
Karena mendengar handphone nya berbunyi Reza mengeluarkan benda pipih itu, dan melihat jika yang menelpon adalah ayahnya.
"Nenek Ayu, masih di ruang ICU pa... Ini Aku lagi tunggu dokter datang untuk memeriksa, sekalian, Zidan mau tanya langsung sama Dokter tentang penyakit nenek Ayu!".
Zidan berbicara dengan ayahnya cukup lama.
"Baru ibu mana Pa... Ko Zidan tidak dengar suara ibu?". tanya Zidan memastikan, Apakah ayahnya saat ini sedang bersama ibunya.
"Oh... ibu kamu lagi keluar sama teman-temannya, paling sebentar lagi datang!". jawab ayah Zidan.
Sebagai ayah, pak Susilo kenal dan faham betul dengan anak laki-lakinya.
"Kenapa?, mau bicara hal yang penting sama ayah, tapi kamu takut saya ibu kamu ya?". tebak pak Susilo.
"Ko, papa tau?". Tanya Reza heran, dari mana ayahnya tau jika Reza ingin berbicara sesuatu yang sangat urgen?.
"Yah... tau lah Nak... Aku kan ayah kamu..!". jawab pak Susilo dengan nada candaan.
"Pa.... sebenarnya... tadi siang, nenek Ayu meminta Reza untuk masuk menemui beliau, dan nenek Ayu, punya permintaan yang sangat serius sama Reza Pa...!". Reza memotong ceritanya karena mendengar ada suara orang lain di dalam handphone nya.
Reza mengira itu adalah ibunya. bukan apa-apa, saat ini Reza belum siap memberi tahukan ibunya mengenai permintaan nenek Ayu.
"Permisi apa... apa nenek Ayu meminta kamu segera menikahi cucunya?". tebak Pak Susilo
Ayah Reza sebenarnya hanya asal menebak saja, karena didengar dari nada bicara Reza, ayahnya sudah bisa menebak jika yang akan di sampaikan oleh Reza adalah hal yang serius, tapi Reza takut menyampaikan kepada ibunya terlebih dahulu.
"Ko... ayah bisa tau?". tanya Reza bingung.
Reza mengira, jika Ichal yang sudah memberi tahu ayahnya.
"yah... ayah hanya menebak saja, karena dari tadi kamu bicara, tapi ucapannya tidak jelas gitu, tinggal bilang saja, " Reza di suruh buat nikahin Ayu pa, dan sebenarnya Reza sangat senang, akhirnya gadis yang Reza idam-idamkan, benar-benar akan menjadi istri Reza... ha...ha...ha..!". Ucapan pak Susilo seperti mengejek Reza, tapi itu semua adalah bentuk kepedihan Susilo kepada anak semata wayangnya.
Pak Susilo sangat kenal dengan putranya itu. Reza selama hidupnya tidak pernah membicarakan cewek lain dengan serius kepada ayahnya, selain Ayu putri sahabat Reza sendiri.
Sejak awal pertemuan Reza dengan Ayu karena Susilo ingin mendonorkan darah buat Ayu yang waktu itu habis kecelakaan dan membantuhkan transfusi darah. Dan ternyata Reza lah yang mendonorkan darahnya untuk pertama kalinya buat Ayu.
Dari situ Reza sudah mulai menyayangi Ayu, dan tidak pernah mengkhianati Ayu. Sebagai Ayah, Susilo juga heran, kenapa Reza bisa sampai sebegitu sayang nya kepada Ayu, yang bahkan usia mereka terpaut cukup jauh, yaitu selisih 10 tahun.
__ADS_1
"Ya ampun pa... kenapa papa tertawa?". Reza kesal ditertawakan oleh ayahnya.
Sementara Ahmad yang melihat wajah Reza seketika berubah menjadi merah, hanya bisa menahan tawanya. Mau tertawa tapi takut di marahi oleh Reza.
"Tapi pa... Reza tidak tau, bagaimana cara memberi tahukan mama masalah ini?". Jujur Reza tidak tau bagaimana cara membahas masalah dirinya dengan ibunya. karena Reza takut Ibunya tidak menyetujui.
Reza ingat, ibunya pernah mengenalkan dirinya dengan anak gadis temannya, sampai ibunya nekat memanggil anak gadis temannya itu datang makan di rumah ketika Reza pulang liburan semester.
Selama ini Reza tahu, jika Ibunya tidak terlalu senang dengan dirinya yang tidak ingin memiliki hubungan spesial dengan wanita lain, selain Ayu Nur Anandita. Walaupun ibunya sering mengenalkan Reza dengan anak-anak gadis teman bisnis ayahnya.
Ibu Reza selalu beranggapan, Reza hanya kasihan dengan Ayu, tidak benar-benar cinta.
Berbeda dengan Susilo, Sang ayah lebih memahami anaknya. Karena dari kecil Reza lebih banyak bercerita dan berkeluh kesah dengan dirinya. bahkan jika Susilo keluar kota dan Reza lagi liburan, Dia akan mengajak Reza untuk ikut.
"Kalau masalah mama kamu, nanti papa yang bicara sama Dia, yang penting kamu sudah yakin kalau akan bahagia jika bersama Ayu, papa juga akan dukung seratus persen!". Susilo berusaha menyampaikan dukungannya kepada Reza.
"Terimakasih banyak pa... Doakan yang terbaik buat Reza pa!". Reza terharu dengan kata-kata penyemangat dari ayahnya.
"Iya nak ... sampaikan salam papa buat Nenek Ayu dan Ichal!". Ucap Ayah Reza sebelum mengakhiri telponnya.
Setelah selesai menerima telpon dari ayahnya Reza kembali duduk di samping Ahmad, anak dari supir pribadinya.
"Kamu menguping pembicaraan aku ya?, awas lho!". Reza ingin memukul kepala Ahmad.
-
-
-
"Keluarga ibu Siti...!". Suster keluar dari ruangan ICU
"Saya Dokter... !". jawab Reza mendekati suster
"Maaf pak... Dokter ingin berbicara dengan bapak, silahkan masuk!". Suster mempersilahkan Reza untuk masuk bertemu Dokter di ruangan.
Reza masuk ke dalam ruangan dokter mengikuti suster.
__ADS_1
"Silahkan pak...!". ucap Suster mengantarkan sampai depan pintu.
"Sore Dokter... !". sapa Reza sopan,
Karena Ayu dan Ichal tidak balik-balik sejak mereka pergi, jadi mau tidak mau Reza yang bertindak sebagai keluarga untuk mewakili.
"Bagaimana kondisi ibu saya Dokter... apakah beliau sudah boleh di pindahkan ke ruang perawatan?". Tanya Reza tidak sabar ingin mengetahui kondisi nenek Ayu.
"Begini pak... kondisi ibu Siti saat ini tidak baik-baik saja, Sejak beliau pingsan dan terjatuh dua hari yang lalu, kondisinya semakin tidak stabil, dan dari hasil pemeriksaan, setelah kami melakukan tes beberapa kali tadi siang, Selain penyakit darah tinggi dan kolesterol, ternyata ibu anda mengalami benturan yang cukup kuat di kepalanya, tapi kami tidak berani melakukan operasi karena darah tinggi dan kolesterol ibu anda masih sangat tinggi!". Dokter berusaha menjelaskan kondisi nenek Ayu yang sebenarnya.
"Jadi apa yang harus kami lakukan dokter, agar ibu saya bisa cepat sembuh?". Reza tidak sabar mendengarkan penjelasan dokter.
"Saran saya, jangan buat ibu anda terlalu banyak berfikir, apalagi sampai kaget, ibu Siti harus banyak istrahat dulu!". Jawab dokter
"Iya Dokter... kami akan mendengarkan ucapan Dokter, selamat Sore!"..Ucap Reza sebelum dari ruang dokter yang menangani nenek Ayu.
Reza keluar dari ruangan Dokter setelah berbicara dengan Dokter.
"Apa kata Dokter Mas, mengenai kondisi nenek Ayu?". tanya Ahmad penasaran
"Dia...
"Dokter sudah memeriksa ibu...?". tanya Ichal tiba-tiba memotong pembicaraan Reza dan Ahmad.
"Iya Mas... ini Aku baru saja keluar dari ruangan dokter, tadi dokter ingin berbicara dengan keluarga ibu dan mas tidak ada, jadi Aku yang masuk menemui dokter, Aku sudah telpon mas berkali-kali, tapi handphone Mas juga tidak aktif!". Reza menjelaskan dengan raut wajah penyesalan karena sudah berani mengaku sebagai anak dari ibu Siti.
"Tidak apa Reza... Mas ucapkan Terimakasih ya, tadi Mas keluar jalan-jalan dan bertemu sama teman lama, yang kebetulan ibunya juga di rawat di rumah Sakit ini!". jawab Reza berusaha untuk tersenyum.
"Baru dokter bilang apa, tentang kondisi ibu?". tanya Ichal setelah duduk di samping Reza.
"Dokter bicara banyak sih Mas... tapi intinya, Dokter bilang, kondisi ibu tidak baik-baik, selain darah tinggi dan kolesterol beliau yang masih tinggi, ibu juga mengalami benturan yang cukup kuat ketika terjatuh 2 malam yang lalu!". Reza berusaha menyampaikan apa yang disampaikan oleh dokter yang menangani nenek Ayu kepada Ichal.
"Tapi sabar Mas... kenapa nenek bisa sampai jatuh?". Tanya Reza penasaran
"Mas juga tidak tau persis... karena siang itu, Ayu pulang ke rumah diantara oleh pak Supri untuk mandi, jadi Mas yang menjaga ibu, karena ibu tidur dan Mas mau mencuci muka, Jadi mas masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nenek, tapi... setelah Mas keluar... ibu sudah terjatuh di lantai dan pingsan!". Ichal menjelaskan dengan raut wajah sedih.
Ichal tidak menyangka, akibat dirinya meninggalkan nenek Ayu, sampai bisa berakibat fatal seperti saat ini.
__ADS_1
"Sudahlah Mas... itukan bukan salah Mas... tapi kecelakaan, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri!". Reza berusaha menghibur Ichal.
*** BERSAMBUNG ***