
"Kalau begitu... biar Mas yang...
Jujur Reza juga bingung, apa yang harus dia lakukan kepada Ayu, tapi mendengar kata-kata gadis kecilnya, yang mengatakan "Tidak bisa pernah mandi dengan shower!".
Reza baru tersadar, jika Ayu tumbuh dan besar di sebuah desa yang jauh dari kota.
"Sayang... tunggu di situ dulu ya... Mas keluar dulu sebentar...!". Reza keluar dari kamar mandi untuk mengambil handuk bersih yang ada di dalam lemari, sekalian Reza mau menelpon supir pribadi yang merangkak sebagai asisten pribadi Reza jika sedang berada di kota Daeng, seperti saat sekarang ini.
Semua kebutuhan Reza, selalu disiapkan oleh Pak Supri, tidak heran jika keluarga Reza membayar mahal sang supir pribadi.
Setelah menelpon Pak Supri, Reza kembali masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa handuk di tangannya.
"Mas... Enak ya tinggal di hotel...!".
"Enak apanya sayang, kamu suka...?".
Reza belum faham dengan ucapan Ayu, karena bagi Reza tinggal di hotel atau di apartemen sama saja.
"Suka lah Mas... ya... enak... Mandi pake air hangat, tidak perlu repot-repot masak air dulu, tinggal putar keran saja, air hangat nya keluar!". jawab Ayu dengan wajah polosnya.
Mendengar jawaban Ayu, Reza sempat terhenyak dan merasa sangat beruntung, karena selama hidup, Reza tidak pernah merasakan hidup kesusahan, jika menyangkut soal ekonomi.
"Kalau begitu... kamu tinggal saja di sini sama Mas...!".
Ayu terdiam mendengar ucapan Reza barusan. Ayu kurang faham dengan kata-kata terakhir Reza " TINGGAL BERDUA"..
Melihat Ayu yang tiba-tiba diam, tidak cerewet seperti tadi, Reza bingung dan mengira jika Ayu sudah kedinginan.
Reza berjalan ke arah Ayu dan mengecilkan keran shower.
"Kenapa dikecilkan Mas?". tanya Ayu bingung
"Kamu pakai sabun dan sampo dulu sayang, habis itu pakai handuk!". Reza memberikan sampo serta sabun kepada lalu berjalan ingin keluar kamar mandi.
"Mas Reza mau kemana?". Ayu takut jika Reza meninggalkan Dia sendiri di dalam kamar mandi.
Bukan takut sama setan!, tapi, takut tidak bisa menyalakan dan memadamkan shower.
"Mas tunggu di luar sayang... kamu mandi dulu sendiri, ini ada handuk disini, habis itu pakaiannya taro saja disitu, nanti mas telpon pegawai hotel untuk mencuci dan mengeringkan pakaian kamu!". Jelas Reza sambil menunjuk handuk yang Dia gantung di belakang pintu kamar mandi.
"Tapi Mas... Ayu tidak tau pake alat ini!". ucap Ayu malu-malu sambil menunjuk shower.
Mendengar ucapan Ayu yang manja, rasanya Reza tidak ingin keluar dari kamar mandi dan ingin mandi berdua dengan gadis kecilnya itu.
Bagaimana pun, Reza adalah pria dewasa, melihat Ayu yang basah di bawah guyuran air shower saja, sudah membuat adik kecilnya lumayan bereaksi. Tapi Reza berusaha menahan dan bersikap senormal mungkin agar tidak lepas kendali.
Reza berbalik sebentar dan melihat Ayu sudah memakai sampo. walau Ayu belum memakai sabun tapi bisa sampo sudah turun ke leher dan dadanya.
Melihat Ayu yang seperti itu membuat keimanan Reza sedikit goyah.
"Sayang... airnya di kasih ngalir, nanti mata kamu perih!". Ucap Reza mendekati Ayu dan menyalakan shower.
Reza terdiam sejenak di hadapan Ayu. melihat baju yang dipakai Ayu hanya baju kemeja warna pink mudah, jadi BRA yang menutupi gunung kembar Ayu terlihat sangat jelas dibawah guyuran air shower.
"Sayang kamu seksi...!". gumam Reza dalam hati, masih berdiri di depan Ayu.
__ADS_1
"Mas Reza, tidak mau mandi?". tanya Ayu dengan polosnya. Sementara Reza sudah setengah mati menahan sesuatu di bawah sana.
"Em... mau sih sayang... tapi...
Reza tidak menyelesaikan ucapannya karena Ayu sudah mendekati Reza dan memberikan sampo di kepalanya.
"Kamu sudah mulai nakal ya... sayang!".
Reza memegang pinggang Ayu yang sedang memberinya sampo.
"Mas... Ayo mandi sama-sama, biar cepat selesai!". ucap Ayo polos, dalam pikiran Ayu, mandi bersama dalam satu kamar mandi sudah biasa dia lakukan di asrama dengan sahabatnya Amanda.
Apalagi jika mereka bangun kesiangan, Ayu kadang mandi berdua dengan memakai pakaian seperti saat ini dengan Reza.
Tapi bagi Reza, ini adalah pengalaman pertamanya mandi berdua dengan seorang wanita.
Mendengar ucapan Ayu, Reza tidak menjawab apa-apa, Reza malah menarik Ayu dengan kuat masuk kedalam pelukannya.
"Kalau begitu Ayo kita mandi berdua!". Reza menerima ajakan Ayu untuk mandi berdua.
Reza mendekap Ayu sambil berjalan ke bawah pancuran air shower, setelah Reza melajukan aliran shower.
"Sekarang... giliran Mas yang memberikan kamu sabun sayang!". Reza menuangkan sabun cair di tangannya, lalu mengusapkannya di tangan Ayu sampai turun ke paha dan kaki Ayu.
"Sayang Celana kamu, mau dibuka atau bagaimana ini?". tanya Reza ingin memberikan sabun kebagian kaki Ayu, namun terhalang dengan celana jins yang Ayu pakai.
"Em... boleh Mas... lagian Aku juga pakai short di dalam ko...!".
Aduh dasar, Ayu ini polos, atau bagaimana sih?.
"Benar Sayang...?". Reza berusaha memastikan.
Ayu hanya menganggukkan kepala menikmati guyuran air hangat yang mengalir diatas kepalanya.
Reza yang sudah mendapatkan persetujuan, langsung membuka kancing celana jins Ayu.
Reza menurunkan dengan pelan, dan benar saja, di dalam celana jins Ayu, Dia masih memakai celana pendek.
Setelah berhasil membuka celana Jins Ayu, Reza sedikit tercengang melihat bentuk mahkota Ayu yang tercetak sempurna di dalam celana pendeknya.
"Mas... kenapa diam?, katanya mau memberikan Aku sabun, lanjutkan!". titah Ayu yang masih memejamkan mata, menikmati bermanja-manja dengan Reza.
Dengan sabar dan sekuat tenaga menahan hasrat, Reza terus menggosok kaki ayu dengan tangannya sampai selesai.
"Sudah sayang ... sekarang...
"Sudah apanya Mas... belakang Aku belum tau...!". potong Ayu, karena Reza belum memberi sabun punggungnya.
"Ah... belakang kamu juga?". tanya Reza memastikan.
"Iya Mas... kan tanggung kalau tidak selesai semua!".
Reza berdiri ingin memberikan sabun di punggung dan belakang Ayu.
"Kasih masuk tangan kedalam Ding Mas..!". titah Ayu tidak puas karena Reza menggosokkan sabun di luar bajunya.
__ADS_1
"Astaga Sayang... kamu benar-benar menyiksa Mas hari ini!". ucap Reza dengan suara serak dan pelan, namun masih bisa di dengar oleh Ayu.
"Menyiksa apa sih Mas?, Hal seperti sudah biasa Ayu lakukan sama Manda Mas, jika kami terlambat bangun pagi atau pas hari libur, kamu sering luluran bersama, tepatnya saling menggosok punggung!". cerita Ayu tentang kegiatannya bersama sahabatnya jika libur akhir pekan.
Mendengar cerita Ayu, Reza tersadar, jika dari tadi Ayu tidak merasakan apa-apa dengan mandi berdua dengan dirinya.
"Dasar bocah...!". gumam Reza mengutuk dirinya, yang bisa-bisanya disiksa oleh Ayu.
"Sayang sudah selesai... saatnya kamu bilas badan!". Reza menurunkan shower dan menyiram Ayu.
Reza berharap setelah Ayu selesai mandi, Dia mau keluar duluan, tapi ternyata Reza salah.
"Oke... sekarang giliran Ayu yang pakaikan Mas Sabun....!". Ucap Ayu berbalik dan mengambil botol sabun.
"Ayu kasih sabun yang mana dulu ini Mas?". tanya Ayu setelah menuangkan sabun di telapak tangannya.
Reza mengulurkan kedua tangannya, namun Ayu jinjit dan memberikan sabun pada wajah Reza.
"Kamu nakal ya sayang...!". Reza menangkap dan kembali memeluk Ayu.
"Sayang Mas... mau...
"Mau apa Mas?". Ayu memotong ucapan Reza dan berusaha menahan dada Reza agar tidak terlalu lengket di gunung kembar Ayu.
Namun kekuatan Ayu tidak sekuat tenaga Reza.
Reza memegang tengkuk Ayu dan menengadahkan ke atas, lalu Reza ******* dengan lembut bibir Ayu cukup lama dan dalam.
"Sayang... maaf sudah membuat kamu sesak napas...!". Reza masih memeluk Ayu dibawah guyuran shower setelah melepas ciumannya.
Ayu yang mendapat serangan tiba-tiba dari Reza, tidak tau harus berbuat apa. jadi Ayu hanya diam dan hampir mati karena tidak bisa bernapas.
"Mas... Aku sudah selesai...!". Ucap Ayu mendorong perut Reza yang masih memeluknya.
"Ini, kamu pakai handuk dulu, setelah itu, tunggu Mas disitu, jangan keluar dulu!". Reza tidak ingin Ayu keluar hanya dengan memakai handuk, takut pak Supri datang dan melihat badan seksi calon istrinya.
"Ah...
"Iya kamu tunggu di sini, biar Mas yang lihat di luar, apa pak Supri sudah membawakan pakaian atau belum?". potong Reza setelah melihat wajah bingung Ayu.
"Oh...
Ayu akhirnya paham maksud Reza.
Selesai membersihkan badan, Reza berjalan di dekat Ayu untuk mengambil handuk yang satunya dan memakainya di depan Ayu, lalu membuka pakaian yang dia pakai mandi.
"Is... mas Reza tidak malu?".
"Ngapain Malu sayang... kan sama calon istri sendiri, lagian nanti juga kamu akan lihat semua yang ada di badan Mas!". jawab Reza dengan entengnya.
Sementara, muka Ayu sudah merah seperti kepiting yang disiram air pana, mendengar ucapan Reza barusan, malu rasanya, apalagi mengingat ciuman Reza yang hampir membunuhnya.
*** BERSAMBUNG ***
SEE YOU ALL 👋👋👋
__ADS_1
Jangan dukung Author terus ya🙏🙏🙏