
Setelah mendapatkan ijin dari sahabat sekaligus calon mertuanya, Reza menarik Ayu berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju kamar tempat nenek Ayu di rawat sebelum di pindahkan ke ruangan ICU beberapa hari yang lalu.
"Mas Reza lepas...!". Ucap Ayu setelah sampai di depan pintu ruangan tempat perawatan neneknya.
Reza membuka pintu ruangan dan mendorong Ayu masuk terlebih dahulu, kemudian Reza masuk dan menutup pintu ruangan.
Ayu yang melihat Reza ikut masuk dan menutup pintu dengan rapat, merasa sangat tegang dan bertanya-tanya dalam hati
"Apa yang ingin Reza lakukan di ruangan ini berdua dengan dirinya?".
"Ayo sini duduk... kenapa hanya berdiri di situ?". Reza memanggil Ayu untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangan, karena Ayu hanya berdiri di samping sofa.
"Oh... Ah... i... Iya Mas...!". Jawab Ayu terbata,
Dengan ragu-ragu, Ayu berjalan ke sisi sofa agak jauh dari tempat Reza duduk.
"Sayang... kenapa kamu terlihat takut?, Aku tidak mungkin memangsa kamu di sini!". Reza merasa lucu melihat Ayu yang gugup saat ini. Padahal Ayu sudah beberapa kali berdua dengan Reza dalam satu ruangan.
"Kamu tidak usah takut sayang, kami melakukan ini, hanya untuk membahagiakan Nenek, dan... kamu tidak mau kan melihat nenek tambah sedih di kondisi nenek seperti saat ini?". Reza berusaha melembutkan nada bicaranya, agar Ayu tidak tegang lagi.
"Iya Mas... Ayu tidak takut Koo...!". elak Ayu berusaha untuk menampilkan senyum manisnya.
"Tapi Mas... Apa kamu yakin mau menikahi Aku?". Tanya Ayu memastikan.
"sebenarnya... Mas belum terlalu yakin sih sayang... apa lagi melihat kamu yang seperti ketakutan jika berdua dengan Mas, jika berada di dalam kamar... Padahal kamu kan tahu sayang, jika orang yang sudah menikah, maka harus tinggal... bahkan tidur berdua setiap malam di satu tempat tidur....!". Ucap Reza sambil senyum-senyum menggoda Ayu.
"Tapi Ayu kan masih sekolah Mas... lagian Ayu juga tinggal di asrama... Bagaimana bisa Ayu tidur berdua dengan Mas Reza?". Ayu merasa tidak bisa melakukan apa yang Reza sampaikan barusan.
"Nanti setelah kami menikah, kamu tidak usah tinggal asrama...!". ucap Reza ingin melihat reaksi Ayu.
"Baru... Ayu tinggal di mana Mas...?"..Tanya Ayu tidak Faham dengan aturan yang Reza ucapkan.
"Ya... tinggal bersama mas dong sayang... kita kan sudah menikah!".
"Mas... Ayu serius ini, sebenarnya mas Reza membawa Ayu ke sini karena ada hal serius yang mas mau sampaikan kan?". tebak Ayu menghadap ke arah Reza dengan nada suara yang serius.
"Iya Sayang... Mas mau bicara serius dengan kamu!". jawab Reza
"Bicara apa Mas...?". Tanya Ayu penasaran.
__ADS_1
"Mas akan menikahi kamu sekitar satu jam lagi di ruangan IGD, di hadapan nenek kamu, dan kamu harus memasang wajah bahagia di Depan nenek... Kamu faham kan sayang... maksud mas?". Reza berusaha menyampaikan apa yang ingin dia bicarakan berdua, agar Ayu tidak merasa shock, ketika tiba-tiba penghulu datang dan ingin menikahkan mereka.
Setelah Reza menyampaikan apa yang ingin di bicara kepada Ayu, Reza melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kamu siap-siap sayang... karena sebentar lagi pak Supri akan datang ke sini dengan penghulu!". Ucap Reza tampa melihat Ayu.
"Ah... sekarang...?". Tanya Ayu masih merasa beli yakin.
"Em...
Ayu yang sudah faham, segera berjalan dan memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya, agar terlihat segar.
"Kamu harus bisa melakukan ini Yu... demi kebahagiaan nenek di sisa umurnya!". gumam Ayu menyemangati dirinya.
"Sayang Ayo...!". Panggil Reza
"Iya Mas...
"Kenapa kamu lama sekali... kamu mandi ya??? tanya Reza heran setelah melihat Ayu keluar.
"Tidak Mas... Ayu hanya sikat gigi dan cuci muka!". jawab Ayu berjalan menuju koper yang dia bawah dari asrama, berniat ingin mengganti pakaian.
"Mau ganti pakaian Mas... mau apalagi...!".Jawab Ayu sambil mengangkat kepala untuk melihat Reza yang mendekati dirinya.
"Tidak usa... kamu begini saja, asal kamu tau sayang... apa pun yang kamu pakai, Dimata Mas... kamu tetaplah cantik, dari dulu sampai sekarang...!". Reza gemes melihat tingkah Ayu.
Walaupun nada bicara Reza terdengar seperti pria yang sedang menggombal gadis kecilnya, tapi di dalam hati Reza, apa yang Dia ucapkan adalah sebuah kejujuran.
"Tapi... kan Mas bilang, kita mau menikah... Masa orang menikah berpenampilan seperti ini?". Ayu menarik ujung dress-nya.
"Kitakan menikahnya bukan di tempat yang mewah sayang... jadi sebentar kami hanya memakai mukena!". Reza menjengkelkan dengan sabar.
"Oh...
Ayu menganggukkan kepala, pertanda bahwa dia sudah faham.
"Ayu kamu berfikir apa sih... ini kan bukan pernikahan yang nyata...!". gumam Ayu menertawakan dirinya, yang tiba-tiba berpikir akan menjadi pengantin cantik, seperti yang sering dia di lihat, jika wanita ingin menikah, mekai pakaian yang bagus dan riasan yang cantik. Ayu lupa jika ini hanya pernikahan, yang di buat untuk membahagiakan neneknya.
Tiba-tiba Ayu merasakan kesedihan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang...?". Tanya Reza heran, setelah melihat Ayu tiba-tiba terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Ah... tidak apa-apa Mas... Ayo kita pergi menemui ayah!". Ayu berdiri dan berjalan melewati Reza.
Sampai di depan IGD, Ayu melihat ayahnya yang berdiri di depan pintu.
"Kenapa ayah berdiri di sini...?"..Tanya Ayu heran.
"Tadi nenek kamu tiba-tiba tidak sadarkan diri nak... dan sekarang nenek lagi di tangani oleh dokter di dalam!". Jawab Reza sambil tertunduk.
"Ko... bisa Yah...?". tanya Ayu heran karena dalam satu hari ini, kondisi neneknya tiba-tiba memburuk.
"Bagaimana kondisi ibu saya Dokter?". Tanya Ichal setelah melihat dokter keluar.
" Ibu Siti sudah melewati masa kritis, tapi saran saya jangan membuat dia kaget dan memikirkan sesuatu yang berat-berat dulu, karena kondisinya sangat lemah... Maaf ya pak, hanya ini yang bisa saya sampaikan!". ucap Dokter yang menangani nenek Ayu sebelum berjalan meninggalkan Ichal dan Ayu.
Reza yang melihat dari kejauhan hanya bisa mendengarkan. Reza juga tidak tau harus berbuat apa.
Setelah menelpon ayahnya, Reza berjalan menemui Ayu dan Ichal.
"Yang kuat ya Mas... dan kita harus banyak berdoa agar ibu di berikan kesembuhan!". Hibur Reza sambil menepuk pundak Ichal.
"Terimakasih Za... kamu sudah banyak sekali membantu kami!". Ichal melihat Reza.
"Sama-sama Mas... Apa pun yang Mas butuhkan, selagi Reza mampu, plastik Reza lakukan Mas... dan Mas jangan terlalu sungkan dengan keluarga saya!". Ucap Reza serius.
"Maaf mas Reza, pak Ichal... Saya terlambat!". Tiba-tiba pak Supri datang menghampiri dengan wajah bersalah.
Reza melihat Pak Supri dan di sampingnya ada seorang pria setengah bayah yang sedang membawah tas di tangannya.
"Iya... tidak apa-apa pak... Ayo mari silahkan duduk, kita berbincang-bincang dulu!". Reza mengajak pak Supri dan bapak yang datang dengan pak Supri.
Selesai berbicara dengan pak penghulu, Reza berpamitan ingin menemui kepala rumah sakit yang kebetulan merupakan sahabat Pak Susilo, ayah Reza.
Selang beberapa menit Reza datang dengan dokter yang juga merupakan kepala rumah sakit tempat nenek Ayu di rawat.
"Bagaimana... apakah sudah siap semuanya?". Tanya Dokter yang datang bersama Reza.
*** BERSAMBUNG ***
__ADS_1
Maaf jika novel Author selalu terlambat Update...🙏🙏🙏