
Keesokan paginya, Ayu bangun pagi-pagi sekali karena perutnya sudah minta di isi, Sebelum bangun dari tempat tidur, Ayu sempat terdiam sejenak di atas ranjangnya.
Ayu berusaha mengingat, apa yang terjadi kemarin, setelah nyawa dan ingatannya kembali seratus persen, Ayu menoleh ke samping, ternyata malam ini Ayu tidur sendiri.
Ayu mengira, malam ini Dia tidur berdua dengan Reza di atas tempat tidur usang nya.
"Ayu apa sih yang kamu pikirkan... bagaimana mungkin seorang Reza Afrizal mau tidur di tempat yang sempit seperti kamar kamu ini?". Didalam hati Ayu tiba-tiba terbersit rasa kekecewaan.
Ayu kembali Bersedih mengingat sang nenek yang begitu cepat meninggalkan dirinya, padahal Ayu belum sempat membahagiakan sang nenek, tapi nenek Ayu sudah kembali kepada sang pencipta.
Kini Ayu bangun setelah menghapus air matanya. karena lampu di dalam kamar Ayu padam dan masih gelap, Ayu merasa menginjak sesuatu di lantai, jadi Ayu meraba-raba dan itu adalah orang.
Ayu hampir berteriak, tapi orang itu membekap mulut Ayu dengan lembut.
"Sayang jangan teriak, nanti orang kaget...!". Reza berbisik di telinga Ayu, karena waktu masih sangat dini.
Reza takut, jika Ayu berteriak semua orang yang tidur di ruang tamu, akan terbangun karena kaget.
"Em... !". Ayu memukul tangan Reza pelan, karena terus membekap mulutnya.
"Oh maaf sayang...!". Reza melepaskan tangannya dan duduk berhadapan dengan Ayu.
"Kenapa kamu bangun cepat sekali sayang?". tanya Reza bingung
"Aku lapar Mas...!". Jawab Ayu malu-malu.
"Oh... tunggu sebentar!". Reza berdiri dan menyalahkan lampu handphone nya.
Ayu hanya duduk memperhatikan, apa yang akan Reza lakukan. Ayu melihat Reza berjalan dan menyalahkan lampu yang ada di dalam kamar dan mengambilkan sesuatu yang ada di atas meja kecil, tempat Ayu biasa menyimpan buku-bukunya.
"Ini... silahkan dimakan sayang... tapi maaf sudah dingin!". Reza menyerahkan satu bungkus nasi goreng.
"Kapan mas Reza beli...?". Tanya Ayu heran sambil mengambil nasi goreng yang Reza kasih.
"Tadi malam sayang... tapi, maaf tadi malam Mas tidak tega membangunkan kamu, karena mas lihat kamu tidur sangat lelap!".
"Iya Mas... tidak apa-apa, Aku makan ya...!". Ayu memakan nasi goreng dingin yang suaminya kasih dengan lahap.
Reza yang duduk di depan Ayu, merasa bahagia karena hany dengan perhatian yang kecil, Ayu sudah bisa tersenyum kembali.
"Ini minumnya Sayang...!". Reza menyodorkan air mineral yang memang sudah Reza siapkan dari semalam.
__ADS_1
"Terimakasih mas Reza...!". Ucap Ayu malu-malu, karena baru kali ini ada pria lain yang melayani dirinya seperti itu.
"Sama-sama sayang... dan jangan terlalu sungkan dengan Mas... karena Mas kan suami kamu mulai dari kemarin dan selamanya, jadi apapun yang kamu inginkan, jangan sungkan minta tolong dengan Mas!". Ucap Reza sambil memegang ke dua pundak Ayu.
Mendengar ucapan Reza barusan, membuat wajah Ayu tiba-tiba memerah, dan Ayu bisa merasakan hembusan napas Reza yang menerpa wajahnya.
Ayu berusaha menundukkan wajahnya karena malu, sementara Reza merasa senang melihat sang istri yang terus menghindar, tidak ingin memandang wajahnya.
"Mas lepas...!". Ayu menggoyangkan pundaknya.
"Kamu cantik sayang ketika malu-malu!". Reza menggoda istri kecilnya sebelum melepaskan tangannya.
"Gombal... !". gumam Ayu sebelum beranjak dan duduk di tempat tidurnya, meninggalkan Reza Sendiri di lantai.
"Kan tidak apa-apa gombal istri sendiri!". jawab Reza dan ikut duduk di samping Ayu.
Karena Ayu kembali diam, Reza merebahkan tubuhnya di tempat tidur Ayu, kalau bisa jujur, Badan Reza terasa pegel-pegel karena semalam Reza hanya tidur beralaskan selimut yang di dapat di dalam lemari Ayu.
Sebenarnya Reza ingin tidur berdua dengan istrinya, tapi Reza khawatir Ayu tidak nyaman dan kangen jika dia terbangun, akhirnya Reza memutuskan untuk tidur dilantai.
"Kenapa Mas Reza tidur lagi...?".
"Karena masih subuh sayang... lagian pagi-pagi begini, Mas tidak tau mau berbuat apa?, jadi mendingan kita tidur lagi sebentar!." Ucap Reza sambil menarik Ayu kedalam dekapannya.
"Tenang saja sayang... pintunya semalam Mas kunci!". ucap Reza sambil menaik turunkan alisnya.
Dalam dekapan Reza Ayu merasa sangat nyaman dan merasa kesedihannya sedikit terobati, tapi Ayu sadar pernikahan dirinya kemarin dengan Reza, hanyalah atas permintaan sang nenek, dan Ayu merasa jika, Reza tidak benar-benar tulus menikah dengan dirinya.
"Kenapa kamu diam sayang...?". tanya Reza karena tiba-tiba Ayu tidak bereaksi.
"Ah... tidak apa-apa Mas... Ayo kita bangun dan keluar, biar Ayu siapkan sarapan!". Ayu menjawab dengan gugup sambil mendorong dada Reza karena malu sudah menikmati Dekapan Reza.
"Emangnya kamu bisa masak sayang...?". Tanya Reza masih tidak ingin melepas Ayu untuk bangun.
"Kalau hanya sekedar buat nasi goreng, Taulah Mas...!".
"Kalau begitu... Mas bantu ya... tapi di luar tidak ada nasi sayang, karena semalam tidak ada yang masak, jadi buat nasi gorengnya tidak jadi!". Reza baru ingat jika semalam yang beli makanan adalah Ahmad dan Zidan.
"Kalau begitu, Aku ke dapur dulu, untuk lihat apa yang bisa di masak... kasian ayah sama om, nanti mereka lapar...!".
"Em... berarti kamu hanya kasihan sama mereka... tidak kasihan sama suami kamu?". Reza terus menggoda Ayu dan rasanya tidak ingin melepas sang istri untuk bangun dulu.
__ADS_1
"Oh ya... Tadi malam Kak Zidan menginap di mana Mas?". Tanya Ayu baru ingat, jika Zidan ikut ke pemakaman neneknya, dan tidak sempat menyapa Zidan lagi sebelum akhirnya Ayu tertidur.
"Em... sayang... kamu kenal banget ya dengan Kak Zidan itu?". Reza tidak menjawab, malah balik bertanya karena hatinya tiba-tiba merasa cemburu.
"Kenal sih Mas... KAK Zidan itu kan kakaknya Amanda Mas, sahabat Aku!". Jawab Ayu polos, tidak tahu jika Reza sedang cemburu.
"Hanya segitu... tidak lebih?".
"Maksud Mas Reza?". tanya Ayu bingung dan duduk karena Reza sudah melepaskan pelukannya.
Reza tidak menjawab, tapi ikut bangun dan duduk di samping Ayu.
Cup
"Itu hukuman kamu pagi ini sayang karena sudah membuat suami kamu cemburu!". Ucap Reza setelah mencium pipi chubby Ayu dengan tiba-tiba.
Ayu yang merasa tidak melakukan kesalahan, hanya bisa diam mendengarkan ucapan Reza.
"Cemburu... Maksud mas Reza cemburu dengan Kak Zidan?". Tanya Ayu dalam hati.
Ayu merasa senang jika Reza cemburu, itu artinya, Reza mencintai dirinya.
"Aduh... Ayu... jangan GeEr deh...!'. Ayu menggelengkan kepalanya karena sudah berani-berani berpikir jika Reza mencintai dirinya.
"Kamu kenapa sayang...pusing ya?". tanya Reza karena melihat Ayu menggelengkan kepalanya cukup lama.
"Ah... tidak Mas... Ayo kita keluar... sepertinya sudah terang!". Ayu beranjak dari tempat tidurnya dan membuka jendela yang ada di kamar.
Benar saja ternyata sudah terang, Ayu keluar kamar dan Reza ikut di belakangnya. Setelah membuka kamar, Ayu melihat ke arah teras rumah dan melihat Zidan yang duduk berbincang dengan ayahnya.
"Selamat pagi ayah... Kak Zidan, bagaimana tidurnya, maaf ya Kak, semalam Ayu ketiduran!". Ayu menyapa Ichal dan Zidan.
"Pagi Nak...
"Pagi Yu... tidak apa-apa, santai saja, kakak kan bukan orang lain!". jawab Zidan sambil tersenyum melihat Ayu yang sudah berangsur-angsur kembali ceria.
"Aku ke dapur dulu... minum teh atau kopi?". tanya Ayu lagi.
Zidan yang melihat Ayu banyak berbicara, merasa sangat senang, karena biasanya Ayu sangat irit dalam berbicara.
"Aku teh aja!". jawab Zidan lagi.
__ADS_1
*** BERSAMBUNG ***