Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
chapter 5


__ADS_3

Didalam mobil...


Tampa Aku sadari, ternyata supir kantornya Manda dari tadi memperhatikan dan mendengarkan obrolan kami dengan wajah yang senyum-senyum.


"Maaf Nona-nona, ada yang mau dibeli, sebelum kalian masuk Bandara" kata Pak supir didepan kami tiba-tiba,


"Tidak Kak" jawab Manda


Mobil pun melaju membelah jalanan ibu kota yang lumayan padat siang hari ini.


Syukurnya kami tiba di Bandara sebelum jam 15.00.


*


Sampai bandara, kami turun dari mobil dan Aku bersiap-siap mengambil koper pakaianku, tiba-tiba Manda mencekal tanganku,


"Biar Kakak aku aja yang bawakan" kata Manda sambil menarik tanganku untuk melewati supirnya


"Kakak yang mana Manda" tanyaku


"Itu kakak Aku, nama Zidan" jawabnya sambil menunjuk laki-laki yang Aku kira supir kantor bapaknya.


"Oh, itu Kakak kamu Man?" Tanya ku bingung


"Ia, dia Kakak pertama Aku, dia tinggal disini, tapi tidak mau jadi pimpinan perusahaan, kata dia sih, mau mulai dari bawah, Tidak mau langsung jadi pimpinan, eh tau-tau nya dia malah jadi supir pribadinya Pak Bos di kantor ayahku" jawab Manda panjang lebar sambil senyum-senyum, seolah-olah sedang meledek Kakaknya.


"Ayo masuk, Saya antar lapor tiket" kata kakak Manda tiba-tiba, setelah mengambil koper kami.

__ADS_1


" Ia Ka'" jawab Manda, lalu mengambil kopernya,


"Sini koper Aku Ka," kataku, menjulurkan tangan ingin mengambil koper dari tangan Kakak Manda, tapi laki-laki itu tidak memberikannya, malah berjalan mendahului kami dengan membawa koper ku.


"ih, laki-laki aneh, koperku dia bawah, tapi adiknya dibiarkan tarik koper sendiri" *batinku


*


Sesampainya didepan tempat lapor tiket pesawat Lion, Kakak Manda meminta tiket yang Aku pegang


"Sini tiketnya, biar Aku yang laporkan"


Dengan bengong, Aku memberikan tiket yang kupegang Tampa mengucapkan sepata kata.


"Kenapa bengong, mana Kartu pengenalmu?" Tanya Kakak Manda, membuyarkan lamunanku.


Tidak berapa lama Kakak Manda datang lagi menghampiriku, lalu memberikan boarding pass dan kartu pelajarku,


"Ini, sudah selesai, kamu tinggal masuk keruang tunggu" kata kakak Manda


"Terimakasih banyak Ka" ucapku girang


Karena jujur, sebenarnya Aku belum tau caranya kalau mau naik pesawat, " Apa-apa saja yang harus dilakukan"


"Syukur ada Kakanya Manda" ucapku dalam hati, sambil terus senyum-senyum.


*

__ADS_1


Didalam ruang tunggu, Aku duduk dikursi paling depan karena kursi yang lain sudah terisi orang dan hanya kursih paling depan yang masih kosong.


Dengan raut wajah yang masih terlihat girang, Aku duduk sambil menyandarkan tubuhku disandaran kursih.


"Akhirnya Aku bisa ketemu nenek lagi" gumamku dalam hati


Tiba-tiba ada suara yang sepertinya tidak asing dipendengaranku


"Sedang memikirkan Aku ya?" Kata orang itu


Aku kembali membetulkan dudukku, dan menghadap ke sumber suara, Ku perhatikan orang yang tadi berbicara, namun Aku belum bisa mengenalinya, karena orang itu memakai Hudi, kacamata dan sebuah ransel di pundaknya.


"Ko bengong, kamu baik-baik saja kan?" Tanya laki-laki itu, lalu duduk di sampingku sambil meletakkan ransel digendongannya diatas kursih.


"Maaf Sampean sampean siapa?" jawabku berusaha berbicara sopan.


laki-laki itu tidak menjawab pertanyaan ku, dia hanya tersenyum lalu membuka kacamata yang bertengger dihidung mancungnya,


"Kamu tidak mengenal Aku?" Tanyanya


Aku kembali menghadap pada pria tadi, lalu mengingat-ingat


"Maaf, Kalau tidak salah, Kakak adalah Abusy Afrisal ya?" Tanyaku takut-takut salah orang.


"Iya, Ayu Nur Anandita" jawabnya sebyum-senyum


"Maaf Ka' abis Kakak tampilannya bedah dengan terakhir kali kita ketemu" jawabku tidak enak hati*.

__ADS_1


__ADS_2