
"Terimakasih Mas...!".
Kali ini, ucapan Ayu sangat tulus sekaligus terharuh dengan perhatian Reza.
Seumur-umur Ayu... Reza adalah pria pertama yang perhatian dengan dirinya setelah ayah dan pamannya.
"Iya sayang... Mas janji akan melakukan apa pun buat kamu, asal kamu bahagia...!".
"Em.... gombal...!". gumam Ayu d Engan suara yang pelan, tapi masih bisa di dengar dengan jelas oleh Reza yang duduk tepat disampingnya.
"Mas tidak gombal sayang... percayalah....".
Reza mengucapkan dengan nada yang sangat serius sambil memegang tangan Ayu.
Entah kenapa, sejak melihat gadis kecilnya tadi subuh, Reza merasa sangat bahagia.
"Mas... lepas, Ayu malu di lihat orang...!". Rengek Ayu sambil melihat sekeliling taman karena Reza menggenggam tangannya sangat erat.
Syukur nya, Ayu tidak merasakan tanda-tanda penyakit aneh yang ada padanya.
"Oh... kamu malu dilihat orang... kalau begitu, habiskan sarapan kamu... Abis itu, mas akan ajak ke suatu tempat...!". Ucap Reza melepaskan genggaman tangannya sambil menaikkan sebelah alisnya untuk menggoda gadis kecil yang duduk di sampingnya.
"Em... kalau begitu, Ayu makan dulu ya Mas...!".
Ayu memakan nasi kuning yang sudah di belikan Reza.
"Anak pintar... !". ucap Reza sambil mengusap pucuk kepala Ayu dengan pelan.
"Mas Reza tidak mau makan lagi?, Tuh kasian salad buah nya, tidak dihabiskan...!".
Tunjuk Ayu pada box salad buah yang sudah Reza makan, tapi belum dihabiskan karena tadi pergi membelikan Ayu nasi kuning.
"Mas sudah kenyang sayang... dengan melihat kamu makan...!". Ucap Reza dengan tatapan seperti sedang menikmati santapan yang ada di depannya.
"Is... gombal terus...!". Ucap Ayu memalingkan wajahnya karena malu dilihat terus oleh Reza.
"Ayo makan lagi sayang... !".
Reza gemes melihat tingkah Ayu yang masih malu-malu jika sedang ditatap olehnya.
"kalau begitu, Mas Reza jauh-jauh sedikit dari Ayu... Ayu malu Mas, makan di lihatin terus...!". Akhirnya Ayu bisa mengungkapkan perasaan yang dia rasakan.
Ayu menarik box makanannya untuk menghiri tatapan Reza.
Reza yang melihat Ayu makan sambil memiringkan badan untuk menghindari dirinya. dalam hati Reza senang dan sangat terhibur dengan tingkah konyol Ayu.
Selesai makan Ayu diajak Reza untuk jalan, yah... benar-benar jalan-jalan, karena Reza hanya jalan kaki sambil membawa plastik yang berisi buah.
"kita mau kemana Mas?, nanti ayah cari bagaimana?". tanya Ayu penasaran karena Reza mengajak dia jalan sampai keluar dari area rumah sakit.
"Ikut saja... tadi Mas sudah Chat ayah kamu, minta Ijin... dan bilang, kalau Mas akan bawah kamu jalan-jalan sebentar!".
Reza berusaha menjelaskan kepada Ayu, karena melihat gadis kecilnya itu enggan untuk ikut dengan dirinya.
__ADS_1
"benarkan Mas Reza sudah minta ijin sama Ayah?". tanya Ayu untuk memastikan, Ayu berusaha menatap Reza untuk mencari setitik kebohongan di wajahnya.
Namun setelah sekian detik memperhatikan wajah Reza, Ayu tidak berhasil menemukan apa yang Dia cari.
"Sudah puas menikmati wajah tampan Mas...!".
Tiba-tiba Reza bersuara dan membuyarkan pikiran Ayu.
Ayu yang merasa malu karena ketahuan memandang wajah Reza, menjadi salah tingkah, jadi Ayu memutuskan untuk berjalan melewati Reza yang menggodanya.
"Eh... kenapa kamu tinggalkan Mas sendiri sih?".
Reza mengejar Ayu untuk mensejajarkan langkahnya.
"Mas... sebenarnya kita mau kemana sih?, kenapa juga jalan kaki?".
Ayu berusaha bertanya karena Reza hanya berjalan, tapintidak memberi tahukan kemana Dia akan membawa Ayu.
"Ikut aja, nanti juga kamu tahu...!". ucap Reza menggenggam tangan Ayu agar berjalan seperti seorang pasangan.
Ayu yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Reza, spontan kaget tapi masih terus mengikuti langkah Reza.
Sampai depan bangunan Hotel, Ayu kaget setelah membaca tulisan di depan bangunan tertulis
"HOTEL MAWAR INDAH"
"Mas... buat apa kita kesini..., apa Mas mau ketemu teman?". tanya Ayu bingung, lagian setahu Ayu, hotel itu tempat menginap pengantin baru, atau bertemu orang penting.
Sedangkan Sekolah Menengah Pertama, Ayu lanjutkan di kecematan tempat tinggal neneknya, Sekarang saja baru Ayu bisa melanjutkan pendidikan di ibu kota, itupun karena beasiswa.
"Tidak sayang... Mas hanya mau istrahat sebentar...!".
Mendengar jawaban Reza, Ayu semakin tambah bingung,
"Kalau mau istirahat, lalu... ngapain ngajak dirinya segala?". itulah kira-kira yang Ayu pikirkan.
"Ayo masuk... kenapa bengong?". Reza menarik dengan lembut tangan Ayu.
"Mba... kunci kamar atas nama Reza Atmaja Susilo!". Ucap Reza kepada seorang perempuan yang bertugas di depan meja resepsionis.
"ini pak... selamat menikmati waktu istirahatnya!". ucap Petugas hotel setelah memberikan kartu akses keluar masuk hotel.
Reza adalah salah satu pengusaha mudah yang sangat terkenal di kalangan pebisnis di kota Daeng. Wajah dan namanya tidak jarang muncul di berita seputar dunia bisnis dan media sosial lainnya, makanya dengan menyebut nama lengkapnya saja orang-orang sudah sungkan dengan dirinya.
Ayu yang digenggam tangannya oleh Reza, tidak bisa banyak berbuat, walau hati dan pikirannya di penuhi dengan berbagai macam pertanyaan dan perasaan was-was, tepat berjalan di samping Reza.
Sampai di depan pintu yang bertuliskan angka 301, Reza mengeluarkan kartu dan menempelkannya lalu pintupun terbuka. Ayu hanya diam melihat semua yang di lakukan oleh Reza.
Hitung-hitung ini pengalaman pertama Ayu masuk ke dalam hotel mewah, pikir Ayu.
Reza masuk kedalam kamar dan Tampa sadar atau sengaja, Reza melepaskan tangan Ayu.
Ayu pikir Reza menyuruh dia untuk menunggu di depan pintu, jadi Ayu tidak mengikuti Reza kamsuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Dasar itu anak kemana lagi... kenapa Dia tidak masuk?".
Reza heran karena tidak menemukan Ayu di dalam kamar setelah dia masuk dan menyadari jika di belakangnya tidak ada gadis kecilnya yang ikut.
Buru-buru Reza kembali membuka pintu kamar, dan benar saja, Ayu ada di depan pintu kamar sambil berdiri sendiri.
"Ngapain kamu berdiri di situ?, Ayo masuk!". Reza menarik tangan Ayu setelah memastikan jika Ayu belum bergerak untuk masuk ke dalam.
"Ah... !". Ayu kaget merasa tangan nya tiba-tiba di tarik.
"Ngapain Mas ajak ayu masuk, kan katanya... Mas istrahat?". Ayu benar-benar tidak faham.
"Yah... untuk ajak kamu istirahat juga Sayang..., tuh lihat mata kamu, sangat lelah...!". tunjuk Reza pada sebuah cermin besar yang ada di dalam kamar.
Reza menyuruh Ayu untuk segera bercermin dan melihat wajahnya yang lelah.
"Istrahat juga ... Maksudnya?". tanya Ayu dalam hati setelah berlalu ke depan cermin untuk melihat wajahnya.
"Apakah benar seperti yang dikatakan mas Feza?". pikirannya dalam hati
"Sayang kamu memikirkan apa?". tanya Reza tiba-tiba sudah ada di belakang Ayu, sambil melingkarkan kedua tangannya di perut rata Ayu.
"Ah...
Ayu sangat kaget dengan perlakuan tiba-tiba Reza.
Reza melihat reaksi Ayu yang kaget dan berusaha melepaskan pelukannya, hanya bisa tersenyum.
"Mas... Mas... mau ngapain?". tanya Ayu karena Reza tambah mengeratkan pelukannya.
"tidak mau ngapa-ngapain saja, Mas hanya kangen dengan kamu, jadi... biarkan dulu seperti ini yah...!". Reza tidak ingin melepaskan pelukannya dari Ayu, jadi Reza meminta Ayu untuk membiarkan posisinya seperti itu.
Ingin Rasanya Reza membalik tubuh Ayu agar menghadap kepadanya, lalu memeluknya dengan erat, tapi Reza sadar Ayu belum terbiasa dengan perlakuan seperti ini.
Ayu yang mendengar permintaan Reza, hanya bisa diam membeku di tempat, bernapas saja, untuk kali ini, Ayu merasa sangat susah.
Reza sudah beberapa menit memeluk Ayu dari belakang, dia tidak sadar jika gadis kecilnya, berusaha menahan sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya.
Yah... saat ini Ayu merasakan kembali keanehan dalam dirinya akibat perlakuan Reza terhadap dirinya.
"Sayang... kamu kenapa berdiri seperti patung, kamu baik-baik saja kan?". Reza bertanya setelah merasa ada yang aneh dengan Ayu.
Reza tau jika Ayu berusaha menahan napas saat di peluk barusan, tapi Reza tidak tau kalau saat ini Ayu sedang menahan sesuatu.
karena tidak mendapatkan jawab dari Ayu, Reza berusaha, membalik badan Ayu.
*** BERSAMBUNG ***
kira-kira apa yang akan Reza perbuat dengan Ayu???.
tulis jawaban kalian di kolom komentar 🙏🙏🙏
se you All 😘😘😘
__ADS_1