Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Kencing Celana


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang... malu ya?". Ucap Reza setelan berhasil melihat wajah Ayu, yang seketika merah seperti kepiting rebus.


Sebenarnya perasaan Ayu campur aduk, tapi Ayu tidak tau apakah ini perasaan malu ataukah perasaan aneh yang ada pada dirinya.


CUP...


Reza mengecup bibir seksi Ayu yang berwarna merah muda.


Ayu yang mendapat kecupan secara tiba-tiba, langsung mendorong Reza, tapi karena sebelah tangan Reza memeluk pinggang Ayu, maka Reza tidak bergeser sama sekali.


"Maaf sayang... Mas tidak tahan!". Reza menyesal karena tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir ranum Ayu.


Bagi Reza, bibir Ayu sudah menjadi candu tersendiri buat dirinya, mulai sejak pertama Reza mengecup Ayu di depan Asramanya, waktu mengantar Ayu balik ke Asrama.


Mulai saat itu Reza selalu terbayang-bayang akan bibir Ayu, walau sebenarnya, Ayu bukanlah wanita yang pertama Ayu cium bibirnya.


Reza bukan tipe pria yang suka main dengan banyak perempuan, tapi sewaktu Kuliah di negeri Paman Sam, Reza pernah beberapa kali merasakan bibir wanita-wanita Bar, jika Reza sedang suntuk di apartemen, walaupun kebanyakan Yang memulai nyosor duluan adalah perempuan, tapi sebagai laki-laki yang normal, tak jarang juga Reza terbawah oleh arus.


"Em... !". hanya itu lenguhan yang sempat Reza dengar keluar dari bibir Ayu.


"Mas sangat merindukan kamu Anandita...!". Kata Reza sambil memeluk erat Ayu dengan kedua lengan kokoh nya.


Ayu mendengar semua yang di katakan Reza kepadanya, tapi lidahnya terasa kaku untuk mengungkapkan apa yang sedang Ayu rasakan dengan situasi seperti ini.


Takut?, yah... Ayu sangat takut dengan perlakuan Reza kepadanya, Ayu takut dirinya terbawa suasana. bagaimana Ayu masih sadar jika pria yang sedang memeluknya saat ini adalah laki-laki dewasa.


"Mas...!".


"Biarkan dulu seperti ini sayang... Mas tidak akan melewati batas sebelum kita halal...!". Reza tau jika Ayu pasti merasa takut dengan apa yang dia lakukan.


Karena dari awal Reza memeluk Ayu, tidak ada penolakan ataupun ucapan sepatah dua katapun yang gadis kecilnya lontarkan.


"Andai saja... kita sudah halal sayang, Mas tidak jamin bisa menahannya!". Gumam Reza dalam hati sambil memeluk Ayu.


Ayu juga patuh dalam pelukan Reza. Entah mengapa Reza itu mampu melunakkan perasaan Ayu. lama kelamaan Ayu juga ikut merasakan kenyamanan dalam pelukan Reza.


Tampa sadar Ayu ikut melingkarkan tangannya di perut Reza sambil membenamkan wajahnya di dada Reza.


Reza yang merasa pelukannya di balas oleh Ayu, sangat senang. Karena kedua muda-mudi berpelukan begitu lama, Akhirnya Ayu tidak tau kapan Dia tertidur dalam pelukan Reza.


Reza yang merasakan napas Ayu berhembus dengan teratur di dadanya, mendongakkan kepala Ayu dengan lembut.


"Ini anak... bisa-bisanya tertidur dengan posisi dan keadaan seperti ini?". ucap Reza sambil tersenyum setelah melihat jika Ayu tertidur dalam pelukannya.


Reza menggendong Ayu dengan pelan-pelan, agar tidak membangunkan gadis kecilnya. Setelah memastikan Ayu tidak bangun, Reza melepaskan kedua sepatu Ayu lalu menyelimutinya, tak lupa Reza memperhatikan dengan seksama wajah chubby Ayu yang selalu Dia rindukan akhir-akhir ini.


"Selamat istirahat sayang... !". ucap Reza sambil mencium dahi Ayu cukup lama.


Entahlah, Sejak kapan Reza benar-benar sayang kepada Ayu, tapi rasanya Reza sudah tidak sanggup, Jika dalam waktu lama tidak melihat gadis kecilnya ini.


Setelah sekian menit menikmati wajah Ayu, Reza bangkit dari tempat tidur dengan hati-hati agar Ayu tidak terbangun.

__ADS_1


Reza bergegas membuka koper dan mengambil baju kaos serta celana pendek, kemudian berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan.


Setelah selesai Reza keluar dan melihat gadis kecilnya masih tertidur pulas.


Reza menghampiri tempat tidur dan memperbaiki selimut Ayu, yang entah kapan Ayu jatuhkan kelantai.


"Kamu manis juga sayang jika sedang tertidur!". kata Reza sambil menyelimuti Ayu kembali.


Reza juga ikut merebahkan tubuh lelahnya setelah memastikan Ayu tidak terbangun.


Dari kemarin pagi Reza memang tidak istrahat dengan baik, mulai sejak berangkat dari Negara Singa putih sampai menginjakkan kaki di kota Daeng, Reza hanya tertidur saat di pesawat.


Reza mendekatkan tubuh kepada tubuh mungil Ayu yang sudah tertidur pulas.


Dengan penuh kehati-hatian, Reza memeluk Ayu dengan satu tangan dia letakkan diatas perut Ayu.


"Maaf ya sayang... Mas sudah lancang memeluk kamu!".


Reza tersenyum penuh kebahagiaan, walaupun dalam hati ada perasaan takut, jika Ayu bangun dan menemukan Reza memeluk dan tidur disamping dirinya. Entah apa yang akan Ayu lakukan pada Reza?.


Karena asyik menikmati pelukan dan aromah khas tubuh Ayu, Reza tidak tau, kapan Dia tertidur?.


***


"Mas... Mas Reza... Ayo bangun, ini sudah jam Sebelas lewat!".


Ayu terus memanggil Reza yang masih tertidur pulas di sampingnya. Tapi sudah beberapa menit Ayu memanggil dan membangunk Reza, naman Reza tak kunjung bangun juga.


"Ternyata satu lengan Mas, berat juga ya?". gumam Ayu heran karena Ayu sudah memakai kekuatan penuh untuk mengangkat, namun tangan Reza tidak berhasil juga dia pindahkan.


Akhirnya Ayu mengalah dan membiarkan posisinya masih terlentang di samping Reza, sesekali Ayu menoleh untuk melihat wajah tampan Reza yang masih tertidur di sampingnya.


"oh... sampai kapan Aku tidak bisa bangun jika Mas Reza tidak bangun juga?". Ucap Ayu mengeluh dengan kondisinya saat ini.


"Mas... Mas Reza bangun... nanti ayah cari Aku Mas...!". Ayu terus berusaha membangunkan Reza, namun tetap saja hasilnya nihil.


Ayu hanya bisa mendengar suara napas Reza yang beraturan. Tapi saat ini, Ayu merasakan ada sesuatu yang ingin dan harus Ayu keluarkan, jika tidak pasti gawat.


"Mas... Mas Reza bangun...!". teriak Ayu tepat ditelinga Reza.


"Ah... ada apa sayang, kenapa kamu teriak?". Reza kaget dengan suara teriakan Ayu yang cukup besar.


Setelah terlepas dari pelukan Reza, Ayu bangun dan berlari ke arah bilik yang Ayu yakini itu adalah kamar kecil.


Ayu masuk dengan tergesa-gesa tampa menghiraukan ocehan Reza yang baru bangun karena kaget.


Di dalam kamar mandi Ayu tercengang sebentar, tidak tau bagaimana caranya dia buang air kecil, sementara di toilet tidak ada bak air dan timba.


"Mas... Mas Reza... sini deh, tolong Ayu dulu Mas!". teriak Ayu dari dalam kamar mandi


"Iya... kenapa sayang?". tanya Reza berjalan mendekati kamar mandi.

__ADS_1


Reza mengetuk pintu karena mengira Ayu menguncinya dari dalam.


"Masuk dulu Mas... bantu Ayu, please...!". Teriak Ayu lagi karena sudah tidak bisa menahan ingin buang air kecil.


"Buka dulu pintunya sayang...!". ucap Reza sambil mendorong pintu.


Namun ternyata pintunya tidak terkunci.


"Kamu kenapa panggil Mas Anandita?". Reza bingung setelah masuk kedalam kamar mandi, karena melihat Ayu hanya berdiri saja, tidak melakukan apa-apa.


"Bantu Aku Mas...


"Iya... Mas harus bantu apa?". ucap Reza tambah bingung karena Ayu, mengapit sebelah tangannya di antara kedua pahanya.


"Aku... Aku...


Ayu tidak meneruskan ucapannya karena air seninya sudah mengalir bebas membasahi tangan dan kedua pahanya, meluncur sampai ke lantai kamar mandi.


Reza yang melihat keadaan Ayu seperti ini, berusaha menahan tawanya, karena jika Reza tertawa pasti Ayu akan malu sekali.


"Tidak apa-apa sayang... nanti Mas telpon pak Supri untuk membelikan pakaian buat kamu!". Hibur Reza setelah melihat Ayu yang terus menunduk dan tidak bergerak dari tempatnya.


"Tapi Mas... Ayu malu...!". Ucap Ayu dengan suara kecil sambil terus menundukkan wajahnya.


"Is... is... Calon Istri Mas... ternyata bisa malu juga, Ayo sini maju sedikit!". Reza berjalan mendekati Ayu dan menarik tangannya untuk berjalan ke bawah shower.


Dengan patuh Ayu mengikuti instruksi dari Reza.


Reza menyalakan shower dan membiarkan Ayu di guyur dengan air. setelah itu Reza menyiram sisa air seni Ayu di lantai.


"Sayang... Kamu mandi sendiri bisa?". tanya Reza memastikan


"Em... sebenarnya, Ayu tidak bisa Mas...!".


"Ah... benar kamu tidak bisa mandi sendiri sayang?". Reza kaget mendengar perkataan Ayu,


"Apa maksudnya tidak bisa mandi sendiri?".


"Itu Mas... Ayu... belum pernah mandi menggunakan alat seperti ini...!". Ayu berusaha menjelaskan kondisinya karena melihat ekspresi wajah Reza.


"Kalau begitu... biar Mas...!".


*** BERSAMBUNG ***


Ayo tebak apa yang akan di lakukan Reza???


Tulis jawaban kalian di kolom komentar...


Jangan lupa terus berikan dukungan kalian para pembaca Novel yang BudimanπŸ™πŸ™πŸ™


SEE YOU ALL πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


__ADS_2