Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Melepas Rindu


__ADS_3

Setelah mendengar suara sahabatnya, Ayu tidak jadi mengambil seprei dari lemarinya, Ayu melupakan sebentar apa yang ingin dia lakukan, yang dia inginkan saat ini adalah bertemu dengan sahabatnya Manda. Ayu sudah sangat merindukan sahabatnya itu.


Ayu berjalan cepat mendekati sahabatnya Tampa melihat-lihat siapa yang ada di belakang Manda.


"Manda... Aku merindukan dirimu!," ucap Ayu sambil memeluk sahabatnya itu.


Amanda juga membalas pelukan sahabatnya Ayu, Jujur Manda juga sangat merindukan sahabatnya, tapi Manda tidak tau bagaimana caranya melepas rindu dengan Ayu selama liburan kemarin, karena yang Manda tau, Ayu tidak punya Handphone jadi susah di hubungi.


Dulu Amanda pernah bertanya tentang nomor telepon, jika dirinya ingin menghubungi Ayu, sekedar melepas kangen, tapi Ayu bilang, Dia tidak punya handphone, jadi Amanda tidak pernah mengungkit masalah nomor telpon lagi.


Kakak dan ayah Amanda hanya melihat interaksi anak gadisnya dengan sahabatnya. kalau kakak Manda sudah tau dan kenal dengan gadis cantik yang memeluk adiknya, karena sebelum liburan kenaikan kelas kemarin, Dialah yang mengantar mereka berdua ke bandara. sedangkan ayah Manda hanya senyum-senyum saja melihat kelakuan kedua anak gadis di depannya.


"cup... cup... cup..., bisa tidak... nanti saja drama peluk-pelukannya?," Suara khas Zidan ingin menghentikan acara temu kangen adik dan sahabatnya


"Tidak...!," jawab kedua gadis imut di depannya bersamaan


"Oke... kalau begitu, tolong minggir sedikit, karena koper yang kakak bawah berat ini!," Zidan berjalan dan menyenggol sedikit bahu adiknya.


"Ih... kak Zidan, apa-apaan sih, gangguin orang saja!," Amanda melepaskan pelukannya kemudian berganti merangkul sahabatnya Ayu.


"Yu... kamu dari tadi datang?," tanya Amanda


"lumayan... sekitar satu jam yang lalu... !," jawab Ayu jujur


"Baru... yang ngantar kamu siapa Yu ke sini?, habisnya kamu tidak bisa di hubungi sih... coba saja kamu punya handphone pasti kita bisa janjian... pulang sama-sama ke Asrama..!," ucap Amanda dengan nada sendu, jujur saja Amanda sedih kalau membayangkan sahabatnya naik taksi sendirian dari Bandara, karena Ayu tergolong orang baru di Jakarta, dan yang lebih parahnya Ayu itu tipe gadis yang tidak gampang diajak bicara dengan laki-laki jika lagi sendirian, beda jika banyak teman-teman perempuan, Ayu masih bersikap biasa-biasa.


Amanda juga tidak tau apa penyebab sikap Ayu yang seperti itu. dulu Amanda pernah bertanya, ketika mendapati Ayu gemetar di dalam kelas karena ada beberapa kakak senior yang coba berkenalan dan berjabat tangan dengan dirinya. waktu itu Amanda dan Ayu masih murid baru, mereka masih dalam proses Orientasi dan mereka berdua belum terlalu kenal. Berkat kejadian itu Ayu dan Amanda mulai dekat, dan kedekatan mereka meningkat menjadi sahabat seperti saat ini setelah pembagian kamar, ternyata mereka satu kamar.


" Oh... itu... Aku... di.... ," Ayu tidak tidak tau harus menjawab apa, jujur atau bohong?, untung saja tiba-tiba Reza datang dari membuang sampah bekas makan malam mereka tadi.

__ADS_1


"Anandita... kamu sama siapa, kenapa belum ganti seprei?," Reza memotong ucapan Ayu, karena Reza tau Ayu tidak bisa menjawab pertanyaan sahabatnya itu, untunglah dari tadi Reza ada di belakang pintu dan mendengarkan sedikit pembicaraan gadis kecil dan sahabatnya itu, jadi Reza buru-buru memotong ucapan Ayu.


"Oh... ini Mas... sahabat Aku... Amanda, yang pernah Ayu ceritakan sama Mas!," jawab Ayu gugup, karena tiba-tiba Reza masuk,


"Untung, Mas Reza sudah janji tidak panggil Aku Sayang...!," gumam Ayu dalam hati, Dia sangat bersyukur sudah di selamatkan dari pertanyaan-pertanyaan Sahabatnya Manda.


"Ini siapa Yu... Kakak kamu ya?," tanya Amanda karena Dia baru melihat pria ganteng yang berdiri tepat di samping sahabatnya.


"Oh... ini.... ," lagi Ayu tidak tau haru ngomong apa


"Oh... perkenalkan Aku Reza, Kakak sepupunya Ayu, sekaligus sahabat baik ayahnya!," Reza menjawab pertanyaan Amanda sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan sahabat gadis kecilnya.


"Iya Kak Reza, salam kenal, Aku Amanda sahabat Ayu!," balas Amanda memperkenalkan dirinya.


Zidan yang duduk di atas tempat tidur adiknya, memperhatikan Ayu yang salah tingkah, sejak pria yang bernama Reza masuk. Zidan penasaran siapa sebenarnya pria yang mengaku sebagai kakak sepupu sahabat kebanggaan adiknya itu.


"Wajah itu... seperti tidak asing ya, tapi dimana Aku pernah melihat pria itu?," Zidan bertanya-tanya dalam hati


"Oh... iya Kak!," ucap Amanda tersenyum sambil berjalan menuju ranjang sahabatnya Ayu,


Amanda masih ingin berbincang dengan Ayu, makanya dia berjalan menuju tempat tidur Ayu. Amanda mengabaikan Kakak dan Ayahnya yang sedang memperhatikan mereka berdua.


"Amanda... dasar adik durhaka Lho... disini ada Abang dan papa, kok kamu malah duduk disana!," ucap Zidan, mengata-ngatai adiknya


"Iya kak... maaf... tapi sebentar dulu ya, Manda masih kangen dengan Ayu!," Amanda berusaha bernegosiasi dengan kakak nya


"Cie... cie... US.. US... dasar adik tidak tau terimakasih!," gerutu Zidan karena adiknya tidak menghiraukan dirinya.


"US... Abang... tidak boleh bicara begitu!," tegur Ayah Amanda

__ADS_1


Zidan biasa berbicara kasar sama adiknya Amanda, jika mereka di rumah mereka sering berkelahi seperti anak kecil, karena Amanda anaknya manja sedangkan Zidan adalah tipe kakak yang tidak suka dibantah, seperti saat ini, untung saja saat ini dia tidak sedang di rumah dan ayahnya ikut bersama mereka, kalau tidak entah apa yang akan Zidan lakukan jika adiknya tidak menurut.


"Om... Kak... ini ada kue, Silahkan di cicipi!," Rina tiba-tiba datang membawakan kue kepada ayah dan kakak Amanda.


"Iya nak, Terimakasih banyak ya!," ucap Ayah Amanda menerima kue yang di serahkan Rina.


"Manda... sana kembali ke ranjang kamu, itu ada kak Zidan dan ayah kamu, kasian kamu cuekin, nanti mereka pulang, baru tau rasa lho!," ucap Ayu mengusir Amanda. Ayu tahu kalau Manda ingin tanya-tanya soal Reza.


"Ah... biarin aja, siapa suruh mereka mau antar, padahal tadi Aku sudah tolak, Aku bilang suruh pak supir saja yang antar, tapi kak Zidan tu... yang bersih keras ingin antar Aku, katanya inilah... itulah...!," Amanda kesel karena kakaknya yang antar, karena kalau kakaknya yang antar, biasanya Amanda akan di tanya-tanya sama Kakak senior setelah Zidan pulang, terutama Rina, Dia paling cari perhatian dengan Zidan. buktinya, belum sepuluh menit saja Zidan duduk, Rina sudah memberikan Dia kue.


Ini kali ke empat Zidan ke asrama, dan sejak awal Zidan ke Asrama dia sudah menjadi idola gadis-gadis satu Asrama yang melihat dia. maka tidak heran Amanda juga menjadi terkenal di kalangan kakak senior karena mereka ingin mencari tahu soal Zidan.


Walaupun Zidan pernah berpakaian supir masuk ke Asram Amanda tetap saja kakak senior terpesona dengan ketampanan Zidan.


Hal itu yang membuat Amanda sedikit kesal jika kakaknya datang ke asrama.


"Oh... berarti, ceritanya kamu ngambek dengan Kak Zidan ya?," goda Ayu


"iya... lupain aja lah!, Yu... kamu sudah makan belum?," tanya Amanda tiba-tiba, karena Waktu sudah menunjukkan setengah sembilan malam, Amanda khawatir Ayu belum makan.


"Sudah ko... ini baru saja pembukuan nasi gorengnya Mas Reza buang, sebelum kamu datang!," Ayu menjawab sambil tersenyum ke arah Reza yang duduk di kursi belajar Ayu yang dia tarik kesamping ranjang.


"Bener ... begitu Mas Reza?," Amanda bertanya kepada Reza untuk memastikan sahabat benar-benar sudah makan malam.


"Iya nona, kami baru saja selesai makan!," jawab Reza jujur.


"kalau begitu Aku kembali ke ranjang Aku ya, kasian papa, mungkin beliau sudah mau pulang!," ucap Amanda sambil berdiri ingin menemui ayah dan kakaknya.


"oke...!," jawab Ayu mengacungkan jempol buat sahabatnya Manda.

__ADS_1


*** BERSAMBUNG***


__ADS_2