Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Berharap Semua Itu Hanya Mimpi


__ADS_3

Ayu terus ikut di belakang Reza dan berhenti ketika sudah sampai di depan sebuah kamar yang pintunya terbuat dari kayu jadi. Ayu melepaskan genggaman Reza ketika Reza mengetuk pintu dan memberi salam.


"Kenapa di lepas sayang...?". tanya Reza berbalik kepada Ayu.


"Tidak ada... Mas... boleh Tidak, Aku tidak usah masuk ke dalam?". Ucap Ayu dengan perasaan tidak enak.


Ayu melepaskan genggaman Reza karena merasa Ibu mertuanya itu belum mau menerima dirinya sebagai istri Reza.


Bagaimana pun, Ayu sadar diri, mana mungkin orang sekaya orang tua Reza, mau menerima dirinya yang miskin dan masih berstatus pelajar menjadi menantu di rumah nya?, Di tambah lagi, Ayu semakin tidak enak hati, karena sejak tadi siang, Dirinya dan Reza sudah sampai di rumah utama Orang tua Reza, tapi baru sekarang Dia menemui ibu Darti, padahal Ayu sudah dengar, jika Ibunya Reza sedang tidak enak badan.


"Kenapa tidak langsung masuk aja nak...?, mungkin mama kamu lagi di kamar mandi atau lagi tertidur, Ayo sini masuk saja!". Tanya pak Susilo ketika sampai di depan pintu kamar Reza dan melihat anak dan menantunya masih berdiri di depan pintu.


Pak Susilo membuka pintu kamar setelah meletakkan nampan yang berisi makanan.


"Assalamualaikum Mah...!". Ucap Reza dan di ikuti Ayu yang masuk paling terakhir.


Ayu melihat, Mama Reza sedang berbaring di atas sebuah tempat tidur lumayan besar dan sangat mewah. Tapi Ayu agak sedikit mengerutkan dahi ketika memasuki kamar itu karena wangi kamarnya, sama dengan bau parfum Reza, ditambah lagi, di dalam kamar yang di tempati mama Reza saat ini, banyak sekali koleksi mobil dan motor mainan yang sangat mewah terpajang di dinding.


karena gugup, Ayu hanya berdiri agak jauh dari tempat tidur ibu mertuanya. Ayu hanya memperhatikan Reza yang mendekati mamanya yang sedang berbaring.


Ayu juga heran, kenapa ibu mertuanya itu cepat sekali tidur?, padahal jam yang terpasang di dinding kamar baru menunjukkan pukul dua puluh kurang lima belas menit.


Jadi Ayu berpikir, ibu mertuanya itu benar-benar sakit parah.


Melihat Reza terus berbicara, tapi ibu Darti belum membuka matanya, membuat Ayu sedikit merasa takut. Tiba-tiba Ayu teringat dengan mendiang sang Nenek yang menutup mata untuk selamanya.


Tampa sadar Ayu maju dan melihat ibu Reza dari dekat.


"Syukurlah... !". Gumam Ayu tanpa sadar


"Ada apa sayang...?". tanya Reza dan menoleh kebelakang setelah mendengar gumaman Ayu.


"Ah... itu... tidak apa-apa Mas...!". Jawab Ayu gugup, karena tidak mungkin Ayu jujur, jika tadi di mengira, ibu mertuanya itu meninggal dunia.


Setelah memastikan ibunya Reza masih bernapas, Ayu mundur kembali di tempatnya semula karena takut jika tiba-tiba ibu mertuanya itu bangun dan marah setelah melihat Ayu ada di kamarnya.

__ADS_1


"Mas....Aku keluar dulu ya!". Pamit Ayu benar-benar takut ibu Darti melihat dirinya.


Melihat Ayu seperti orang yang sedang gugup, akhirnya Reza menganggukkan kepala, tanda bahwa Dia mengijinkan istrinya untuk keluar.


"Uh...


Ayu menghembuskan napasnya dengan kasar setelah keluar dari kamar.


Sementara di dalam kamar, Ibu Darti sudah membuka matanya setelah memastikan Ayu sudah keluar, Ibu Darti belum ingin melihat menantunya itu, makanya Ibu Darti sengaja memejamkan matanya sampai benar-benar mendengarkan ada yang keluar dari kamar yang dia tempati saat ini.


"Mah... mama sakit apa?". tanya Reza sambil menggenggam tangan kanan ibu Darti.


Reza tidak merasakan, Jika ibunya itu sedang demam, suhu tangannya normal, makanya Reza bertanya dan ingin mendengarkan langsung, apa yang ingin ibu Darti sampaikan.


"Mama sakit hati Za... kenapa kamu tega menikah... tidak minta restu sama mama?". ucap ibu Darti dengan suara yang lumayan keras disertai suara serak karena menahan emosi.


"Mah... itu bukan salah Reza mah... papah yang melarang dia untuk memberi tahukan mama langsung... karena....


"karena apa pah... karena mama bukan ibu yang baik buat Reza... begitu masuk papa?". Ibu Darti tiba-tiba memotong perkataan ayah Reza tanpa mendengarkan sampai selesai.


Bagaimana pun, Pak Susilo adalah orang yang sudah sangat mengenal watak istrinya itu.


"Sebenarnya Reza mau langsung menelepon mama, tapi papa melarang Dia mah, karena papa tau, mama pasti tidak akan merestui dan pasti akan memarahi Reza mah... padahal, Reza harus melaksanakan pernikahan itu... kan mama tau sendiri kondisinya saat itu... ayah sudah menjelaskan kepada mama kan?". Dengan sabar pak Susilo berbicara dengan lembut untuk meredakan emosi ibu Darti.


pak Susilo terus menggenggam tangan istrinya sambil menyandarkan kepala ibu Darti di bahunya.


"Mama jangan marah lagi sama anak kita ya... kasian dia baru datang dari Makassar, dan mama tidak menyambut anak dan menantunya!". Canda pak Susilo, setelah memastikan ibu Darti sudah tidak emosi lagi.


"Tapi pah... Aku belum siap memperkenalkan gadis itu sebagai menantu mama...!". Ucap ibu Reza sambil memalingkan wajahnya.


"Tapi kenapa Mah...?, menantu kita itu cantik mah... dan Dia juga sangat sopan!". potong ayah Reza tidak mengerti kenapa istrinya berkata seperti itu.


"Pokoknya... kalau mama bilang... belum siap... yah... belum siap pah... jangan memaksa mama, dan kalau bisa... biarkan saja Dia tinggal di asrama, sampai gadis itu menyelesaikan sekolahnya!". Ucap Ibu Darti dengan tegas tanpa memperdulikan perasaan gadis yang berbeda di luar kamar.


Ya... Dari tadi Ayu mendengarkan pembicaraan pak Susilo dan ibu Darti, karena suara mereka cukup besar dan terdengar di luar.

__ADS_1


Dengan hati yang terasa sakit, Ayu berjalan dan meninggalkan kamar yang di tempati ibu Reza. Andai saja... Ayu tahu jalan pulang menuju asrama sekolah nya, ingin rasanya Ayu segera meninggalkan rumah mewah itu. tapi apa daya, Ayu baru kali ini jalan-jalan di ibu kota selain menuju asrama tempat Dia tinggal selama satu tahun ini.


Dengan berbagai pikiran yang ada di dalam otaknya, Ayu berjalan menuruni tangga dan bergegas memasuki kamar yang dia tempati sejak Dia datang di rumah kedua orang tua Reza.


Ayu merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk. Ayu ingin mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa lelah, di tambah pikirannya juga tiba-tiba ikut terasa lelah. Ayu memejamkan mata, berharap setelah Dia bangun, semuanya kembali seperti semula, dan semua kejadian yang terjadi kurang dari dua Minggu ini hanyalah sebuah mimpi.


***


Mendengar ucapan tegas dan tidak terbantahkan mamanya, Reza tidak bisa berbicara apa-apa, bagaimana pun, Reza sadar jika disini Dia memang bersalah.


"Maafkan Reza mah... Reza yang salah, tapi mama jangan membenci Anandita, kasian dia Mah... Sejak bayi sudah ditinggal ibunya dan baru-baru ini nenek yang dia anggap sebagai ibunya juga pergi meninggalkan Dia untuk selamanya...!". Ucap Reza dengan suara yang sangat lembut sambil menggenggam salah satu tangan ibunya.


"Mama tidak membenci Dia Za... mama hanya belum ingin mengakui dia sebagai menantu mama...!". Sekali lagi ibu Darti mengulang ucapannya.


Selesai mengucapkan dan mendengar perkataan ibu Darti, Reza beranjak dari tempat duduk yang dia duduk sejak tadi.


Reza ingin keluar untuk menemui istrinya, karena Reza yakin Ayu pasti mendengarkan pembicaraan ayah dan ibunya barusan.


Reza membuka pintu kamar dan meninggalkan kedua orang tuanya, tapi Reza sedikit lega setelah keluar dari kamarnya dan tidak menemukan Ayu. Reza mengira, jika Ayu tidak mendengarkan perkataan Ibunya.


Dengan terburu-buru, Reza menuruni tangga sambil melirik ke arah ruang keluarga dan dapur, tapi Reza tidak melihat sosok istrinya itu, jadi Dia bergegas masuk ke dalam kamar, dan benar saja Reza menemukan Ayu sedang tertidur diatas tempat tidur sambil memeluk bantal guling.


"Sayang maafkan Mas... !". Ucap Reza sambil mengusap kepala Ayu.


Puas memandangi wajah istrinya yang sedang tertidur, Reza masuk kedalam kamar mandi membersih badannya, dan kembali berbaring di samping Istrinya.


*** BERSAMBUNG ***


Kasian Engga tuh dengan Ayu...???


Terkadang situasi tidak memberi kita pilihan...


Dan terkadang...


walaupun situasinya sulit, kita harus tetap bertahan...

__ADS_1


🤗🤗🤗


__ADS_2