
Ayu duduk disamping nenek sesuai permintaan dari neneknya tadi, tapi dalam hati dan didalam kepalanya muncul berbagai macam pertanyaan yang mungkin dirinya sendiri tidak tahu apa jawabannya.
"Nak kamu kenapa? wajah kamu terlihat lesu seperti banyak pikiran, apa kamu masih sakit? tanya nenek merasa sangat khawatir dengan cucunya karena dari tadi hanya menundukkan wajah, hanya sesekali Ayu mengangkat kepalanya untuk melihat lawan bicaranya.
"ya.... A... Aku tidak apa-apa Nek, hanya mengantuk mungkin karena kurang tidur dari semalam", ucap Ayu terbata
"Anandita... Nak... sebenarnya ada sesuatu yang ingin nenek bicarakan dengan kamu,... dan ini bersifat serius..." kata nenek sambil menggenggam tangan Ayu yang sedari tadi dia letakkan di atas pahanya.
"Emang nenek mau bicara apa, ko kedengarannya serius sekali?" tanya Ayu, karena tidak biasanya nenek berbicara seserius saat ini, apalagi sekarang ada orang lain di samping nenek.
Reza hanya diam menunggu, apa yang akan nenek sampaikan kepada gadis kecilnya, Dia berharap hal itu adalah sesuatu yang baik buat Dia dan Ayu,
Sesekali Reza melirik ke arah Ayu, karena menurut Dia, gadis kecilnya saat ini sungguh menggemaskan terlihat dari raut wajahnya yang memerah disertai perasaan gugup yang mentaluh-taluh
__ADS_1
"Sebenarnya Reza ini bukan hanya sekedar teman atau sahabat dari ayah kamu nak, tapi Reza itu adalah..." ucap nenek terpotong karena Ayu tiba-tiba memotong kata-kata nenek dan berpamitan ke belakang,
"Nek...nenek... maafkan Ayu ya, Ayu pamit dulu kebelakang" ucap Ayu sudah memengang perut dan berlari ke bawah rumah,
Ayu berjalan cepat menuruni tangga dan memasuki kamar mandi yang di dalamnya Terdapat Water closed (WC), kali ini Dia benar-benar lagi ingin kebelakang untuk menuntaskan hajatnya, tidak seperti kejadian tadi siang,
"Lengahnya..." ucap Ayu setelah keluar dari kamar mandi,
"tapi... tunggu dulu, tadi nenek mau bicara apa ya? kelihatannya serius banget, tidak biasanya nenek berbicara seperti itu" gumam Ayu sambil terus melangkahkan kaki hendak memasuki rumah nenek,
"Aku tidak apa-apa Mas, hanya ada sedikit masalah perut", ucap Ayu malu-malu saat dirinya tidak sengaja bertemu mata dengan Reza
Ayu sungguh merasa tersanjung, baru kali pertama ada pria yang perhatian dengan dirinya selain Ayahnya, Apalagi menurut Ayu Reza itu pria dewasa yang wajahnya tidak mengecewakan di bawah ke acara reonian atau ke pesta saat ada undangan.
__ADS_1
"sini duduk lagi nak, Nenek belum selesai, dan mungkin saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyampaikan ini semua kepadamu Nak, walau Ayahmu tidak ada disini, tapi Dia sudah menitipkan kamu pada Nenek", ucap nenek dengan mata berkaca-kaca sambil terus menggenggam tangan kanan cucunya.
"nenek kenapa? ko serius benget, emang nenek mau menyampaikan apa? Ayu jadi takut Nek", ucap Ayu menggenggam tangan nenek dan mengangkatnya menaiki dada dan menghampiri mulutnya, Ayu mencium tangan nenek yang sudah kelihatan keriput,
Sungguh Ayu sangat menyayangi nenek, Ayu sangat bersyukur mempunyai sosok nenek yang sangat menyayangi dirinya, Andaikan nenek tidak ada, Ayu tidak tau bagaimana nasibnya waktu itu, saat ibunya tegah meninggalkan dirinya waktu masih bayi,
"Nak, nenek sangat berharap kamu mau mempertimbangkan dan mau menerima apa yang nenek sampaikan nanti ya?" ucap nenek dengan wajah yang masih sendu,
"Nek... Nenek ko bicara seperti ini, Ayu jadi takut Nek," ucap Ayu, kali ini Dia sedang memeluk neneknya, perasaan Ayu sungguh takut dan sempat terlintas di benaknya kalau nenek akan segera meninggalkan dirinya sendiri, karena baru kali ini Nenek berbicara seserius ini ditambah nenek berwajah sedih tidak seperti biasanya,
"Aku Akan menurut sama nenek, apa pun yang itu Nek... Aku akan menurutinya, sekalipun nenek ingin mengambil nyawaku..." ucap Ayu terseduh-seduh dengan posisi terus memeluk neneknya.
Reza yang menyaksikan langsung gadis kecilnya begitu menyayangi neneknya, Dia terharu dan matanya ikut berkaca-kaca, Dia tambah yakin dan membulatkan telat untuk segera memberi tahu Ayu tentang perjodohan mereka, tepatnya rasa ketertarikan Dia terhadap gadis kecil didepannya sejak dia masih kelas Tujuh,
__ADS_1
"Ayu Aku yakin, kamu gadis yang tepat untuk mendampingi diriku," gumam Reza dalam hati , dalam hati.