
Setelah mendengarkan kisah tentang perjodohan dirinya dengan Reza, Ayu masih belum puas dengan cerita nenek, Dia membutuhkan kisah atau cerita yang lengkap kenapa dan bagaimana bisa ayahnya menjodohkan dirinya, padahal waktu itu Dia masih bayi, Ayu merasa ada yang tidak beres dengan perjodohannya.
"Sekarang bukan jaman Siti Nurbaya, dimana wanita mudah untuk di jodohkan, sekarang sudah jaman Emansipasi Wanita, Wanita berhak menentukan jalan hidupnya, tentang pendidikan, karir begitupula dengan calon pendamping hidup" gumam Ayu dalam hati setelah sampai dalam kamar untuk mengganti pakaiannya, seperti yang Reza perintahkan tadi,
Pada dasar Ayu adalah sosok wanita yang penurut, dalam hidup Dia tidak pernah membantah perintah siapa pun, apalagi perintah nenek, Ayu selalu menurutinya,
Ayu keluar dari kamar dengan pakaian yang agak rapi dibandingkan sebelumnya, Kalau urusan Makeup Ayu orangnya simpel, pake pelembab, bedak putih dan terakhir handbody karena Ayu tidak suka memakai Parfum, karena kalau Dia memakai parfum kepalanya pusing tapi kalau orang lain yang pakai Ayu suka, dan temannya Manda suka memakai Parfum, Ayu suka tidur dengan Manda di Asrama dalam satu tempat tidur,
"Sudah siap?, ayo..." tanya Reza sekaligus memanggilnya karena waktu sudah siang, Reza khawatir nanti pulangnya kemalaman
"Ayo... Nek, Ayu ikut Mas Reza dulu ya, Nenek baik di rumah, Aku hanya sebentar, Iya kan Mas?" ucap Ayu berpamitan kepada nenek, sambil melirik kearah Reza yang juga melirik kearahnya,
"iya Nek, Aku bawah Anandita dulu ya, nenek tidak usah khawatir, Aku akan menjaga cucu tersayang Nenek dengan sepenuh jiwa dan raga Nek," Ucap Reza berdiri dan berpamitan kepada nenek Ayu
Ayu pun ikut mengalami nenek dan mencium pipi setelah Dia mencium tangan neneknya,
"hati-hati ya Nak, titip cucu nenek, jangan pulang kemalaman" Ucap nenek sambil
__ADS_1
mengantar Ayu dan Reza sampai didepan pintu rumah
"iya Nek, ASSALAMUALAIKUM" ucap Reza
Reza melangkah terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil kepada gadis kecilnya
"Silahkan masuk, jangan takut, Aku tidak akan berbuat macam-macam dengan kamu sebelum kita resmi secara Agama dan hukum" kata Reza sambil tersenyum karena melihat ada keraguan dalam diri gadis kecilnya untuk masuk ke mobil dan duduk berdampingan dengan dirinya didepan,
Ingin rasanya Reza mencubit pipi chubby Ayu, yang terlihat memerah dengan perkataannya barusan,
Ayu masuk dan duduk dikursi samping Reza yang sedang mengemudi, Dia duduk dalam diam, tidak tau harus berbicara apa? sesekali Ayu melirik kesamping untuk melihat Reza,
"Ah... andai yang di samping Aku Amanda pasti kami sudah ketawa-tawa bersama, nah... ini malah duduk dan satu mobil dengan orang yang puasa bicara" celoteh Ayu dalam hati dengan memejamkan mata untuk mengusir kebosanannya
"Hem ... kami sedang ngomongin Aku dalam hati ya, Ayo jujur, Aku tau isi hati dan kepala seseorang lho Anandita!" ucap Reza tiba-tiba bersuara dan membuat Ayo sontak membuka mata dan duduk menghadap kearah nya karena apa yang dikatakan Reza benar adanya kalau dirinya sedang membiarkan Orang disampingnya,
"eh... maaf", ucap Ayu minta maaf karena merasa bersalah telah mengata-ngatai orang dalam hati
__ADS_1
"benarkan apa yang Mas bilang kalau kamu sedang ngomongin Aku dalam hati?," tanya Reza sambil menaikkan sebelah alisnya untuk menggoda Ayu
"Iya... maaf, abis mas Reza hanya diam, Ayu jadi bosan sendiri dan mengantuk", ucap Ayu merasa bersalah dan menyesal
"kamu mau makan apa Anandita? kita makan dulu ya, karena dari tadi kamu belum makan kan?" tanya Reza serius karena Dia tau kalau Ayu belum makan di tambah gadis kecilnya dari semalam tidak enak badan
"Aku ikut Mas Reza aja", jawab Ayu tidak enak hati karena selama ini Di tidak pernah diajak makan berdua apalagi sama lawan jenis yang kaya nenek ada calon jodohnya
"kita makan ikan bakar saja ya, kmu suka kan?" tanya Reza melirik sebentar ke arah Ayu
"suka ko Mas, Aku suka semua makanan yang penting halal dan sudah dimasak" ucap Ayu sudah mulai agak nyaman dengan Pria disampingnya
"Gadis pintar, Aku suka," puji Reza karena
merasa Ayu sudah mulai mau terbuka dengan dirinya
setelah perbincangan hangat terjadi, Ayu kembali terdiam lagi, Ayu merasa malu karena dirinya secara tidak sadar mengeluarkan kata-kata candaan sama seperti jika dirinya bersama sahabatnya Manda, padahal menurut Ayu Reza adalah orang baru dan baru kali ini Dia dipertemukan dengan Reza, Entah memang sudah direncanakan atau bagaimana?, Ayu sendiri belum tahu, tapi nanti akan Dia tanyakan semuanya kepada Reza,
__ADS_1
"kalau pun nantinya Mas Reza menganggap Aku cerewet, bawel, atau apalah Aku tidak perduli, dari pada Aku mati penasaran", gumamnya dalam hati sambil melihat kearah jendela karena sedari tadi mobil yang dikemudikan oleh Reza belum berhenti juga, dan jujur saja Ayu benar-benar sudah lapar, Dari tadi malam dia tidak makan,