
Karena Reza sudah selesai makan, ayu juga ikut mengakhiri makan siangnya, Sebenarnya Ayu masih mau makan, tapi terpaksa Dia menyudahi makan karena malu dan merasa tidak enak hati dengan pria didepannya
"Kenapa berhenti makan, padahal kan makanannya belum habis?", tanya Reza heran, setelah melihat Ayu menyelesaikan makan tak lama setelah Dia juga kenyang
"oh... Aku sudah kenyang Mas, Terimakasih atas traktirannya, semoga Rejekinya tambah banyak dan... !" Ucap Ayu terpotong karena malu-malu, Dia mengangkat wajahnya sebentar untuk memandang pria yang telah baik hati mau mentraktir dirinya makan siang, karena jujur Ayu memang sedang lapar-laparnya, dari pagi belum makan apapun, ditambah insiden di rumah nenek yang sangat menguras energi nya
"Dan... cepat melamar kamu ya Anandita?" ucap Reza tertawa dan memotong ucapan Ayu yang sedang membulatkan mata dan spontan mengangkat wajah karena mendengar ucapan Reza yang dengan lancarnya bisa mengucapkan kata-kata MELAMAR ditengah keramaian,
"Hai, Anandita... kenapa kamu melotot dengan wajah memerah padahal Aku tidak sedang mengejek atau menggoda kamu? kata Reza masih terus menggoda Ayu
"ih... malu tau Mas, Aku kan masih kecil!" tegas Ayu dengan bibir dibuat monyong,
"Oh... ya Mas, katanya mau ceritakan Aku, mengenai...." ucapan Ayu terpotong karena merasa malu sama orang-orang yang ada di rumah makan yang sama dengan dirinya,
"mengenai apa?... oh... dasar gadis kecil yang tidak bisa sabar", kata Reza berdiri sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Ayu, menurut Reza menggoda Ayu sangatlah menyenangkan dan Dia akan merindukan wajah malu-malu gadis kecil yang merupakan calon jodohnya sejak Dia masih Remaja,
"tidak jadi Mas, ayo kita pulang saja, kayanya kita sudah lama disini, itu Kasihan banyak pelanggan, takut tidak kebagian tempat duduk," kata Ayu sambil menunjuk pelanggan yang sedang berdiri memesan menu makan siang, Ayu menunjuk pelanggan rumah makan dengan bibir dan sesekali mengangkat bahunya,
"Oh... itu masih ada tempat, lagian kita juga kan bayar!, ucap Reza sambil menunjuk meja kosong yang ada di pojok rumah makan yang mereka tempati makan siang,
__ADS_1
"Tapi kan kita sudah selesai makan mas," ucap Ayu malu-malu
"Siapa bilang, Aku kan masih mau pesan menu penutup", ucap Reza sambil berdiri dan berjalan menuju meja tempat memesan Menu makanan
Ayu senyum-senyum setelah kepergian Reza, Dia tidak habis pikir, mau disimpan di mana makanan yang Reza pesan lagi, padahal kan kata Reza "Dia sudah kenyang, kenapa mau pesan menu penutup segala, emang bagaimana sih enaknya makanan penutup itu", gumam Ayu dalam hati, Dia penasaran bagaimana Rasa makanan yang dipesan Reza kali ini
"Ayo... ngaku... kenapa senyum-senyum?", ucap tiba-tiba sudah ada didepan Ayu sambil menarik-turunkan alisnya
"oh... tidak apa-apa Mas, ko Mas tiba-tiba ada didepan Aku?," ucap Ayu malu-malu dan kaget
"Oh... itu Tidak perlu kamu tahu, rahasia... Ayo duduk lagi, katanya tidak sabar mau dengar cerita Mas, Duduk dulu baru Aku ceritakan, tapi Mas juga bingung sih, Mulai cerita dari mana ya?, Kamu aja yang tentukan, mau diceritakan dari mana, takutnya kalau diceritakan dari awal, kita bisa bermalam di rumah makan ini Anandita!", Ucap Reza menggoda Ayu, tapi dengan nada yang dibuat seserius mungkin,
"tidak yakin sih, kamu paham dengan cerita Aku," ucap Reza senyum-senyum
"emang Mas kenapa mau dijodohkan dengan Aku, padahal kan Mas orang kaya, anak satu-satunya, tinggal di Jakarta dan... ?...Ah...Tau ah...", tanya Ayu, Dia sendiri bingung mau tanya apa
"apa Anandita?, kalau bicara itu jangan sepotong-sepotong, Mas juga jadi penasaran," kata Reza serius menatap wajah Ayu
"Aduh... Mas, Tidak udah tanya-tanya, Aku jadi malu sendiri, jawab aja pertanyaan Aku yang tadi, dan... kalau bisa tidak usah panggil Aku dengan nama Anandita ya mas, Aku merasa nama itu kepanjangan, panggil aja Ayu, walaupun wajah Aku tidak ayu, tapi Aku suka kalau teman-teman Aku memanggil Aku dengan nama Ayu,..." ucap Ayu terpotong
__ADS_1
"Tapi Aku suka memanggil kamu dengan nama Anandita, bukankah nama lengkap kamu Ayu Nur Anandita?, dan satu lagi Anandita, sejak pertama kali Aku bertemu dengan kamu Aku sudah memanggil namamu dengan Anandita, karena Aku suka memanggilmu dengan nama itu, atau kamu suka dipanggil dengan nama Ayu karena pria yang kemarin berbicara dengan kamu di Bandara memanggil namamu Ayu, apakah pria itu pacar kamu di sekolah?...", tanya Reza panjang lebar dan dengan nada suara yang agak ditinggikan, seperti orang yang sedang marah
Ayu yang mendengar ucapan Reza, sontak menundukkan kepala dan berpikir dari mana dia tahu tentang Kak Abuts, apa Reza memata-matai Ayu selama ini? atau Reza melihat kejadian di airport, yang mana dirinya sedang duduk berdua dan berbincang dengan kak Abuts ya?
"kenapa diam Anandita? jawab pertanyaan Aku, apa pria itu pacar kamu disekolah?", tanya Reza lagi dengan suara yang lebih keras
"Bu...bu-kan Mas," ucap Ayu terbata dan masih menundukkan kepalanya, Dia takut menatap Reza
"lalu kenapa kamu kelihatan akrab dengan pria itu dan kenapa kamu meminta Aku memanggil kamu dengan nama seperti pria itu memanggil namamu?, Ayo jawab dan lihat Aku, jangan berbohong karena Aku tahu kamu tidak pintar berbohong Anandita!", ucap Reza sudah mulai menurunkan nada suaranya, Dia melihat Ayu seperti orang yang sedang ketakutan
"Maaf Mas,... Pria itu namanya Kak Abuts, Dia senior Aku di sekolah, Aku kenal Dia waktu acara penamatan kemarin, dia tiba-tiba mengajak Aku kenakalan, itu aja, dan... Kak Abuts bukan pacar Aku mas", ucap Ayu takut-takut salah bicara dan membuat Reza tambah marah, jadi berbicara apa adanya
"oh... maaf ya Anandita, Aku tidak marah ko, Aku cuma takut kalau kamu sudah punya pacar", ucap Reza Merasa bersalah karena telah membentak gadis kecilnya
"i...i-ya Mas, tidak apa-apa, tapi A-ku takut kalau mas marah", ucap Ayu terbata-bata, masih tidak berani melihat wajah Reza
"Aku sungguh tidak marah Anandita, jadi jangan takut ya," Ucap Reza, menyentuh pucuk kepala Ayu,
Reza mengusap-usap kepala Ayu dengan lembut, Sebenarnya Reza juga merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol emosinya, padahal permintaan Ayu sangat lah sederhana, "hanya ingin dipanggil dengan nama Ayu " tapi entah kenapa dia tidak suka mendengar kalau ada ada pria lain yang mengganti nama gadis kecilnya,
__ADS_1