Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Mengantar Ayu ke Asrama


__ADS_3

Sepanjang jalan Ayu tidak pernah bangun, padahal jalanan ibu kota sangatlah macet. Sesekali Reza melihat gadis kecilnya, yang masih betah tertidur di sampingnya.


Reza sampai di depan Asrama di mana Ayu tinggal selama satu tahun ini. Reza memperhatikan banyak kendaraan roda empat yang terparkir di sepanjang parkiran sekolah maupun asrama, jadi Dia berusaha mencari parkir yang dekat dengan Asrama Putri.


Setelah memarkirkan mobil, Reza tidak membangunkan Ayu yang masih tertidur pulas. Reza juga tidak turun dari mobil.


"tok...tok...tok...!," terdengar suara ketukan dari kaca pintu mobil Reza,


Reza menurunkan kaca mobil untuk memastikan siapa yang sedang mengetuk kaca mobilnya.


"Selamat malam Pak!," sapa seorang Pria dengan pakaian sekuriti,


"Selamat malam juga Pak!," jawab Reza, lalu membuka pintu mobilnya, Dia keluar untuk berbicara dengan pak Sekuriti karena tidak ingin mengganggu tidur Ayu.


"Maaf pak... mungkin ada yang bisa saya bantu?, karena Saya perhatikan, mobil banyak sudah lama parkir tapi tidak ada yang turun!," tanya Pak sekuriti


"Oh... iya pak, terimakasih banyak, Aku sedang mengantar adik saya masuk Asrama pak, tapi sepertinya Dia kelelahan di perjalan, makanya dia tertidur!," Reza coba menjelaskan sambil membungkukkan badannya untuk melihat Ayu yang masih tertidur,


" Kalau bisa tau, adik banyak bernama siapa dan kelas berapa ya?," tanya pak Sekuriti sopan untuk mengecek keakuratan nama-nama siswa-siswi yang masuk asrama hari ini


"Namanya Ayu Nur Anandita Ichal pak, dan dia kelas Sebelas!," jawab Reza


"Ok... Terimakasih banyak pak atas kerjasamanya, Aku tinggal sebentar!," pak sekuriti berlalu sambil berbicara lewat alat yang terpasang di telinganya.


Reza hanya diam melihat aksi pak sekuriti, Lagian hari ini Dia juga sudah lumayan capek, tadi pagi-pagi dia harus ke kantor untuk menggantikan Ayahnya rapat dengan para investor di perusahaannya, dan Reza harus ke Bandara menjemput Ayu karena Dia sudah sangat merindukan gadis kecilnya setelah satu Minggu tidak melihatnya.


"Oh, iya pak, Asrama adik bapak pas di depan mobil bapak ini!," ucap pak sekuriti kembali menemui Reza yang masih berdiri sambil bersandar di samping mobilnya.


"Iya pak Terima kasih banyak, tapi bolehkan Aku menunggu disini sampai adik Aku bangun?, karena kelihatannya dia sangat lelah!," tanya Reza mencoba meminta ijin


"Iya pak, silahkan..., Kalau begitu Saya mohon pamit kembali ke pos penjagaan!," Sekuriti menjawab lali berjalan menuju pos keamanan Asrama.


Ayu yang samar-samar mendengar suara Reza berbicara dengan orang lain, dia berusaha untuk bangun memastikan dia tidak salah dengar.


"Mas Reza, sedang bicara sama siapa, dan sekarang kami ada di mana ini?," Ayu bertanya-tanya dalam hati karena dia tidak bisa melihat wajah orang yang diajak Reza berbicara barusan, Ayu hanya bisa melihat punggung lawan bicara Reza.


Ayu berusaha melihat sekeliling mobil, Dia mencari di mana posisinya sekarang.

__ADS_1


"Ini ko... seperti Aku kenal tempatnya ya?," gumam Ayu dalam hati karena sepertinya tempatnya sekarang tidak asing di ingatannya.


"Sayang... kamu sudah bangun?," Ucap Reza setelah membuka pintu dan melihat Ayu sudah duduk.


"Iya Mas... apa kita sudah sampai di asrama Aku ya Mas?," tanya Ayu memastikan


"Iya sayang... kita sudah sampai depan asrama kamu!," jawab Reza


"Mas Reza tadi bicara sama siapa, Aku dengar sepertinya mas tadi bicara sama seseorang?," tanya Ayu penasaran dengan lawan bicara Reza


"Oh... itu pak sekuriti, tadi tanya mas lagi ada keperluan apa di sini, jadi mas jelaskan kalau mas lagi mengantar kamu sayang, tapi kamu tertidur makanya kami belum masuk!," Reza menjelaskan sambil senyum-senyum


"Oh....!,"


Ayu membuka pintu mobil, hendak turun dan mengambil barang-barangnya.


"Biar mas yang bawakan kopernya!," ucap Reza menghentikan Ayu yang ingin mengambil kopernya di bagasi mobil.


"Oke... terimakasih Mas!," ucap Ayu tersenyum sangat manis.


"iya sayang... biar mas yang bawakan kopernya masuk, tapi ....!," Reza sengaja memotong ucapannya, Dia ingin melihat Reaksi gadis kecilnya.


"Tapi apa Mas?... kalau gitu biar Ayu yang bawah sendiri aja Mas, entar mas aneh-aneh lagi di dalam!," Ayu berusaha ingin mengambil kopernya dari tangan Reza.


"Mas tidak aneh-aneh ko sayang, mas hanya minta bayaran saja, karena seharian ini sudah meluangkan waktu untuk kamu, bolehkan?," Reza berbicara sangat dekat dengan telinga Ayu, sampai-sampai Ayu bisa merasakan hembusan napas Reza.


"Ih... mas apa-apaan sih, nanti di lihat orang, malu tau!," ucap Ayu malu-malu dan khawatir dengan interaksi Reza dengan dirinya, bagaimana pun Ayu belum siap untuk memperkenalkan siap Reza sebenarnya dalam hidupnya. lagian dia belum yakin dengan perasaannya.


Menurut Ayu, Belum saatnya dirinya untuk memikirkan laki-laki, perjalanan hidupnya masih panjang.


"Kamu kenapa sayang, ko melamun?," tanya Reza heran dengan sikap Ayu, Dia takut Ayu sakit lagi.


"tidak apa-apa Mas, Ayo kita masuk, ini Asrama Aku dan kamar Aku ada di dalam!," Ayu mencoba bersikap normal


"Tapi... Mas... tunggu dulu!," Ayu memegang pergelangan tangan Ayu, dan menariknya agak jauh dari pintu asrama.


"Kenapa sayang...?," Reza kembali menggoda Ayu, yang tiba-tiba menarik tangannya.

__ADS_1


"Ih... mas, Ayu serius, mau ngomong sebentar sama Mas, sebelum kita masuk!," ucap Ayu hampir menangis karena Reza tidak mau diajak bicara serius, padahal Ayu mendengar dari luar, kalau di dalam Asrama lagi banyak orang dan mungkin saja teman-temannya sudah datang semua.


"Iya... bicara saja sayang, mas akan dengarkan dengan baik!," jawab Reza


"Mas... Ayu mohon kali ini saja, tolong jangan panggil Ayu Sayang ... saat di asrama dan saat ada teman-teman Ayu, Please, Ayu mohon mas!," Ucap Ayu memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca,


"baiklah sayang... tapi... kamu kenapa sayang,?tiba-tiba jadi cengeng begini!," tanya Reza heran dengan perubahan sikap Ayu yang tiba-tiba jadi gampang mengeluarkan air mata, jadi dia setuju memenuhi permintaan gadis kecilnya.


"Terimakasih banyak Mas, atas pengertiannya, Mas memang orang baik!," ucap Ayu bersyukur karena kali ini Reza langsung menyetujui permintaannya Tampa marah-marah seperti biasanya.


Ayu melangkahkan kakinya, ingin membuka pintu Asrama, tapi tiba-tiba Reza memengang tangannya.


"Sayang... eh... Anandita... tapi kalau kita hanya berdua, Mas akan tetap memanggil kamu SAYANG!," Ucap Reza, lalu melepaskan tangannya dan membuka pintu Asrama.


Reza masuk ke dalam Asrama dengan gaya yang gentleman, dia berjalan seperti seorang bos besar yang akan menemui bawahannya.


Ayu Masih berdiri di pintu Asram, Dia heran melihat gaya berjalan Reza yang tiba-tiba seperti sangat berwibawa.


"Anandita... kenapa kamu hanya berdiri di situ?, mas tidak tahu dimana kamar kamu?," Reza heran dengan gadis kecilnya, yang kadang-kadang bertingkah laku tidak seperti biasanya, Ayu kadang cerewet, kadang diam, tidak tau apa sebabnya seperti saat ini.


"Oh... maaf Mas,!," ucap Ayu berjalan mendekati Reza, lalu berjalan di depannya, kemudian memasuki salah satu kamar yang ada di asram itu.


Kamar Ayu ada di urutan nomor Tiga dari pintu untama asrama.


"Assalamualaikum...!," Ayu memberi salam sambil memasuki kamar yang menjadi tempat tinggalnya.


"Waalaikum salam wb...!," jawab orang-orang yang ada di dalam kamar itu.


*** BERSAMBUNG ***


Author ucapkan banyak terima kasih kepada semua pembaca yang sudah berkenan membaca karya Author 🙏🙏🙏


Dukung terus karya Author sampai selesai, dan jangan lupa like, komen dan berikan vote nya,🙏🙏🙏


I LOVE YOU ALL 😘😘😘


SALAM KENAL DARI UJUNG INDONESIA TIMUR

__ADS_1


__ADS_2