
Tiba-tiba Reza menaikkan tangannya diatas kepala Ayu, Ayu berdiri seperti patung, wajahnya pucat Pasih, sulit untuk digambarkan. mungkin pipinya sekarang seperti kepiting rebus.
Reza memperhatikan wajah polos gadis kecilnya,
"Kamu cantik sekali Anandita", ucap Reza dengan tangan sebelah membelai pipi Ayu.
"maaf... maafkan Aku, telah berani menyentuh kepalamu, ini ada kotoran di rambutmu" ucap Reza sambil memperlihatkan sesuatu yang diambil di kepala gadis kecilnya.
Ayu masih mematung, tidak mengeluarkan satu katapun dari mulutnya, matanya membulat dan tangannya terasa sangat dingin.
Dengan cepat Ayu melepaskan tangannya, setelah Dia sadar dan berjalan cepat keluar dari kamarnya tampa menoleh kebelakang untuk melihat Reza.
Ayu malu dan perasaan anehnya sudah tidak bisa dia tahan, dia berjalan terus sampai turun dibawah rumah karena kamar mandi di rumah Nenek berada dibawah rumah.
Dengan cepat Ayu menuruni tangga hendak ke kamar mandi, tapi tiba-tiba nenek muncul dari belakang rumah dan berpapasan dengan Ayu.
"Kamu kenapa nak? muka kamu merah, kamu baik-baik saja kan?" tanya nenek karena melihat Ayu buru-buru menuruni tangga, Dia khawatir cucunya sakit perut.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa Nek, cuma mau ke kamar mandi aja", ucap Ayu sambil menoleh sebentar ke arah nenek.
Setelah menjawab pertanyaan nenek dia melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi,
*
Di dalam kamar mandi Ayu, mengunci pintu dan mulai membuka baju gamis yang Dia pakai dari kemarin sore, Untungnya Ayu tidak suka memakai B*a, jika mau tidur malam, karena menurut Dia memakai B*a pada saat tidur tidak nyaman dan sesak. jadi setiap mau tidur malam dia membuka B*a-nya.
Kedua tangan Ayu memainkan asetnya yang masih sebesar biji kacang, sedari tadi perasaan itu sudah Dia tahan dan kali ini sudah tidak sanggup dia tahan lagi.
Belum puas dengan permainan nya sendiri, sebelah tangannya membuka pakaian terakhir yang dia miliki, kini Dia sudah seperti anak bayi yang baru lahir dari rahim ibunya, Ayu melihat dirinya didalam cermin berukuran bingkai fhoto sepuluh R yang ada di dalam kamar mandi itu, sambil terus melakukan aksinya.
"...rasanya Aku mau gila..." gumam Ayu dalam hati
*
Sementara diluar kamar mandi, tepatnya didepan pintu, Reza sedang mondar mandir, Dia khawatir gadis kecilnya kenapa-kenapa karena Ayu tiba-tiba melepaskan tangannya dengan kasar dan berlari menuruni tangga, ditambah tadi nenek sempat bertanya
__ADS_1
"Anandita kenapa Nak? Nenek tadi melihat dia buru-buru berjalan masuk kamar mandi dan wajahnya memerah", itu kata nenek yang membuat dia khawatir
"masa sih Nek, tadi Anandita baik-baik saja, mungkin dia mulas Nek" kata Reza menyembunyikan kejadian barusan di dalam kamar Ayu.
"kalau begitu Aku susul Anandita yah Nek, siapa tau Dia masih pusing?" kata Reza berpamitan sekaligus minta ijin dengan nenek.
Dengan cepat Reza menuruni tangga dan kini Dia sedang mondar-mandir di depan kamar mandi, tapi Dia heran karena tiba-tiba mendengar suara seseorang mendesah dari dalam kamar mandi,
Spontan Reza berdiri dan menggedor-gedor pintu kamar mandi, tapi suara ******* dari dalam masih kedengaran.
"Anandita kenapa yah?" gumam Reza, karena suara itu sangat seksi ditengahnya
Dia merasa ada yang aneh di dalam kamar mandi, bagaimana pun Reza adalah Pria dewasa, sebentar lagi dia berulang tahun yang ke dua puluh lima.
"Anandita, kamu kenapa? please buka pintunya, Anandita...Sayang..." Ucap Reza dari luar sambil terus menggedor-gedor pintu kamar mandi.
Tapi tetap saja tidak ada yang menyahut dari dalam. Reza hanya mendengar suara ******* dan suara air keran mengalir sangat deras.
__ADS_1