
Jakarta...
Amanda yang sudah tiga hari berada di apartemen kakaknya, mulai bosan karena Zidan mengatur makanan dan semua hal tentang dirinya.
"Kak Zidan... Aku sudah mau pulang ke Asrama!," ucap Amanda ketika melihat kakaknya pulang dari kantor sore itu.
Amanda sangat merindukan teman-teman satu Asramanya, terutama Ayu sahabatnya.
Amanda dan Zidan tidak tahu, kalau saat Aini Ayu tidak ada di asrama, karena sebelum Ayu di suruh pulang kampung oleh ayahnya, Amanda sakit dan dibawa pulang oleh Zidan ke Apartemennya.
"Kalau mau pulang cepat ke Asrama, berarti kamu harus rajin minum obat dan jaga makanan adekku sayang...!," kata Zidan sambil mendekati Amanda yang duduk di sofa ruang tamu apartemen Zidan.
"Manda sudah sembuh kak... dan lama-lama Manda... bosan tinggal di apartemen kak Zidan". ucap Amanda hati-hati, Dia takut kakaknya tersinggung.
"makanya supaya kamu tidak bosan, coba kamu bikin sesuatu ke... seperti... masak mungkin...!," ucap Zidan memberi solusi.
Zidan tahu sebenarnya adiknya dulu, sangat pintar masak, waktu sekolah menengah pertama di Palu, tapi entah kenapa, setelah Zidan kembali dari luar negeri untuk kuliah. Amanda sudah tidak pernah lagi memasak sampai sekarang.
"Manda... tidak mau masak lagi Kak..., jadi jangan... menyuruh Aku masak lagi...!," Amanda marah dan meninggalkan kakaknya duduk sendiri di sofa.
"Dasar anak gadis... Dikasih saran malah marah-marah!". gumam Zidan dengan suara yang pelan setelah melihat adiknya berlalu dan masuk ke dalam kamar tidur Zidan.
"Kak Zidan apa-apaan sih... suruh-suruh Aku masak, Oga... Aku tidak mau masak lagi...!," gerutu Amanda jengkel dengan kakaknya Zidan.
Zidan masuk kedalam kamarnya yang di tempat Amanda sekarang, Dia melihat Amanda berbaring di tempat tidurnya sambil membaca buku.
"Kakak mau ambil pakaian ya, mau ganti baju...!," Ucap Zidan melirik ke arah adiknya
Amanda yang mendengar kakaknya, Dia malas dan enggan untuk membalas kata-kata Zidan.
Amanda pura-pura fokus membaca buku, tapi sebenarnya Dia melirik sesekali ke arah Zidan. Dia melihat Zidan mengambil pakaian lalu keluar dari kamar.
Setelah Zidan keluar, Amanda bangun karena melihat handphone Zidan tergeletak diatas meja dekat lemari pakaian.
Amanda membuka handphone Zidan, Dia mencari kontak ibunya.
"Halo ma... Mama di mana?". tanya Amanda, setelah mendengar ibunya mengangkat telpon.
"Mama... lagi di Bandung bersama ayah kamu, besok baru mama dan ayah pulang ke Jakarta!," jelas ibu Amanda di telpon.
"Kamu sudah sehat kan Nak?, jangan suka melawan dengan kakak kamu!," ucap Ibu Amanda lagi.
"Iya Ma...!,"
__ADS_1
"Handphone kamu mana?, kenapa pakai handphone kakak kamu?," tanya ibu Amanda Heran setelah menyadari kalau nomor yang menghubungi nya adalah nomor anak laki-lakinya.
"Oh... itu mah... Handphone Aku di pembina Asrama, waktu di jemput Kak Zidan, Manda tidak sempat pergi ambil!". Amanda menjelaskan kepada ibunya.
"Oh... begitu... !," ucapan ibu Amanda terpotong.
"Sayang... ayo berangkat...!," Amanda mendengar suara ayahnya di telpon sedang memanggil ibunya.
"Sudah dulu ya nak ... mama di panggil ayah, kami mau pergi di acara teman ayah!". Ucap ibu Amanda sebelum mengakhiri pembicaraan dengan anaknya.
Zidan yang sudah mandi dan berganti pakaian, berniat ingin memanggil adiknya untuk jalan-jalan ke mall sebentar.
Zidan tahu kalau Amanda pasti bosan tinggal di apartemen sendirian, jadi sore ini, Dia sengaja pulang cepat dari kantor karena ingin mengajak adiknya jalan-jalan sebentar.
"Kamu habis pake handphone kakak ya?," tanya Zidan karena melihat adiknya memegang handphone nya.
"Em...!," gumam Amanda sambil meletakkan kembali handphone Zidan di atas meja.
Amanda mengirah Zidan akan marah, tapi ternyata kakaknya hanya senyum-senyum mengambil handphone dan berjalan menuju tempat tidur, mendekati dirinya.
"Kamu habis telpon siapa sih dek?, ko... mukanya jutek banget setelah menelpon!". selidik Zidan
"Lihat aja sendiri, di panggilan keluar...!," jawab Ayu sambil berbaring kembali di atas tempat tidur.
"Mama... kirain...!,"
"Kirain siapa kak?, Manda masih jomblo tau...!," ucap Amanda memotong kata-kata Zidan.
"Iya.. percaya...!,"
"Dek... hari ini, temani kakak keluar jalan-jalan yuk...!," Ajak Zidan, memecah kesunyian di dalam kamar setelah melihat adiknya membalikkan badan dan memeluk bantal guling.
Amanda yang mendengar kata jalan-jalan, langsung bersemangat dan segera bangkit dari tempat tidur.
"Ayo... kakak mau kemana?, ke mall Yo Kak... Manda sudah lama rasanya tidak ke Mall...!". Usul Amanda antusias.
"Oke... kalau begitu kamu siap-siap dulu ya, Kakak tunggu di luar... ingat... jangan lama-lama!". Ucap Zidan sebelum meninggalkan Amanda di dalam kamar untuk bersiap-siap.
"Oke kakakku yang baik hati...!," ucap Amanda bersemangat, dan berlalu membuka lemari pakaian Zidan.
Ya... di dalam lemari Zidan, ada juga pakaian Amanda, yang sengaja Zidan belikan dan simpan di lemarinya, walaupun Amanda jarang sekali berkunjung ke apartemen Zidan.
Tapi sebagi seorang Kakak, Dia tau kalau adiknya itu pasti butuh pakaian jika berada di apartemen.
__ADS_1
Selesai memakai pakaian yang menurutnya cocok di badannya, Amanda keluar dan melihat Zidan sedang melihat-lihat fhoto di galeri handphone nya.
Amanda yang melihat dari jauh, samar-samar, seperti Zidan sedang melihat fhoto cewek-cewek.
"Ayo kakak, lagi lihat fhoto siapa itu?," tanya Amanda menggoda Zidan.
"Yang mana?, Kakak tidak melihat fhoto siapa-siapa!". elak Zidan karena ternyata Amanda melihat dirinya.
"Kamu sudah siap?, Ayo berangkat!". ucap Zidan lagi, Dia tidak ingin ketahuan adiknya, sedang mengintip Facebook Amanda.
Zidan dari tadi membuka-buka Facebook Amanda, untuk melihat postingan-postingan Amanda yang berpose cantik dengan Ayu.
Zidan malu hampir ketahuan Amanda telah mengintip sosial media adiknya.
"Iya Kak... tenang saja, adikmu ini bisa dipercaya untuk menjaga rahasia!". ucap Amanda berlalu meninggalkan kakaknya.
Amanda berjalan terlebih dahulu keluar dari apartemen.
Zidan bersama Amanda berjalan berdua memasuki lift untuk sampai ke kagarasi.
"Kakak sudah punya pacar ya?," tanya Amanda tiba-tiba, karena setahu, Amanda Kakak nya itu sudah lama tidak punya pacar lagi, setelah putus dengan pacar pertama sewaktu sekolah menengah Awal.
"Tidak ada Manda... kakak masih jomblo, seperti dirimu...!". jawab Zidan keluar dari lift.
Zidan mengendarai mobil sendiri hari ini. karena memang Zidan menolak jika ayahnya menyuruh Dia untuk memakai supir pribadi.
Zidan selalu menolak dengan alasan "Masa... seorang supir pribadi kantor... punya supir pribadi juga?," menurut Zidan itu sangat lucu dan belum saatnya Dia punya supir pribadi.
"Iya... percaya, bagaimana kalau kakak, Aku jodohkan dengan sahabat Manda?". tanya Amanda, tiba-tiba terlintas pikiran untuk menjodohkan kakaknya dengan Ayu.
"Em..., Terserah kamu sajalah dek..., tapi... sabar dulu... maksud kamu sahabat kamu yang mana dulu?". tanya Zidan berpikir, Dia takut jika yang di maksud Amanda adalah sahabatnya yang di palu si Susi, Cewek cerewet dan sangat agresif itu.
"Yang di Asrama lah kak... atau kakak naksir sama sahabat Manda yang mana nih?," goda Amanda, karena melihat wajah Zidan yang serius tentang idenya.
"Sahabat kamu di asrama yah?, bolehlah... nanti kakak coba, siapa tau cocok...!". jawab Zidan menyetujui ide Amanda yang ingin menjodohkan dirinya.
Zidan tahu kalau sahabat Amanda di asrama hanya Ayu, dan Zidan memang sudah lama ingin dekat dengan Sahabat adiknya itu, sejak awal dia mengantar Ayu ke bandara dulu.
Menurut Zidan, Ayu gadis yang istimewa dan sangat manis....
*** BERSAMBUNG ***
Sampai jumpa pada bab-bab berikutnya 👋👋👋
__ADS_1