
***
Setelah Sampai di depan sebuah mobil yang menurut Aku "mewah", seorang laki-laki yang berpakaian serba hitam mengambil koperku dan koper sahabat ayahku lalu memasukkan kedalam bagasi mobil.
"Ayo masuk" kata Sahabat Ayahku sambil membukakan pintu penumpang.
Dengan perasaan was-was Aku masuk Tampa mengatakan sepatah katapun.
"Tidak usa takut, Aku orang baik ko, Aku tidak akan macam-macam dengan kamu apalagi mencurimu Anandita!" kata sahabat ayahku karena mungkin dia melihat wajahku yang ketakutan,
Sambil memasuki mobil dan duduk tepat disampingku.
"Sana, geser sedikit, Aku mau duduk disini juga" kata sahabat ayahku lagi,
Dengan perasaan tidak enak, Aku menggeser tubuhku kepinggir dekat jendela mobil, masih dalam diam dan perasaan yang sulit Aku fahami antara takut yang berlebihan, atau, takut perasaan aneh yang biasa Akurasan datang lagi.
Aku duduk dalam diam,
Tampa menoleh sedikit pun ke arah sahabat ayahku.
Aku hanya melihat keluar jendela sambil melihat bangunan-bangunan yang ada disepanjang jalan yang mobil kami lewati.
*
Ditengah keheningan, Aku merasa mengantuk dan menguap beberapa kali sambil menutup mulut dengan tangan dan masih terus menghadap kejendela.
"Tidur aja kalau mengantuk, ini juga masih lama baru sampai rumah" kata sahabat ayahku tiba-tiba,
__ADS_1
Mungkin dari tadi dia memperhatikan Aku yang terus menguap.
Sebenarnya hari ini Aku lelah sekali karena semalam Aku tidur lumayan larut,
Aku beres-beres barang yang mau Aku bawah dan tinggal di Asrama, mungkin Aku tidur sekitar jam 23.00 WIT lewat,
Entahlah, Aku lupa melihat jam dinding yang ada diasrama sebelum merebahkan tubuhku diatas kasur, yang menurutkan sangat nyaman dan akan Aku rindukan selama beberapa Minggu kedepan.
Setelah semua barang-barang Aku beres, Amanda masih mengajakku berbicara dan bercanda riya.
Katanya sih "bakal kangen jauh-jauh dari Aku"
yah itulah sahabatku Manda yang kadang-kadang lebay akut.
"Aku juga akan merindukanmu Manda" ucapku menghadap kedepan sahatku yang satu ini.
*
"Ah... Amanda sedang melakukan apa sekarang ya, apa dia memikirkan Aku juga?"
"apakah dia sudah sampai dirumahnya, Manda merindukan Aku juga tidak ya?"
Gumamku dalam hati karena tiba-tiba merindukan sahabatku yang super baik dan cerewet itu.
Setelah cukup lama diam dan menghadap ke jendela, Aku menghadap kedepan sambil melirik kaca spion didepan Pak Supir untuk melihat sahabat ayahku, karena dari tadi dia tidak bersuara.
sambil memegang leher belakang,
__ADS_1
"Ah pengel juga" gumamku
"Syukurlah, ternyata dia tidur!" Ucapku dalam hati, karena Aku lihat sahabat ayahku itu sedang bersandar di jok mobil sambil memejamkan mata.
Karena merasa bosan dan suasana mobil tiba-tiba hening, Aku memberanikan diri mengajak pak Supir berbicara,
"Pak, kenapa tidak putar musik?" Tanyaku sama Pak supir,
"Maaf Nona, Mas Reza tidak terlalu menyukai musik" kata Pak Supir
"masa sih Pak, ada orang tidak suka musik?" tanyaku heran,
"iya Non" jawab pak Supir.
Setelah percakapan singkat ku dengan Pak supir tadi, Aku kembali diam, sambil melihat wajah sahabat ayahku lewat kaca spion didepan supir.
"Lumayan tampan, bodynya juga Oke" ucapku mengangumi sahabat ayahku dalam hati,
"Ah... Aku berpikir apa sih? Ayu... Sadar kamu masih kecil, umurmu aja belum 17 tahun, kenapa suka sekali mengangumi cowok tampan?" Batinku, karena tiba-tiba merasa aneh aja dengan pria di sebelahku.
"Kamu kenapa? ko senyum-senyum dan geleng-geleng kepala segala?" kata sahabat ayahku tiba-tiba
sontak Aku kaget dan berusaha mengalihkan pandanganku.
"Ti..ti-dak apa-apa Mas" jawabku singkat dan terbata-bata karena malu.
"Kalau mengantuk tidur aja, Aku tidak akan macam-macam sama kamu, Aku tidak berani dengan ayah kamu Anandita, Dia sahabat terbaik yang pernah aku miliki sejak masih kecil dan beliau seperti Kakak kandung buatku, jadi tidak usah takut, Aku orang baik-baik, percaya deh!" kata sahabat ayahku panjang lebar.
__ADS_1
"Ia Mas, terimakasih" jawabku singkat sambil menyandarkan tubuhku di jok mobil dan menghadap kembali kejendela.
Tidak terasah, ternyata Aku tertidur benar didalam mobil.