
Setelah merasa tenang, Ayu memperbaiki posisi duduknya.
"Maaf Pak...!," Ayu malu dan menyesal telah bersandar pada dada bidang pak Arman.
Kepala sekolah melanjutkan kata-katanya, Dia memberi tahukan Ayu semua informasi yang di sampaikan oleh pak Supriadi, Tentang Ayu yang di suruh pulang kembali ke kampung halamannya karena neneknya saat ini sedang sakit.
Ayu yang berusaha menguatkan hati dan perasaannya, tapi tatap saja... air mata itu, susah Ayu bendung, dalam pikirannya terus ada Neneknya, Ayu sangat takut jika terjadi sesuatu dengan neneknya, karena selama ini hanya nenek nyala, yang Ayu anggap sebagai pengganti ibu dan ayahnya.
Hanya nenek keluarga Ayu yang paling dekat dengan dirinya.
"Hari ini juga, kamu harus pulang nak!," Ucap Pak Supriadi dengan wajah sedih.
"Iya Pak., tapi ...!," Ayu hanya mengiyakan ucapan Pak gurunya.
Ayu bingung, harus berkata apa lagi?, karena belum cukup satu pekan Dia di Asrama, tapi ayahnya sudah menyuruhnya untuk pulang lagi, karena Nenek Ayu sakit dan itu permintaan sang nenek.
Dengan langkah gontai, Ayu berjalan keluar dari dari kantor kepala sekolah. Di dalam kepala Ayu, sudah banyak pikiran-pikiran yang sulit dia fahami, mulai bagaimana caranya Dia harus kembali ke kampung nya hari ini?, sementara Dia belum membeli tiket pesawat. Uang yang Ayu punya di dompet saat ini, tidak sampai Lima Ratus Ribu karena memang Ayu tidak pernah punya uang banyak, Uang yang ada di dompet nya saat ini, itu pun pemberian nenek nya dan Reza sebelum Ayu pulang ke Sekolah nya.
Tidak kalau Ayu tidak punya uang banyak karena Ayu memang pergi ke Jakarta bukan untuk bekerja, melainkan untuk belajar dan belajar.
Ayu hanya bisa pulang ke kampungnya satu kali dalam setahun, karena itu sesuai peraturan di Asramanya,
" Siswa-Siswi yang mendapatkan beasiswa, bisa pulang ke kampung halaman dalam satu tahu sekali, karena pihak sekolah dan Asrama memulangkan mereka".
Tapi sekarang, kalau Ayu mau pulang, berarti Dia sendiri yang harus mengusahakan biayaa untuk pulang ke kampungnya.
Ayu tidak konsentrasi berjalan menuju kelasnya, sampai akhirnya, Ayu hampir menabrak guru Biologi yang berpapasan dengan dirinya.
"Ayu... kamu kenapa berjalan seperti orang yang sedang kebingungan?," tanya Ibu Nana setelah hampir di tabrak anak muridnya.
"em... maaf Bu, Ayu tidak lihat!," ucap Ayu merasa bersalah.
"Aku duluan ya Bu...!," ucap Ayu lagi berpamitan kepada guru biologi nya.
Ayu harus pulang cepat ke Asrama, dia harus pulang kampung hari ini. entah bagaimana caranya mendapatkan tiket, tapi Ayu harus pulang, karena neneknya sedang sakit.
Sampai di dalam kelas, Ayu langsung mengambil tas sekolah dan meminta ijin kepada guru yang sedang mengajar di dalam kelasnya.
Semua teman yang ada di dalam kelasnya termasuk guru yang mengajar, dibuat bingung oleh oleh Ayu, karena barusan mereka mendengar di mikrofon, Ayu di panggil ke ruang kepala sekolah, dan sekarang, Ayu datang ke dalam kelas, langsung mengambil tas dan meminta ijin, " Mau pulang duluan".
Ibu guru yang mengajar di dalam kelas Ayu, tidak banyak tanya, dia langsung memberikan ijin, karena Ibu guru melihat dari raut wajah Ayu tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Keluar dari dalam kelas Ayu bergegas menuju Asramanya, Dia berjalan sendiri karena memang belum waktunya untuk pulang sekolah.
Sampai Asrama... Ayu berganti pakaian, lalu mengambil beberapa stel pakaian untuk dia pakai di kampung. Ayu memasukkan semua pakaiannya di dalam Ransel, hari ini Ayu tidak berencana membawah koper.
PIP...PIP...PIP...
Terdengar suara klakson mobil dari depan asrama Ayu.
karena Ayu merasa penasaran, kenapa tiba-tiba ada suara klakson mobil, padahal tidak biasanya ada suara ribut-ribut, jika belum waktunya pulang sekolah?,"
"Ayu Nur Anandita Ichal...?," tanya pak supir yang yang keluar dari mobil setelah melihat Ayu keluar dari asrama.
Ayu mendekati pria yang dia tebak itu seorang supir, karena Ayu melihat dari pakaian yang pria itu gunakan seperti seragam sulit kantor.
"Iya pak... Aku sendiri!," jawab Ayu
"Syukurlah neng... tadi bapak sampai tanya-tanya sama pak sekuriti di pintu gerbang dan pos pengamanan sana, maklum bapak baru masuk ke sekolah ini...!," ucap pak supir senang.
"Oh begitu ya pak..., lantas bapak, ada keperluan apa mencari saya?," tanya Ayu heran,
"Maaf neng... perkenalkan, bapak adalah satu supir kantor pak Reza, dan bapak di tugaskan pak Reza untuk menjemput neng di sekolah ini!," pria itu membenarkan dirinya karena melihat Ayu yang kebingungan.
"Pak Reza... Maksud bapak Mas Reza?," tanya Ayu memperjelas ucapan supir yang datang ingin menjemputnya.
"Oh... kalau begitu tunggu sebentar ya pak...!," ucap Ayu, sebelum masuk kembali ke asrama untuk mengambil barang yang sudah dia siapkan.
Ayu menuju bandara di antar oleh supir kantor Reza setelah berpamitan kepada istri pak Supriadi, salah satu pembina Asramanya.
***
Sampai Bandara...
Ayu masuk ke dalam ruang keberangkatan diantar oleh supir kantor Reza, setelah semua tiket dan urasan lainnya selesai.
"Terimakasih banyak ya pak...!," Ucap Ayu setelah sampai di depan ruang keberangkatan.
"Sama-sama Neng, tidak perlu sungkan, ini bagian dari pekerjaan bapak...!," jawab pak supir yang di utus Reza, sambil tersenyum.
Setelah supir pergi, Ayu baru masuk ke dalam ruang keberangkatan, Ayu duduk termenung, kembali mengingat neneknya yang sedang sakit.
Tiba-tiba Ayu teringat dengan sahabatnya Amanda yang juga sakit dan belu kembali ke asrama.
__ADS_1
"Manda... Aku merindukan dirimu, mudah-mudahan kamu cepat sembuh dan cepat kembali ke Asrama...!," gumam Ayu dalam hati.
Kini saatnya Ayu naik keatas pesawat. Di dalam pesawat, Ayu hanya berdoa " mudah-mudahan neneknya tidak apa-apa!".
Sampai Makassar, Ayu langsung ke luar mencari taksi. Ayu tidak tahu kalau di depan ruang ke datangan sudah ada pak Supri yang menunggu dirinya.
"Ayu Nur Anandita Ichal... sini!," suara pak Supri terdengar memanggil nama lengkap Ayu.
Ayu yang mendengar namanya di panggil, mencari sumber suara, setelah Ayu melihat pak Supri dia mendekati supir pribadi Reza yang ada di kampungnya itu.
"Sini nona tasnya, biar bapak yang bawakan!," ucap pak Supri, ingin mengambil ransel Ayu.
"Biar Ayu aja yang bawah pak... ini tidak berat ko...!," tolak Ayu sopan
"Ayo kita ke mobil bapak...!," Ayu tidak sabar ingin segera melihat kondisi neneknya.
Sepanjang perjalanan menuju kampung, Ayu tidak banyak berbicara dengan pak Supri, karena di dalam pikiran Ayu hanya ada nenek dan neneknya.
"Neneknya Nona sekarang ada di rumah sakit...!," ucap Pak Supri, karena dari tadi dia melihat Ayu hanya melamun, tidak seperti awal dia bertemu, ketika Pak Supri menjemput Reza di bandara waktu itu.
Pak Supri memberi tahukan kalau neneknya ada di rumah sakit, Agar Ayu sedikit merasa lega.
"Kalau begitu kita langsung ke rumah sakit saja ya pak!," ucap Ayu, meminta diantar ke rumah sakit.
"Iya nona...!," jawab pak Supri
"maaf pak... bapak tau dari mana kalau nenek saya sedang sakit dan berada di rumah sakit?," Ayu heran kenapa supir Reza bisa tahu keadaan nenek nya, padahal Ayu tidak satu kampung dengan pak Supri, hanya satu kecematan saja dengannya.
"Oh... itu Non... pak... eh... Mas Reza yang menelpon bapak tadi pagi, Dia menyuruh bapak jemput non, karena nenek nona sakit!," ucap Pak Supri menjelaskan
"Oh begitu ya!," jawab Ayu
"Tapi dari mana Mas Reza tahu, kalau nenek Aku sakit dan sejak kapan dia menelpon semua supirnya untuk menjemput dan mengantar Aku....?," gumam Ayu dengan suara kecil, sungguh Ayu sangat penasaran, karena kata supir kantor yang antar ke Bandara tadi, Reza masih ada di Singapura.
"Nona tidak usa bingung... nanti juga Mas Reza, akan menjawab semua pertanyaan Nona!," Jawab Pak Supri karena mendengar gumaman Ayu.
*** BERSAMBUNG ***
Penasarankan dari mana Reza tau kalau nenek Ayu sedang sakit???
Ikuti terus, kelanjutan Novel Author, dan jangan lupa, berikan dukungan dan komen yang bersifat membangun!!!
__ADS_1
Sampai jumpa pada bab-bab berikutnya 👋👋👋
I LOVE YOU ALL 😘😘😘