Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Tidak Melihat Amanda


__ADS_3

Ayu terus mencari Sahabatnya Amanda, setelah dari kantin, dan ternyata di kantin tidak ada Amanda, Ayu berjalan menuju taman yang ada di samping kelas Dua belas A Tiga. Ayu yakin kalau Sahabatnya Amanda ada di taman sekolah, karena kebiasaan mereka berdua, kalau tidak ada guru yang masuk di kelas, Amanda dan Ayu sering menghabiskan waktu sampai pulang di taman. Ayu kadang membaca buku di taman bersama Manda, terkadang juga hanya duduk santai sambil bercerita, lebih tepatnya Amanda bercerita soal keluarganya yang tidak betah tinggal di Jakarta, dan Ayu menjadi pendengar setianya.


Pandangan Ayu terus menyusuri bangku-bangku yang ada di taman sekolah, tapi tetap saja Ayu tidak melihat keberadaan sahabatnya Amanda.


"Tu... anak kemana sih?," gumam Ayu dengan suara kecil, setelah sampai di taman dan tidak mendapatkan keberadaan Sahabatnya Manda.


"Hai... kamu sedang apa di sini, Seperti orang yang kebingungan?," tiba ada suara dan tangan yang menepuk pundak Ayu,


Karena kaget, Ayu langsung membalikkan badannya.


"Ah... bapak... maaf pak...!," ucap Ayu tidak enak hati karena hampir memukul pak Arman.


Ayu tidak tau kalau yang menepuk pundaknya barusan adalah wali kelasnya.


Ayu mundur satu langkah, untuk mengambil jarak dengan wali kelasnya. karena posisi pak Arman sangat dekat dengannya setelah dia membalikkan badan.


"Kamu kenapa, dan sedang mencari siapa?, inikan sudah jam sebelas!," tanya pak Arman karena Ayu belum belum menjawab pertanyaannya dari tadi. pak Arman mengangkat tangan sambil melihat jam yang ada di lengannya.


"Oh... itu pak... Aku lagi ... mencari...!," ucap Ayu gugup, karena pak Arman terus menatap matanya.


"Mencari siapa... Pacar kamu ya?," bentak pak Arman , tiba-tiba memotong ucapan Ayu.


"Bu... Bu... bukan pak!," Ayu membatah ucapan pak Arman, Ayu kaget karena suara pak Arman tiba-tiba bernada tinggi, sangat berbeda ketika dia berbicara di kelas tadi pagi.


"Lantas... kamu... buat apa di taman sendirian di siang bolong begini?," tanya pak Arman lagi.


Pak Arman merasa lucu melihat ekspresi wajah Ayu yang terlihat gugup dan memerah.


"I... itu pak... Ayu lagi mencari sahabat Ayu Amanda!," jawab Amanda dengan satu kali tarikan napas karena dia merasa sangat gugup dengan tatapan Pak Arman kepada nya.


"Sebentar... bukannya... kamu anak kelas Sebelas A satu ya?," tanya pak Arman lagi, Dia masih ingin melihat wajah Ayu, yang terlihat sangat lucu jika gugup.


"Iya pak!," jawab Ayu singkat

__ADS_1


"Tadi kamu kan yang minta ijin, ingin ke kamar kecil?,"


"Iya pak!," jawab Ayu lagi, Ayu merasa dirinya betul-betul Siak hari ini.


"lalu kenapa... sampai pak guru keluar kelas, kamu belum kembali juga, apa jangan-jangan kamu alasan saja ingin ke kamar kecil?," cerca pak Arman, Dia ingin melihat apa jawaban Ayu, karena tadi Pak Arman di dalam kelas hampir lima puluh menit, tapi Ayu tidak kembali sampai dia keluar kelas.


Pak Arman sangat penasaran, Ayu dari mana?, dan barusan dirinya lewat di depan kelas Dua belas A tiga dan tidak sengaja melihat Ayu berjalan menuju taman, Makanya Pak Arman mengikuti Ayu.


"Ayu beneran dari kamar kecil pak... dan maaf karena Ayu terlalu lama!," jawab Ayu merasa bersalah, karena dirinya tidak tahu kalau dia sudah lama di dalam kamar kecil.


"Ya... sudah kalau begitu kamu kembali aja ke dalam kelas, jangan berkeliaran di taman, ini sudah jam sebelas!," ucap Pak Arman, merasa kasihan sekaligus lucu dengan ekspresi gugup Ayu yang di tanya oleh dirinya.


"Baik pak... terimakasih kasih... Ayu duluan!," ucap Ayu berpamitan.


Setelah Ayu berbalik dan meninggalkan Pak Arman sendirian. Ayu berjalan menuju kelasnya, Dia sudah tidak ingin mencari Amanda lagi.


***


"Anak itu lucu juga, apalagi kalau gugup seperti tadi!," gumam pak Arman sambil senyum-senyum mengingat ekspresi wajah Ayu barusan.


Ayu membuat pak Arman sangat penasaran, mulai sejak acara penamatan kelas dua belas yang baru-baru lulus. Ayu saat latihan pidato perpisahan siswa yang di tinggalkan, Arman yang segaja datang main-main ke rumah pamannya, salah satu guru yang tinggal di dalam kompleks sekolah. waktu itu Arman tidak sengaja melihat Ayu latihan, dan entah kenapa Dia merasa wajah Ayu sangat familiar, dan setelah dia kembali dari rumah pamannya, Arman baru ingat kalau wajah Ayu mirip dengan gadis yang dia Taksir waktu Sekolah menengah Atas dulu.


Sekarang Arman mengajar di sekolah Ayu sebagai wakil kelas, sebenarnya Arman adalah lulusan magister bahasa Inggris. tapi Dia mendapat amanah untuk menjadi wali kelas juga.


Awalnya Arman menolak untuk di jadikan wali kelas, dengan alasan, Dirinya masih baru mengajar. Tapi dengan berat hati Arman menerimanya karena pamannya yang meminta.


Hari ini adalah hari pertama Arman mengajar di sekolah Ayu, setelah kembali dari Malaysia, untuk menyelesaikan studi magister bahasa Inggrisnya.


Yah... Arman adalah salah satu guru muda, sekaligus Alumni di sekolah yang Ayu tempati sekarang. Dan tidak tau kenapa, Arman penasaran dan ingin mengenal sosok siapa Ayu yang sebenarnya?, Hal ini tidak membuat pak Arman kesulitan, apalagi sekarang dia adalah wali kelas Ayu.


Sebenarnya Pak Arman tidak menyangka, jika siswi yang telah membuat dirinya penasaran sejak awal melihat Ayu, adalah anak walinya. Hal ini membuat Pak Arman merasa seperti, alam pun turut tidak ingin membuat dirinya mati karena penasaran.


"Pak Arman... ngapain pak Arman duduk sendiri di taman, sambil senyum-senyum?," tiba-tiba terdengar suara wanita dari belakang pak Arman, yang membuyarkan lamunan dirinya dengan gadis yang memang sengaja cari.

__ADS_1


Karena mendengar ada yang memanggil namanya, pak Arman spontan menolehkan wajahnya kearah sumber suara.


wanita yang berseragam guru mendekati tempat duduk Pak Arman di taman.


"Eh... ibu guru Nana...!," ucap pak Arman setelah melihat guru yang menyapa dia adalah ibu Nana, salah seorang guru biologi di sekolah Ayu.


"Bapak buat apa di taman sekolah, ini kan sudah hampir jam setengah dua belas pak!," tanya ibu Nana basa-basi.


"oh... ini hanya duduk saja Bu Nana!," jawab pak Arman sambil berdiri untu mengajak Bu Nana berbicara.


"Silahkan duduk Bu Nana!," ucap Arman lagi.


"Oh... terimakasih pak!," jawab Bu Nana malu-malu.


Bu Nana adalah salah satu guru Biologi di sekolah Ayu. Bu Nana juga merupakan adik kelas pak Arman waktu sekolah menengah pertama.


Pak Arman tahu kalau Bu Nana pernah menyukai dirinya waktu masih duduk di kelas Delapan. Dulu Bu Nana sering sekali membawakan pak Arman makanan kesekolah dan di dalam box makanan yang Bu Nana bawah selalu di selipkan kata-kata mutiara, akan tetapi pak Arman tidak pernah merespon perlakuan Bu Nana, dan sekarang Pak Arman harus mengajar satu sekolah dengan Bu Nana.


pak Arman duduk bersebelahan dengan Bu Nana di taman, mereka berbincang-bincang sebentar.


"Bu Nana... Aku duluan yah... mau cek anak-anak, apakah kelasnya sudah siap dipakai belajar besok?," pak Arman pamit setelah berbincang-bincang dengan Bu Nana sebentar. pak Arman merasa kurang nyaman terlalu lama duduk berdua dengan Bu Nana.


"Oh ... iya pak, Saya juga mau ke kantor!," jawab bu Nana ingin segera berjalan dengan dengan pak Arman.


Bu Nana dan pak Arman berjalan berdua melewati lorong sekolah. Sebagai siswa yang melihat mereka berdua beranggapan jika pak Arman berpacaran dengan Bu Nana.


*** BERSAMBUNG ***


Author ucapkan terima kasih banyak kepada semua, sahabat pembaca Pria Misterius Menggelisahkan, karena sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca karya perdana author, Dan terima kasih juga Author ucapkan, atas semua dukungannya. Terus dukung Author sampai akhir 🙏🙏🙏


Salam Kenal dan salam sayang Author buat kalian semua😘😘😘


Sampai jumpa pada bab-bab berikutnya 👋👋👋

__ADS_1


__ADS_2