Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Perhatian Reza yang Mendebarkan


__ADS_3

"Keluarga ibu Siti...!".


Teriakan dari seorang suster yang membuka ruangan ICU membuat kati Ichal kaget sekaligus penasaran dengan kondisi ibunya saat ini.


Dari tadi malam Ichal dan Ayu belum mendapatkan kabar apa-apa tentang kondisi nenek nya, setelah terakhir kali suster memberi informasi jika nenek Ayu tiba-tiba drop kembali.


"Iya Suster saya Keluarga nya...!". jawab Ichal dan Reza bersamaan.


Ichal dan Reza bangkit dari kursih setelah mendengar Suara suster, lalu Ichal mendekat di ikuti Reza di belakangnya.


"Bagaimana kabar ibu saya suster?". tanya Ichal penasaran.


"Ibu anda sudah mendingan pak, tapi masih belum bisa ditemui karena beliau disarankan jangan terlalu banyak bicara dulu.


kita tunggu Dokter sebentar lagi akan datang memeriksa ibu anda...!". suster berusaha menjelaskan kondisi nenek Ayu.


"Apa ibu saya belum bisa di pindahkan keruangan perawatan suster?". tanya Ichal lagi.


Ichal sangat tidak nyaman dan sangat khawatir dengan kondisi nenek Ayu, sudah hampir dua hari dia tidak bisa terlalu lama melihat ibunya.


"Kita tunggu hasil pemeriksaan dokter ya pak...!". ucap suster sebelum membeli ke dalam ruangan ICU.


"Yang sabar Mas... mudah-mudahan ibu cepat sembuh!". Reza memberikan semangat kepada Ichal sambil menepuk pelan pundaknya.


"Terimakasih...!". hanya itu kata yang terucap dari bibir Ichal sebelum berlalu meninggalkan Reza sendiri.


Ichal berjalan melewati lorong rumah sakit, di dalam hatinya terdapat banyak beban dan rasa bersalah kepada nenek Ayu.


"Bagaimana jika saya tidak bisa mengabulkan permintaan ibu?". tanya Ichal dalam hati.


"Pak Ichal mau kemana?". tanya Pak Supri yang berada tepat di depan Ichal.


Pak Supri baru saja kembali dari hotel yang terletak tepat di samping rumah sakit tempat nenek Ayu di rawat untuk menyimpan koper Reza.


"Eh... pak Supri... bapak dari mana, seperti dari luar?". Ichal tidak menjawab pertanyaan Pak Supri, malah Dia balik bertanya.


"Iya pak... Saya dari hotel yang ada di sebelah itu...!". tunjuk Pak Supri pada bangunan hotel di sebelah rumah sakit.


"Oh...


"Baru pak Ichal mau kemana, kenapa juga berjalan seperti orang yang melamun?". Pak Supri terus bertanya karena Ichal belum juga menjawab pertanyaannya.


"Itu pak... Aku... Aku mau jalan-jalan dulu ke luar, cari angin segar!". jawab Ichal sekenanya, pikirannya tidak terlalu fokus dengan apa yang dia lakukan.


***


"ehm...


Ayu mencoba membuyarkan pikiran Reza yang fokus menetap layar handphone di tangannya.


"Sayang... kamu dari mana, kenapa lama banget?". tanya Reza sambil berdiri mendekati Ayu.


Reza tidak melihat kapan gadis kecilnya itu berada di depannya, karena setelah Ichal pergi meninggalkan Reza sendiri di depan ICU. Reza mendapatkan telpon dari ayahnya yang berada di Singapura.


Pak Susilo, ayah Reza bertanya, soal berkas yang akan di persentasekan pada rapat sebentar siang bersama klien.

__ADS_1


Setelah menerima telpon dari ayahnya, Reza fokus mengirim berkas ke ayahnya lewat handphone. hal itu yang membuat dia tidak fokus dengan sekitarnya.


"Itu Mas... Aku dari kamar kecil membasuh wajah, soalnya Aku masih mengantuk tadi!". jawab Ayu apa adanya.


"Oh... masih mengantuk?". ucap Reza senyum-senyum sambil berdiri dari tempat duduknya.


Reza mendekati Ayu yang berdiri di depannya.


"Eh... mas mau ngapain?". tanya Ayu bingung karena Reza tiba-tiba mendekati dan merangkul pundaknya.


"katanya masih mengantuk...!_. ucap Reza sambil merangkul pundak Ayu berjalan dan duduk di kursih dengan posisi sangat dekat.


Ayu yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Reza, hanya bisa menurut.


Setelah lama duduk berdua dengan Reza tampa ada yang berbicara, Ayu memberanikan diri melepaskan tangan Reza dari pundaknya.


"em... kenapa di lepas sayang?". tanya Reza berusaha melihat wajah Ayu yang memalingkan mukanya.


Ayu bisa merasakan hembusan napas Reza di telinga nya. bersamaan dengan wangi parfum Reza yang sudah menempel di baju yang Ayu pakai saat ini.


"Mas... jangan begini, nanti ada yang lihat...!". ucap Ayu akhirnya, berusaha mengatakan apa yang dia takutkan kepada Reza.


Reza memang sengaja melakukan hal seperti saat ini, malah Reza berharap, apa yang dia lakukan kepada Ayu, bisa di lihat langsung oleh Ichal, agar Ichal tahu kalau Ayu sudah dekat dengan dirinya.


Tapi Reza sangat sulit menaklukkan gadis kecilnya. masih sulit bagi Reza untuk bisa menjinakkan Ayu yang masih belum bisa diajak kerja sama.


"tidak apa-apa kan sayang... Mas kan calon suami kamu Anandita!". ucap Reza santai dengan raut wajah gembira dan menekan kalimat pada kata CALON SUAMI.


"Mas Reza... koper nya sudah saya simpan di kamar Mas!". Ucap Pak Supri yang tiba-tiba mendekati Reza dan Ayu.


"Oh... maaf Mas... nona...!". kata Pak Supri tidak enak hati dan ingin berbalik meninggalkan Ayu dan Reza.


"Eh... pak Supri mau kemana?". Tanya Ayu tiba-tiba setelah melihat pak Supri ingin berjalan meninggalkan Dia dan Reza berdua.


"Pak Supri mau pulang sayang... Dia sudah ditunggu sama istri dan anak-anaknya, kan sudah dari tadi malam Pak Supri di rumah Sakit!". Ucap Reza menjelaskan, Reza tidak membiarkan Pak Supri menjawab pertanyaan Ayu.


Mendengar perkataan Reza, pak Supri hanya membalikkan badan sebentar sambil menampilkan senyum nya kepada Ayu, lalu berjalan meninggalkan kedua sejoli itu.


Kini tinggallah Ayu dan Reza berdua. dengan Hati yang berdebar Ayu berusaha menggeser sedikit bokongnya dari Reza.


Semua gerak-gerik Ayu tidak luput dari perhatian Reza. tapi Reza membiarkan Ayu duduk dengan nyaman untuk sementara waktu, berharap Ichal, sang calon ayah mertua sekali sahabat nya bisa segera datang.


Reza mendengar suara notifikasi handphone nya berbunyi, jadi Reza mengeluarkan handphone nya dari dalam saku jaket yang Dia pakai.


Reza melihat siapa yang sedang mengirim chat, ternyata pak Supri,


"Mas Reza... kasian tuh non Ayu, seperti ketakutan dengan perbuatan Mas ☺️☺️☺️!". begitulah kira-kira isi chat pak Supri sang supir pribadi Reza.


"Is...is...is... orang tua tau apa sih urusan anak muda!". ucap Reza sangat pelan, tapi Ayu masih bisa mendengarkan.


Ayu yang mendengar ucapan Reza yang duduk tepat di sampingnya, tidak mengatakan apa-apa.


Ayu mengira yang mengirimkan pesan kepada Reza adalah pak Susilo, ayah Reza.


Sesekali Reza memperhatikan wajah Ayu yang duduk tepat disampingnya. nampak sekali raut wajah kelelahan Ayu, mungkin karena pengaruh kurang tidur.

__ADS_1


"Sayang... kalau mengantuk, tidur aja sebentar...;;


"kru... kru...kru...


Tiba-tiba Reza menghentikan ucapannya karena.mendendengar Suara perut Ayu.


Ayu yang mendengar suara perutnya sendiri hanya bisa tersenyum malu.


"Kamu lapar sayang, maaf mas lupa kalau seharusnya kita sarapan dulu!". ucap Reza sambil melihat jam tangan yang ada di pengekangan tangannya.


"Ayo kita pergi cari makan di kantin rumah sakit ...!". ajak Reza sambil menarik tangan Ayu sebelah.


Mendapatkan perhatian dari Reza, Ayu hanya bisa menurut, walau dengan hati yang dipenuhi dengan kekhawatiran, khawatir jika ayahnya akan melihat dirinya yang terlalu dekat dengan Reza.


Sampai di kantin rumah sakit, Reza mencari tempat duduk yang kosong, tapi ternyata semua bangku sudah terisi.


"Sayang... kamu mau sarapan apa?, biar kita beli saja, baru makan di taman, karena disini tempat duduk full!". tanya Reza dengan lembut, masih terus memegang tangan Ayu.


Sebenarnya Ayu kurang nyaman dengan panggilan sayang dari Reza jika sedang berada di tempat umum, tapi Ayu takut berkomentar atau melarang. Ayu takut Reza akan marah lagi.


"Aku ikut Mas Reza saja...!". ucap Ayu akhirnya.


Sebenarnya, Ayu tidak biasa sarapan, hanya saja mungkin karena Ayu hanya makan kemarin Siang dan tidak makan malam, jadi perutnya meronta minta di isi.


Setelah mendengar perkataan Ayu, Reza berjalan menuju tempat menu makanan yang di siapkan di kantin.


Reza mengambil salad buah dua porsi dan air mineral botol.


Melihat apa yang diambil Reza untuk sarapan, Ayu heran dan bertanya-tanya,


"Kenapa hanya mengambil buah-buahan, emang kenyang?". tanya Ayu dalam hati.


"Kenapa sayang, kamu suka kan makan salad buah?". tanya Reza, karena melihat raut wajah Ayu seperti heran memandang apa yang Reza bawah untuk menu sarapannya.


"Eh... itu... mas, mau sarapan pake buah?". tanya Ayu, seumur-umur Ayu tidak pernah sarapan hanya dengan buah.


"Iya... kamu tidak suka ya?".


"Itu mas... emang kenyang ya?". tanya Ayu balik.


"Kan... hanya sarapan sayang, atau kamu mau makan nasi?". tanya Reza akhirnya, dia baru ingat jika Ayu adalah gadis yang tumbuh dan besar di desa.


"Boleh Mas... Aku mau nasi kuning... !". ucap Ayu malu-malu.


"Oke... Oke sayang...!".


Reza kembali mengambil satu porsi nasi kuning untuk Ayu.


Setelah Reza membayar makanan yang Dia Ambil. Reza bersama gadis kecilnya berjalan menuju taman rumah sakit, untuk memakan sarapannya.


*** BERSAMBUNG ***


Terus berikan dukungan dan komen yang bersifat membangun buat karya Author ya 🙏🙏🙏


Sampai jumpa pada bab berikutnya 👋👋👋

__ADS_1


I LOVE YOU ALL 😘😘😘


__ADS_2