Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Mulai Nyaman


__ADS_3

"Pikirkan baik-baik permintaan ibu ya... jangan gegabah!".


Ucap Ichal menepuk pundak Reza setelah Reza sampai di sampingnya.


"Iya Mas... Aku faham!". jawab Reza mantap.


Mendengar percakapan antara Ayah dan Reza, Ayu merasa bingung karena dia tidak tau apa inti dari perkataan ayahnya.


Setelah melihat ayah nya berjalan meninggalkan Dia dan Reza, Ayu berjalan mendekati Reza.


"Mas... Mas Reza... Nenek bilang apa Mas?".


tanya Ayu penasaran dengan pembicaraan Reza dengan nenek.


"Mas... Aku tanya... kenapa tidak di jawab?". ucap Ayu lagi.


Ayu rasanya ingin memukul punggung Reza, karena berlalu begitu saja dan tidak menjawab pertanyaannya. padahal Ayu sangat penasaran.


"Kenapa juga Ayah tadi menyuruh Mas Reza memikirkan dengan baik... apa yang harus difikirkan... memang nenek minta apa sama mas Reza...?". gumam Ayu dalam hati.


Sungguh Ayu sangat penasaran, mana Reza juga mengabaikan pertanyaan dirinya.


Reza malah kembali duduk dengan santai di kursih tempat dia tadi makan.


Dengan langkah pasti, Ayu mendekat dan duduk tepat disamping Reza.


"Mas... tadi nenek minta apa dengan Mas... kenapa ayah menyuruh mas untuk memikirkannya dengan baik?". Ayu bertanya seperti anak kecil yang sedang meminta di belikan permen sama kakaknya.


Melihat ekspresi Ayu, Reza merasa Sangat senang, karena Reza tau jika tadi Ayu marah saat keluar dari hotel.


"Nenek tidak minta yang aneh-aneh... beliau hanya meminta mas untuk menjaga kamu Anandita!". jawab Reza sambil mencubit hidung Ayu.


"Is... Ayu tidak percaya...!". ucap Ayu memalingkan wajah dari Reza.


"Yah... sudah kalau tidak percaya...!, kalau begitu, nanti kamu tanya saja langsung sama nenek!". Reza menjawab dengan entengnya sambil mengeluarkan handphone nya.


Reza ingin menghubungi ayahnya.


"Pa... bagaimana urusan disana, apakah sudah beres semua?".


Reza sengaja belum menelpon ayahnya karena Reza takut mengganggu pekerjaan ayah nya.


setelah mengirimkan chat singkat kepada ayahnya, Reza memasukkan kembali handphone nya kedalam saku celana.


"Kamu cantik sayang... jika lagi marah!".

__ADS_1


Reza menyentuh pundak Ayu yang duduk membelakangi dirinya.


"Bohong...


"Benar sayang...


"Wait... sabar... tadi mas bilang sama Ayah, Mas membelikan Aku oleh-oleh... mana oleh-olehnya?". tiba-tiba Ayu teringat dengan pembicaraan Reza dengan Ichal.


"Bukannya tadi Aku sudah kasikan sayang?". Reza balik bertanya sambil tersenyum menggoda kepada gadis kecilnya.


"Mas... kasih Ayu apa?". ucap Ayu bingung


"Banyak sayang... kan tidak mungkin Mas bilang semua sama Ayah kamu, apa saja yang Mas berikan tadi di hotel...?".


"Is... memang Mas, tadi kasih Ayu apa ya?". tanya Ayu bingung. Dia tidak merasa Reza memberikan Dia sesuatu.


"Dasar gadis kecil pelupa...!". Reza kembali mencubit hidung mungil Ayu.


Reza merasa lucu dengan pertanyaan serius Ayu. ekspresi wajah Ayu, sungguh menggemaskan, menurut Reza.


"Tapi Mas... Ayu beneran penasaran dengan apa yang nenek minta dengan Mas?". ucap Ayu lagi.


"Sudahlah sayang, tidak usah terlalu dipikirkan, lagian ... secepatnya pasti kamu akan tau sayang!". jelas Reza sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Mas... mas Reza mau kemana?". tanya Ayu setelah melihat Reza berlalu dan ingin pergi meninggalkan dirinya, sebelum pertanyaannya di jawab serius.


"Tapi mas Reza mau kemana dulu?". tanya Ayu tidak puas dengan jawaban Reza.


Ayu heran, kenapa siang ini, Reza menjengkelkan dan suka berbicara tidak jelas.


"Mau ke kamar kecil!". jawab Reza masih berdiri di tempatnya dan melihat Ayu yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Is... dasar orang gila... buat apa juga Aku ikut, kalau mau ke kamar kecil?". ucap Ayu dengan nada suara kecil, takut Reza mendengar Dia memakinya.


Melihat Ayu yang cemberut, Rasanya Reza ingin mendekat dan mencium bibir seksinya.


"Bagaimana sayang... jadi ikut tidak?". Reza kembali bertanya untuk menggoda Ayu yang hampir mengejar dirinya.


"Tidak... mas pergi aja sendiri...!". ucap Ayu kembali duduk di kursih tempatnya semula.


Setelah kepergian Reza, kini Ayu tinggal sendiri di depan ruang ICU.


"Rasanya Aku sudah lama sekali tidak mendengar suara Manda, apa Dia sudah kembali ke asrama ya?". Ayu tiba-tiba Sangat merindukan sahabatnya.


Ayu tidak bisa menghubungi Amanda karena dia tidak punya nomor telepon sahabat nya itu.

__ADS_1


Pikir Ayu, Dia masih lama baru bisa punya handphone, makanya, selama ini Ayu tidak pernah meminta nomor telpon sahabatnya itu.


Tapi sudah lebih dari seminggu Ayu tidak bertemu dengan Amanda, Ayu merasa sangat kesepian, di tambah... waktu pulang baru-baru ini, Ayu buruh-buruh dan Amanda juga masih sakit.


"Hei... kenapa melamun?". Tanya Reza sambil menyentuh pundak gadis kecilnya.


"Oh... itu... Aku tidak melamun Mas!". jawab Reza mendongakkan wajahnya untuk melihat Reza yang berada di belakangnya.


"Apa kamu bosan duduk sendiri sayang?". tanya Reza setelah kembali duduk di samping Ayu.


"Em... tidak juga sih Mas... Aku hanya...


"Hanya apa...?". potong Reza


"Hanya merindukan sahabat Aku Mas...!". Ucap Ayu jujur


"Ini... kamu telpon aja...!". Ucap Reza menyodorkan handphone nya kepada Ayu.


"Itu masalahnya Mas... Ayu tidak punya nomornya, lagian kalau Manda sudah pulang ke asrama, berarti handphone nya sudah di kumpul!". ucap Ayu dengan nada sedih.


"Inikan hari libur...Coba Mas hubungi... siapa lagi nama pembina asrama kamu, bapak yang botak-botak itu...Siapa lagi namanya?". Reza tiba-tiba teringat jika dia pernah meminta nomor handphone pembina Ayu baru-baru ini.


"Is... Itu nama pak Supriadi Mas!, begitu-begitu Dia itu orangnya baik Mas, punya anak yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik lagi, dengar-dengar anaknya yang pertama itu kerja di perusahaan konveksi besar di Jakarta, sebagai apa begitu?. Aduh Ayu lupa Mas, tapi katanya sih posisinya bagus dan gajinya juga besar Mas...!". Ayu tiba-tiba teringat dengan cerita seniornya Rusmini, yang pernah menceritakan soal anak gadis pak Supriadi yang sangat cantik dan sukses.


"Oh ya... Mas tidak tanya, lagian Mas, sudah punya cewek yang menetap di hati Mas, jadi mau secantik apapun anaknya pak Supriadi itu, Mas tidak tertarik!". Ucap Reza pura-pura tidak tau, siapa yang Ayu maksud.


Sebenarnya Reza kenal dengan keluarga pak Supriadi, karena Reza juga merupakan salah satu alumni di sekolah Ayu saat ini, tapi Reza belum pernah memberitahukan kepada Ayu tentang riwayat hidupnya.


lagian, Reza berpikir, Ayu juga tidak pernah menanyakan soal latar belakang hidup dan keluarga nya.


Bukannya Reza ingin menyembunyikan, tapi Reza pikir belum saatnya Dia menceritakan siapa dirinya sebenarnya.


"Baguslah mas, kalau Mas sudah punya gadis yang menetap dihatinya!, tapi sabar... siapa gadis yang beruntung, sekaligus sial itu?". tanya Ayu dengan wajah mengejek.


"Ko... sial sih sayang?". Reza tidak terimah dengan ucapan Ayu barusan.


"Yah... sial lah Mas... jelas-jelas, kamu sekarang lagi ada di sini menemani anak gadis orang, bahkan tadi Mas... membawa Aku ke hotel, kasian gadis itu, pasti Dia tidak tau kelakuan Mas!". Ayu menyindir Reza dengan terang-terangan.


Ayu juga tidak tau, kenapa siang ini, Dia sangat terbuka berbicara dengan Reza. perasaan malu-malu yang kemarin-kemarin Ayu rasakan sudah mulai berkurang.


Mungkin karena Ayu sudah sering berinteraksi dengan Reza, lagian menurut Ayu, Reza orangnya lumayan baik, walaupun kadang-kadang main nyosor. Tiba-tiba mencium dan memeluk Ayu.


"Dia tau sayang!". jawab Reza menampilkan senyum manis diwajahnya.


"Masa sih Mas?". Heran Ayu.

__ADS_1


*** BERSAMBUNG ***


__ADS_2