Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Tersulut Emosi


__ADS_3

Ayu dan Reza terus mengobrol sampai perjalanan mereka terasa menyenangkan.


"Oh... itu... itu, karena Ayu tidak percaya kalau Mas benar-benar datang menjemput Aku!, bukannya tadi pagi Mas bilang, tidak bisa datang jemput ya?," kata Ayu kembali mengingat ucapan Reza via telepon tadi pagi saat dia di Bandara Makassar.


"Iya sayang, sebenarnya Aku tidak bisa datang jemput kamu, andaikan rapatnya tidak Mas majukan jadwalnya!," jawab Reza sambil senyum-senyum,


"Oh... gitu ya!," Ayu menanggapi dengan cuek,


"Sayang... ko jawaban kamu cuma gitu?, harusnya kamu ucapkan terimakasih sama Aku, calon suami yang siap siaga ini...! Reza menaikkan turunkan alisnya


"Terimakasih Mas, sudah repot-repot jemput Ayu!," jawab Ayu cuek, Dia malas menanggapi ocehan Reza,


***


Di bandara Abuts sudah keluar dari Bandara tapi belum memanggil Taksi.


Kejadian hari ini masih belum bisa dia fahami, kenapa tiba-tiba ada seorang pria dewasa di bandara yang bertingkah sangat romantis dengan gadis yang dia incar?,

__ADS_1


"Apa betul Ayu sudah punya tunangan ya?," Abuts terus bertanya-tanya dalam hati, Dia sampai tidak menyadari kalau dari tadi Ardi ada di belakangnya,


"Bro... kenapa melamun?, mana gadis incaran Lho?," tanya Ardi sambil melihat-lihat ke kanan dan ke kiri.


"Dia sudah di jemput sama pria lain!," jawab Abuts cuek,


"Ah... seorang Pria.... siapa Bro?, bapaknya, atau.... pacarnya?," tanya Ardi


"sepertinya... pria itu bukan bapaknya, karena kelihatannya Dia masih mudah!," jawab Abuts lesu,


"apa?... bukan bapaknya?, berarti... lho kalah cepat Bro!," goda Ardi


"Yah... kalah.... kalah cepat, sama pria itu!," Ardi terus menggoda sahabat nya yang masih nampak tidak bersemangat.


"tapi... tunggu dulu Bro... Apa... Pria yang membawa Ayu itu ganteng?," tanya Ardi lagi, kali ini dia sangat puas menggoda sahabatnya itu, Jarang-jarang Ardi dapat kesempatan untuk menggoda Abuts, karena Abuts adalah sosok pria yang terkenal berwatak Cool, makanya dia masih berstatus JOMBLO padahal Dia sudah kelas dua belas.


"Lumayan...!," jawab Abuts singkat

__ADS_1


"Yah... kalau begitu, lupakan dia bro, masih banyak gadis-gadis yang menunggu lho!," Ardi terus menggoda sahabatnya


"maksud kamu apa bro, kalau tidak memberikan solusi, sebaiknya pergi saja, dan pulang ke istana milik orang tuamu, tinggalkan Aku sendiri!," Ucap Abuts dengan nada yang menindih,


"Santai Bro, Ayo kita pulang bersama, jangan terlalu memikirkan anak orang, ha... ha... ha... kalau jodoh pasti ketemu juga," ucap Ardi tertawa melihat wajah frustasi temannya, Dia menarik lengan sahabatnya untuk masuk ke dalam mobil yang menjemput.


***


"kita mampir makan siang dulu ya sayang!," ucap Reza mencairkan suasana di didalam mobil,


"Mas... bisa tidak sih, tidak usah panggil sayang-sayang di depan umum?," ucap Ayu memanyunkan mulutnya


"Tidak bisa!, memangnya kenapa,? atau jangan-jangan kamu malu ya, calon suami kamu tidak seganteng senior kamu itu?", Reza tidak terimah dengan penolakan Ayu, hari ini emosi gampang sekali tersulut,


Ayu diam beberapa saat, Dia juga bingung harus menjawab apa, karena sepertinya Reza marah setiap kali dia meminta untuk jangan di panggil SAYANG, dan ini kedua kalinya Ayu meminta agar jangan dipanggil dengan panggilan itu, Alhasil Reza malah lebih menyeramkan hari ini.


Reza melihat ekspresi wajah ayu yang terdiam, mungkin karena dia takut, jadi Dia mengatur napasnya pelan agar emosinya menurun,

__ADS_1


"Maaf.... maafkan Mas ya sayang!, dan tolong jangan melarang Mas untuk memanggil kamu SAYANG, karena sampai kapan pun Mas akan panggil kamu dengan panggilan itu jika kita bertemu, maaf... sudah membuat kamu ketakutan,' ucap Reza dengan penuh penekanan pada kata SAYANG,


Ayu hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan apa yang di ucapkan Reza, Sebenarnya Ayu sama sekali.


__ADS_2