Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Sup Ayam


__ADS_3

Sudah Dua hari nenek Ayu di rawat di rumah sakit. Ayu dan Ichal kadang-kadang bergantian menjaga neneknya, jika salah satu dari mereka ingin pulang mengambil sesuatu, atau hanya sekedar pulang untuk mandi.


Siang ini, Ayu ingin pulang ke rumah nenek. Ayu ingin pulang mandi dan memasak sup jagung buat Nenek dan Ayahnya.


"Yah ... Aku mau pulang ke rumah sebentar, titip Nenek...!," ucap Ayu meminta ijin kepada Ichal


"Iya Nak... tapi kamu mau pulang sama siapa, apa ayah telpon pak Supri, untuk jemput kamu?". tanya Ichal, setelah melihat anaknya sudah siap-siap pulang ke rumah neneknya.


"Boleh yah... soalnya, Aku juga berencana mau sekalian mampir di swalayan untuk membeli bahan makanan!". jawab Ayu menyetujui ide ayahnya


"bagus kalau begitu... sekalian ayah titip susu beruang ya..., rasanya ayah ... harus minum susu, badan ayah pegal-pegal semua!". ucap Ichal menitip sesuatu kepada Ayu.


Selesai berbicara dengan Ayu, Ichal mengeluarkan handphone dari dalam saku celananya.


"Pak... bisa datang ke rumah sakit sekarang?". kata Ichal setelah telponnya tersambung


"iya pak... bisa...!". jawab pak Supri


***


Selesai menerima telpon, pak Supri melajukan mobil, menuju rumah sakit untuk menjemput calon istri Bosnya.


Pak Supri melaksanakan apa pun yang di inginkan oleh Ichal maupun Ayu, karena itu memang pekerjaan Dia sebagai supir pribadi Reza. pak Supri mendapatkan gaji yang besar setiap bulan, hanya bekerja untuk mengantar jemput siapa saja yang di perintahkan oleh Reza, dan itu tidak setiap hari.


Sesampainya di rumah sakit Pak Supri memarkir mobil, kemudian masuk ke dalam ruang rawat nenek Ayu.


"Sudah siap nona?". tanya pak Supri setelah masuk ke dalam kamar.


"Iya pak, sudah...?".


"Yah... Ayu pulang dulu... titip nenek!". Ayu menyalami Ayahnya, lalu berjalan menuju tempat tidur neneknya.


Ayu ingin melihat wajah Neneknya sebelum pulang sebentar. wajah yang sangat teduh di pandang mata.


Ayu melihat neneknya masih memejamkan mata.


"Nek... Ayu pulang dulu ya...!". pamit Ayu kepada neneknya.


Walaupun nenek Ayu tidak menjawab, tapi Ayu tetap berpamitan dengan neneknya, karena Ayu yakin kalau nenek, mendengar apa yang Ayu Ucapkan.


Ayu pulang diantar oleh supir pribadi Reza yang ada di kampungnya. Sebelum sampai rumah nenek, Ayu meminta tolong kepada pak Supri untuk mampir sebentar ke swalayan untuk membeli bahan makanan.


Selesai membeli semua bahan yang dibutuhkan, Ayu kembali ke dalam mobil yang terparkir di depan swalayan.


Sampai rumah nenek, Ayu turun dari mobil dan berniat ingin mengangkat bahan belanjaannya sendiri. tapi pak Supri tiba-tiba keluar dari mobil dan mengambil barang-barangnya.


"Biar bapak aja yang bawakan non...!".


"maaf pak... merepotkan...!". ucap Ayu tidak enak hati,

__ADS_1


"Tidak apa-apa non... ini kan pekerjaan bapak!". jawab Pak Supri sambil mengangkat barang-barang yang Ayu beli barusan di swalayan.


Pak Supri meletakkan barang-barang Ayu di teras rumah, karena Dia tidak hati untuk masuk ke dalam rumah.


"Terimakasih pak...!". ucap Ayu setelah melihat pak Supri ingin pergi meninggalkan rumah neneknya.


"Iya Nona, jangan terlalu sungkan sama bapak!,"


"Sebentar nona pulang kira-kira jam berapa?, biar bapak tidak terlambat mengantar nona ke rumah sakit!". ucap pak Supri sebelum meninggalkan Ayu sendirian di rumah neneknya.


tring... tring... tring...


Tiba-tiba terdengar suara handphone pak Supri berbunyi di saku jaketnya.


Pak Supri yang mendengar suara handphone nya berbunyi, langsung mengeluarkan dan melihat siapa yang menelepon.


"Pak Reza...!". gumam Pak Supri dengan suara sangat pelan, tapi Ayu masih bisa mendengarkan karena posisinya belum jauh dari pak Supri.


"Assalamualaikum... Mas Reza!". ucap Pak Supri mengangkat telponnya


"Waalaikum salam... Bapak ada di mana sekarang?". tanya Reza


"Aku masih di depan rumah neneknya Ayu Mas Reza!". jawab Pak Supri sambil melirik ke arah Ayu yang berdiri tidak jauh daritempatnya.


"di situ ada Ayu pak?". tanya Reza antusias


Ayu yang merasa kalau pak Supri mungkin sedang ada kerjaan lain, Dia ingin meninggalkan pak Supri sendiri dan masuk ke dalam rumah neneknya.


"Nona... ini ada telpon...!". panggil pak Supri setelah melihat Ayu ingin masuk ke dalam rumah


Ayu yang mendengar Pak Supri memanggil dirinya, langsung menoleh.


"Telpon untuk saya pak?". tanya Ayu heran.


Pak Supri mendekati Ayu dan menyerahkan handphone nya.


"Telpon dari siapa pak?". tanya Ayu lagi karena pak Supri sudah menyerahkan handphone kepada nya.


Pak Supri tidak menjawab, dia hanya memberi kode agar melihat layar.


Ayu yang faham dengan kode yang ditunjukkan oleh pak Supri, langsung melihat layar handphone.


Ternyata Reza sudah mengubah panggilan menjadi Vido call.


Ayu yang melihat wajah Reza terpampang di layar handphone, tiba-tiba merubah menjadi malu. wajah Ayu tiba-tiba memerah.


Ayu tidak tahu harus berkata apa, karena baru kali ini ada pria lain yang menelpon dirinya lewat video call selain Ayahnya.


Wajah Reza terlihat senyum-senyum di layar handphone pak Supri.

__ADS_1


"Sayang... ko wajahnya tidak kelihatan semua?". tanya Reza karena tidak melihat wajah Ayu.


"Em... oh... maaf Mas...!". jawab Ayu terbata, Sebenarnya dia bingung mau bicara apa dengan Reza.


Reza terus berbicara dengan Ayu lewat handphone pak Supri, sementara Ayu hanya sesekali menjawab jika ditanya.


"Sudah dulu ya Mas... kasian, Pak Supri, kelamaan nungguin handphone nya!".


"Sayang... kenapa handphone yang mas kasih, tidak di bawah pulang?". tanya Reza sebelum Ayu menyerahkan kembali handphone pak Supri.


"Oh... itu Mas... maaf, Ayu lupa!". Ucap Ayu benar-benar tidak enak hati dengan Reza.


"Oh... tidak apa-apa sayang, tapi lain kali, setiap kamu ingin keluar dari asrama, tolong bawah handphone ya, biar Mas gampang menghubungi kamu!", ucap Reza panjang lebar.


Reza tau semua informasi tentang Ayu selama berada di kampung saat ini, karena Reza sering Chat dengan Ichal. Reza aktif mengecek kondisi nenek Ayu.


Bahkan Reza tahu jika nenek ayu sekarang menderita penyakit komplikasi. Lebih parahnya lagi, penyakit nenek Ayu sudah lama Dia derita, tapi baru kali ini di rawat di rumah sakit, jadi baru terdeteksi.


Tapi karena Reza sudah janji kepada ayah Ayu, bahwa dia tidak akan memberi tahukan kepada Ayu tentang penyakit neneknya. Ichal takut jika Ayu mengetahui penyakit neneknya. Ayu semakin sedih.


***


Selesai menerima telpon Ayu masuk kedalam rumah, dia meletakkan semua barang belanjaannya di dapur.


Ayu memasak masakan kesukaan neneknya, Dia berharap nenek berselera makan dengan masakan yang di buat olehnya.


Selesai memasak dan menyiapkan semua masakan nya di dalam wadah tempat makanan. Ayu berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Hari ini Ayu ingin mandi di rumah sebelum kembali ke rumah sakit menemani dan membawakan makanan untuk ayah dan neneknya.


Ayu bergegas melakukan semua aktivitasnua hari ini di rumah. Ayu tidak ingin membuat pak Supri menunggu dirinya.


Hari sudah menunjukkan pukul Dia belas lewat sepuluh menit. pak Supri sudah datang menjemput Ayu untuk di bawa kembali ke rumah sakit.


Ayu memasukkan semua masakan yang telah dia kas kedalam rantang makanan.


"Sini Bapak bantu non...!". tawar pak Supri melihat Ayu mendekati mobil dengan membawa rantang makanan.


"Terimakasih pak... tapi ini tidak berat ko...!". tolak Ayu sopan.


Ditengah perjalanan, pak Supri tiba-tiba teringat, ingin bertanya soal penyakit nenek Ayu.


"Nona maaf kalau bapak lancang..., tapi bapak mau tahu, nenek nona sakit apa ya?". Tanya Pak Supri penasaran.


"Dokter bilang, kalau nenek kolesterol dan tekanan darah tinggi pak...!". jawab Ayu sesuai ucap Dokter Yaang memeriksa keadaan neneknya waktu itu.


Ayu tidak tahu kalau neneknya menderita penyakit komplikasi, jantung lemah, kolestrol dan tekanan darah tinggi.


*** BERSAMBUNG ***

__ADS_1


__ADS_2