Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Harapan Nenek


__ADS_3

"ASSALAMUALAIKUM WB," ucap Reza di ikuti Ayu yang berada disampingnya,


"Waalaikum salam wb," nenek menjawab salam mereka, sambil membuka pintu rumah,


"Kenapa lama sekali Nak?, nenek dari tadi menunggu kalian, Memangnya kalian dari mana?," tanya Nenek dengan raut muka yang masih dipenuhi dengan perasaan khawatir,


"Maafkan aku Nek, tadi Aku mengajak Anandita Makan siang, setelah itu Aku berencana ingin mengajaknya jalan-jalan ke pantai, tapi di perjalanan pulang dari rumah makan, Dia tertidur di mobil, jadi kami tidak jadi ke pantai, lalu Aku membawa Anandita ke penginapan Aku Nek... Sekali lagi maafkan Aku ya Nek! ini salah Aku," jawab Reza, menjelaskan apa yang mereka lakukan setengah hari ini bersama Ayu,


"Apa... Kalian tidur berdua di penginapan?," tanya nenek kaget, Dia takut terjadi apa-apa dengan cucu satu-satunya,


"iya Nek,... tapi nenek tidak usah khawatir, Aku bersumpah tidak melakukan apa-apa dengan cucu Nenek, kami hanya tidur aja Nek, karena setelah Anandita tertidur, ternyata Aku juga merasa sangat mengantuk, lalu kami berdua tertidur, itu aja Nek, kami tidak berbuat macam-macam!," ucap Reza panjang lebar, Dia merasa sangat tidak enak dengan nenek, Reza tau betapa khawatir dan gelisah nya perasaan nenek, dkarena cucunya barusan pergi dengan pria dewasa, ditambah nenek juga belum terlalu kenal dengan dirinya,


Reza bertemu langsung dengan nenek baru dua kali dengan hari ini, walau nenek sering melihat dan berbincang dengan Reza lewat handphone jika Ayah Ayu lagi Pulang ke rumah nenek, tapi itu saja belum cukup membuat nenek percaya seratus persen melepaskan cucunya dengan Reza,


" Yah sudah, lain kali kalau ingin pergi lama, kalian kabari nenek ya!," ucap nenek pada akhirnya, Dia sudah merasa lega karena cucunya sudah pulang dalam keadaan selamat,


"Nak Reza mau makan disini?," tanya nenek lagi, karena waktu sudah mulai malam dan sedikit lagi makan malam,


" boleh Nek, biar Aku pergi beli makanan, Nenek mau makan apa?," tanya Reza, karena memang dirinya sudah mulai lapar sejak bangun dari tidur sore tadi,


" Kalau nenek, semua makanan nenek makan, kecuali yang keras, nenek tidak bisa makan Nak!," kata nenek tidak enak hati, karena sebenarnya Dia berencana ingin masak makan malam sendiri, tapi Reza sudah menawarkan diri untuk membeli makanan,


"Oh... iya Nek, nanti Aku beli ikan bakar aja, sepertinya tadi Aku melihat di perempatan jalan ada penjual ikan bakar!, Kalau kamu sayang mau makan apa?, biar sekalian Aku jalan, atau kamu mau ikut Aku beli makanan?, Aku kan belum tahu jalan di sini, hehehe...," ucap Reza sambil tertawa menggoda Ayu yang duduk disampingnya dalam diam tak mengucapkan satu kata pun

__ADS_1


"Eh... Aku?," tanya Ayu, sambil menunjuk dirinya,


"iya... kamu, mau makan apa?, biar kita makan malam sama-sama nenek disini!," Reza menjawab kebingungan Ayu,


"Aku... di rumah saja Mas, tidak enak dengan nenek, nenek sendiri di rumah dari tadi siang padahal Aku ada di sini!," ucap Ayu, Dia sudah sadar dari lamunan panjangnya,


"kalau begitu... Kamu mau pesan makanan apa Anandita?, Mas sudah mau jalan, takut ikan bakarnya habis!," tanya Reza sambil mengacak-acak rambut Ayu, Reza gemas sendiri dengan gadis kecilnya, dari tadi di tanya tapi Dia belum nyambung,


"Aku... ikut pesanan kalian aja!," jawab Ayu, kini Dia sudah pindah posisi duduk, disamping nenek,


"Oke... Aku jalan dulu ya nek!," ucap Reza menghampiri dan menyalami nenek Ayu,


Reza pergi membeli makan malam di warung yang ada di kampung nenek Ayu, Dia juga penasaran dengan kuliner yang ada di Desa ini, apa seenak dengan makanan di rumah makan yang tadi siang Dia tempati makan Ya?," gumamnya dalam hati


"Nak, apa benar tadi kamu tidur di penginapannya Nak Reza?


"iya Nek, Ayu tidur dan ini Ayu baru bangun,


kemudian Ayu langsung minta tolong Mas Reza antar Ayu pulang Nek!," jawab Ayu jujur


"Tapi nak, kalian tidak berbuat macam-macam kan?,"


"macam-macam.... maksud nenek bagaimana

__ADS_1


Nek?," tanya Ayu bingung dengan pertanyaan Nenek


"maksud nenek, tidak tidur berdua atau melakukan apalah, begitu Nak?," tanya nenek penasaran,


"Ayu tidak tau Nek, karena pas Ayu Bagun tidur, Ayu hanya sendiri tidur di tempat tidur, Mas Reza hanya duduk di kursi dekat ranjang!," jawab Ayu jujur


"Oh... syukurlah Nak, nenek sangat khawatir, apalagi kamu kan masih sekolah nak, jangan sampai kamu nekat berbuat macam-macam dengan laki-laki yang belum menjadi suami kamu, jaga baik-baik masa depan kamu Nak, buatlah suami kamu kelak bahagia dan jangan tinggalkan anak-anak kamu apa pun kondisi suami kamu, selalu belajar saling memahami satu sama lain!," ucap nenek menasehati Ayu dengan mata berkaca-kaca, Nenek ingin, Ayu kelak bisa hidup bahagia dengan keluarganya, punya suami yang bertanggung jawab menjaga dan menyayangi cucunya, tidak seperti nasibnya sekarang, yang ditinggalkan ibu kandungnya sejak masih bayi.


"ih... nenek, bicara apaan sih, Ayu kan masih kecil Nek, masih mau sekolah dan belum berfikir untuk menikah," ucap Ayu malu-malu karena nenek membahas soal suami,


"tapi nenek juga merestui kalau nak Reza benar-benar ingin menjadi suami kamu nak, karena nenek lihat Dia laki-laki yang bisa dipercaya untuk membahagiakan kamu, bagaimana menurut Ayu sendiri?,"tanya nenek lagi, Dia ingin mendengar jawaban dari Ayu,


"Kalau itu membuat nenek bahagia, apapun itu, akan Ayu lakukan Nek," ucap Ayu menggenggam tangan nenek, Dia melihat wajah nenek yang begitu serius menatap dirinya, dan Dia tidak ingin mengecewakan nenek,


Reza yang sedari tadi berdiri di balik pintu, tidak ingin masuk dan mengganggu pembicaraan nenek dan cucunya, jadi dia memutuskan untuk berdiri di belang pintu sambil senyum-senyum mendengar jawaban gadis kecilnya,


"Nenek hanya bisa berdoa Nak, mudah-mudahan kelak kamu mendapatkan suami yang setia, bertanggung jawab dengan keluarga dan yang paling penting mau menerima dirimu dengan ikhlas," ucap nenek sambil memeluk cucunya,


Ada sejuta harapan yang nenek titip kepada cucunya, Mungkin dirinya tidak bisa menyembunyikan Ayu menikah karena Dia sadar kalau dirinya sudah sakit-sakit an.


"Aamiinn...!," ucap Ayu, mengaminkan ucapan nenek,


Ayu ingin sekali melihat nenek bahagia sebelum kembali menghadap sang pencipta, tapi dirinya juga bingung, tidak tahu harus melakukan apa, agar nenek selalu tersenyum, semenjak kakek meninggal nenek hanya tinggal bersama Ayu dan Paman, anak bungsu nenek, tapi kini om sudah pergi tugas di Sulawesi Utara.

__ADS_1


__ADS_2