
Selesai makan, Zidan dan Ayu berpamitan untuk pulang.
"Aku pulang dulu ya bro!". ucap Zidan kepada Abuts
"Iya Mas, Aku juga sudah mau balik ke Asrama, takut dapat hukum kalau sampai petang belum ada di asrama!". Abuts menyalami Zidan dan Amanda sebelum mereka berpisah.
Amanda dan kakak nya pulang ke apartemen untuk mengistirahatkan tubuhnya, sehabis berkeliling-keliling Mall. Sementara Abuts pulang ke asrama menggunakan mobil taksi karena Sahabatnya Ardi sudah pergi entah kemana sedari tadi, meninggalkan Abuts sendiri di mall, untunglah dia bertemu dengan Amanda, sang adik kelas yang diam-diam menyukai dirinya, tapi Abuts tidak tau kalau Amanda menyukai dirinya.
Sampai apartemen Zidan, Amanda masuk ke dalam kamar tidur Zidan, entah karena apa? tapi, hari ini Amanda sangat bahagia di dalam hatinya.
"Mungkinkah Aku sedang jatuh cinta?". tanya Amanda dalam hati
"tidak.., tidak..., jangan berpikir macam-macam Manda!". Amanda memukul pelan kepala nya.
"Ehm... ehm ... ehmm....
Suara Zidan membuyarkan lamunan Amanda.
Amanda melihat Zidan masuk ke dalam kamar sambil menenteng paper bag, belanjaan Amanda di mall.
__ADS_1
"Jangan terlalu berharap dengan orang yang pasti ya De'...!". nasihat Zidan kepada Amanda.
Zidan takut adiknya akan merasakan sakit hati, apalagi Zidan tahu kalau Amanda adalah sosok gadis yang belum pernah merasakan pacaran.
"Ih... kakak, apa-apaan sih, siapa juga yang berharap?". elak Amanda
"Kak Zidan... besok antar Manda pulang ke asrama ya, please...!". Amanda mengalihkan pembicaraan.
Entah kenapa Amanda sangat merindukan sahabatnya Ayu, di tambah tadi Amanda bertemu Abuts di Mall.
Amanda tau, kalau Abuts sebenarnya naksir dengan Ayu, karena setiap kali dia bertemu dengan senior nya itu, Dia selalu menyakan Ayu. Tapi entah kenapa baru kali ini Abuts bertemu dengan Amanda, tapi tidak menanyakan Ayu.
"Iya... iya bawel, besok pagi-pagi sebelum ke kantor kakak antar ke asrama, tapi kamu benar-benar sudah sehat kan?". Ucap Zidan mengalah dengan sifat bawel Amanda.
Setelah menggoda dan berbincang-bincang dengan Amanda, Zidan keluar dari kamarnya dan membiarkan Amanda sendiri di dalam kamar.
***
Makassar...
__ADS_1
Pak Supri keluar mencari Ichal, untuk menanyakan bagaimana kondisi nenek Ayu yang sebenarnya, karena di dalam ruangan ICU tidak boleh sembarang orang yang menjenguk.
Setelah mencari ke kantin rumah Sakit, pak Supri tidak menemukan Ichal juga, jadi pak Supri memutuskan untuk mencari di taman rumah sakit.
Dari kejauhan, pak Supri sudah melihat Ichal yang duduk sendiri di sebuah bangku yang ada di taman.
Pak Supri duduk di samping Ichal.
"Bapak mencari saya?". tanya Ichal bingung karena tiba-tiba Pak Supri datang dan duduk di sampingnya.
"Iya pak, saya sedang mencari bapak, untuk menanyakan kondisi ibu Anda!". jawab pak Supri jujur
"kondisi ibu saya, boleh dibilang tidak sedang baik-baik saja pak, karena disamping usia beliau memang sudah tua, ibu saya ternyata menderita penyakit komplikasi dan saya baru tahu, ini salah saya sebagai anak, saya terlalu sibuk mencari materi di luar sana... sampai-sampai saya tidak mengetahui kondisi kesehatan ibu saya...!". ucap Ichal menjelaskan kondisi ibunya, dengan nada suara yang lemah dan penuh penyesalan.
"yang sabar ya pak... mudah-mudahan kondisi ibu bapak cepat pulih, kalau ada yang bapak butuhkan dengan saya, jangan sungkan untuk mengatakannya dan saya janji akan bantu bapak sebisa saya!". pak Supri menawarkan diri karena hanya ini yang bisa dia lakukan saat ini.
"Terimakasih pak... tapi saat ini... Aku sangat bingung...!". kata Ichal tiba-tiba teringat dengan permintaan Ibunya barusan.
"Bingung kenapa pak...Apa bapak butuh dana untuk pengobatan ibu anda?". tanya pak Supri penasaran.
__ADS_1
"Oh... bukan Pak, bukan masalah dana... kalau masalah itu, ibu saya sudah punya asuransi kesehatan dari dulu....
*** BERSAMBUNG ***