
***
Mall Jakarta...
Zidan dan Amanda masuk kedalam Mall, sesekali Amanda menggoda kakaknya, karena Zidan terlihat sangat bahagia dengan ide Perjodohan Amanda dengan sahabatnya.
"Ih... kakak, kenapa senyum-senyum?". Tanya Amanda menggoda Zidan
"tidak apa-apa... kapan kamu mau balik ke asrama?". Zidan balik bertanya
Zidan tidak sabar ingin melihat Ayu, sahabat sekaligus teman satu kamar adiknya itu.
"Maunya sih, sekarang juga bisa kak... Manda sudah sangat kangen dengan asrama dan semua penduduknya, terutama Ayu, Dia pasti kesepian Tampa Manda...!". jawab Ayu mengingat wajah Ayu.
"Emang kamu sudah sembuh de...?". tanya Zidan setelah melihat wajah adiknya.
"Kan kakak bisa lihat sendiri... Amanda sudah bisa berjalan tanpa kesakitan...!". ucap Manda berjalan meninggalkan Kakaknya.
Amanda dan Zidan masuk ke dalam Butik dan tokoh aksesoris. Amanda yang sangat bersemangat membeli pakaian dan aksesoris, sementara Zidan hanya melihat adiknya memilih-milih barang yang Amanda inginkan, sesekali Zidan juga ikut memegang aksesoris cewek, jika dia melihat benda itu lucu dan manis.
"Ayu pasti sangat manis jika memakai bando ini!". gumam Zidan sambil senyum-senyum saat dia memegang sebuah bando pita yang diatasnya ada boneka Miky mouse.
"Ayo... lagi mikir apa, kenapa senyum-senyum,?, jangan-jangan kakak lagi jatuh cinta sama seseorang ya?". selidik Amanda
"Ngaco kamu de'...!". elak Zidan setelah meletakkan Bando yang dipegang tadi.
"Ya... ya...ya...!". ucap Amanda berlalu meninggalkan Zidan.
Amanda berjalan menuju kasir untuk membayar semua barang yang Dia pilih.
"Mba... Aku mau bando, seperti yang kakak Aku pegang tadi, kasih dua ya, satu pink dan satunya lagi merah!". kata Manda berbisik kepada karyawan toko yang ada di sampingnya.
"Baik mba...!". jawab karyawan itu berlalu meninggalkan Amanda.
"Sudah belanja nya de...?". tanya Zidan, setelah melihat Amanda berdiri di depan kasir, sambil mengulurkan kartu dari dompetnya.
"Iya Kak, ini sudah cukup!". jawab Manda
"Ambil kartu kamu, biar kakak yang traktir hari ini, tapi ingat lain kali di balas ya...!". ucap Zidan mengembalikan kartu Amanda.
Hari ini, Zidan memang sengaja membawa adiknya jalan-jalan ke mall karena Zidan merasa sudah lama sekali dia tidak mengajak Amanda jalan-jalan dan berbelanja.
Sejak Zidan kuliah di luar negeri dan kembali ke Jakarta untu bekerja di perusahaan ayahnya, baru kali ini Dia bisa menghabiskan waktu yang banyak dengan adiknya. itupun karena Amanda sakit dan Kedua orang tuanya sedang berada di luar kota.
__ADS_1
Andaikan Amanda tidak sakit, mana mungkin mau keluar dari Asrama, apalagi menginap di apartemen Zidan.
Ya... sejak Amanda tinggal Asrama, Dia jarang sekali bertemu dengan Zidan kalau tidak penting.
"Terimakasih kakak ganteng, nanti Amanda balas, kalau Amanda sudah punya kerja dan menghasilkan uang sendiri!". ucap Amanda bersyukur karena mempunyai kakak yang sangat pengertian seperti Zidan. walaupun kadang-kadang Zidan menyebalkan.
"Ayo kita pergi makan sesuatu, seperti nya kakak sudah sedikit lapar!". ajak Zidan untuk pergi makan di restoran yang ada di mall itu.
"Iya Kak, Manda juga rasanya sudah lapar!". jawab Amanda
Zidan dan Amanda berjalan memasuki restoran yang terdapat di dalam mall. Amanda tidak melihat kalau ternyata sudah dari tadi ada pria yang memperhatikan dirinya dan Zidan.
Amanda memilih tempat duduk yang berada di pojok ruangan dekat dengan pintu keluar.
"Hai... kamu Manda kan, anak kelas Dua belas A satu di SMA Unggulan Jakarta pusat?". tanya seorang pria yang mendekati meja Amanda dan Zidan.
Amanda yang mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya itu, langsung melihat ke atas untu melihat wajah pria yang mendekati dirinya dan Zidan.
"Iya Kak... kakak Abuts juga makan disini?". tanya Amanda balik setelah menjawab pertanyaan Abuts.
Abuts tersenyum sangat manis sekali kepada Amanda, hal itu tidak luput dari pandangan Zidan.
Sementara Amanda juga membalas senyuman Abuts tidak kalah manisnya.
"Oh... kak Abuts sudah makan, kirain be....!".
"hem... hemm... hemm...!".
kata-kata Amanda terputus karena mendengar suara Zidan.
"Ada orang di sini bro...!". tunjuk diri Zidan karena merasa tidak terlihat oleh adik dan temannya prianya.
"Oh... maaf Mas...!", ucap Abuts merasa bersalah.
Abuts sebenarnya melihat Zidan dari tadi duduk di depan Amanda, tapi karena Abuts sangat bersemangat melihat Amanda, sampai-sampai Abuts lupa menyapa Zidan.
Abuts mengirah, kalau Zidan itu pacar Amanda, jadi Dia merasa sangat tidak enak hati, telah mengganggu mereka berdua.
"Aku pamit dulu ya Manda... mas...!". ucap Zidan malu hati
"Kenap buru-buru bro, ayo duduk dulu, ini masih sore, kita berbincang-bincang dulu, siapa tau cocok!". Zidan mencoba menahan Pria berbicara sangat akrab dengan adiknya barusan.
Zidan mengira, kalau pria yang barusan menyapa Amanda adalah pria yang menyukai adiknya di sekolah.
__ADS_1
"Ih... kakak... apa-apaan sih, pake kata-kata Siapa tau cocok, Emang kak Abuts, kakak anggap cowok apaan?". Amanda merasa geri dan sedikit merinding mendengar kata-kata Zidan kepada Abuts.
"Kakak... maksud kamu, dia kakak kamu Manda?". tanya Abuts, sedikit malu.
"Iya kak Abuts... ini Kakak Aku, namanya Zidan!". ucap Amanda memperkenalkan Zidan, yang duduk di depannya sambil senyum-senyum.
"oh...maaf... tadi Saya salah...!". ucap Abuts tidak enak hati
"Tidak apa-apa, santai saja, pasti kamu mengira, tadi Aku pacarnya Amanda ya?". tebak Zidan, memecah suasana canggung
"Iya Mas... sekali lagi maaf!". kata Abuts lagi.
Zidan menanggapi kata-kata Abuts dengan senyuman.
"Maaf Pak dan nona, ini minuman dan makanan anda, silahkan dinikmati!". ucap Pramusaji di restoran itu, setelah meletakkan pesanan mereka berdua dan berlalu masuk ke arah dapur.
"iya makasih mba, kamu boleh pergi!". ucap Zidan
sementara Amanda yang duduk satu meja dengan Abuts, masih tidak percaya kalau hari ini, dia bisa bertemu dan berdekatan dengan senior yang menjadi salah satu cowok idola di kalangan Wanita-wanita di sekolah nya.
"kamu beneran, sudah tidak mau makan sesuatu lagi?. tanya Zidan kepada Abuts
"Iya Kak terimakasih, Aku sudah kenyang!".jawab Abuts sambil tersenyum melihat ke arah Zidan
Amanda dan Zidan makan bersama, sesekali mereka bercanda ringan dengan Abuts yang juga ikut bergabung dengan mereka berdua.
"Kak Abuts dari mana?, kok bisa ada di mall ini juga!". Amanda memberanikan diri bertanya sesuatu yang dari tadi mengganggu pikirannya.
"Oh... itu, tadi... Aku datang ke sini sama teman, tapi dia sudah pulang...!".
"Cowok atau cewek Kak?". potong Amanda penasaran, karena biasanya kalau pria datang ke mall, indentik bersama pasangan.
"is...is...is...!". ucap Zidan geleng-geleng kepala mendengar ucapan adiknya.
Amanda yang sadar dengan desiran Zidan barusan, membuat wajahnya memerah karena ketahuan ada maksud dari balik pertanyaan darinya.
"M... ma...maaf Kak Abuts... Amanda tidak bermaksud....!".
"Tidak apa-apa, santai saja, tadi Aku datang kesini sama sahabat Aku Ardi, Dia datang menjemput tadi di sekolah, katanya mau traktir Aku makan untuk merayakan ulang tahunnya besok, lucu kan, ulang tahunnya besok, tapi hari ini Ardi traktir nya?". Abuts menjelaskan agar tidak terjadi salah faham.
*** BERSAMBUNG ***
Salam sehat buat semua pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca novel Author.
__ADS_1
Jangan lupa, beri dukungan kepada Author.🙏🙏🙏