Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Ayu Cemburu Buta


__ADS_3

Selesai mandi bersama, Reza keluar dari kamar mandi untuk melihat "apakah sang asisten pribadi sudah datang membawakan pesanannya?".


"Kapan pak Supri masuk?," tanya Reza dalam hati setelah melihat ada paper bag di atas ranjangnya.


Reza mengambil dan membuka paper bag.


"Pak Supri memang bisa diandalkan!". gumam Reza lagi setelah melihat isi paper bag nya, sesuai dengan apa yang di pesan.


"Sayang Ayo keluar, ini pakaiannya sudah ada!". panggil Reza karena Ayu belum juga keluar dari dalam kamar mandi.


Ayu yang mendengar dirinya dipanggil, membuka pintu dengan pelan, lalu mengintip. Ayu takut jika ada orang lain di luar selain Reza.


"Sini sayang...!". panggil Reza lagi


Dengan patuh Ayu berjalan keluar dan mendekati Reza yang masih duduk diatas ranjang lengkap dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


Melihat Reza dari dekat dengan penampilan seperti saat ini, membuat Ayu malu, jadi Ayu menundukkan kepala.


"Ini pakaiannya sayang...!". Reza menyerahkan paper bag yang ada di tangannya.


"Terimakasih mas, Ayu pakai bajunya di kamar mandi ya!". Ayu mengambil paper bag lalu berjalan meninggalkan Reza yang masih duduk di atas ranjang.


Ayu masuk ke dalam kamar mandi, tidak lupa dia mengunci pintu, tidak seperti tadi sebelum mandi Ayu tidak mengunci pintu sama sekali.


"Ya ampun... Body Mas Reza, seperti model-model yang ada di majalah!". gumam Ayu teringat dengan body Reza.


Tiba-tiba Ayu teringat dengan serangan Reza, yang ******* bibirnya di bawah guyuran shower.


"Tidak... tidak... jangan pikirkan macam Ayu, ingat kamu masih Sekolah!". gumam Ayu memukul kepalanya, dan mengutuk, bisa-bisanya Dia mengingat ciuman Reza.


Tapi karena itu ciuman pertama Ayu dan Reza adalah pria pertama yang menciumnya seperti itu, Ayu sempat shock.


"Sayang... sudah belum pakai bajunya?". tanya Reza dari luar karena Ayu belum keluar juga, Sementara Reza sudah selesai memakaikan pakaian.


Reza melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul Sebelas lewat lima puluh menit, artinya sebentar lagi waktu makan siang.


"Sabar Mas... Ini Ayu baru mau pakai baju!". jawab Ayu dari dalam kamar mandi.


"Ah... baru mau pakai baju?". gumam Reza heran Mendengar ucapan Ayu, Reza jadi bingung, karena Ayu sudah ada Sepuluh menit di dalam kamar mandi.


"Mas... Mas Reza...!". Teriak Ayu


"Iya sayang... ada apa?". tanya Reza bingung Mende teriakan Ayu.


"Mas... ini memang tidak ada pakaian dalamnya ya?". tanya Ayu setelah memastikan jika didalam paper bag tidak ada barang yang Dia cari.


Mendengar pertanyaan Ayu, Reza baru sadar, jika tadi Dia tidak menyuruh pak Supri untuk membeli pakaian dalam untuk Ayu.


"Aduh... maaf sayang, Mas lupa kasi tau pak Supri soal itu!". ucap Reza dari luar pintu kamar mandi. Reza merasa bersalah karena melupakan hal sepenting itu, padahal Reza kan tau jika Ayu tadi mandi memakai pakaian lengkap.

__ADS_1


"Jadi bagaimana ini Mas?". tanya Ayu bingung.


"Kalau begitu kamu tunggu di sini dulu ya, biar Mas keluar membelikan kamu pakaian dalam!". Usul Reza


"Oke Mas, tapi cepat ya...!". jawab Ayu setuju.


"Oke... Mas pergi dulu ya...!".


"Mas... tunggu dulu!". Ayu keluar dari kamar mandi dengan memakai baju biru yang telah dibelikan oleh pak Supri.


"Iya kenapa sayang?". Reza berbalik dan Melihat Ayu yang sudah memakai baju tapi masih tetap memakai handuk di dalam bajunya.


"Memangnya Mas tau, Ayu pakai ukuran berapa?". tanya Ayu memastikan


"apanya yang pakai ukuran sayang?". Reza malah balik bertanya.


Jujur saja, Reza tidak tau menahu soal pakaian wanita, apalagi soal pakaian dalam. Seumur hidup Reza, ini pertama kali Dia mau membeli pakaian dalam wanita.


"Ya... pakaian ukuran to mas..., kalau tidak nanti kebesaran atau kekecilan!". Ayu merasa lucu dengan pikiran Reza.


"Kalau begitu, kamu pakai ukuran berapa sayang?". tanya Reza serius.


"****** ***** ukuran M dan BRA ukuran Tiga puluh enam!". jawab Ayu sedetail mungkin.


"OKE... Mas keluar dulu, pintunya Mas kunci dari luar ya, takut kamu kabur!". ucap Reza tersenyum sambil berlalu meninggalkan Ayu sendirian di kamar hotel.


Setelah kepergian Reza, kini Ayu tinggal sendiri di dalam kamar. karena bidan menunggu sambil duduk, Ayu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.


Namun sudah beberapa menit Reza keluar dari kamar, Dia belum kembali juga. Ayu yang merasa nyaman berbaring diatas tempat tidur, memejamkan matanya.


Ayu tidak tau, kapan dia tertidur. bangun-bangun dari tidur, sudah mendapati Reza di dalam kamar.


"dari kapan Mas ada di kamar?". tanya Ayu heran setelah membuka mata dan mendapati Reza sudah duduk di sampingnya.


"Sudah hampir tiga puluh menit sayang!". jawab Reza.


"Baru mana pakaian Aku mas?". tanya Ayu bangun dari tempat tidur.


"Tuh...!". tunjuk Reza pada paper bag yang ada diatas meja.


Ayu turun dari tempat tidur dan mengambil paper bag, lalu berjalan memasuki kamar mandi.


"Dasar gadis kecil... bisa-bisanya Dia tertidur hanya memakai handuk, mana seksi lagi!". ucap Reza mengingat pose Ayu saat baru masuk kamar dan mendapati Ayu tertidur pulas.


"Andai saja Aku sudah nikahi kamu, pasti tadi Mas sudah memangsa kamu sayang, mana handuk kamu tersingkap lagi!". Reza terus mengingat, apa yang dia lihat barusan.


"Mas... Aku sudah selesai...!". Ayu membuyarkan lamunan Reza.


"Ah...

__ADS_1


"Ayo Mas... kenapa bengong?". tanya Ayu heran karena Reza tidak bergerak dari tempat tidur.


"Sabar sayang...


"Apa pakaiannya cocok semua?". tanya Reza memastikan.


"Iya Mas... Terimakasih banyak ya, tidak nyangka, ternyata Mas pintar juga memilih pakaian wanita!". ucap Ayu malu disertai nada menyinggung.


Sejak di dalam kamar mandi, Ayu mengira jika Reza sudah sering membelikan pakaian wanita kepada cewek-cewek yang dia ajak ke hotel. Contohnya Reza bisa memberikan Ayu pakaian yang bagus dan pas lagi dengan ukuran Ayu.


"Siapa dulu... calon suami Ayu Nur Anandita Ichal!". jawab Reza bangga.


Reza tidak faham dengan kata-kata Ayu yang bernada sindiran. Reza mengira Ayu kagum dengan dirinya.


"Ayo Mas... kita balik ke rumah sakit, pasti ayah sudah menunggu!". Ajak Ayu


Reza bingung mendengar ucapan Ayu yang tiba-tiba menjadi sangat ketua dan dingin.


"Tenang saja sayang... tadi Mas sudah menghubungi ayah kamu, meminta ijin, jika kita agak terlambat balik ke rumah Sakitnya!". Reza berusaha menjelaskan


"Oh... tapi Aku sudah mau pulang Mas...!". tegas Ayu berjalan menuju pintu.


Reza yang melihat perubahan sikap Ayu, ikut berdiri dan menghampiri Ayu.


"Sayang... kamu kenapa... kenapa tiba-tiba Mas merasa kamu sedang marah dengan Mas?". Tanya Reza memegang pergelangan tangan Ayu.


Ayu juga tidak tahu, kenapa Dia bisa bersikap aneh, setelah memikirkan, jika Reza biasa membawa Wanita-wanita untuk menemani Dia di hotel.


"Tidak apa-apa Mas, Aku mau pulang, takut ayah khawatir!". jawab Ayu melepaskan genggaman Reza.


"Oke... Oke... kita balik ke rumah sakit sekarang!". Akhirnya Reza mengalah.


Reza keluar dari hotel bersama Ayu, tapi Reza tidak langsung membawa Ayu ke rumah sakit. Reza malah pergi ke sebuah rumah makan yang ada di dekat rumah sakit.


"Kita makan dulu ya sayang!". ajak Reza karena waktu sudah menunjukkan jam dua belas lewat empat puluh tujuh menit.


"Tapi Aku tidak lapar Mas...!". tolak Ayu tidak berselera makan.


"tapi ini sudah waktunya makan siang sayang, tadi pagi kan kamu hanya makan nasi kuning?". Reza heran dengan sikap Ayu yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.


karena Ayu tidak berbicara, jadi Reza memberi usulan


"Kalau begitu kita beli makanan, baru makan di rumah sakit bersama Ayah kamu!".


Ayu hanya mendengarkan Reza berbicara, Rasanya Ayu malas membalas ucapan Reza.


Entahlah Ayu juga bingung, kenapa siang ini Dia tiba-tiba jengkel dan marah dengan Reza.


*** BERSAMBUNG ***

__ADS_1


__ADS_2