelantai dua ruang tunggu keberangkatan.
Sebelum duduk di kursi ruang tunggu dekat gate tiga, Ayu berdiri sebentar melihat-lihat kursih yang menurut Dia nyaman dan tidak terlalu full.
Ayu duduk di kursih samping jalan menuju tempat cek tiket, karena ditempat itu tidak banyak orang dan paling dekat dengan jalan keluar menuju lorong menuju pintu pesawat.
"Hai Ayu... apa kabar?," sapa seseorang dari belakang Ayu, karena mendengar ada yang memanggil namanya, Ayu menoleh dan melihat seorang pria dan wanita cantik dengan seorang bayi di gendongannya berdiri tepat di sampingnya,
"Iya Saya Ayu, maaf ini dengan siapa ya?," tanya Ayu berusaha, Dia berdiri sambil mensejajarkan dirinya di samping wanita dan pria yang menyapanya barusan,
"Oh, perkenalkan nama Aku Ardi, Aku temannya Abuts Afrisal, senior kamu di sekolah, Aku juga salah satu Siswa di Jakarta, tapi bukan di sekolah kamu," ucap laki-laki yang bernama Ardi memperkenalkan dirinya karena melihat gadis yang berdiri disampingnya bengong. Dia tidak mau membuat gadis incaran sahabatnya merasa risih dan tidak nyaman dengan dirinya,
"Iya Mas, salam kenal, tapi ko mas Ardi bisa tau nama saya dari mana ya?, dan mohon maaf, Mba yang ini siapanya Mas Ardi?," tanya Ayu heran sambil menunjuk wanita yang sedang menggendong bayi di sampingnya,
"Oh... perkenalkan, ini Mba Narti, kakak Aku!," jawab Ardi memperkenalkan wanita disampingnya
"Salam kenal Mba Ayu," ucap Kakak Ardi sambil mengulurkan tangannya ke Arah Ayu,
"Maaf... Aku harus angkat telpon,' ucap Ayu berpamitan ingin mengangkat telpon agak jauh dari keramaian, Dia tidak enak dilihat orang menerima telpon.,
"Assalamualaikum Mas," Ayu mengawali pembicaraan, setelah menggeser tombol hijau di ponsel miliknya,
"Waalaikum salam sayang, kamu lagi di mana ini?," tanya Reza basa-basi untuk mengawali pembicaraan dengan gadis kecilnya,
"Aku lagi di ruang tunggu keberangkatan Mas," jawab Ayu singkat, karena sekarang ini posisinya lagi berada di depan cermin kamar mandi wanita, Dia berusaha berbicara dengan nada kecil agar tidak menggangu orang lain yang berada ditempat itu,
__ADS_1
"Mas minta maaf ya sayang, sebentar Mas tidak bisa jemput di Bandara, karena mas lagi ada rapat penting dan tidak bisa diwakilkan!," ucap Reza menyesal karena tidak bisa memenuhi janjinya,
"Iya Mas, tidak apa-apa, lagian Ayu sudah besar dan bisa naik taksi dari bandara," Ayu juga merasa tidak enak hati karena sudah dua kali Reza menelpon dan hanya menyampaikan kalau dia tidak bisa menjemput dirinya di Bandara hari ini, padahal dirinya juga tidak berharap banyak kalau Reza meluangkan waktu untuk dirinya.
"Hati-hati ya sayang, nanti Mas telpon lagi kalau sudah selesai rapat...
Sudah dulu ya, 30 menit lagi Mas sudah mau pergi ke ruang rapat," ucap Reza sebelum mengakhiri telponnya,
"Iya Mas, terimakasih atas perhatiannya, Assalamualaikum!," Ayu mengakhiri telponnya.
Setelah menerima telpon, Ayu menyimpan handphone di dalam ransel yang dia bawah dari rumah, Setelah merasa Aman Dia kembali ke tempat duduk yang tadi dia duduki, dan betapa kagetnya Ayu melihat ada seorang pria yang duduk satu deretan tempat duduk dengan dirinya,
"Hai... Sini duduk, kenapa cuma berdiri saja?," ucap pria tersebut karena melihat Ayu hanya berdiri dan bengong seperti melihat hantu di siang hari,
"Oh.... eh... iya Kak...!," jawab Ayu terbata-bata karena hari ini banyak sekali peristiwa yang tak terduga dia alami, mulai dari Pak Supir yang memeriksa handphone nya, kemudian ada laki-laki yang dia tidak kenal tiba-tiba menyapanya, dan Sekarang..., setelah menerima telpon dari tunangan masa kecilnya dia hendak kembali ketempat duduk, malah bertemu dengan Kakak senior yang banyak di idolakan oleh siswi-siswi di sekolahnya.
Ayu menghirup udara pelan dari hidungnya, lalu menghembuskan pelan keluar lewat mulutnya untuk menghilangkan rasa grogi yang ada pada dirinya, Dia melangkah sambil tersenyum menuju tempat duduk yang tadi dia duduki sebelum pergi mengangkat telpon.
"Aku baik ko Kak, maaf... tadi aku hanya kaget karena sebelumnya kakak tidak ada disini, malah tadi kalau tidak salah... yang ada di sini itu kak Ardi sama kakaknya?," ucap Ayu sambil mengingat-ingat kejadian sebelum di pergi untuk mengangkat telpon,
"Oh... itu... Aku memang baru datang, tadi mobil yang Aku tumpangi kena macet," jawab Abuts menjelaskan agar Ayu tidak bingung,
"Oh... gitu ya!," Ayu menanggapi singkat sambil mengarahkan pandangannya ke kanan dan ke kiri seperti mencari seseorang,
"Kamu lagi menunggu siapa Yu?," tanya Abuts karena melihat Ayu seperti mencari seseorang,
__ADS_1
"Ah... tidak ada Kak, cuman lihat-lihat saja, siapa tau ada orang yang Aku kenal!," balas Ayu sambil senyum-senyum simpul karena ternyata dia ketahuan seperti sedang mencari seseorang,
Sebenarnya Dia tidak menunggu atau mencari seseorang, hanya saja Dia merasa tidak nyaman duduk satu bangku dengan kak Abuts, Ayu takut perasaan aneh yang biasa dia rasakan akan timbul lagi, seperti saat Abuts memegang tangannya di rumah pembina Asrama waktu itu, jadi, kali ini dia berencana mencari bangku kosong untuk pindah tempat duduk.
"kirain kamu mencari Ardi?," tanya Abuts basa-basi,
"Oh... iya Kak... kak Ardi tadi kan ada disini sama kakaknya, sekarang mereka ada di mana, ko Aku sudah tidak lihat ya?," tanya Ayu heran, Dia baru ingat kalau tadi ada Ardi, kakak dan adiknya di bangku yang sama dengan dirinya,
"Ardi sama Kakaknya pergi ke tempat bermain, ajak keponakannya, kenapa kamu tanyakan Dia sih?," Reza menjawab dengan nada yang agak kesal karena Ayu malahan mencari orang yang baru dia kenal, padahal dirinya dari tadi berusaha mengajak Ayu berbicara dengan santai.
"Tidak apa-apa sih Kak, cuman mau tanya aja!," jawab Ayu singkat sambil berusaha menetralkan perasaannya.
"Yu... bagaimana liburan kamu, asyik kan?," tanya Abuts, kembali berbasa-basi,
"Alhamdulillah, asyik Kak," jawab Ayu singkat,
"Hai AYu...! sudah telponnya?," tanya Ardi tiba-tiba muncul dari belakang Ayu,
"iya, sudah Kak!," jawab Ayu singkat
"Kamu punya handphone Yu?," tanya Abuts penasaran,
"oh... ti... Bu... kan handphone Ayu Kak!," jawab Ayu bingung, Dia tidak tahu harus jawab apa,
"Baru... tadi handphone yang kamu keluarkan dari ransel, handphone siapa Yu?," tanya Ardi bingung dengan jawaban Ayu barusan, ditambah dengan raut wajah Ayu yang menjawab seperti orang yang menyembunyikan sesuatu.
__ADS_1
"Sudah ya, Tidak USA tanya-tanya soal handphone dan yang pasti itu bukan handphone Ayu, titik...!," ucap Ayu dengan nada penuh penekanan, sampai Abuts dan Ardi bingung dengan ucapan Ayu.